Tag Archive | Realita

Ketika Kita Pergi Meninggalkan Dunia Ini…

Dua bulan yang lalu, seorang teman sekelas saya yang kuliah di NTU pergi meninggalkan dunia ini dengan tiba-tiba karena jatuh. Bulan lalu, giliran saudara mama saya yang pergi karena sakit yang merenggut tubuhnya di usianya yang ke-51. Hari ini, giliran saudara papa saya yang menghembuskan nafasnya yang terakhir, kembali karena penyakit, di usianya yang ke-23.

Saya seakan tersentak. Seorang demi seorang orang yang saya kenal meninggalkan dunia ini, dengan cara yang berbeda-beda, dengan usia yang berbeda-beda pula. Suka atau tidak, cepat atau lambat, saya pun akan mendapatkan giliran. Ketika saat itu terjadi, kira-kira apakah saya sudah siap? Apakah saya sudah cukup membahagiakan orang-orang di sekitar saya? Apakah orang-orang yang saya kenal akan menangisi kepergian saya? Pengaruh seperti apa yang telah saya buat di dunia ini? Apakah saya akan diingat orang karena hal positif yang saya buat, atau hal negatif yang saya lakukan sepanjang hidup ini? Kira-kira, sudah puaskah Tuhan melihat hidup saya?

Dua hari yang lalu, ketika saya naik bajaj, saya memberikan uang bayaran dua ribu Rupiah lebih daripada ongkos yang kami sepakati. Saya menghargai kerja keras dia, dan terutama karena satu hal, dia tidak merokok. Ketika begitu banyak abang bajaj yang merokok, dia mengambil keputusan untuk tidak ikut-ikutan, dan saya sangat menghargainya. Tapi, ada yang lebih penting daripada sekadar dua ribu Rupiah tersebut. Saya melihat dia tersenyum, dan berterima kasih. Oh, saya sungguh bahagia melihat senyum tersebut. Saya tidak menyangka saya akan mendapatkan senyumnya yang menurut saya jauh lebih berharga dari dua ribu Rupiah milik saya.

Baca Lanjutannya…

Ryan, Psikopat Pembunuh Berdarah Dingin

Sebulan terakhir ini masyarakat Indonesia dikejutkan dengan tertangkapnya seorang pembunuh bernama Verry Idham Henryansah alias Ryan. Sejauh yang diketahui saat ini, telah ditemukan 11 korban pembunuhan yang dilakukan Ryan dengan berbagai motif (dari masalah asmara hingga masalah ekonomi). Sebagian jenazah korban ditemukan setelah dilakukan penggalian di halaman belakang rumah Ryan. Selain itu, ada juga korban yang dimutilasi oleh Ryan. Korban-korban tersebut dibunuh oleh Ryan sepanjang tahun 2006 hingga 2008.

Sebelumnya, tidak ada yang menyangka Ryan adalah seorang pembunuh yang sudah menghabisi banyak korban. Namun, itulah kenyataannya. Setelah itu, muncul anggapan bahwa Ryan adalah seorang psikopat. Saya jadi ingat tokoh Joker dalam film Batman: The Dark Knight. Keduanya memiliki kesamaan, yaitu kegemaran membunuh. Apakah psikopat selalu identik dengan pembunuh?

~ngomong2, kok sepertinya akhir-akhir ini banyak kebakaran besar di Jakarta ya? Duh…
~sudah lama ga ngeblog, tulisannya jadi aneh… 😛 Kenapa saya jadi jarang ngeblog? Kapan2 deh ya saya cerita…

Pengamen Aniaya Anak Di Kereta

Kisah berawal ketika saya naik kereta ekonomi tujuan Jakarta sore ini. Ketika kereta berhenti dan saya mau masuk ke dalam gerbong delapan, tiba-tiba terdengar suara-suara ribut dari gerbong sebelah. Awalnya saya berpikir ada pencopetan atau semacamnya. Saya pun menambah kewaspadaan dan masuk ke dalam gerbong.

Saya dikagetkan dengan datangnya seorang ibu dari gerbong sebelah yang menangis sambil menggendong seorang anak laki-laki berusia sekitar 5 tahun yang hidungnya berlumuran darah. Saya kembali bertanya-tanya, apakah yang terjadi… Apakah terjadi kecelakaan dengan anak tersebut. Ibu itu membersihkan luka yang ada di wajah sang anak dan berkata, “Ini bukan anak saya… Tapi saya kasihan dengan anak ini.” Beberapa detik kemudian, saya baru tahu apa yang terjadi sebenarnya.

Baca Lanjutannya…

Fakta (Mengejutkan) Tentang Rokok dan Perokok

Perhatikanlah fakta-fakta berikut tentang rokok dan perokok di Indonesia dan dunia:

  1. Sejauh ini, tembakau berada pada peringkat utama penyebab kematian yang dapat dicegah di dunia. Tembakau menyebabkan satu dari 10 kematian orang dewasa di seluruh dunia, dan mengakibatkan 5,4 juta kematian tahun 2006. Ini berarti rata-rata satu kematian setiap 6,5 detik. Kematian pada tahun 2020 akan mendekati dua kali jumlah kematian saat ini jika kebiasaan konsumsi rokok saat ini terus berlanjut. [1]
  2. Diperkirakan, 900 juta (84 persen) perokok sedunia hidup di negara-negara berkembang atau transisi ekonomi termasuk di Indonesia. The Tobacco Atlas mencatat, ada lebih dari 10 juta batang rokok diisap setiap menit, tiap hari, di seluruh dunia oleh satu miliar laki-laki, dan 250 juta perempuan. Sebanyak 50 persen total konsumsi rokok dunia dimiliki China, Amerika Serikat, Rusia, Jepang dan Indonesia. Bila kondisi ini berlanjut, jumlah total rokok yang dihisap tiap tahun adalah 9.000 triliun rokok pada tahun 2025. [1]
  3. Di Asia, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, Indonesia menempati urutan ketiga terbanyak jumlah perokok yang mencapai 146.860.000 jiwa. Namun, sampai saat ini Indonesia belum mempunyai Peraturan Perundangan untuk melarang anak merokok. Akibat tidak adanya aturan yang tegas, dalam penelitian di empat kota yaitu Bandung, Padang, Yogyakarta dan Malang pada tahun 2004, prevalensi perokok usia 5-9 tahun meningkat drastis dari 0,6 persen (tahun 1995) jadi 2,8 persen (2004). [1]
  4. Peningkatan prevalensi merokok tertinggi berada pada interval usia 15-19 tahun dari 13,7 persen jadi 24,2 persen atau naik 77 persen dari tahun 1995. Menurut Survei Global Tembakau di Kalangan Remaja pada 1.490 murid SMP di Jakarta tahun 1999, terdapat 46,7 persen siswa yang pernah merokok dan 19 persen di antaranya mencoba sebelum usia 10 tahun. “Remaja umumnya mulai merokok di usia remaja awal atau SMP,” kata psikolog dari Fakultas Psikologi UI Dharmayati Utoyo Lubis. [1]
  5. Sebanyak 84,8 juta jiwa perokok di Indonesia berpenghasilan kurang dari Rp 20 ribu per hari–upah minimum regional untuk Jakarta sekitar Rp 38 ribu per hari. [2]
  6. Perokok di Indonesia 70 persen diantaranya berasal dari kalangan keluarga miskin. [3]
  7. 12,9 persen budget keluarga miskin untuk rokok dan untuk orang kaya hanya sembilan persen. [3]
  8. Baca Lanjutannya…

A Touching Donation

Hari ini, saat saya sedang melihat-lihat milis yang masuk ke e-mail saya, saya menemukan sebuah kisah berikut…


Kasih adalah Tindakan, Bukan cuma Diucapkan

Ia berjalan di depan meja ‘donation’. Kami berpikir: “dia akan lewat…”

Touching Donation 1

“Saya ingin menyumbang!”

Ia menuang koin dari mangkuknya…

Baca Lanjutannya…

Pengemis Pun Merokok!

Bulan lalu, saya pernah menulis sebuah artikel tentang rokok: “Budaya Merokok: Sebuah Ironi“. Pada postingan tersebut, saya menyebutkan sebuah fakta yang sempat mengejutkan saya, yaitu seorang tokoh yang saya kagumi di kampus saya, yang saya jadikan role model, ternyata adalah seorang perokok. Ternyata, keterkejutan saya tidak berhenti sampai di sana. Selama sebulan ini, saya menemukan sendiri beberapa fakta tentang perokok, dan fakta-fakta itu membuat saya terkejut… :shocked:

Mengemis tapi Merokok!?

Ini adalah sebuah kisah nyata yang membuat saya tidak habis pikir. Suatu hari di pintu sebuah stasiun di Jakarta, saya melihat seorang bapak yang duduk di emperan pintu. Bajunya kumal dan dia menyodorkan suatu kantong ke setiap orang yang lewat, berharap ada orang yang berbelas kasihan memberinya sepeser uang… Orang yang lewat di sana, mungkin akan berbelas kasihan melihat rupanya, tapi pasti akan langsung berubah pikiran ketika melihat benda yang dia pegang di tangan kanannya. Apa yang dia pegang? Rokok!

Baca Lanjutannya…

Pengalaman (Hampir) Dicopet

Kejadian ini terjadi tanggal 19 Januari 2008, di sebuah angkot di Jakarta Utara…

Siang itu, sepulang saya menghadiri pemberkatan nikah seorang teman gereja saya, saya naik sebuah angkot untuk kembali ke rumah tercinta… Dari gereja saya, saya perlu naik angkot dua kali untuk sampai ke rumah. Perjalanan dengan angkot pertama berlangsung dengan lancar… Lalu, saya berpindah ke angkot kedua, tanpa menyadari adanya (kumpulan) pencopet yang ada di dalam angkot tersebut…

Saat saya naik, angkot ini sedang ngetem (baca: berhenti buat nyari penumpang). Saya naik ke angkot tersebut, dan melihat ada (kalau tidak salah) 4 orang bapak-bapak. 2 bapak duduk di seberang saya, salah satunya mengenakan jaket hitam, dan 2 bapak duduk di sebelah kanan saya. Saya tidak menaruh curiga sama sekali, dan saya tidak melihat lirikan mata mereka yang (mungkin) sedang menatap ke kantong celana saya dan mereka-reka isinya (yang isi sebenarnya adalah HP saya).

Angkot pun berjalan… Tiba-tiba, seorang bapak berjaket hitam di seberang saya mengajak saya ngomong…

Bapak Jaket Hitam (B): Anak muda jaman sekarang uda banyak yang ga bener ya, dik…
Saya (S): *kaget* eh, kenapa pak?
B: Iya, sekarang cewek-cewek ABG uda banyak yang maen ke diskotik, dugem, dll…
S: *mengiyakan* ho oh…
B: Bukan cuma dugem aja, uda banyak juga tuh yang pake narkoba
S: Hmm… *dalam hati bertanya-tanya, tuh bapak kenapa ngomong sama saya…*
B: Sekarang anak sekolah juga uda banyak yang pake narkoba. Kalo yang pake narkoba itu ga bisa ditutup-tutupin…
S: Oh… Ngomong2 bapak siapa ya? *penasaran*
B: Saya suka ngadain penyuluhan di sekolah-sekolah…
S: *oh, ternyata penyuluh toh…* Penyuluh narkoba, pak?
B: Iya… Kamu sekolah di mana dik?
S: Saya uda kuliah, pak…
B: Oh, kuliah di mana?
S: Di UI, pak…
B: Di sana pernah ada penyuluhan narkoba gitu ga?
S: *inget2* hmm, kayanya ngga deh pak…
B: Oh gitu ya… Anak sekolah sekarang pinter-pinter… Pada sembunyi2 pake narkoba…
S: Iya ya, pak…?
B: Iya… Temen kamu ada yang pake?
S: *agak kaget* Setahu saya sih nggak pak…
B: Ah, mereka pada ga ngaku aja… Ngomong2 kamu pake?
S: nggak, pak…
B: Kalo yang pake pasti ketauan… Kamu beneran ga pake?
S: beneran nggak kok, pak…

Baca Lanjutannya…

Bingung-Bingung Definisi Pornografi

Tulisan ini saya buat sehubungan dengan rencana pemerintah Indonesia untuk mem-block situs-situs porno di negeri tercinta ini.

Pemerintah Indonesia akan mem-block situs-situs pornografi. Berita ini begitu maraknya akhir-akhir ini sehingga saya yakin Anda dapat menemukan beritanya tanpa harus saya berikan link-nya. Rencana ini banyak menuai pro dan kontra. Pro dari orang yang telah jera melihat Indonesia yang seakan menyuburkan pornografi, kontra dari orang yang masih menyukai (dari mengakses hingga menyediakan) material asusila tersebut. Begitu banyaknya pro dan kontra yang ada sehingga saya rasa tidak perlu menambahkannya lagi di tulisan ini. Silakan googling saja bagi yang berminat… 😉

Masih berhubungan dengan rencana blocking situs-situs porno tersebut, pemerintah kebingungan bagaimana cara mengetahui sebuah situs itu adalah situs porno atau tidak… Pernyataan terakhir yang dikeluarkan oleh M. Nuh tentang definisi situs porno adalah situs yang mensyaratkan pengunjungnya berusia 17 tahun atau 18 tahun. Tapi, apakah semua situs yang seperti itu pasti situs porno? Jadi apa dong definisi pornografi (terutama situs porno)!? Banyak yang mengatakan kalau definisinya sangat subjektif, dan ini salah satu yang bikin bingung!

Baca Lanjutannya…

Mencari Popularitas Melalui Pornografi

Akhir-akhir ini, di top post id.wordpress.com banyak beredar berita-berita miring (entah miring apa lurus!?) seputar artis yang ada di bangsa ini. Dan, yang lebih banyak dibahas adalah content-content yang menjurus pada pornografi. Cukup banyak orang yang menulis mengenai hal ini, baik dari orang yang benar-benar ingin cari sensasi, orang yang memang mau merusak moral bangsa (supaya rusak bersama-sama dia), sampai orang yang ingin mencari popularitas, membuat blog-nya ramai dikunjungi, dan menjadi populer… Yang akan saya soroti kali ini adalah hal yang terakhir.

Baca Lanjutannya…

%d blogger menyukai ini: