Tag Archive | hubungan

Kenapa Kesalahpahaman Sering Terjadi?

Saya akan mengawali tulisan ini dengan tiga buah teka-teki. Cobalah Anda cari jawaban yang logis dari ketiga pertanyaan teka-teki berikut. Sudah siap? Oke, mari kita mulai.

Pertanyaan pertama: Seorang saudara si tukang kayu meninggal dunia dan mewariskan warisan senilai satu milyar Rupiah kepada saudara laki-laki satu-satunya. Namun, si tukang kayu tidak pernah menerima warisan sedikit pun meskipun warisan itu sah. Mengapa itu bisa terjadi?

Pertanyaan kedua: Adalah seorang anak laki-laki yang mempunyai kebiasaan aneh, yaitu mengulangi setiap suara yang didengarnya. Suatu hari, ayah anak tersebut berkata, “Nak, ayo kita makan malam bareng…”, tapi anak laki-laki tersebut tidak berkata apa-apa. Mengapa bisa begitu?

Pertanyaan ketiga: Seorang gadis yang baru bisa menyetir melalui sebuah jalan raya dengan arah yang salah (melawan arus), padahal jalan tersebut adalah jalan satu arah. Tapi, dia tidak melanggar hukum. Bagaimana bisa?

Oke, apakah Anda sudah mendapatkan jawaban ketiga pertanyaan tersebut? Sedikit bocoran, jawaban ketiga pertanyaan di atas sebenarnya sangat sederhana, namun beberapa orang sulit untuk melihatnya karena alasan yang akan saya jelaskan nanti dalam tulisan ini. Saat ini, marilah kita cocokkan dahulu jawaban Anda dengan jawaban saya…

Baca Lanjutannya…

Uang, Kekayaan, dan Spiritualitas (3): Apa Definisi “Kekayaan” Bagimu?

Pada dua tulisan sebelumnya, saya sudah menjelaskan mengenai pergumulan yang saya hadapi seputar uang, kekayaan, dan spiritualitas (khususnya iman Kristen saya). Pada tulisan ini, saya akan membagikan posisi saya saat ini. Bagaimana pandangan saya saat ini tentang uang, kekayaan, dan spiritualitas?

Mari kita kembali ke pertanyaan awal yang saya ajukan di awal tulisan pertama saya: “Apakah orang Kristen boleh kaya?” Jawaban yang saya yakini saat ini adalah: “Orang Kristen sudah seharusnya dan harus berjuang terus untuk menjadi kaya.” Tolong jangan salah paham dan menelan pernyataan saya tersebut mentah-mentah sebelum membaca penjelasan saya mengenai definisi “kaya” menurut saya…

Apa Itu Kekayaan?

Pertanyaan ini adalah pertanyaan yang sangat mendasar yang harus dijawab terlebih dahulu. Jawaban dari pertanyaan: “Apakah orang Kristen boleh kaya?” akan sangat bergantung pada definisi “kekayaan” bagimu.

Umumnya, orang akan mendefinisikan kekayaan berdasarkan banyaknya harta materi atau uang yang dia miliki. Majalah Forbes menyatakan seseorang disebut kaya jika memiliki penghasilan lebih dari 1 juta US$ per tahun. Ada lagi paham lain yang menyatakan seorang disebut kaya jika dia sudah mempunyai passive income yang lebih besar daripada pengeluarannya. Kekayaan seringkali diidentikkan dengan kebebasan finansial.

Mari saya beritahu satu hal, kawan… Kekayaan jauh lebih berharga dari sekedar mempunyai banyak uang.

Baca Lanjutannya…

Inilah Alasan Kenapa Orang Menjauhi Kita

Suatu hari, teman saya bertanya kepada saya, “Kenapa ya banyak orang yang ngejauhin saya? Kenapa ya ga ada orang yang mau peduli sama saya?”

Saya mencoba menjawabnya dengan sebuah pertanyaan lain, “Menurut kamu, kamu lebih banyak jadi solusi atau lebih banyak jadi masalah?”

Dia lalu mulai berpikir… “Saya ga pernah jadi masalah kok… Saya kan cuma mau sharing sama teman-teman saya, dan saya mau mereka memperhatikan saya.”

Saya bertanya balik padanya, “Apakah kamu sendiri pernah memperhatikan masalah teman-temanmu?”

Acuh tak acuh, dia tersenyum sinis… “Heh… Buat apa perhatiin masalah mereka? Toh mereka semua juga ga ada yang memperhatikan saya.”

Apa yang Anda tangkap dari percakapan di atas? Apakah Anda juga pernah menjumpai percakapan serupa? Yang saya tangkap dari percakapan di atas adalah, teman saya tersebut merasa dijauhi dan tidak diperhatikan oleh teman-teman di sekelilingnya. Namun, meskipun dia ingin diperhatikan, dia tidak mau proaktif memperhatikan teman-temannya terlebih dahulu. Intinya, teman saya tersebut menjadi bagian dari masalah, bukan bagian dari solusi, meskipun dia sendiri tidak mengakui atau menyadari dirinya adalah bagian dari masalah.

Baca Lanjutannya…

Bagaimana Cara Mengubah Orang Lain

Sepanjang hidup kita, pasti ada orang-orang di sekitar kita yang kita harapkan untuk berubah. Namun, tidak jarang orang tersebut tidak kunjung berubah dan malah kita yang menjadi frustrasi. Pernah mengalaminya?

Saya tertarik dengan sebuah kisah yang ditulis di dalam sebuah buku yang saya baca. Kisah ini menceritakan bagaimana seorang pangeran yang gila dapat diubahkan dan disembuhkan dari kegilaannya. Berikut adalah kisahnya.

Seorang pangeran pernah menjadi gila dan berpikir dia adalah seekor kalkun. Dia terdorong untuk duduk telanjang di bawah meja, mematuki tulang-belulang dan remahan roti seperti seekor kalkun. Para tabib istana sudah angkat tangan untuk dapat menyembuhkan dia dari penyakit gila ini, dan sang raja menjadi sangat sedih.

Seorang bijak datang dan berkata, “Aku akan berusaha menyembuhkannya.”

Lalu, orang bijak itu melepas pakaiannya dan duduk telanjang di bawah meja di dekat sang pangeran, mematuki remah-remah dan tulang-belulang.

“Siapa kamu?” tanya pangeran. “Apa yang kamu lakukan di sini?”

“Aku adalah seekor kalkun,” kata pangeran.

“Aku juga seekor kalkun,” kata orang bijak.

Mereka duduk bersama seperti itu selama beberapa saat, dan akhirnya mereka menjadi teman baik. Suatu hari, orang bijak itu memberi isyarat kepada pelayan raja untuk melemparkan bajunya. Dia berkata kepada pangeran, “Apa yang membuatmu berpikir kalkun tidak bisa memakai baju? Kamu bisa memakai baju dan tetap menjadi seekor kalkun.” Dengan begitu, keduanya memakai baju mereka.

Setelah beberapa saat, orang bijak itu memberi isyarat lagi kepada pelayan, dan mereka melemparkan celana panjang. Lalu, dia berkata kepada pangeran, “Apa yang membuatmu berpikir kamu tidak bisa menjadi seekor kalkun jika kamu memakai celana panjang?”

Orang bijak melanjutkan cara ini sampai keduanya berpakaian lengkap.

Segera dia memberi isyarat lagi, lalu dia dan pangeran diberi makanan seperti biasa di atas meja. Lalu, orang bijak berkata, “Apa yang membuatmu berpikir kamu akan berhenti menjadi kalkun jika kamu makan makanan enak? Kamu bisa makan apa pun yang kauinginkan dan tetap menjadi seekor kalkun!” Mereka berdua lalu memakan hidangan yang disajikan.

Akhirnya, orang bijak berkata, “Apa yang membuatmu berpikir seekor kalkun harus duduk di bawah meja? Kalkun sekalipun bisa duduk di depan meja, dan seekor kalkun dapat juga berjalan ke mana saja dan tidak akan ada yang merasa keberatan.”

Pangeran merenungkan perkataan itu dan menerima pendapat orang bijak itu. Ketika dia beranjak berdiri dan berjalan seperti seorang manusia, dia juga mulai bertingkah laku layaknya manusia.

Sumber: Diceritakan kembali oleh David J. Liebarman, Ph.D. dalam bukunya “Agar Siapa Saja Mau Berubah untuk Anda”

Ada beberapa pelajaran yang saya ambil dari kisah tersebut. Saya belajar bahwa untuk membantu orang lain agar dapat berubah, kita dapat mengaplikasikan hal-hal berikut.

  1. Baca Lanjutannya…

MLM Tianshi in my opinion… (Part 4 – End)

Iya… Ini bagian yang terakhir! Janji deh… hehehe. Oke, pada postingan kali ini saya hanya ingin berbagi saja mengenai beberapa hal (tepatnya sih 2 hal) tentang MLM Tianshi ini…

Yang pertama, saya merasakan hubungan saya dengan beberapa teman saya yang ikutan MLM dan masih aktif di dalamnya itu menjadi berubah. Perubahan menjadi lebih buruk (atau setidaknya tidak sama lagi seperti yang dulu)… Lebih buruk yang saya maksud di sini bukan artinya saya jadi suka berantem dengan mereka. Tapi, saya secara subjektif merasakan kalau hubungan pertemanan saya dengan mereka telah mereka reduksi menjadi hubungan teman bisnis. Mereka mencari saat-saat yang tepat untuk bertemu dengan saya, beberapa dengan kedok pertemuan teman lama, yang berakhir dengan presentasi MLM ini… Oh tidak! Mereka bisa jadi baik banget loh pas menawarkan MLM ini, dan ketika saya menolaknya, saya merasakan hubungan saya dengan mereka jadi merenggang… Seolah mereka hanya membina hubungan yang baik dengan orang yang ikut bisnis ini saja.

Baca Lanjutannya…

%d blogger menyukai ini: