Kasih di Tengah Ketidaksempurnaan

Di tengah banyaknya musibah dan ketidakpedulian yang merebak akhir-akhir ini di surat kabar atau tayangan berita, foto di atas benar-benar memberikan sebuah harapan untuk saya.

Ada satu pesan luar biasa yang ingin disampaikan melalui foto di atas:

“You don’t have to be perfect to love”

“Kamu tidak harus jadi sempurna dulu untuk dapat mengasihi orang lain”

Pesan yang sangat sederhana, namun begitu mengena di hati saya. Sebuah foto yang membuat saya berpikir dan berintrospeksi.

Berapa sering saya menunda sebuah kebaikan karena saya merasa keadaan saya lebih buruk?

Berapa sering saya enggan menghibur karena saya merasa bahwa sayalah yang perlu dihibur?

Berapa sering saya tidak rela memberi karena saya merasa kekurangan?

Berapa sering saya menjadi iri hati ketika melihat orang yang lebih baik daripada saya?

Berapa sering saya membantu orang lain tanpa sebuah ketulusan?

Seringkali kita berpikir, kita tidak bisa mengasihi karena kita merasa kurang mendapatkan kasih.

Namun itu tidak benar! Justru sebaliknya, kita mendapatkan kasih ketika kita mengasihi.

Karena kasih itu paradoks. Semakin banyak kita berikan, semakin banyak kita dapatkan.

Sesungguhnya, sukacita yang sejati akan kita rasakan ketika kita memberi. Tidak percaya? Lihatlah betapa sukacitanya anak berbaju kuning pada foto di atas.

Kalau dipikir-pikir, anak itu punya beribu alasan untuk menangis. Hei, bahkan tangan pun dia tidak punya! Bagaimana mungkin dia dapat memberi? Bukankah perlu sebuah tangan untuk dapat memberi?

Tidak berlaku untuknya. Dia berkata, “Saya boleh tidak punya tangan, tapi saya tidak akan biarkan ini menjadi penghalang saya untuk mengasihi orang lain. Ya! Saya masih punya sepasang kaki…”

Maka terjadilah… Sepasang kaki yang dia miliki digunakannya untuk mengasihi orang lain.

Dan lihatlah senyum yang terkembang di wajahnya… Senyum sukacita karena melihat saudaranya bersukacita.

Ya, memberi memang membawa sukacita kepada sang pemberi dengan cara yang tidak dapat dijelaskan oleh kata-kata.

Akhirnya, ingatlah kata-kata berikut ini…

Kita tidak harus punya tangan untuk dapat memberi. Yang kita butuhkan adalah sebuah hati yang tulus untuk mau berbagi.

Jangan menyerah pada kelemahanmu. Lihatlah apa yang masih kamu miliki, dan gunakanlah itu untuk mengasihi orang lain.

Dan temukanlah sukacita itu.

Sebuah sukacita yang lahir dari sebuah aksi memberi yang tulus.

Tuhan mengasihi kita semua,

Charles Christian

Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.

(Kisah Para Rasul 20:35b)

Tag:, , , ,

About Charles

Seorang alumni Fakultas Ilmu Komputer UI. Suka mengoleksi buku-buku dan membagikan inspirasi-inspirasi yang didapatkannya. Mencintai matematika dan logika sederhana. Hobinya adalah mencari inspirasi dan membagikannya. Seorang biasa yang percaya bahwa dia memiliki Tuhan yang luar biasa.

8 responses to “Kasih di Tengah Ketidaksempurnaan”

  1. Dokter Anak says :

    aku tersentuh melihatnya….sekaligus bangga..anak itu heba

  2. Meri Djami says :

    ini sangat memberkati. trims

  3. Ahsan says :

    Luar biasa🙂

    Izin kopi gambarnya buat bikin postingan yang hampir sama, Mas🙂

  4. on wardono rit riyanto says :

    telah memberiku motivasi untuk meningkatkan sikap memberi dan mengasihi

  5. sulunglahitani says :

    mata saya jadi berkabut melihatnya
    betapa saya masih kurang bersyukur

  6. rizal fajri says :

    saya tersentuh ketika membacanya! ini sangat menakjubkan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: