Tag Archive | inspirasi

Paksalah Diri Anda untuk Mendapatkan Hal-Hal yang Berharga

Waktu menunjukkan Pukul 00:30 dini hari. Rasa kantuk sudah menyelimuti saya, ketika saya tiba-tiba teringat akan blog saya. Ya, hari ini hari Rabu. Waktunya saya untuk update blog ini.

Setahun yang lalu, saya bertekad akan update blog ini seminggu sekali, setiap hari Rabu jam 6 pagi. Selama hampir setahun lamanya tekad itu berjalan dengan lancar, hingga tiba saat-saat di mana saya benar-benar sibuk dan akhirnya tidak melanjutkan tekad yang telah saya buat.

Ya, awalnya saya berpikir, saya tidak bisa melanjutkan tekad saya tersebut karena kesibukan saya yang bertambah. Kesibukan yang membuat waktu luang saya untuk menulis semakin berkurang. Kesibukan yang membuat saya menjadi terlalu lelah untuk berpikir dan mencari ide-ide tulisan untuk blog ini.

Dahulu, saya berpikir, seandainya saya diberikan waktu luang sehari penuh, saya pasti bisa menulis banyak artikel untuk blog ini. Saya selalu berpikir, yang saya butuhkan hanyalah waktu untuk menulis. Ya, hanya waktu saja… Begitulah yang saya pikir saat itu.

Hingga suatu hari, di sebuah hari Sabtu yang cerah, Tuhan mengabulkan doa saya. Saya mendapatkan satu hari yang kosong, waktu luang sehari penuh yang saya rindukan sejak lama.

Bisakah Anda tebak berapa tulisan yang saya hasilkan hari itu?

Baca Lanjutannya…

Iklan

Pahlawan Sejati

Pagi ini, aku berjalan keluar dari kamarku,

Berjalan di atas lantai yang begitu bersih,

Pastilah ada orang-orang yang telah bekerja keras membersihkannya

 

Lalu aku masuk ke dalam kamar mandi,

Kunyalakan shower yang kemudian langsung mengeluarkan air,

Pastilah ada orang-orang yang telah bekerja keras membuat air bersih itu dapat mengalir

 

Setelah selesai mandi aku masuk kembali ke kamarku,

Kupilih satu set baju yang akan kupakai hari ini,

Pastilah ada orang-orang yang telah bekerja keras menjahitkan kain-kain menjadi baju ini

 

Baca Lanjutannya…

Kesulitan adalah Kesempatan Besar untuk Memberikan Dampak yang Besar

Mengangkat gagang telepon adalah sebuah hal yang sederhana.

Mungkin sebagian besar dari kita akan setuju dengan pernyataan tersebut. Ya, apa susahnya mengangkat gagang telepon?

Mungkinkah mengangkat gagang telepon menjadi sebuah hal yang luar biasa, yang menginspirasi orang lain, dan yang berdampak besar bagi banyak orang?

Jawabannya adalah ya, jika itu dilakukan oleh Nick Vujicic, seorang yang dilahirkan tanpa tangan dan kaki. Suatu hari saya pernah melihatnya di dalam sebuah seminarnya, dia mempraktekkan mengangkat gagang telepon menggunakan tubuh dan kepalanya. Ketika dia berhasil, tepuk tangan penonton penuh keharuan membahana di ruangan tersebut.

Apa yang bisa kita pelajari? Ternyata kesulitan yang dialami oleh Nick telah membuat hal-hal yang sederhana dan biasa menjadi sebuah hal yang luar biasa dan begitu menginspirasi. Nick tidak perlu membelah batu karang menjadi dua untuk menarik perhatian penontonnya. Tidak dibutuhkan hal-hal yang sulit untuk membuat sesuatu yang spektakuler. Hal-hal sederhana seperti mengangkat telepon pun sudah cukup.

Ketika kita berada di dalam kesulitan, itu adalah kesempatan besar untuk memberikan pengaruh. Di saat kita dilanda kesulitan, hal-hal sederhana yang kita lakukan bisa menjadi sebuah hal yang spektakuler, yang menginspirasi banyak orang. Ini adalah kesempatan untuk berbuat hal yang mudah namun berdampak besar!

Sebuah senyuman yang diberikan seseorang yang baru menang lotere tentu sangat berbeda dampaknya dengan sebuah senyuman yang diberikan seseorang yang sedang menderita sakit.

Usaha yang dikeluarkan untuk menghasilkan kedua senyuman itu mungkin tak jauh berbeda. Mereka mengembangkan sejumlah otot yang sama di sekitar mulut. Mereka sama-sama dapat mengembangkan senyuman itu dalam hitungan detik bahkan sepersekian detik. Mereka mungkin memberikan senyuman itu kepada orang-orang yang sama. Namun, dampak senyuman seorang yang sedang sakit akan jauh lebih besar dibandingkan senyuman seorang yang baru saja mendapat lotere.

Kesimpulannya: Jika kita sedang sakit atau mengalami kesulitan, bersyukurlah. Ini adalah kesempatan kita bisa memberikan dampak positif yang besar bagi orang lain, hanya melalui sebuah hal yang mungkin sangat mudah dilakukan, jika kita mau melakukannya.

Lalu kenapa dampaknya dapat sedemikian berbeda? Itu karena tidak banyak yang melakukannya. Semua orang tentu akan tersenyum ketika menang lotere. Ini adalah sebuah hal yang sangat umum. Tapi orang-orang yang tersenyum di kala sakit melandanya? Tidak banyak orang yang melakukannya! Namun, tidak banyak orang yang melakukannya bukan berarti hal itu adalah hal yang sulit. Banyak orang tidak melakukannya hanya karena mereka terlalu berfokus pada penderitaan mereka daripada anugerah yang telah mereka terima.

Jadi, jika saat ini kita sedang dilanda kesulitan, bersyukurlah. Ini dapat menjadi sebuah kesempatan yang besar untuk menginspirasi orang lain. Pikirkanlah kebaikan-kebaikan sederhana yang dapat Anda lakukan, dan lakukanlah. Mungkin itu hanyalah sebuah senyuman yang sangat sederhana, namun senyuman itu dapat sangat berarti di hati orang-orang yang melihatnya.

Ketika Anda mengalami kesulitan, setiap kebaikan sederhana yang Anda lakukan akan berdampak ganda bagi para penerimanya.

Jangan sia-siakan kesempatan besar ini.

Tuhan memberkati kita semua,

Charles Christian

Kebaikan Sederhana, dengan Ketulusan yang Luar Biasa

Suatu sore, beberapa tahun yang lalu, saya menerima sebuah kebaikan sederhana yang begitu membekas di hati saya, sehingga saya mengingatnya sampai sekarang.

Sore itu, saya sedang belajar di kos saya, mempersiapkan ujian akhir yang akan saya ikuti esok hari. Kebanyakan teman-teman saya tidak mengambil kuliah ini, sehingga saya menjadi satu dari sedikit orang yang sedang belajar sore itu.

Saya ada di kos. Sendirian. Di luar, hujan deras sedang turun. Cuaca seperti ini benar-benar menggoda saya untuk tidur. Ketika itulah saya mendengar pintu kamar saya diketuk.

Tok. Tok…

Siapa yang datang di tengah hujan lebat begini? Penasaran, saya buka pintu kamar saya. Berdiri di depan saya seorang teman kampus saya, datang dengan sebuah payung yang tak cukup besar untuk menjaganya tetap kering.

“Ada apa, Yo?” Teman saya itu bernama Yohanes.

“Ini Les, buat nemenin lu belajar…,” dia memberikan sekantong roti Breadtalk kepada saya.

“Oh, thank you, Yo…”

“OK Les… Gw harus pulang sekarang. Good luck ya buat ujian besok.”

Begitu cepat dia pergi dan menghilang di tengah hujan. Kenapa kejadian singkat ini begitu berkesan untuk saya?

Pertama, jarak kos saya dan kos dia terpisah lumayan jauh, sekitar setengah jam berjalan kaki. Dan saya tahu, roti itu pasti dibeli di Breadtalk Margo City, yang ada di dekat kosnya. Apa artinya? Artinya, dia bukanlah sekedar mampir ke tempat saya, tapi memang merencanakannya. Bisa saja setelah pulang dari Margo City dia langsung pulang ke kosnya, daripada berjalan kaki satu jam bolak-balik di tengah hujan deras hanya untuk mengantarkan roti ini pada saya. Sungguh dibutuhkan sebuah pengorbanan untuk melakukan kebaikan sederhana ini.

Lalu, apakah hanya pengorbanannya yang membuat saya terkesan? Tidak hanya itu, ada hal lain yang lebih membuat saya terkesan, yaitu motivasi di balik pengorbanan yang dia lakukan.

Baca Lanjutannya…

Jangan Biarkan Hal Mendesak Mengalahkan Hal Penting

Menjelang tengah malam pada tanggal 29 Desember 1972, pesawat Eastern Airlines dengan nomor penerbangan 401 sedang mendekati bandara Miami dalam keadaan normal. Pesawat tersebut membawa 163 penumpang beserta 13 awak pesawat. Kelihatannya persiapan pendarat itu berjalan normal-normal saja. Sampai tibalah saatnya pilot harus menurunkan roda pesawat. Lampu penunjuk tanda roda sudah turun, tetapi ternyata tidak menyala. Karena proses pendaratan berlangsung di atas Florida Everglades, sama sekali tidak ada cahaya dari luar yang bisa membantu melihat rodanya sudah turun atau belum.

Keputusan harus segera diambil. Pasalnya, kalau tidak ada kepastian bahwa rodanya sudah turun dan masih dalam keadaan terkunci, pendaratan akan sangat berbahaya. Akhirnya kapten memutuskan untuk terbang memutar agar bisa memiliki waktu untuk membuat perkiraan secara manual.

Baca Lanjutannya…

My Best Quotes (2)

Setelah saya pernah membagikan status-status facebook saya yang begitu menginspirasi saya beberapa bulan lalu, sekarang saya akan membagikan lagi status-status facebook saya lainnya yang juga telah menginspirasi saya dalam setengah tahun terakhir ini. Semoga ini juga bisa menjadi inspirasi bagi Anda semua.

17 Maret 2010 – Kesalahan perusahaan dalam sistem penggajian karyawan yang banyak dilakukan perusahaan adalah "jumlah gaji karyawan diukur berdasarkan usahanya, berdasarkan jumlah jam kerjanya", di mana akan jauh lebih baik jika "jumlah gaji karyawan diukur berdasarkan produktivitasnya, berdasarkan seberapa banyak nilai tambah yang diberikan sang karyawan untuk perusahaan itu."

20 Maret 2010 – Menyesal yang benar bukanlah "seandainya saja dulu aku tidak berbuat itu…", tetapi "sekarang aku akan berbuat ini agar kesalahanku dahulu tidak terulang lagi."

27 Maret 2010 – If you still have a chance to fix your mistake, it is a grace that shouldn’t be wasted… since there’re many mistakes that can’t be fixed anymore…

27 Maret 2010 – "Hope" is the small thing that makes a big difference.

3 April 2010 – Paskah adalah kabar buruk… Kabar buruk bagi Iblis karena kebangkitan Kristus adalah tanda Iblis telah dikalahkan. Paskah adalah kabar baik… Kabar baik bagi Allah karena kebangkitan Kristus adalah tanda kemenangan Allah atas Iblis. Akankah Paskah menjadi kabar baik atau kabar buruk bagi kita, tergantung di sisi mana kita berada saat ini. Selamat Paskah. 🙂

10 April 2010 – Yang membuat hidup menjadi menarik bukanlah  kesuksesan yang diraih pada akhirnya, tapi proses panjang menuju  kesuksesan itu. Proses itulah yang membuat kesuksesan menjadi  berarti.

16 April 2010 – Rasanya tidak adil kalau kita mengeluh sepenuh hati kepada Tuhan di saat kita ditimpa kesulitan, sedangkan di saat kita senang, kita tidak berterima kasih kepada Tuhan dengan sepenuh hati seperti saat kita mengeluh.

25 April 2010 – Kalau kita tahu ada orang yang jadi "batu sandungan" di depan jalan dan kita akhirnya tersandung batu itu, itu adalah kesalahan kita. Orang lain boleh menjadi "batu sandungan", tapi kita bisa memilih untuk tidak tersandung batu itu.

30 April 2010 – Jika kamu membenci orang yang dahulu kamu cintai karena dia tidak mencintaimu, berarti sebenarnya yang kamu dahulu cintai adalah "rasa cintanya kepada dirimu". Sebenarnya, kamu tidak pernah mencintai "dia"…

Baca Lanjutannya…

Setiap Jiwa Begitu Berarti

Suatu hari, adalah seorang pemuda yang sedang berjalan mengitari sebuah pantai. Ia biasa berjalan-jalan di pantai itu, menikmati suasana pantai, angin sepoi-sepoi, dan melihat indahnya matahari terbit. Namun hari itu, dia melihat suatu hal yang berbeda di pantai itu, dia melihat seorang anak sedang melempar bintang laut ke tengah laut.

Sang pemuda melihat begitu banyak bintang laut yang ada di pantai itu, begitu banyaknya hingga ia pun tak dapat menghitungnya. Dan dia juga melihat sang anak memungut bintang laut itu satu demi satu dan melemparkannya ke tengah lautan.

Tertarik dengan apa yang dilakukan sang anak, sang pemuda mendekati anak tersebut, dan bertanya, “Hai Nak, apa yang sedang kau lakukan?”

“Aku sedang menyelamatkan nyawa bintang-bintang laut ini dengan melemparkannya ke laut. Lihatlah, matahari akan segera muncul dan laut pun semakin surut. Jika mereka tidak masuk ke dalam laut, mereka akan mati kekeringan di pantai ini…” jawab sang anak.

“Tapi… Kupikir apa yang sedang kau lakukan adalah suatu usaha yang sia-sia… Maksudku, lihatlah berapa banyak bintang laut yang ada di pantai ini? Beratus-ratus jumlahnya. Dan hanya sedikit saja yang dapat kau lemparkan ke laut. Sama sekali tidak ada artinya dibandingkan beratus-ratus bintang laut yang tertinggal di pantai dan akan segera mati. Kupikir kau tidak melakukan suatu perubahan yang berarti, apalagi kau hanya seorang diri di sini…”

Sang anak tersenyum, dan berkata, “Ada dua hal yang aku ingin kakak tahu…”

Sang pemuda semakin penasaran dan bertanya, “Apakah dua hal itu?”

Baca Lanjutannya…

Indonesia Mengajar: Inspirasi dari 51 Pengajar Muda Indonesia

“Satu tahun mengajar, seumur hidup memberi inspirasi.”

Kalimat di atas adalah tagline dari yayasan Indonesia Mengajar. Saya baru tahu tentang yayasan ini kemarin, tetapi yayasan yang didirikan oleh Anies Baswedan ini telah begitu menginspirasi saya.

Ide dari yayasan ini sederhana saja. Indonesia Mengajar akan merekrut anak-anak muda berkualitas, putra-putri terbaik bangsa, untuk ditempatkan di daerah-daerah terpencil sebagai seorang pengajar muda di sekolah dasar selama satu tahun. Dalam rentang satu tahun itu, para pengajar muda tersebut diharapkan dapat membangun kualitas pendidikan di daerah tersebut, selain juga berinteraksi dengan warga, dengan pemuda, dengan tokoh masyarakat, dengan tokoh agama, dan masih banyak lagi.

Untuk itu, proses seleksi telah dilakukan dan telah didapatkan 51 orang pengajar muda yang siap ditempatkan di 5 kabupaten di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku, untuk menunaikan misi mulia mereka, sekaligus juga untuk mendapatkan sebuah pengalaman yang sangat langka dan berharga.

51 pengajar muda ini bukanlah pemuda biasa. Mereka adalah putra-putri berkualitas yang dimiliki bangsa ini. Mereka adalah lulusan universitas-universitas ternama dengan banyak prestasi gemilang. Profil mereka dapat dilihat di sini.

Yang membuat saya terharu sekaligus yang membanggakan saya adalah, teman saya adalah salah satu dari 51 pengajar muda tersebut. Dia adalah Agung Firmansyah, teman kampus saya di Fasilkom UI, yang telah melepas karirnya di sebuah perusahaan IT terkemuka di Indonesia, untuk menjadi seorang pengajar muda di sebuah sekolah dasar di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.

Pilihan serupa juga yang dibuat oleh Ayu Kartika Dewi, seorang pengajar muda yang lain, yang memutuskan untuk berhenti dari karirnya yang menjanjikan di sebuah perusahaan multinasional di Singapura, dan bergabung dengan Indonesia Mengajar, untuk menjadi seorang pengajar muda di Maluku Utara.

Baca Lanjutannya…

Pelajaran dari Novel “The Christmas Shoes”

Sudah lebih dari 3 tahun berlalu sejak novel terakhir yang saya baca habis dari awal sampai akhir. Kemarin, rekor itu pecah. Saya menghabiskan sebuah novel setebal 198 halaman dalam waktu dua hari. Saya tidak bisa mengingat kapan terakhir kali saya menyelesaikan membaca sebuah buku dalam waktu dua hari.

Novel itu berjudul “The Christmas Shoes”, oleh Donna VanLiere. Novel yang dibuat berdasarkan lagu NewSong dengan judul yang sama tersebut, begitu menginspirasi saya.

Novel ini mengisahkan tentang kisah dua keluarga, keluarga Robert dan Nathan.

Robert adalah seorang ahli hukum yang sukses dan memiliki segalanya dalam hidup—sekaligus tak satu pun. Karena terlalu memusatkan diri pada keberhasilan pekerjaan dan materi, ia nyaris kehilangan pernikahannya. Ia tak lagi memperhatikan istrinya, Kate, kedua putrinya … dan akhirnya, dirinya sendiri.

Nathan yang berusia delapan tahun memiliki seorang ibu yang penuh kasih, yang menanti ajal karena kanker. Namun Nathan dan keluarganya membangun sebuah kehidupan yang sederhana tapi bermakna dan berjuang untuk menikmati setiap detik tersisa yang mereka miliki bersama.

Sebuah kesempatan pada malam Natal mempertemukan Robert dan Nathan—Robert berbelanja untuk keluarga yang tak lagi dikenalinya dan Nathan berbelanja untuk ibunya yang akan segera meninggalkannya. Dan setelah pertemuan itu, kehidupan mereka berubah selamanya. Robert menerima suatu pelajaran penting: terkadang hal-hal terkecil dapat mengubah segalanya.

Baca Lanjutannya…

Fokus Pada Hal Kecil Untuk Mencapai Hal yang Lebih Besar

Michael Jordan memiliki sebuah catatan prestasi yang menarik. Dia rata-rata menghasilkan 32 poin untuk timnya dalam satu pertandingan basket. Ketika ditanya, bagaimana dia dapat melakukannya, dia menjawab, “Fokus saya adalah menciptakan 8 poin dalam setiap quarter. Karena ada 4 quarter dalam sebuah pertandingan, maka saya menghasilkan 32 poin dalam satu pertandingan.”

Memiliki mimpi yang besar itu sangat bagus. Tapi, terkadang mimpi yang besar membuat orang-orang yang mempunyai mimpi itu menjadi bingung bagaimana mereka dapat mencapainya. Seolah-olah, mimpi itu adalah suatu hal yang tak dapat dicapai oleh mereka. Kenapa? Karena mereka merasa mimpi itu terlalu besar untuk mereka.

Baca Lanjutannya…

%d blogger menyukai ini: