Terbunuh Karena Kata-Kata

homicide-hunter

James Leonard Jackson, seorang remaja berumur 14 tahun di Amerika, tewas tertembak pada tanggal 9 November 1995. Kasusnya kemudian didokumentasikan ke dalam salah satu episode “Homicide Hunter”, detektif Lt. Joe Kenda. Di dalam program tersebut, terungkaplah pelaku pembunuhan tersebut beserta dengan motifnya yang sangat mengejutkan dan sarat dengan pelajaran berharga.

Berikut adalah kisahnya…

J.L. Jackson adalah seorang remaja yang baik, yang salah bergaul dengan seorang remaja bermasalah bernama Moses Cooley. Mereka adalah teman seangkatan di SMA.

Moses kerap menimbulkan masalah di sekolah. Suatu hari, Moses bersama dua temannya (salah satunya adalah J.L. Jackson), masuk ke kafetaria sekolah. Di sana mereka bertemu dengan seorang siswa lainnya yang kerap di-bully karena tubuhnya yang terlampau gemuk untuk ukuran anak seusianya. Remaja itu bernama Matt Tuiletufuga.

Mereka kemudian mem-bully Matt seperti biasanya dengan kata-kata yang menyakitkan hati. Karena tidak tahan, Matt kemudian melawan dan membuat Moses menjadi emosi. Tanpa berpikir panjang, Moses kemudian mengancam akan menembak Matt sepulang sekolah, kemudian pergi meninggalkannya.

Sebenarnya, Moses tidak serius ketika mengancam Matt. Namun, Matt yang ketakutan kemudian menelepon kakaknya, Gene Tuiletufuga, tentang ancaman Moses tersebut. Karena berasal dari kultur yang berbeda, Gene menganggap serius ancaman Moses dan segera mengambil pistolnya untuk melindungi adiknya.

Sepulang sekolah, Moses, J.L Jackson, dan seorang teman yang lain pulang bersama naik mobil. Tanpa mereka ketahui, Gene sudah menanti dan kemudian mengikuti mobil mereka, dan mulai menghujani mobil mereka dengan peluru. Berdasarkan pengakuan Gene, sebenarnya dia hanya berniat menggertak mereka dengan menembaki mobil mereka, namun ternyata ada peluru yang mengenai J.L. Jackson, dan menewaskannya.

Ada beberapa pelajaran berharga yang saya dapatkan dari kisah ini:

Pertama, perhatikanlah dengan siapa kita bergaul, karena mereka akan mempengaruhi kita. Jika mereka adalah orang yang positif, mereka akan mempengaruhi kita secara positif. Demikian pula sebaliknya, jika mereka adalah orang yang negatif, mereka akan mempengaruhi kita secara negatif. Tidak peduli seberapa baiknya J.L. Jackson, kenyataan bahwa dia bergaul dengan orang yang salah berakibat fatal baginya.

Kedua, bullying selalu menyebabkan sakit hati, yang dapat diikuti dengan pembalasan dendam yang selalu merusak. Jika kita menyakiti orang lain, kita harus siap disakiti oleh orang-orang yang sakit hati. Jika kita tidak ingin disakiti, jangan menyakiti orang lain. Jika kita telah disakiti dan kita membalas menyakiti, itu juga akan menjadi lingkaran dendam yang tak pernah berakhir, yang hanya membawa rasa takut dan perasaan bersalah. Jadi, jika kita ingin bahagia, stop bullying, stop menyakiti orang lain.

Untuk pelajaran ketiga yang saya dapatkan dari kisah ini, dan sebagai penutup, izinkan saya mengutip kata-kata terakhir dari detektif Joe Kenda di akhir episode ini, yang juga menjadi pengingat bagi saya:

“Anda punya kelompok teman yang besar. Bila seseorang melukai Anda atau berusaha melukai Anda, teman-teman Anda akan bangkit dan membalas dendam. Anda tak pernah tahu lawan bicara Anda. Bila Anda orang jahat, selalu ada seseorang yang lebih jahat. Bila Anda yakin Anda orang yang patut dihormati, selalu ada orang yang lebih hebat dari Anda.

Mereka remaja, tak memikirkan hal itu, semua hanya ucapan. Tapi tiba-tiba ucapan berhenti dan tembakan dimulai. Kini bukan lagi ucapan. Itulah kenyataannya.

Hal remaja, membuat ancaman kosong pada orang yang salah, yang percaya itu serius dan bertindak sesuai dengan itu. Dia dengar tentang mereka dan dia menembak, berakibat kematian.

Hati-hati dengan ucapan Anda.

Hati-hati dengan ancaman Anda.

Sebab orang yang salah mungkin mempercayai Anda.”

Tag:, , , , , , ,

About Charles

Seorang alumni Fakultas Ilmu Komputer UI. Suka mengoleksi buku-buku dan membagikan inspirasi-inspirasi yang didapatkannya. Mencintai matematika dan logika sederhana. Hobinya adalah mencari inspirasi dan membagikannya. Seorang biasa yang percaya bahwa dia memiliki Tuhan yang luar biasa.

One response to “Terbunuh Karena Kata-Kata”

  1. sandrosirait says :

    terimakasih Mas Charles artikel2nya luar biasa🙂
    Sukses terus ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: