Tag Archive | keluarga

Jangan Sampai Menyesal Nanti…

Banyak orang yang menyesal di akhir hidupnya.

John Izzo pernah mewawancarai banyak orang tua yang telah mendekati akhir hidupnya, tentang hal apa yang paling mereka sesali sepanjang hidup mereka. Berikut adalah jawaban-jawaban yang paling sering muncul…

“Saya tidak cukup banyak meluangkan waktu saya bersama keluarga…”

“Saya tidak sempat mengungkapkan rasa sayang saya pada orangtua saya…”

“Saya tidak cukup mengasihi…”

Mereka baru menyesalinya ketika mereka sudah tua, dan mereka baru menyadari bahwa hubungan itu lebih berharga daripada apa yang mereka kejar sepanjang hidup mereka.

Di akhir hidup Anda, penghargaan apakah yang ingin Anda dapatkan?

Baca Selengkapnya..

Pelajaran dari Novel “The Christmas Shoes”

Sudah lebih dari 3 tahun berlalu sejak novel terakhir yang saya baca habis dari awal sampai akhir. Kemarin, rekor itu pecah. Saya menghabiskan sebuah novel setebal 198 halaman dalam waktu dua hari. Saya tidak bisa mengingat kapan terakhir kali saya menyelesaikan membaca sebuah buku dalam waktu dua hari.

Novel itu berjudul “The Christmas Shoes”, oleh Donna VanLiere. Novel yang dibuat berdasarkan lagu NewSong dengan judul yang sama tersebut, begitu menginspirasi saya.

Novel ini mengisahkan tentang kisah dua keluarga, keluarga Robert dan Nathan.

Robert adalah seorang ahli hukum yang sukses dan memiliki segalanya dalam hidup—sekaligus tak satu pun. Karena terlalu memusatkan diri pada keberhasilan pekerjaan dan materi, ia nyaris kehilangan pernikahannya. Ia tak lagi memperhatikan istrinya, Kate, kedua putrinya … dan akhirnya, dirinya sendiri.

Nathan yang berusia delapan tahun memiliki seorang ibu yang penuh kasih, yang menanti ajal karena kanker. Namun Nathan dan keluarganya membangun sebuah kehidupan yang sederhana tapi bermakna dan berjuang untuk menikmati setiap detik tersisa yang mereka miliki bersama.

Sebuah kesempatan pada malam Natal mempertemukan Robert dan Nathan—Robert berbelanja untuk keluarga yang tak lagi dikenalinya dan Nathan berbelanja untuk ibunya yang akan segera meninggalkannya. Dan setelah pertemuan itu, kehidupan mereka berubah selamanya. Robert menerima suatu pelajaran penting: terkadang hal-hal terkecil dapat mengubah segalanya.

Baca Selengkapnya..

Uang, Kekayaan, Dan Spiritualitas (2): Mengapa Ingin Kaya?

Empat bulan yang lalu, paman saya sakit, dan masuk ke rumah sakit. Begitu banyak sakit komplikasi yang dideritanya. Berita buruknya, dia tidak mempunyai uang untuk biaya pengobatan.

Sehari di rumah sakit menghabiskan dana jutaan rupiah. Dia tidak dapat menanggungnya. Istrinya juga tidak bisa menanggungnya.

Menjadi satu-satunya keluarga yang diharapkan saat itu, keluarga saya yang menanggung biaya pengobatannya. Namun, keadaan bertambah berat ketika setelah beberapa minggu di rumah sakit, tidak ada tanda-tanda pemulihan, yang ada malah biaya yang bertambah besar setiap harinya.

Pertengkaran demi pertengkaran mulai terdengar di rumah saya. Mama saya, yang mengurus keuangan keluarga, melihat kondisi keuangan akan semakin kritis jika pengobatan dilanjutkan.

Dilema terbesar ada di pundak papa saya. Meskipun kakak papa saya ini bukanlah seorang yang menyenangkan dan telah berbuat begitu banyak kesalahan, dia tetaplah kakak papa saya, dan dia sedang terbaring sakit di rumah sakit saat ini, seperti menunggu ajal menjemput yang tidak tahu kapan terjadi. Konon, ikatan batin antar saudara kandung begitu besarnya, melampaui semua logika akuntansi dan perencanaan keuangan.

Baca Selengkapnya..

%d blogger menyukai ini: