Paksalah Diri Anda untuk Mendapatkan Hal-Hal yang Berharga

Waktu menunjukkan Pukul 00:30 dini hari. Rasa kantuk sudah menyelimuti saya, ketika saya tiba-tiba teringat akan blog saya. Ya, hari ini hari Rabu. Waktunya saya untuk update blog ini.

Setahun yang lalu, saya bertekad akan update blog ini seminggu sekali, setiap hari Rabu jam 6 pagi. Selama hampir setahun lamanya tekad itu berjalan dengan lancar, hingga tiba saat-saat di mana saya benar-benar sibuk dan akhirnya tidak melanjutkan tekad yang telah saya buat.

Ya, awalnya saya berpikir, saya tidak bisa melanjutkan tekad saya tersebut karena kesibukan saya yang bertambah. Kesibukan yang membuat waktu luang saya untuk menulis semakin berkurang. Kesibukan yang membuat saya menjadi terlalu lelah untuk berpikir dan mencari ide-ide tulisan untuk blog ini.

Dahulu, saya berpikir, seandainya saya diberikan waktu luang sehari penuh, saya pasti bisa menulis banyak artikel untuk blog ini. Saya selalu berpikir, yang saya butuhkan hanyalah waktu untuk menulis. Ya, hanya waktu saja… Begitulah yang saya pikir saat itu.

Hingga suatu hari, di sebuah hari Sabtu yang cerah, Tuhan mengabulkan doa saya. Saya mendapatkan satu hari yang kosong, waktu luang sehari penuh yang saya rindukan sejak lama.

Bisakah Anda tebak berapa tulisan yang saya hasilkan hari itu?

10 tulisan? Salah, saya menulis kurang dari 10 tulisan.

Apakah 5 tulisan? Salah lagi. Begitu pula dengan jawaban 4, 3, 2, dan 1. Semuanya salah. Hari itu, saya tidak menghasilkan 1 tulisan pun.

Wow, saya begitu terkejut. Apa yang terjadi? Bukankah saya selalu berpikir masalah saya hanyalah masalah tiadanya kesempatan menulis? Lalu, kini ada begitu banyak kesempatan untuk menulis, sehari penuh! Tapi, kenapa tidak ada satu tulisan pun yang saya hasilkan? Apa saja yang saya lakukan hari itu?

Seingat saya, hari itu saya hanya membaca buku, tidur, dan bermalas-malasan. Rasanya begitu malas untuk mulai menulis di hari itu.

Setelah hari itu, saya mulai meragukan alasan saya terdahulu tentang mengapa saya melanggar tekad saya untuk update blog seminggu sekali. Rasanya kendalanya bukan hanya karena tiadanya waktu luang. Apakah karena tiadanya ide? Tidak. Sebenarnya ada begitu banyak ide yang saya dapatkan. Lalu, apa masalahnya?

Saat ini, saya rasa saya telah mendapatkan jawabannya. Saya tidak menulis bukannya karena saya tidak punya waktu untuk menulis, tetapi karena saya kurang memaksa diri saya untuk mulai menulis.

Sebenarnya, untuk menghasilkan sebuah tulisan, yang saya butuhkan hanyalah kesediaan untuk memulainya, dan kesetiaan untuk menyelesaikannya.

Saya mulai menengok tulisan-tulisan yang telah saya terbitkan di blog saya. Saya begitu terkejut ketika menyadari bahwa sebagian besar tulisan itu ditulis saat saya sebenarnya sedang tidak ingin menulis, tetapi saya memaksa diri saya untuk menulis. Dan, ketika saya mulai menulis, tangan saya tidak dapat berhenti sampai saya menyelesaikan tulisan-tulisan itu.

Persis seperti yang saya lakukan pada tulisan ini. Seperti yang saya katakan, tulisan ini lahir dari sebuah paksaan saya kepada diri saya untuk mulai menulis di tengah perjuangan saya melawan rasa kantuk dan lelah. Awalnya terasa sangat sulit, tetapi ketika saya sudah mulai menulis, saya mulai menikmatinya.

Secara natural, tubuh kita akan mencari hal-hal yang lebih enak dan mudah. Namun, tidak banyak hal-hal berharga yang bisa kita dapatkan jika kita hanya mengejar yang enak dan mudah saja. Untuk mendapatkan banyak hal yang berharga, dibutuhkan sebuah pengorbanan. Dibutuhkan sebuah paksaan untuk melakukan yang baik dan benar, meskipun mungkin itu sama sekali tidak enak dan tidak mudah.

Apakah Anda juga ingin mendapatkan hal-hal yang berharga di dalam hidup Anda?

Paksalah diri Anda untuk mulai mengejar hal-hal yang berharga tersebut.

Dan setialah sampai akhirnya Anda mendapatkan hal-hal yang berharga tersebut.

Bagi saya, dengan menulis blog ini, hal berharga yang saya dapatkan adalah ketika ada pembaca yang terinspirasi oleh tulisan saya. Karena saya senang membagikan inspirasi kepada orang lain, dengan cara personal.

Dan untuk itu, saya memaksa diri saya untuk menulis sampai jam 1 pagi ini.

Ya, sepertinya paksaan itu memang tidak enak. Namun, saya hanya ingin Anda tahu satu hal tentang saya. Meskipun seringkali saya memaksa diri saya untuk mulai menulis, ketika tulisan itu saya selesaikan, saya tidak pernah menyesal. Malah, saya akan begitu senang dan bersyukur karena paksaan itu telah membuahkan sebuah tulisan, sebuah hal yang berharga untuk saya.

Apakah hal-hal berharga yang ingin Anda capai dalam hidup ini?

Paksalah diri Anda untuk memulainya.

Tuhan memberkati kita semua,

Charles Christian

Tag:, ,

About Charles

Seorang alumni Fakultas Ilmu Komputer UI. Suka mengoleksi buku-buku dan membagikan inspirasi-inspirasi yang didapatkannya. Mencintai matematika dan logika sederhana. Hobinya adalah mencari inspirasi dan membagikannya. Seorang biasa yang percaya bahwa dia memiliki Tuhan yang luar biasa.

3 responses to “Paksalah Diri Anda untuk Mendapatkan Hal-Hal yang Berharga”

  1. kupang says :

    terima kasih banyak untuk tulisan ini🙂

  2. Miss foster says :

    Hi Charles,

    Thanks utk inspirasinya ya.
    Saya jg sedang bergumul untuk memaksa diri untuk kembali belajar “sesuatu” yang selama 17 tahun ini sudah terkubur. Rasanya malassss sekali untuk memulai lagi dari titik nol (ceile…kayak pegawai pom bensin ajah wkwkwk).

    Sebenarnya memang tidak ada cara lain selain harus melalui “proses” itu hik..hik..hik.

  3. aaputra says :

    Hal ini juga terjadi pada saya, bahkan mungkin setiap orang. Tidak hanya menulis, hampir setiap planning yang saya buat selalu mengalami hal seperti ini pada akhirnya. Nah, biasanya, ketika hal ini terjadi, saya akan mencoba trik 5 menit.

    Ketika anda malas melakukan sesuatu, dan selalu ingin menundanya, katakan dalam benak anda ” Ah, coba lakukan 5 menit saja” dan coba lakukan, toh cuma 5 menit.

    Tapi efeknya akan berbeda. Biasanya saya akan merasa “tanggung” jika berhenti, kemalasan tadi pun hilang, dan saya akan melakukannya hingga selesai. Tepat seperti yg mas alami.

    Nice post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: