Tag Archive | sakit

Kesulitan adalah Kesempatan Besar untuk Memberikan Dampak yang Besar

Mengangkat gagang telepon adalah sebuah hal yang sederhana.

Mungkin sebagian besar dari kita akan setuju dengan pernyataan tersebut. Ya, apa susahnya mengangkat gagang telepon?

Mungkinkah mengangkat gagang telepon menjadi sebuah hal yang luar biasa, yang menginspirasi orang lain, dan yang berdampak besar bagi banyak orang?

Jawabannya adalah ya, jika itu dilakukan oleh Nick Vujicic, seorang yang dilahirkan tanpa tangan dan kaki. Suatu hari saya pernah melihatnya di dalam sebuah seminarnya, dia mempraktekkan mengangkat gagang telepon menggunakan tubuh dan kepalanya. Ketika dia berhasil, tepuk tangan penonton penuh keharuan membahana di ruangan tersebut.

Apa yang bisa kita pelajari? Ternyata kesulitan yang dialami oleh Nick telah membuat hal-hal yang sederhana dan biasa menjadi sebuah hal yang luar biasa dan begitu menginspirasi. Nick tidak perlu membelah batu karang menjadi dua untuk menarik perhatian penontonnya. Tidak dibutuhkan hal-hal yang sulit untuk membuat sesuatu yang spektakuler. Hal-hal sederhana seperti mengangkat telepon pun sudah cukup.

Ketika kita berada di dalam kesulitan, itu adalah kesempatan besar untuk memberikan pengaruh. Di saat kita dilanda kesulitan, hal-hal sederhana yang kita lakukan bisa menjadi sebuah hal yang spektakuler, yang menginspirasi banyak orang. Ini adalah kesempatan untuk berbuat hal yang mudah namun berdampak besar!

Sebuah senyuman yang diberikan seseorang yang baru menang lotere tentu sangat berbeda dampaknya dengan sebuah senyuman yang diberikan seseorang yang sedang menderita sakit.

Usaha yang dikeluarkan untuk menghasilkan kedua senyuman itu mungkin tak jauh berbeda. Mereka mengembangkan sejumlah otot yang sama di sekitar mulut. Mereka sama-sama dapat mengembangkan senyuman itu dalam hitungan detik bahkan sepersekian detik. Mereka mungkin memberikan senyuman itu kepada orang-orang yang sama. Namun, dampak senyuman seorang yang sedang sakit akan jauh lebih besar dibandingkan senyuman seorang yang baru saja mendapat lotere.

Kesimpulannya: Jika kita sedang sakit atau mengalami kesulitan, bersyukurlah. Ini adalah kesempatan kita bisa memberikan dampak positif yang besar bagi orang lain, hanya melalui sebuah hal yang mungkin sangat mudah dilakukan, jika kita mau melakukannya.

Lalu kenapa dampaknya dapat sedemikian berbeda? Itu karena tidak banyak yang melakukannya. Semua orang tentu akan tersenyum ketika menang lotere. Ini adalah sebuah hal yang sangat umum. Tapi orang-orang yang tersenyum di kala sakit melandanya? Tidak banyak orang yang melakukannya! Namun, tidak banyak orang yang melakukannya bukan berarti hal itu adalah hal yang sulit. Banyak orang tidak melakukannya hanya karena mereka terlalu berfokus pada penderitaan mereka daripada anugerah yang telah mereka terima.

Jadi, jika saat ini kita sedang dilanda kesulitan, bersyukurlah. Ini dapat menjadi sebuah kesempatan yang besar untuk menginspirasi orang lain. Pikirkanlah kebaikan-kebaikan sederhana yang dapat Anda lakukan, dan lakukanlah. Mungkin itu hanyalah sebuah senyuman yang sangat sederhana, namun senyuman itu dapat sangat berarti di hati orang-orang yang melihatnya.

Ketika Anda mengalami kesulitan, setiap kebaikan sederhana yang Anda lakukan akan berdampak ganda bagi para penerimanya.

Jangan sia-siakan kesempatan besar ini.

Tuhan memberkati kita semua,

Charles Christian

Iklan

Apa Gunanya Penyakit ?

Sepanjang hidup saya, sudah begitu banyak penyakit yang pernah saya derita… Mulai dari bentol karena digigit nyamuk, atau penyakit flu yang begitu banyak merebak di musim hujan, sampai penyakit yang mengharuskan saya dirawat di rumah sakit, seperti demam berdarah yang membuat saya tidak masuk sekolah selama sebulan saat saya masih SMP.

Yang paling baru saya alami adalah sakit mata. Ini terjadi minggu lalu. Ketika saya bangun tidur, saya merasa mata saya begitu perih dan gatal, dan membuat saya tidak tahan untuk tidak menguceknya. Tindakan yang membuat mata saya menjadi merah dan semakin merah. Akhirnya, saya membatalkan rencana-rencana saya hari itu, dan memutuskan untuk beristirahat di rumah.

Saya pikir saya hanya terlalu capek, karena memang sudah beberapa hari terakhir saya kurang tidur. Maka hari itu saya tidur siang, berharap ketika saya bangun, mata saya telah pulih. Tidak berhasil. Setelah saya bangun 3 jam kemudian, bukannya pulih, mata saya malah bertambah sakit.

Baca Lanjutannya…

Uang, Kekayaan, Dan Spiritualitas (2): Mengapa Ingin Kaya?

Empat bulan yang lalu, paman saya sakit, dan masuk ke rumah sakit. Begitu banyak sakit komplikasi yang dideritanya. Berita buruknya, dia tidak mempunyai uang untuk biaya pengobatan.

Sehari di rumah sakit menghabiskan dana jutaan rupiah. Dia tidak dapat menanggungnya. Istrinya juga tidak bisa menanggungnya.

Menjadi satu-satunya keluarga yang diharapkan saat itu, keluarga saya yang menanggung biaya pengobatannya. Namun, keadaan bertambah berat ketika setelah beberapa minggu di rumah sakit, tidak ada tanda-tanda pemulihan, yang ada malah biaya yang bertambah besar setiap harinya.

Pertengkaran demi pertengkaran mulai terdengar di rumah saya. Mama saya, yang mengurus keuangan keluarga, melihat kondisi keuangan akan semakin kritis jika pengobatan dilanjutkan.

Dilema terbesar ada di pundak papa saya. Meskipun kakak papa saya ini bukanlah seorang yang menyenangkan dan telah berbuat begitu banyak kesalahan, dia tetaplah kakak papa saya, dan dia sedang terbaring sakit di rumah sakit saat ini, seperti menunggu ajal menjemput yang tidak tahu kapan terjadi. Konon, ikatan batin antar saudara kandung begitu besarnya, melampaui semua logika akuntansi dan perencanaan keuangan.

Baca Lanjutannya…

Humor: Jiwa Dagang Orang Cina

Suatu ketika ada seorang Chinese dirawat di ruang ICU dengan penyakit yang sudah sangat parah, tim medispun sudah tak mampu berbuat apa-apa lagi. Maka seluruh keluarganya meminta ijin untuk menengoknya yang terakhir kali.

Sambil berurai air mata, mereka menunggu, kalau-kalau ada pesan terakhir darinya.

Pasien: A Hua…..
A Hua: i..iiya Pih saya di sini
Baca Lanjutannya…

Mau Bunuh Diri ?

Siapapun Anda yang membaca tulisan ini, saya percaya ini bukanlah sebuah kebetulan, tapi ini adalah sebuah rencana Tuhan bagi hidup Anda, yang mungkin saja dapat mengubah hidup Anda.

Saya akan memulai tulisan ini dengan sebuah cerita tentang film yang berjudul “Diving Bell and The Butterfly”. Film ini diangkat dari sebuah kisah nyata. Judul film ini diambil dari judul sebuah buku karangan Jean-Dominique Bauby. Pria yang lahir tahun 1952 ini adalah seorang editor terkenal dari majalah fashion Perancis ELLE. Hidup Bauby yang penuh dengan kesenangan dan kejayaan berubah secara drastis ketika pada akhir Desember 1995 dia terserang stroke dan tidak sadarkan diri selama 20 hari. Ketika dia sadar 20 hari kemudian, dia tidak dapat menggerakkan seluruh tubuhnya, kecuali satu bagian — yaitu mengedipkan mata kirinya. Bauby menderita suatu penyakit yang dikenal dengan locked-in syndrome.

Baca Lanjutannya…

%d blogger menyukai ini: