Archive | Kuliah RSS for this section

Keputusan Ibu Dosen yang Tak Terduga

Delapan tahun yang lalu, saat saya masih kuliah di Fasilkom, saya ingat saat itu sedang masa pendaftaran kuliah semester pendek. Karena ada yang bilang, “Kalau mau lulus kuliah 3,5 tahun, kamu harus ambil semester pendek”, maka kuliah semester pendek ini menjadi penting untuk saya ambil.

Saya pun memasukkan form pendaftaran untuk ikut kuliah semester pendek. Karena kuota kelas yang terbatas, hanya 50 mahasiswa saja yang bisa diterima, dan penerimaannya berdasarkan siapa yang daftar duluan.

Saya masih ingat ketika hari pengumuman mahasiswa yang diterima untuk ikut semester pendek. Nama saya tidak ada di sana. Tapi di sana ada nama teman saya, yang saya tahu dia memasukkan form setelah saya.

Saya masih ingat kekecewaan yang saya rasakan saat itu. Seolah harapan untuk lulus kuliah 3,5 tahun sirna karena itu (belakangan saya tahu ini lebay sih). “Pasti ada kesalahan! Ini tidak adil! Kenapa saya yang duluan mendaftar tidak diterima, sedangkan teman saya yang daftar belakangan yang diterima?”

Baca Lanjutannya…

Wisuda Fasilkom UI

Sdri. Dyta Anggraeni, Sarjana Ilmu Komputer, dan Sdr. Charles Christian, Sarjana Ilmu Komputer, mewakili teman-temannya di Fakultas Ilmu Komputer.

Kira-kira begitulah panggilan MC saat memanggil wakil wisudawan/wisudawati Fasilkom untuk menerima penghargaan kelulusan oleh rektor saat wisuda program sarjana kemarin. Perasaan saya sungguh tidak terkatakan, antara senang, grogi, tidak percaya, bangga, terharu. Saat saya masuk ke Fasilkom, saya tidak pernah berpikir bahwa suatu saat saya akan mewakili teman-teman wisudawan dari fakultas saya, Fasilkom, apalagi mendapatkan predikat lulusan dengan IPK tertinggi dari Fasilkom. Namun, saat wisuda kemarin, hal yang tidak pernah saya pikirkan di awal itu terjadi! Saya menjadi wisudawan Fasilkom dengan IPK tertinggi, dan dapat menjadi salah satu kebanggan Fasilkom. Wow! Saya tidak percaya…

Baca Lanjutannya…

Info Pendaftaran & Ujian Masuk UI 2009

Buat teman-teman yang ingin mendaftar masuk Universitas Indonesia, tahun 2009 ini UI membuka beberapa jalur penerimaan, yaitu SIMAK UI (Seleksi Masuk UI), SNM-PTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri), dan PPKB (Program Perluasan Kesempatan dan Bakat) dengan persentase kuota penerimaan sebagai berikut.

* 56% SIMAK-UI,
* 14% SNMPTN,
* 30% PPKB

Ujian masuk SIMAK-UI akan dilakukan pada hari Minggu, 1 Maret 2009.

Info lebih lanjut dan pendaftaran bisa dilakukan secara online di http://penerimaan.ui.ac.id

Presentasi mengenai SIMAK UI bisa didownload di sini

Berikut adalah FAQ SIMAK-UI yang saya ambil dari sini.

  1. ‘Makhluk’ apakah SIMAK UI itu ?
  2. SIMAK-UI adalah seleksi Masuk UI yang diadakan oleh Universitas Indonesia, untuk semua program pendidikan dari Vokasi (D3) hingga Doktor (S3). 1 Maret 2009, adalah SIMAK UI untuk program S1 Regular, S1 kelas paralel, Vokasi (D3) dan Pasca Sarjana

  3. Apa beda SIMAK UI, UMB, SNMPTN dan SPMB ?
  4. Sampai tahun 2007, seleksi masuk S1 Regular UI, bersama-sama PTN lainnya dikelola oleh Perhimpunan SPMB Nusantara
    Tahun 2008, UI bersama 5 universitas lainnya menyelenggarakan UMB, dimana penyelenggaranya masih Perhimpunan SPMB Nusantara
    SNMPN adalah seleksi masuk yang dikoordinasi Ditjen DIKTI
    Untuk tahun ajaran 2009/2010, UI menyelenggarakan sendiri Seleksi Masuk UI, dan diberi nama SIMAK-UI

  5. Apakah UI menyelenggarakan Ujian Mandiri ?
  6. Tidak, bila konotasinya adalah mahasiswa kuliah tanpa di subsidi, menggunakan dana sendiri, mandiri. Tapi jika yang dimaksud adalah UI mengadakan seleksi masuk sendiri (tidak lagi bekerjasama dengan SPMB), ya. Kami menghindari kata UM, karena berkonotasi mahal, padahal UI, untuk S1 Regular, TIDAK MENETAPKAN Besarnya biaya Pendidikan SEBELUM yang bersangkutan DITERIMA (lulus seleksi), dan setelah DITERIMA baru kami menerapkan SISTEM BIAYA PENDIDIKAN BERKEADILAN, dengan memperhatikan kemampuan penanggung biaya pendidikan. Jadi UI menseleksi kemampuan otak, bukan kemampuan ekonomi siswa.

  7. Berapakah besarnya biaya Pendidikan di S1 Regular ?
  8. Biaya Pendidikan di S1 Regular disubsidi (silahkan lihat pengumuman SIMAK-UI), dengan komponen BOP (Biaya Operasioanal Pendidikan) persemester min 100rb dan UP (Uang Pangkal) min NOL, yang ditentukan setelah siswa lulus seleksi, dengan memperhatikan kemampuan penanggung biaya pendidikan dan tersedia banyak beasiswa (untuk tahun 2008 ini UI telah menyalurkan hampir 37 Milyar) bagi yang tidak mampu dan berprestasi

  9. Apa yang dimaksud SISTEM BIAYA PENDIDIKAN BERKEADILAN ?
  10. Sistem penerapan biaya pendidikan untuk mahasiswa S1 Regular, dengan memperhatikan kemampuan penanggung biaya pendidikan. Saat ini mahasiswa yang benar-benar tidak mampu, justru tidak ingin “gratis” biaya kuliah, mereka berusaha untuk membayar lebih. Ironisnya banyak muncul, mereka yang sebenarnya mampu, menyembunyikan kemampuannya. Kami menerapkan sangsi, bagi mahasiswa yang saat pendaftaran ulang memberikan informasi tidak benar.

  11. Bagaimana cara mendaftar online ?
  12. Pendaftaran hanya dibuka 19 Januari-22 Februari 2009, silahkan simak website ini, bagaimana prosedur pendaftran online

  13. Bagaimana jika lulus SIMAK-UI tapi tidak lulus UAN ?
  14. Pengumuman SIMAK-UI diencanakan 4 April 2009, sebelum UAN. Pendaftaran ulang mereka yang diterima, direncanakan saat SNMPTN 2009 dengan salah satu persyaratannya adalah bukti lulus UAN.atau lulus ujian Paket-C

Semoga bermanfaat 😀

mau Blackberry / iPhone 3G gratis? klik aja http://www.xpango.com?ref=91708312

Semester 7

Yeah, semester 7 telah dimulai… Semangat!

Semester ini saya mengambil 4 mata kuliah, 15 SKS:

  1. Kerja Praktik (3 SKS) — hmm, kerjanya sih sudah selesai. Tinggal menyelesaikan laporan dan sidang.
  2. Computer & Society (3 SKS) — kuliahnya pakai bahasa Inggris nih, keren juga, hehe. Kalau versi bahasa Indonesianya sih “Komputer & Masyarakat”.
  3. Metodologi Penelitian (3 SKS) — ketemu lagi dengan Bu Aniati di kuliah ini. Ini kuliah wajib, jadi harus diambil kalau mau lulus…
  4. Tugas Akhir (6 SKS) — nah, ini dia puncaknya. Tugas akhir alias skripsi. Sampai saat ini topik khususnya sih belum dapat, baru topik umumnya, sekitar NLP (Natural Language Processing), dengan dosen pembimbingnya Pak Ruli. Semoga bisa selesai semester ini… ^^
  5. Asisten Logic Programming (3 SKS) — yang ini dihitung ga ya? hehe…

Semester baru, semangat baru. Teman-teman semua juga semangat ya…

Watermelon!!! 😀

Tanggung Jawab Seorang Asdos

Hari ini, lagi-lagi saya memberikan asistensi MD 2 sendirian… Asistensi dijadwalkan dimulai jam 3. Saat itu saya sedang bersama seorang asdos lainnya, tapi karena dia mau print tugasnya dulu sebentar, jadi saya naik duluan. Sampai di atas, saya sudah melihat beberapa anak 2007 berkumpul menunggu asistensi dimulai. Saya langsung mencari Pak Wiryo untuk meminjam ruangan untuk asistensi (maaf pak Wiryo, saya terlambat memberitahu…). Pak Wiryo dengan baiknya langsung memberikan ruangan di lantai 3, dengan syarat bangkunya diberesin setelah asistensi. Makasih, pak… ^^

Waktu sudah menunjukkan pukul 15:05 ketika saya masuk ke dalam ruangan asistensi. Seperti yang saya duga, di antara 3 asdos yang telah sepakat mengadakan asistensi hari itu (bahkan yang menentukan jamnya adalah salah satu dari 2 asdos sisanya selain saya), hanya saya saja yang ada. Jujur, saya belum siap mengadakan asistensi saat itu. Banyak kesibukan lain yang membuat saya belum mempelajari apa yang akan saya ajarkan hari itu. Kepada anak 2007 yang mengikuti asistensi saya hari ini, saya mohon maaf karena saya tidak memberikan banyak hal dalam asistensi itu (seperti juga minggu sebelumnya, kebanyakan berisi hal-hal yang sebenarnya kalian sudah tahu atau bisa pelajari sendiri).

OK, back to the story… Hari itu seharusnya kami (3 orang asdos MD 2, sebutlah si A, si B, dan saya) memberikan asistensi dengan topik relasi. Saya sudah mencari-cari worksheet dan soal-soal jaman bahala. Si A sudah bersedia memberikan asistensi tentang worksheet tahun lalu (yang belum sempat saya pelajari lagi). Karena itu, saya meng-copy worksheet itu untuk semua peserta asistensi (dengan harapan nanti si A akan menjelaskan). Nyatanya? Si A yang menentukan jadwal asistensi ini ternyata tidak hadir saat asistensi, tanpa pemberitahuan apapun kepada saya, bahkan sepuluh menit sebelum saya mengadakan asistensi, dia masih bersama saya tanpa mengatakan kalau dia tidak akan datang ke asistensi.

Baca Lanjutannya…

Berbagi ilmu, yuk…

Teman-teman, berbagi ilmu itu tidak rugi loh, malah menguntungkan… 😀 Saya sudah merasakannya sendiri. Memang dengan belajar, ilmu kita akan bertambah. Tapi, dengan kita membagikan ilmu tersebut, kita pasti akan lebih mengerti lagi (iya dong ya, gimana bisa menjelaskan kalau ga ngerti? :P).

Pengalaman yang telah saya rasakan tentang berbagi ilmu adalah saat saya menjadi asisten dosen. Sudah 4 semester saya menjadi asisten dosen, dan saya banyak mendapatkan hal-hal baru selama saya mencoba membagikan ilmu yang telah saya dapatkan lebih dahulu. Saya juga menjadi lebih paham akan konsep yang saya ajarkan, dan juga, hal itu membantu saya untuk tidak melupakan ilmu yang telah saya dapatkan (biasanya kalau cuma belajar tapi ga suka dipakai suka lupa tuh…).

Jadi, kalau kita berbagi ilmu, kita telah membantu orang lain (yang kita bagikan ilmunya), dan juga diri kita sendiri. Tidak hanya orang yang kita bagikan ilmu yang akan bertambah ilmunya, ilmu kita pun akan bertambah. (Yang saya paling ingat, saya baru memahami konsep penyelesaian masalah tower of Hanoi saat saya mengajarkannya. Sebelumnya, saya belum terlalu paham akan konsep tersebut…).

Berbagi ilmu itu gampang-gampang-susah. Tapi, kalau ada kemauan, kita pasti bisa. Selain menambah ilmu yang kita bagikan, kita juga bisa menambah ilmu kita dalam berkomunikasi, dan menjelaskan maksud kita kepada orang lain. Itu juga suatu ilmu tersendiri loh…

Ilmu apa yang teman-teman miliki? Ga harus ilmu-ilmu yang ada di kuliah saja, banyak ilmu-ilmu lain yang dapat teman-teman bagikan. So… berbagi ilmu, yuk… 😀

Sudah Mulai Sibuk

Meskipun saya (hanya) mengambil 13 SKS, kok kayaknya hari-hari saya tetap padet dan sibuk banget ya? Yah, saya jadi teringat masa-masa saya di semester lalu yang begitu menyibukkan dengan 5 tugas kelompok dari 8 mata kuliah yang saya ambil. Semester ini, saya hanya mengambil 4 mata kuliah, tapi banyak pekerjaan dari hal-hal lain selain kuliah, selain kuliah juga sudah mulai banyak tugas (terutama PPL, hmm… iya kan ya kelompok PPL-ku?).

Baca Lanjutannya…

Semester 6

Halo pembaca… 😀

Saat ini saya ingin menceritakan sedikit mengenai kuliah saya. Di awal minggu ini, saya memasuki semester 6 di Fasilkom UI. Setelah menikmati liburan selama kurang lebih sebulan, saya harus mulai berjuang lagi di dalam kuliah saya di semester 6 ini.

Di semester 6 ini saya (hanya) mengambil 13 SKS. Kenapa dikatakan hanya? Karena sejauh ini, saya belum mendengar ada teman saya yang mengambil 13 SKS atau kurang… Dan itu jauh lebih sedikit dibandingkan jumlah SKS yang saya ambil di semester sebelumnya (24 SKS). Karena itu, ada beberapa orang teman saya yang bertanya, kenapa saya (hanya) mengambil 13 SKS? Berikut ini adalah beberapa alasan di antaranya:

Baca Lanjutannya…

%d blogger menyukai ini: