Tag Archive | pekerjaan

Inilah Cara Terbaik Untuk Menginvestasikan Uang Kita

Dua orang teman saya tertabrak bus Transjakarta kemarin malam, dan kini sedang terbaring tak berdaya di dalam ruang ICU sebuah rumah sakit.

Seorang dari dua teman saya tersebut mengalami luka yang serius di bagian kepalanya. Tim dokter pagi ini telah melakukan sebuah operasi yang menghabiskan biaya Rp 60 juta.

Wow! Itu kata pertama yang terlintas di kepala saya ketika mendengar angka tersebut.

Dan biaya itu tidak berhenti sampai di sana. Biaya di ICU sekitar Rp 10 juta/hari akan membuat angka itu bertambah sedikitnya menjadi Rp 100 juta di akhir minggu ini.

Sebuah pikiran tiba-tiba melintas di kepala saya: Alangkah sia-sianya orang yang bekerja sepanjang hidupnya hanya untuk mendapatkan uang.

Baca Lanjutannya…

Iklan

Pekerjaan Linear dan Pekerjaan Eksponensial

Waktu menunjukkan pukul setengah satu siang ketika ayah saya sibuk mencari sebuah brosur di ruang kerjanya. Dia harus segera pergi untuk bertemu klien jam 2 siang itu. Ruang kerja itu sebenarnya tidak terlalu besar, tetapi penuh dengan tumpukan-tumpukan kertas yang tidak tertata rapi. Setelah menghabiskan waktu selama kurang lebih 15 menit dan mencari di tiga sudut berbeda, ayah saya masih belum dapat menemukan brosur yang dicari tersebut. Saya mulai mencoba membantu, tetapi nampaknya tidak banyak berguna karena saya pun tidak tahu wujud dari brosur itu.

Ayah saya mulai mengingat-ingat kembali, membongkar lemari, membuka kardus-kardus, dan memeriksa map-map yang ada. Tapi, brosur itu masih belum terlihat, setidaknya sampai ayah saya mencari di tengah salah satu tumpukan kertas yang tingginya mencapai setengah badan saya di pojok ruangan. Wujud brosur itu terlihat sekilas di tengah-tengah tumpukan. Ayah saya menjadi lebih lega. Tumpukan itu dibongkar, dan brosur itu akhirnya ditemukan juga. Lebih dari setengah jam waktu telah dihabiskan untuk mencari sebuah brosur. Waktu yang sebenarnya dapat dikurangi hingga kurang dari satu menit jika brosur-brosur itu telah ditata dengan rapi.

Kejadian itu yang membuat saya berpikir mengenai sebuah konsep tentang pekerjaan yang saya namakan “pekerjaan linear” dan “pekerjaan eksponensial”. Saya tidak akan membahas definisi dari “pekerjaan linear” dan “pekerjaan eksponensial”. Saya yakin, Anda dapat memahami konsep ini dengan lebih sederhana melalui contoh-contoh. Jangan pula terlalu dipusingkan tentang namanya, karena penamaan itu saya buat hanya untuk memudahkan penyebutan saja.

Baca Lanjutannya…

Kegagalan Adalah Tanda Kita Harus Belajar, Bukan Tanda Kita Harus Menyerah

Pagi itu, untuk pertama kalinya saya mengeluarkan mobil yang setiap harinya ditaruh di dalam garasi rumah. Saya sudah cukup lancar dalam mengemudikan mobil. Saya sudah belajar mobil selama setengah tahun. Garasi rumah saya adalah sebuah garasi yang sempit, yang hanya mampu memuat satu mobil, dan itu pun sangat pas. Saya sudah terbiasa memasukkan mobil ke dalam garasi, namun saya belum pernah mengeluarkannya sekali pun. Hari ini adalah kesempatan pertama saya.

Karena sudah terbiasa memasukkan mobil ke dalam garasi, saya berpikir mengeluarkan mobil tentu tidak jauh berbeda. Saya cukup yakin saya dapat melakukannya dengan mudah. Saya masuk ke dalam mobil, menyalakannya, dan mulai memundurkan mobil. Namun, perkiraan saya meleset. Mengeluarkan mobil dari garasi rumah saya ternyata tidak semudah itu. Hal itu terlihat dari teriakan ayah saya yang melihat badan mobil yang hampir membentur pintu rumah, serta kaca spion mobil saya yang tersangkut di pintu rumah, membuat saya harus memaju-mundurkan mobil beberapa kali. Ternyata, terbiasa memasukkan mobil tidak menjamin kelancaran dalam mengeluarkan mobil.

Pada akhirnya, dengan bantuan arahan dari ayah dan adik saya, dan setelah beberapa kali memaju-mundurkan mobil, saya berhasil mengeluarkan mobil dari garasi rumah. Meskipun sempat gagal, pada akhirnya saya berhasil. Ada beberapa pelajaran yang saya ambil dari peristiwa ini. Baca Lanjutannya…

Deadliner dan Parkinson’s Law

Baru-baru ini saya mendengar sebuah istilah: “Parkinson’s Law”. Saya mencoba mencari-cari tentang ini dan mendapatkan beberapa hal menarik.

Menurut Parkinson’s Law, jika seseorang diberikan waktu 24 jam untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan, maka tekanan waktu akan membuat orang tersebut fokus mengerjakan pekerjaannya, dan itu memaksa orang tersebut mengerjakan hal-hal yang benar-benar penting dan esensial. Akhirnya, pekerjaan tersebut dapat diselesaikan dalam waktu 24 jam.

Berikutnya, cobalah berikan pekerjaan yang sama dan berikan waktu satu minggu. Pekerjaan yang sebenarnya dapat diselesaikan dalam waktu 24 jam tersebut baru akan selesai setelah hari ketujuh… Jika diberikan waktu dua bulan, selama itu juga pekerjaan tersebut akan diselesaikan. Yang mengejutkan adalah, hasil pekerjaan yang dilakukan dalam 24 jam tidak kalah baik (bahkan mungkin lebih baik karena pengerjaan yang lebih fokus) jika dibandingkan dengan hasil pekerjaan yang dilakukan dalam waktu 2 bulan!

Baca Lanjutannya…

%d blogger menyukai ini: