Tag Archive | pengalaman

Mulailah Menulis Untuk Mencurahkan Isi Hati dan Pikiran

Apakah Anda pernah mengalami sebuah kejadian yang sangat berkesan untuk Anda? Saya rasa semua orang pasti pernah mengalaminya. Tetapi, apakah semua kejadian-kejadian yang berkesan tersebut masih Anda ingat sampai sekarang? Saya sendiri, banyak kejadian-kejadian menarik dan penuh makna yang saya alami, yang tidak bisa saya ingat lagi sekarang. Kesalahan saya adalah tidak mendokumentasikan kejadian tersebut di saat saya masih mengingatnya.

Ada banyak cara mendokumentasikan sebuah kejadian. Salah satu caranya adalah dengan menuliskannya. Tuliskanlah kejadian itu beserta dengan pesan yang Anda dapatkan dari kejadian itu. Tuliskanlah di mana saja. Di buku harian. Di agenda pribadi Anda. Di blog Anda. Atau di komputer Anda, dan simpan di folder pribadi Anda.

Saya yakin suatu saat nanti, tulisan yang Anda buat pasti akan bermanfaat. Di kemudian hari, Anda akan terkejut melihat tulisan Anda sendiri. Nilai tulisan itu akan semakin bernilai jika Anda telah melupakan kejadian tersebut, sehingga Anda seperti belajar dan tercerahkan kembali oleh tulisan Anda sendiri di masa lalu.

Baca Lanjutannya…

Iklan

Seorang Anak Bimbingan Yang Menjadi Berkat Untuk Saya

Sebuah Berita Mengejutkan Di Pagi Hari

“Ko, kayanya nanti saya ga kaer (kebaktian remaja) dan pembinaan deh… Rumah saya kebakaran!”

SMS itu masuk ke dalam inbox handphone saya pada hari Minggu kemarin, 25 Juli 2010 Pk 03:21 dini hari. Pengirimnya? Kurniawan, seorang anak bimbingan saya di gereja.

Saya baru membaca SMS itu ketika saya bangun jam setengah 6 pagi. Hampir saja saya menjatuhkan handphone saya saat membacanya. Saya langsung mencoba menghubungi dia.

Sia-sia. Handphone-nya tidak aktif. Saya malah menjadi bertambah khawatir. “Oh Tuhan, apa yang terjadi dengannya?”

Saya sungguh bergumul saat itu. Pagi itu, saya ada janji pergi dengan teman saya. Tapi, saya tidak akan mungkin dapat meninggalkan anak bimbingan saya dalam keadaan yang belum jelas dan sangat membuat saya khawatir. (Sebenarnya saya malu mengakui bahwa awalnya saya masih ragu-ragu untuk membantu anak bimbingan saya sendiri, tapi saya ingin bercerita dengan jujur). Kebingungan saya terjawab beberapa menit kemudian di kamar mandi saya.

Saya sedang mandi ketika saya bertanya kepada Tuhan di dalam hati saya, “Tuhan? Apa yang harus saya lakukan?” Dan saya percaya, Tuhan menjawabnya ketika ada sebuah suara yang saya rasakan sangat jelas di dalam hati saya: “Datanglah ke sana…”.

“Tapi Tuhan, apa yang bisa saya lakukan di sana?” Saya tidak pernah membantu orang yang mengalami musibah kebakaran sebelumnya. Meskipun di satu sisi saya sangat ingin membantu, di sisi lain saya merasa bingung dan tidak nyaman.

Semua keraguan saya sirna ketika suara itu bergema lagi di dalam hati saya: “Datanglah ke sana… Aku ingin menunjukkan sesuatu yang besar kepadamu.”

Singkat cerita, akhirnya saya membatalkan janji dengan teman saya. Dan saya pergi, ke lokasi kebakaran itu. Saat itu, saya sama sekali tidak tahu, bahwa Tuhan akan memberi saya berkat yang melimpah di sana.

Baca Lanjutannya…

Kesenangan Tanpa Kesusahan Adalah Kosong

Ada sebuah cerita tentang seorang penjahat yang meninggal dunia. Ketika dia mau mati, dia sudah merasa pasti akan masuk neraka. Nah ketika dia mati, tiba-tiba dia dibangunkan. Dia melihat sesuatu yang tidak diharapkannya. "Wah kok suasananya bagus. Indah menarik dan menyenangkan sekali ya," katanya dalam hati. Dia melihat semua serba bahagia.

"Aduh rasanya saya keliru terkirim ke surga," katanya lirih. Tiba-tiba seorang bidadari mendatanginya. "Ayo-ayo bangun. Kamu ingin apa ? Di sini kamu apa saja diberi." Awalnya dia ragu. Tapi memberanikan juga untuk meminta, "Saya tidak mau kerja." "Ok," kata bidadari. Ting! Maka dia tidak usah kerja. Semuanya tercukupi.

Setelah keinginannya terwujud, dia mulai berani, "Saya boleh minta lagi ?" "Boleh," kata bidadari, "Kamu minta apa ?" "Saya minta uang yang banyak." Ting! Maka keluar uang yang banyak. Dia beli apa saja bisa. Dia ingin beli mobil baru, bisa. Beli apa saja, bisa.

Lalu dia datang lagi ke bidadari. "Bidadari, saya minta rumah yang bagus," pintanya. Ting! Dia dapat rumah yang sangat mewah, indah dan semuanya ada. "Wah apapun dikasih katanya. Ini betul-betul surga," teriaknya senang. Kemudian dia kembali ke bidadari. "Saya bisa tidak minta wanita- wanita yang cantik ?" Ting! Maka ada 10 wanita yang cantik yang siap melayani dia terus.

Dia senang sekali. Uang ada. Punya rumah. Dikelilingi wanita-wanita cantik. Dan dia tidak usah kerja. Makan apapun bisa sekenyang-kenyangnya. Dan semua itu berlalu dengan cepat. Sebulan, 2 bulan, 3 bulan dia mulai bosan. Jenuh. Dia tidak mau segala keenakan ini. Rasanya bikin ‘eneg’. Mual.

Maka dia menghadap bidadari. "Bidadari, saya mau kerja," katanya. Bidadari itu heran, "Tidak bisa, tidak bisa. Di sini tidak perlu kerja. Tidak ada kerjaan. Kamu tidak usah kerja. Kamu nikmati saja segala kenikmatan ini." Dia bingung. Kembali ke kegiatan sebelumnya dan dia coba menikmati lagi surganya. Makan lebih banyak lagi, sampai gendut. Tapi dia tetap jenuh karena tidak ada kegiatan yang bisa dilakukan. Dia kembali lagi bidadari. "Aku minta kerja," katanya. Dan biadadari tegas berkata, "Tidak bisa. Di sini tidak ada kerja."

Akhirnya dia tidak tahan. Penjahat ini mengaku, "Bidadari yang baik, saya sebanarnya adalah penjahat. Saya tidak layak masuk surga ini. Saya seharusnya masuk neraka. Kalau di neraka, saya bisa kerja. Bahkan kerja keras. Saya bisa merasakan sakit dan sengsara. Saya tidak mau segala ini. Ternyata kenikmatan ini tidak enak," teriaknya marah.

Tiba-tiba wajah bidadari yang cantik dan menyenangkan dilihat ini, tiba-tiba berubah menyeramkan. Wajahnya berubah menjadi setan. Dia berkata keras, "Sebenarnya ini adalah neraka."

Cerita ini disadur dari salah satu episode seri TV kuno ‘Twilight Zone’.

Saya tidak mengatakan supaya anda semua menjadi penjahat supaya tidak masuk surga. Manusia baru ingat dan menghargai segala kenikmatan yang dia rasakan, ketika kesedihan dan kesengsaraan juga dirasakannya. Kehidupan adalah sebuah keseimbangan antara kenikmatan dan penderitaan, inilah yang memperkaya kazanah kehidupan kita. Selamat menghargai kesengsaraan anda, karena di sanalah akan anda temui kenikmatan yang lebih.

Sumber cerita: Business Wisdom Pak Tanadi Santoso

Itu adalah cerita yang saya dengarkan di radio hari Senin lalu. Cerita yang membuat saya berpikir. Ya, memang benar… Kesusahan perlu kita lalui agar kita bisa menghargai kebahagiaan. Suatu kebahagiaan tidak lagi jadi kebahagiaan untuk kita jika kita tidak merasakan kesusahan. Saya akan berikan contoh yang sederhana. Bayangkan Anda baru saja berjalan selama satu jam di bawah terik matahari siang hari, yang membuat Anda sangat berdahaga. Lalu, ketika sampai di tujuan, Anda ditawarkan sebotol Aqua dingin. Tentu karena Anda sedang sangat haus dan kepanasan, sebotol Aqua dingin tersebut menjadi sebuah kesenangan bagi Anda. Tapi, apa yang terjadi jika Anda sedang tidak haus dan diberikan sebotol Aqua dingin tersebut? Rasa nikmatnya tentu sangat berbeda bukan? Rasa nikmat yang Anda dapat dari sebotol Aqua dingin tergantung dari seberapa haus Anda saat Anda meminumnya. Semakin Anda merasa haus, atau mengalami penderitaan (kehausan), semakin banyak nikmat yang akan Anda rasakan dari sebotol Aqua dingin.

Baca Lanjutannya…

Tulisan Kategori “Tulisan Bebas”

Yeah! Tiba saatnya untuk tulisan bebas… Setiap hari Sabtu, saya akan menulis hal-hal bebas, yang tidak berkaitan dengan keenam subtopik yang ada di hari Minggu sampai Jumat.

Tulisan bebas di sini bisa berupa curhatcurhat dari kehidupan saya, pengalamanpengalaman menarik yang saya dapatkan, infoinfo menarik, ucapanucapan selamat, perkembangan blog ini, dan masih banyak lagi tulisantulisan bebas lainnya.

Baca Lanjutannya…

%d blogger menyukai ini: