Berani Itu Baik atau Buruk?

Berani. Menurutmu, “berani” adalah kata yang positif atau kata yang negatif?

Dahulu sekali, ketika saya masih kecil, saya melihat kata “berani” sangat identik dengan pahlawan (terutama di pelajaran sejarah). Saya diajarkan bahwa warna bendera Indonesia itu merah-putih, warna merahnya berarti berani. Saya didorong untuk memiliki keberanian untuk bertemu orang-orang. Kata “berani” identik dengan hal-hal yang positif, dan saya dididik untuk menjadi “seorang yang berani”.

Semakin saya beranjak dewasa, saya melihat ada beberapa orang menggunakan kata “berani” ini untuk memanipulasi orang-orang, terutama orang-orang yang belum dewasa. Contohnya?

Kata “berani” digunakan untuk memberikan tekanan kelompok. Bayangkan sebuah kelompok yang terdiri dari 5 orang, 4 orang di antaranya merokok dan 1 orang tidak. Tahukah kamu salah satu kalimat yang paling berhasil untuk menjerumuskan 1 orang ini juga untuk ikut merokok? Saya rasa kalimat itu bukanlah “Cobain nih rokok, enak loh…”, tapi kalimat berikut…

Berani ga loe? Kalau loe berani, hisap nih rokok… Kalau ga, berarti loe cupu!”

Kalimat yang pertama memancing rasa penasaran. Kalimat kedua mengusik ego. Orang-orang ingin dikatakan sebagai orang yang berani, dan iklan-iklan rokok memanfaatkan itu dengan mengasosiasikan rokok mereka dengan kata “berani”. Inilah kenapa banyak iklan rokok yang menunjukkan petualangan-petualangan ekstrem. Seolah-olah mereka berkata, “Loe mau berani kaya orang-orang di tuh iklan? Hisap dulu nih rokok gw, baru loe bisa berani…” Oh, betapa menyesatkannya…

Jangan salah sangka. Saya bukannya mengajarkan orang-orang untuk menjerumuskan teman-temannya untuk merokok. Saya justru ingin mengingatkan agar kita berhati-hati akan tipu muslihat ini. Tidak semua kata “berani” yang kamu dengar itu baik. Berani mati untuk bangsa dan negara memang keren, tapi berani mati karena merokok itu konyol.

Saya akan berikan contoh lainnya dari penggunaan kata berani untuk hal yang tidak baik.

Apa yang kamu pikirkan ketika melihat sebuah berita yang berbunyi, “Artis X menunjukkan pose-pose berani di film Y”?

Apa pula yang kamu katakan jika melihat temanmu mengebut di tengah jalan raya, melewati mobil-mobil lain dengan gaya zig-zag? Menurutmu dia orang yang berani atau penakut?

Apa yang kamu katakan tentang seorang perampok yang merampok tepat di depan kantor polisi dan berhasil kabur dengan baik? Beberapa mungkin berkata, “Wah, berani banget ya tuh perampok… Merampok di depan kantor polisi. Wuih…”

Celakanya, seperti yang saya bahas di awal tulisan ini, beberapa dari kita mungkin dididik untuk menjadi “seorang yang berani”. Saat ini, saya ingin pertajam lagi didikan tersebut. Saya ingin mengajak teman-teman semua bukan menjadi “seorang yang berani”, tetapi “seorang yang berani melakukan hal yang benar”. Karena ada dua jenis keberanian: berani melakukan hal yang benar dan berani melakukan hal yang tidak benar.

Jadi, kata “berani” itu sendiri bukanlah suatu kata yang positif atau negatif. “Berani” adalah kata yang netral. “Berani” baru menjadi kata yang positif ketika maksudnya adalah “berani melakukan hal-hal yang benar”.

Kalau kita lihat kembali bendera Indonesia, warnanya tidak hanya merah, tapi merah-putih. Benar, merah berarti berani. Tapi jangan lupakan ada warna putih yang berarti suci. Ketika kedua hal ini digabungkan, ini menjadi “berani melakukan hal-hal yang suci”.

“Berani melakukan hal-hal yang benar” berarti “Berani mengikut Tuhan”.

“Berani melakukan hal-hal yang tidak benar” berarti “Berani melawan Tuhan”.

Mengikut Tuhan memang tidak mudah. Akan ada banyak tantangan dan godaan ke depannya. Tetapi itu jauh lebih baik daripada melawan Tuhan. Kenapa? Karena dua hal.

Pertama, kita adalah ciptaan Tuhan. Sebagai ciptaan, sudah seharusnya kita memuliakan dan mengikuti kehendak Pencipta kita.

Kedua, kita takkan pernah bisa menang melawan Tuhan. Perlawanan kepada Tuhan hanya menghasilkan akhir yang tragis.

Akhir seperti apa yang Anda inginkan dalam hidup Anda?

Beranilah melakukan hal-hal yang benar.

Tuhan menyertai kita semua.

Charles Christian

Tag:

About Charles

Seorang alumni Fakultas Ilmu Komputer UI. Suka mengoleksi buku-buku dan membagikan inspirasi-inspirasi yang didapatkannya. Mencintai matematika dan logika sederhana. Hobinya adalah mencari inspirasi dan membagikannya. Seorang biasa yang percaya bahwa dia memiliki Tuhan yang luar biasa.

4 responses to “Berani Itu Baik atau Buruk?”

  1. IB GD Sasra Bhanutama says :

    tulisan anda luar biasa pak christian..good job

  2. zukri.d.mask says :

    keren om..!!

  3. hansel says :

    just my little experience recently about brave and frontality…

    http://hansel-tanuwijaya.blogspot.com/2012/07/mmo-sdm-hr.html

Trackbacks / Pingbacks

  1. Berani Itu Baik atau Buruk? « For Be Used ™ - 29 November 2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: