Kemenangan dan Kekalahan Semu

Saya akan mengajak Anda membayangkan dua skenario.

Di skenario pertama, andaikan Anto bertarung dengan Badu. Di akhir pertarungan, Anto rugi 10 juta dan Badu rugi 20 juta. Pertanyaan: Siapakah yang menang?

Apakah Anda menjawab Anto yang menang? Jika ya, Anda salah. Anto hanya mengalami “kemenangan semu” saja. Jawaban yang tepat: Dua-duanya kalah karena dua-duanya rugi.

Kini, mari andaikan skenario yang lain. Chandra bertarung dengan Denny. Di akhir pertarungan, Chandra untung 10 juta dan Denny untung 20 juta. Pertanyaan: Siapakah yang kalah?

Kebanyakan orang akan berkata, “Si Chandra dong yang kalah, kan untungnya lebih sedikit…”

Namun sesungguhnya, Chandra hanyalah mengalami “kekalahan semu”, karena faktanya, dua-duanya menang karena dua-duanya untung.

Apakah ada yang masih bingung atau tidak setuju? Kalau begitu, cobalah hal berikut…

Cobalah abaikan Badu dalam skenario pertama dan abaikan Denny dalam skenario kedua. Kini hanya ada Anto yang rugi 10 juta dan Chandra yang untung 10 juta. Sekarang, siapakah dari Anda yang masih menganggap bahwa Anto menang dan Chandra kalah?

Mengingat skenario pertama, saya mengingat quote ini: “Dalam sebuah perang tidak ada pihak yang menang, kedua pihak pasti rugi.”

Dan untuk skenario kedua, quote ini: “Jika kita sudah melakukan yang terbaik yang kita bisa, tidak peduli apa pun hasilnya, kita adalah seorang pemenang.”

Tidak pernah ada pihak yang diuntungkan dari sebuah peperangan, juga dari sebuah demonstrasi yang anarkis.

Namun apabila kita semua saling bekerja sama untuk kebaikan lawan kita, semua pihak akan menjadi pemenang.

Memang benar, mungkin akan ada pihak yang seolah-olah kalah, namun sesungguhnya itu adalah “kekalahan semu”, kekalahan yang manis, bahkan lebih tepatnya bukan kekalahan, hanya “kemenangan yang lebih sedikit”.

“Kemenangan semu” hanyalah berakhir pada sebuah kepedihan.

“Kekalahan semu” itu lebih baik daripada “kemenangan semu”, karena akhir dari “kekalahan semu” adalah pribadi kita yang lebih baik dan lingkungan kita yang juga lebih baik.

Namun, pada akhirnya, janganlah kejar kemenangan atau kekalahan. Kejarlah hal yang benar dengan cara yang baik.

Tuhan menyertai kita semua.

Charles Christian

Tag:

About Charles

Seorang alumni Fakultas Ilmu Komputer UI. Suka mengoleksi buku-buku dan membagikan inspirasi-inspirasi yang didapatkannya. Mencintai matematika dan logika sederhana. Hobinya adalah mencari inspirasi dan membagikannya. Seorang biasa yang percaya bahwa dia memiliki Tuhan yang luar biasa.

One response to “Kemenangan dan Kekalahan Semu”

  1. Cahya says :

    Sebagian di kehidupan ini semu, karena itulah kita tidak terlalu berbangga berlebih akan mendapatkan “kepemilikan”, dan tidak bersedih berlebihan akan melepaskan “kehilangan”🙂.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: