Tag Archive | Kuliah

Tips Menjawab Soal Ujian yang Sulit

Suatu hari, seorang teman meminta saya memberikan tips-tips untuk menjawab soal-soal ujian yang sulit. Bagaimana saya dapat tetap mendapatkan nilai yang lumayan dalam menjawab satu soal yang saya sendiri tidak tahu cara menjawabnya. Saya akan membagikannya sekarang, hal yang saya lakukan setiap kali saya tidak bisa menjawab soal dalam ujian-ujian saya…

Prinsip nomor satu yang saya pegang adalah jangan membuat pemeriksa dapat mencoret jawabanmu dengan mudah. Tentunya kamu tahu jawaban apa yang paling memudahkan pemeriksa dalam memeriksa, yang membuatnya mencoret jawabanmu tanpa ragu dan memberikan nilai nol. Ya, jika kamu mengosongkan atau tidak memberikan jawaban sama sekali!

Maka, tips pertama saya adalah jangan pernah mengosongkan jawaban, jawablah setiap pertanyaan se-“blank” apa pun kamu dengan pertanyaan itu. Kamu memang tidak akan selalu mendapatkan nilai dengan menuliskan jawaban, apalagi jika jawabanmu salah… Tetapi kalau kamu mengosongkan jawaban, kamu pasti mendapatkan nilai nol. Sebaliknya, kalau kamu menuliskan jawaban, setidak-tidaknya ada kemungkinan kamu akan mendapatkan nilai atas usahamu itu (a.k.a. ongkos tulis).

Kalau pun kamu benar-benar blank tentang jawaban soal itu, saya menyarankan kamu menuliskan fakta-fakta yang benar (yang mungkin tidak berhubungan dengan soal tapi kamu ketahui bahwa itu benar, tapi usahakan sebisa mungkin ada kaitannya dengan soal). Jawaban ini membuat pemeriksa merasa kamu sebenarnya sudah mempelajari sesuatu, tetapi mungkin hanya tidak diujikan di soal itu. Selain itu, tuliskan jawaban yang semasuk akal mungkin. Mungkin kamu tidak tahu bagaimana cara menjawabnya secara benar atau formal. Tidak masalah, jelaskanlah dengan bahasamu sendiri sejelas-jelasnya. Beberapa kali saya lakukan hal ini dalam ujian saya, saya hanya menjelaskan sesuatu yang masuk akal dengan bahasa saya sendiri tanpa menggunakan langkah-langkah yang seharusnya, tetapi saya bisa mendapatkan nilai sempurna dari jawaban itu.

Baca Lanjutannya…

Iklan

Semester 7

Yeah, semester 7 telah dimulai… Semangat!

Semester ini saya mengambil 4 mata kuliah, 15 SKS:

  1. Kerja Praktik (3 SKS) — hmm, kerjanya sih sudah selesai. Tinggal menyelesaikan laporan dan sidang.
  2. Computer & Society (3 SKS) — kuliahnya pakai bahasa Inggris nih, keren juga, hehe. Kalau versi bahasa Indonesianya sih “Komputer & Masyarakat”.
  3. Metodologi Penelitian (3 SKS) — ketemu lagi dengan Bu Aniati di kuliah ini. Ini kuliah wajib, jadi harus diambil kalau mau lulus…
  4. Tugas Akhir (6 SKS) — nah, ini dia puncaknya. Tugas akhir alias skripsi. Sampai saat ini topik khususnya sih belum dapat, baru topik umumnya, sekitar NLP (Natural Language Processing), dengan dosen pembimbingnya Pak Ruli. Semoga bisa selesai semester ini… ^^
  5. Asisten Logic Programming (3 SKS) — yang ini dihitung ga ya? hehe…

Semester baru, semangat baru. Teman-teman semua juga semangat ya…

Watermelon!!! 😀

My Life Recently

Akhirnya blog ini diupdate juga! Sebelumnya, saya mohon maaf kepada para pembaca setia blog ini, terutama yang akhir-akhir ini sering datang ke mari dan tidak menemukan tulisan baru. Sudah 11 hari berlalu sejak blog ini terakhir diupdate. Rasanya sebelumnya tidak pernah selama ini update blog (cuma kalah lama sama jarak postingan pertama dan postingan kedua saya di blog ini, ada yang tahu berapa lama jarak 2 postingan itu? hehe).

Kenapa blog ini lama tidak diupdate? Apakah karena saya tidak tahu apa yang mau ditulis? Tidak juga kok, sebenarnya banyak hal yang ingin saya tulis. Kadang ide-ide tulisan muncul begitu saja ketika saya sedang ada di jalan, sedang kerja, bahkan saat sedang BAB, haha… Tapi akhir-akhir ini saya lagi sangat sibuk dengan berbagai hal yang menjadi beban pikiran… Entah cuma saya yang merasakan atau ada blogger lain yang merasakan, rasanya ga enak menulis di blog di tengah banyaknya tugas dan beban pikiran yang belum terselesaikan. Rasanya ga enak aja… Apakah ada blogger yang mengalami sindrom serupa?

Well… Sekarang saya akan cerita sedikit tentang apa yang telah terjadi di kehidupan saya akhir-akhir ini…

Baca Lanjutannya…

Berbagi ilmu, yuk…

Teman-teman, berbagi ilmu itu tidak rugi loh, malah menguntungkan… 😀 Saya sudah merasakannya sendiri. Memang dengan belajar, ilmu kita akan bertambah. Tapi, dengan kita membagikan ilmu tersebut, kita pasti akan lebih mengerti lagi (iya dong ya, gimana bisa menjelaskan kalau ga ngerti? :P).

Pengalaman yang telah saya rasakan tentang berbagi ilmu adalah saat saya menjadi asisten dosen. Sudah 4 semester saya menjadi asisten dosen, dan saya banyak mendapatkan hal-hal baru selama saya mencoba membagikan ilmu yang telah saya dapatkan lebih dahulu. Saya juga menjadi lebih paham akan konsep yang saya ajarkan, dan juga, hal itu membantu saya untuk tidak melupakan ilmu yang telah saya dapatkan (biasanya kalau cuma belajar tapi ga suka dipakai suka lupa tuh…).

Jadi, kalau kita berbagi ilmu, kita telah membantu orang lain (yang kita bagikan ilmunya), dan juga diri kita sendiri. Tidak hanya orang yang kita bagikan ilmu yang akan bertambah ilmunya, ilmu kita pun akan bertambah. (Yang saya paling ingat, saya baru memahami konsep penyelesaian masalah tower of Hanoi saat saya mengajarkannya. Sebelumnya, saya belum terlalu paham akan konsep tersebut…).

Berbagi ilmu itu gampang-gampang-susah. Tapi, kalau ada kemauan, kita pasti bisa. Selain menambah ilmu yang kita bagikan, kita juga bisa menambah ilmu kita dalam berkomunikasi, dan menjelaskan maksud kita kepada orang lain. Itu juga suatu ilmu tersendiri loh…

Ilmu apa yang teman-teman miliki? Ga harus ilmu-ilmu yang ada di kuliah saja, banyak ilmu-ilmu lain yang dapat teman-teman bagikan. So… berbagi ilmu, yuk… 😀

Sudah Mulai Sibuk

Meskipun saya (hanya) mengambil 13 SKS, kok kayaknya hari-hari saya tetap padet dan sibuk banget ya? Yah, saya jadi teringat masa-masa saya di semester lalu yang begitu menyibukkan dengan 5 tugas kelompok dari 8 mata kuliah yang saya ambil. Semester ini, saya hanya mengambil 4 mata kuliah, tapi banyak pekerjaan dari hal-hal lain selain kuliah, selain kuliah juga sudah mulai banyak tugas (terutama PPL, hmm… iya kan ya kelompok PPL-ku?).

Baca Lanjutannya…

Semester 6

Halo pembaca… 😀

Saat ini saya ingin menceritakan sedikit mengenai kuliah saya. Di awal minggu ini, saya memasuki semester 6 di Fasilkom UI. Setelah menikmati liburan selama kurang lebih sebulan, saya harus mulai berjuang lagi di dalam kuliah saya di semester 6 ini.

Di semester 6 ini saya (hanya) mengambil 13 SKS. Kenapa dikatakan hanya? Karena sejauh ini, saya belum mendengar ada teman saya yang mengambil 13 SKS atau kurang… Dan itu jauh lebih sedikit dibandingkan jumlah SKS yang saya ambil di semester sebelumnya (24 SKS). Karena itu, ada beberapa orang teman saya yang bertanya, kenapa saya (hanya) mengambil 13 SKS? Berikut ini adalah beberapa alasan di antaranya:

Baca Lanjutannya…

%d blogger menyukai ini: