Tag Archive | Prihatin

Bencana Alam di Indonesia

Kemarin, terjadi beberapa bencana alam secara serentak di Indonesia.

Diawali dari hujan yang mengguyur Jakarta dua hari yang lalu dan kemarin, mengakibatkan banjir dan kemacetan di beberapa titik di Jakarta.

Lalu gempa bumi berkekuatan 7,2 Skala Richter melanda Sumatera Barat, yang mengakibatkan tsunami di Kabupaten Mentawai. Sejauh ini, terdapat 112 korban tewas dan 502 korban hilang karena tsunami tersebut.

Yogyakarta juga diguncang oleh letusan Gunung Merapi.

Indonesia diguncang banyak bencana. Marilah kita berdoa untuk Indonesia, untuk setiap orang yang menderita akibat bencana ini.

Percayalah bahwa setiap bencana akan berakhir. Percayalah bahwa ada rencana Tuhan yang indah di balik bencana yang terjadi.

Bagaimana kita dapat menghadapi bencana ini? Berdoalah. Berdoa agar Tuhan memberikan kekuatan kepada kita di tengah penderitaan yang kita alami. Penuhilah hati kita dengan harapan, harapan bahwa Tuhan akan menggunakan bencana yang kita hadapi untuk kebaikan kita.

Baca Lanjutannya…

Iklan

Ryan, Psikopat Pembunuh Berdarah Dingin

Sebulan terakhir ini masyarakat Indonesia dikejutkan dengan tertangkapnya seorang pembunuh bernama Verry Idham Henryansah alias Ryan. Sejauh yang diketahui saat ini, telah ditemukan 11 korban pembunuhan yang dilakukan Ryan dengan berbagai motif (dari masalah asmara hingga masalah ekonomi). Sebagian jenazah korban ditemukan setelah dilakukan penggalian di halaman belakang rumah Ryan. Selain itu, ada juga korban yang dimutilasi oleh Ryan. Korban-korban tersebut dibunuh oleh Ryan sepanjang tahun 2006 hingga 2008.

Sebelumnya, tidak ada yang menyangka Ryan adalah seorang pembunuh yang sudah menghabisi banyak korban. Namun, itulah kenyataannya. Setelah itu, muncul anggapan bahwa Ryan adalah seorang psikopat. Saya jadi ingat tokoh Joker dalam film Batman: The Dark Knight. Keduanya memiliki kesamaan, yaitu kegemaran membunuh. Apakah psikopat selalu identik dengan pembunuh?

~ngomong2, kok sepertinya akhir-akhir ini banyak kebakaran besar di Jakarta ya? Duh…
~sudah lama ga ngeblog, tulisannya jadi aneh… 😛 Kenapa saya jadi jarang ngeblog? Kapan2 deh ya saya cerita…

Pengamen Aniaya Anak Di Kereta

Kisah berawal ketika saya naik kereta ekonomi tujuan Jakarta sore ini. Ketika kereta berhenti dan saya mau masuk ke dalam gerbong delapan, tiba-tiba terdengar suara-suara ribut dari gerbong sebelah. Awalnya saya berpikir ada pencopetan atau semacamnya. Saya pun menambah kewaspadaan dan masuk ke dalam gerbong.

Saya dikagetkan dengan datangnya seorang ibu dari gerbong sebelah yang menangis sambil menggendong seorang anak laki-laki berusia sekitar 5 tahun yang hidungnya berlumuran darah. Saya kembali bertanya-tanya, apakah yang terjadi… Apakah terjadi kecelakaan dengan anak tersebut. Ibu itu membersihkan luka yang ada di wajah sang anak dan berkata, “Ini bukan anak saya… Tapi saya kasihan dengan anak ini.” Beberapa detik kemudian, saya baru tahu apa yang terjadi sebenarnya.

Baca Lanjutannya…

Fakta (Mengejutkan) Tentang Rokok dan Perokok

Perhatikanlah fakta-fakta berikut tentang rokok dan perokok di Indonesia dan dunia:

  1. Sejauh ini, tembakau berada pada peringkat utama penyebab kematian yang dapat dicegah di dunia. Tembakau menyebabkan satu dari 10 kematian orang dewasa di seluruh dunia, dan mengakibatkan 5,4 juta kematian tahun 2006. Ini berarti rata-rata satu kematian setiap 6,5 detik. Kematian pada tahun 2020 akan mendekati dua kali jumlah kematian saat ini jika kebiasaan konsumsi rokok saat ini terus berlanjut. [1]
  2. Diperkirakan, 900 juta (84 persen) perokok sedunia hidup di negara-negara berkembang atau transisi ekonomi termasuk di Indonesia. The Tobacco Atlas mencatat, ada lebih dari 10 juta batang rokok diisap setiap menit, tiap hari, di seluruh dunia oleh satu miliar laki-laki, dan 250 juta perempuan. Sebanyak 50 persen total konsumsi rokok dunia dimiliki China, Amerika Serikat, Rusia, Jepang dan Indonesia. Bila kondisi ini berlanjut, jumlah total rokok yang dihisap tiap tahun adalah 9.000 triliun rokok pada tahun 2025. [1]
  3. Di Asia, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, Indonesia menempati urutan ketiga terbanyak jumlah perokok yang mencapai 146.860.000 jiwa. Namun, sampai saat ini Indonesia belum mempunyai Peraturan Perundangan untuk melarang anak merokok. Akibat tidak adanya aturan yang tegas, dalam penelitian di empat kota yaitu Bandung, Padang, Yogyakarta dan Malang pada tahun 2004, prevalensi perokok usia 5-9 tahun meningkat drastis dari 0,6 persen (tahun 1995) jadi 2,8 persen (2004). [1]
  4. Peningkatan prevalensi merokok tertinggi berada pada interval usia 15-19 tahun dari 13,7 persen jadi 24,2 persen atau naik 77 persen dari tahun 1995. Menurut Survei Global Tembakau di Kalangan Remaja pada 1.490 murid SMP di Jakarta tahun 1999, terdapat 46,7 persen siswa yang pernah merokok dan 19 persen di antaranya mencoba sebelum usia 10 tahun. “Remaja umumnya mulai merokok di usia remaja awal atau SMP,” kata psikolog dari Fakultas Psikologi UI Dharmayati Utoyo Lubis. [1]
  5. Sebanyak 84,8 juta jiwa perokok di Indonesia berpenghasilan kurang dari Rp 20 ribu per hari–upah minimum regional untuk Jakarta sekitar Rp 38 ribu per hari. [2]
  6. Perokok di Indonesia 70 persen diantaranya berasal dari kalangan keluarga miskin. [3]
  7. 12,9 persen budget keluarga miskin untuk rokok dan untuk orang kaya hanya sembilan persen. [3]
  8. Baca Lanjutannya…

Pengemis Pun Merokok!

Bulan lalu, saya pernah menulis sebuah artikel tentang rokok: “Budaya Merokok: Sebuah Ironi“. Pada postingan tersebut, saya menyebutkan sebuah fakta yang sempat mengejutkan saya, yaitu seorang tokoh yang saya kagumi di kampus saya, yang saya jadikan role model, ternyata adalah seorang perokok. Ternyata, keterkejutan saya tidak berhenti sampai di sana. Selama sebulan ini, saya menemukan sendiri beberapa fakta tentang perokok, dan fakta-fakta itu membuat saya terkejut… :shocked:

Mengemis tapi Merokok!?

Ini adalah sebuah kisah nyata yang membuat saya tidak habis pikir. Suatu hari di pintu sebuah stasiun di Jakarta, saya melihat seorang bapak yang duduk di emperan pintu. Bajunya kumal dan dia menyodorkan suatu kantong ke setiap orang yang lewat, berharap ada orang yang berbelas kasihan memberinya sepeser uang… Orang yang lewat di sana, mungkin akan berbelas kasihan melihat rupanya, tapi pasti akan langsung berubah pikiran ketika melihat benda yang dia pegang di tangan kanannya. Apa yang dia pegang? Rokok!

Baca Lanjutannya…

t*i – Seolah kata biasa

Saat ini, saya suka mendengar orang-orang (bahkan teman-teman saya) mengucapkan kata-kata yang bersifat makian, negatif, dan tidak membangun, yang membuat saya sendiri risih mendengarnya. Kata-kata itu antara lain (dengan sensor :P):

  • t*i 
  • m*ny*t
  • a*ji*g
  • sh*t
  • sia*
  • sia**n
  • a*j*it

Biasanya, mereka mengucapkan kata-kata itu ketika mereka sedang kesal dan terkejut. Tapi, tidak jarang juga mereka yang sudah terbiasa menggunakan kata-kata di atas di dalam percakapan mereka sehari-hari.

Baca Lanjutannya…

Ketika sampah pun dimakan mereka

Sore ini, seperti biasa setiap minggunya, saya pulang dari tempat kuliah saya di Depok ke rumah saya di Jakarta. Dan seperti biasa juga, saya memanfaatkan jasa kereta api untuk mengantarkan saya dari Depok ke Jakarta. Perjalanan pulang saya diawali dengan sesuatu yang kurang enak, yaitu hujan badai… Saya harus melewati hujan badai sepanjang perjalanan dari kos saya sampai ke stasiun, yang membuat saya cukup basah kuyup. Tapi, bukan hal itu yang menjadi inti tulisan saya kali ini…

Dengan kereta ekonomi AC, saya mulai perjalanan pulang saya dari Depok sampai Jakarta… Kejadian itu terjadi di Stasiun Manggarai. Ketika pintu terbuka, saya melihat seorang anak kecil berpakaian lusuh sedang mengais tempat sampah. Saya melihat betapa senangnya dia ketika menemukan bekas minuman kemasan yang telah dibuang orang. Tanpa ragu lagi, dia menyedot sedotan yang ada, meskipun saya meragukan masih ada isinya. Tapi, bagi dia, setiap tetes adalah berarti… Setiap butir nasi, juga setiap bagian kecil makanan dan minuman adalah berarti. Bahkan, makanan dan minuman yang ada di tempat sampah…

Baca Lanjutannya…

Kejahatan di Indonesia – Sungguh Memprihatinkan

Pagi ini saya membaca sebuah berita yang mengagetkan di harian Kompas. Judulnya “Mahasiswi UI dibunuh”. Ini memang bukan pertama kalinya saya mendengar mengenai tindak kejahatan di negeri ini (sudah sangat sering malahan), tetapi saya sungguh prihatin melihat tindak kejahatan yang dilakukan yang semakin lama semakin tidak berperikemanusiaan, dan mereka dapat melakukannya dengan sebegitu bebasnya (seperti tiada hukum di negeri ini, sesuatu yang memang meragukan keberadaannya…). Berikut ini adalah cuplikan beritanya:

Mahasiswi Ui Dibunuh

Jumat, 1 Februari 2008 | 08:03 WIB
JAKARTA, JUMAT-TEKA-TEKI mayat perempuan dengan luka bekas gigitan terjawab. Wanita malang itu adalah Anita Rahmat (19), mahasiswi Universitas Indonesia (UI). Dia diduga menjadi korban perampokan disertai pembunuhan.

Menurut keluarganya, Anita yang akrab disapa Nita terakhir meninggalkan rumah pada Senin (28/1) sekitar pukul 17.00. Dia mengenakan pakaian ibunya dan mengendarai Honda Jazz warna silver bernomor polisi B 788 NT. Ketika pamit kepada sang bunda, Hj Nurjaroni, Nita mengatakan hendak pergi ke Depok.

Sore itu, seorang diri Nita berangkat dari rumahnya di Jalan AMD No 89A, RT 02/01 Kelurahan Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan. “Tapi sampai berjam-jam kemudian tidak ada kabar. Terakhir dihubungi melalui telepon, pukul 20.00 malam, handphone-nya sudah tidak bisa dikontak,” kata seorang tante Nita di rumah duka, Kamis (31/1).

baca selengkapnya…

Satu lagi teman saya se-universitas yang menjadi korban kejahatan di Indonesia (jangan disangka tindak kejahatan melulu dilakukan oleh perampok, seorang yang seharusnya menegakkan keadilan pun dapat melakukannya!). Sebelumnya, saya ingin mengucapkan turut berdukacita, dan semoga keluarga yang ditinggalkan dapat dikuatkan. Amin.

Baca Lanjutannya…

%d blogger menyukai ini: