Kelemahan Menjadi Kekuatan

Apakah Anda sedang mengalami sebuah kegagalan? Apakah Anda sedang menanggung sebuah beban yang begitu berat sehingga Anda merasa tidak kuat lagi dan ingin menyerah? Apakah Anda sedang merasa frustrasi dengan kelemahan yang Anda miliki? Jika Anda menjawab ya dalam salah satu pertanyaan di atas, lanjutkan membaca. Saya menuliskan tulisan ini untuk Anda.

Setiap orang pasti pernah mengalami kegagalan. Setiap orang juga pasti memiliki masalah dan kelemahan. Namun, tidak banyak yang tahu bahwa kelemahan itu, jika kita tahu caranya, dapat kita ubah menjadi kekuatan.

Bagaimana caranya? Inilah resep rahasianya: Dengan pantang menyerah dalam melakukan yang terbaik yang Anda bisa lakukan di tengah kelemahan Anda.

Derek Redmond adalah seorang pelari dari Inggris dalam Olimpiade 1992 di Barcelona. Dia adalah salah satu yang difavoritkan untuk meraih medali dalam cabang lari 400 meter. Setidaknya, itu sampai sebuah tragedi terjadi di babak semifinal…

Segalanya tampak baik-baik saja saat babak semifinal dimulai. Derek, yang mempunyai impian yang besar untuk meraih medali, mengawali larinya dengan baik. Namun, setelah berlari 150 meter, harapan itu lenyap ketika Derek merasakan sakit pada kakinya yang membuatnya berhenti dan berlutut di tanah.

Saya berusaha merasakan apa yang Derek rasakan saat itu. Ketika semua jerih payahnya dalam latihan yang begitu lama tiba-tiba menjadi sia-sia karena rasa sakit yang datang di saat yang salah. Perasaan sakit, kecewa, gagal, malu, lemah dan tak berdaya mungkin menjadi perasaan yang dirasakan Derek saat itu.

Di titik itu, sesaat semua orang melihat bahwa Derek Redmond telah gagal. Tidak ada harapan baginya untuk memenangkan perlombaan dan meraih medali olimpiade.

Namun, di tengah rasa sakit dan kecewa yang dirasakannya, Derek menolak untuk menyerah. Dia ingin mengakhiri pertandingan dengan baik, meskipun sudah dipastikan dia pasti menjadi juara terakhir.

Akhirnya, dengan terpincang-pincang, Derek melanjutkan berlari dengan berusaha menahan rasa sakit yang dia rasakan.

Tiba-tiba, seseorang memaksa masuk ke dalam lapangan, dan membantu Derek berlari di sampingnya. Orang itu adalah ayah Derek. Begitu terharu melihat ayahnya yang membantunya, Derek tak kuasa untuk melepaskan air matanya sembari terus berlari. Seorang anak dan seorang ayah bersama-sama mencoba mencapai garis akhir.

Dengan terpincang-pincang, Derek Redmond mencapai garis akhir. Lebih dari 65000 penonton memberikan standing ovation, berdiri dan bertepuk tangan atas usaha Derek yang terus dengan pantang menyerah memberikan yang terbaik yang dapat dilakukannya di tengah kelemahannya.

Pada akhirnya, Derek Redmond memang gagal memenangkan perlombaan ini dan meraih medali. Tetapi, dia mengakhiri perlombaan ini dengan tekun dan memenangkan hati para penonton yang hadir saat itu.

Mari saksikan kisah Derek Redmond dalam video berikut ini:

Pelajaran Berharga

Apakah Anda terinspirasi dengan video di atas? Inspirasi itu takkan ada jika Derek tidak mengalami kegagalan saat itu, atau jika Derek memutuskan untuk berhenti berlari di tengah jalan.

Saya percaya, nama Derek Redmond tidak akan lebih diingat jika saat itu dia menjuarai perlombaan itu atau bahkan jika dia meraih medali emas. Begitu banyak pelari yang mendapatkan medali emas dari tahun ke tahun, namun hanya sedikit pelari yang gagal di tengah jalan tetapi terus dengan pantang menyerah melawan rasa sakitnya untuk mengakhiri perlombaan dengan baik. Derek Redmond adalah salah satunya.

Penonton tidak memberikan standing ovation untuk pemenang perlombaan itu, tetapi justru memberikannya kepada seorang juara terakhir. Memenangkan perlombaan memang adalah impian setiap pelari. Namun itu bukanlah segala-galanya. Menyelesaikan perlombaan dengan tekun dan memberikan yang terbaik di tengah tantangan yang ada bisa jadi sesuatu yang lebih berharga.

Bagitu pula dengan Anda. Apakah ada sebuah kegagalan yang Anda rasakan atau kelemahan yang Anda miliki? Ini adalah sebuah kesempatan besar bagi Anda untuk menginspirasi orang lain dengan lebih luar biasa. Yang Anda perlu lakukan hanyalah terus setia melakukan yang terbaik yang bisa Anda lakukan.

Apakah Anda merasa bahwa segalanya begitu hancur? Sepertinya sudah tidak ada harapan lagi? Sepertinya Anda ingin menyerah saja? Mungkin Anda benar, tidak ada harapan lagi untuk memenangkan perlombaan, tetapi ingatlah jika Anda dengan setia melakukan yang terbaik, Anda selalu punya harapan untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik daripada hanya memenangkan sebuah perlombaan.

Dan, lebih daripada semuanya, yakinlah bahwa di tengah kesulitan yang Anda hadapi, Anda tidak berjuang sendiri. Bapa di Sorga senantiasa menyertai Anda, memapah Anda, berjuang bersama Anda dalam menyelesaikan perlombaan kehidupan.

Di akhir perlombaan kehidupan, tidak masalah Anda berada di urutan ke berapa. Yang terpenting adalah Anda mengakhiri perlombaan dengan baik dan tetap memelihara iman.

Teruslah dengan pantang menyerah lakukan yang terbaik yang dapat Anda lakukan. Saat itulah, kelemahan Anda akan menjadi kekuatan di mata orang-orang yang melihat teladan Anda.

Tuhan menyertai kita semua,

Charles Christian

About Charles

Seorang alumni Fakultas Ilmu Komputer UI. Suka mengoleksi buku-buku dan membagikan inspirasi-inspirasi yang didapatkannya. Mencintai matematika dan logika sederhana. Hobinya adalah mencari inspirasi dan membagikannya. Seorang biasa yang percaya bahwa dia memiliki Tuhan yang luar biasa.

2 responses to “Kelemahan Menjadi Kekuatan”

  1. RedZz says :

    *lap ingus*

    “when you don’t give up, you can’t fail”. so touching. thanks for sharing, Cha🙂

  2. Milla yohanna manggoes says :

    Intinya, jangan pernah menyerah pada keadaan🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: