Tag Archive | fokus

Jawaban Mengejutkan Petugas Disney World Atas Pertanyaan Jam Berapa Taman Hiburan Ini Tutup

 

Bayangkan seorang dokter mengatakan kepada pasiennya, “Ada kemungkinan 10% kamu akan mati.”

Sekarang bayangkan seorang dokter lainnya mengatakan kepada pasiennya, “Ada 90% kemungkinan kamu akan hidup.”

Meskipun secara logika, dua pernyataan di atas adalah hal yang sama, namun fokus mereka berbeda. Dokter yang pertama fokus kepada kematian, dan dokter kedua fokus kepada kehidupan. Dan perbedaan fokus inilah yang amat mempengaruhi perasaan sang pasien.

Berita baiknya, kita dapat memilih apa yang menjadi fokus kita. Apakah kita akan berfokus pada sisi buruk seseorang dan membuat kita menjadi marah, atau kita akan berfokus pada sisi baik seseorang dan membuat kita menjadi terinspirasi? Itu adalah pilihan kita.

Randy Pausch dalam bukunya “The Last Lecture” pernah menceritakan, “Cobalah tanyakan kepada petugas Disney World jam berapa taman hiburan ini tutup, dan mereka akan menjawab bahwa taman hiburan ini BUKA sampai jam 8 malam.” Randy sendiri juga menderita penyakit kritis dan bertanya kepada dokternya, “Kapan kira-kira saya mati?” dan sang dokter menjawab, “Kamu kemungkinan masih akan cukup sehat untuk 3-6 bulan ke depan.” Sang dokter telah mengubah fokus pertanyaan Randy dari kematian menjadi kehidupan, dan jawaban dokter itu mencerahkan hati Randy.

Di mana kamu letakkan fokusmu, itulah yang akan bertumbuh. Fokus pada keburukan, itulah yang bertumbuh. Fokus pada kebaikan, itulah juga yang bertumbuh. Jadi, pilihlah dengan bijak apa yang menjadi fokusmu.

Jangan Biarkan Hal Mendesak Mengalahkan Hal Penting

Menjelang tengah malam pada tanggal 29 Desember 1972, pesawat Eastern Airlines dengan nomor penerbangan 401 sedang mendekati bandara Miami dalam keadaan normal. Pesawat tersebut membawa 163 penumpang beserta 13 awak pesawat. Kelihatannya persiapan pendarat itu berjalan normal-normal saja. Sampai tibalah saatnya pilot harus menurunkan roda pesawat. Lampu penunjuk tanda roda sudah turun, tetapi ternyata tidak menyala. Karena proses pendaratan berlangsung di atas Florida Everglades, sama sekali tidak ada cahaya dari luar yang bisa membantu melihat rodanya sudah turun atau belum.

Keputusan harus segera diambil. Pasalnya, kalau tidak ada kepastian bahwa rodanya sudah turun dan masih dalam keadaan terkunci, pendaratan akan sangat berbahaya. Akhirnya kapten memutuskan untuk terbang memutar agar bisa memiliki waktu untuk membuat perkiraan secara manual.

Baca Lanjutannya…

Fokuskan Diri Pada Tuhan yang Jauh Lebih Besar Dari Masalah Kita

"Hendaklah pandangan kita tertuju kepada Yesus, sebab Dialah yang membangkitkan iman kita dan memeliharanya dari permulaan sampai akhir. Yesus tahan menderita di kayu salib! Ia tidak peduli bahwa mati di kayu salib itu adalah suatu hal yang memalukan. Ia hanya ingat akan kegembiraan yang akan dirasakan-Nya kemudian. Sekarang Ia duduk di sebelah kanan takhta Allah dan memerintah bersama dengan Dia." – Ibrani 12:2, BIS

Setiap dari kita pasti mempunyai masalah. Hanya orang yang sudah meninggalkan dunia ini yang sudah tidak mempunyai masalah. Jadi, jika Anda mempunyai masalah saat ini, bersyukurlah. Itu tandanya Anda masih hidup.

Namun, jika semua orang mempunyai masalah, kenapa ada orang yang bahagia, dan ada orang yang tidak bahagia? Apa yang membedakan kedua orang tersebut? Yang membedakannya adalah fokus mereka…

Orang-orang yang tidak bahagia memfokuskan diri mereka pada masalah mereka. Mereka selalu merasa masalah mereka begitu beratnya. Mereka tidak melihat harapan. Mereka berpikir masalah mereka takkan pernah berakhir. Akhirnya, yang mereka lakukan hanyalah mengeluh dan bertanya mengapa mereka mendapatkan masalah tersebut.

Sebaliknya, orang-orang yang bahagia memfokuskan diri mereka pada Tuhan yang jauh lebih besar daripada masalah mereka. Mereka memikirkan kegembiraan yang akan dirasakan oleh mereka ketika mereka berhasil melalui masalah mereka. Mereka percaya masalah mereka akan mengajarkan sesuatu kepada mereka yang dapat membuat mereka menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih tangguh. Mereka percaya ada banyak sisi positif dari masalah mereka, dan masalah mereka tersebut hanyalah sementara. Pertanyaan mereka adalah apa yang harus mereka lakukan untuk menyelesaikan masalah mereka, dan bagaimana masalah mereka dapat membantu mereka untuk menjadi lebih baik.

Baca Lanjutannya…

Fokus Pada Hal Kecil Untuk Mencapai Hal yang Lebih Besar

Michael Jordan memiliki sebuah catatan prestasi yang menarik. Dia rata-rata menghasilkan 32 poin untuk timnya dalam satu pertandingan basket. Ketika ditanya, bagaimana dia dapat melakukannya, dia menjawab, “Fokus saya adalah menciptakan 8 poin dalam setiap quarter. Karena ada 4 quarter dalam sebuah pertandingan, maka saya menghasilkan 32 poin dalam satu pertandingan.”

Memiliki mimpi yang besar itu sangat bagus. Tapi, terkadang mimpi yang besar membuat orang-orang yang mempunyai mimpi itu menjadi bingung bagaimana mereka dapat mencapainya. Seolah-olah, mimpi itu adalah suatu hal yang tak dapat dicapai oleh mereka. Kenapa? Karena mereka merasa mimpi itu terlalu besar untuk mereka.

Baca Lanjutannya…

Termotivasi Karena Fokus pada Tujuan

Di tengah kelelahan dan kaki yang sudah pegal-pegal, saya berjalan menyusuri jalan Bandengan menuju rumah saya di daerah Pluit. Sebelumnya, saya sudah menyusuri jalan Angke dan berputar-putar di Sawah Lio. Bagi beberapa orang berjalan beberapa kilometer sudah menjadi hal biasa. Sebenarnya saya juga cukup biasa jalan kaki, tetapi jarak yang saya tempuh saat ini lebih jauh dari yang biasa saya jalani.

Jam saya menunjukkan pukul sepuluh malam. Ingin rasanya saat itu saya memanggil bajaj dan pulang dengan bajaj, namun sayangnya sudah tidak ada lagi bajaj yang lewat. Daripada saya berdiam diri dan menunggu bajaj lewat, saya memutuskan untuk berjalan kaki. Selangkah kaki saya dapat mendekatkan diri saya pada tujuan saya, yaitu rumah saya.

Baca Lanjutannya…

%d blogger menyukai ini: