Inilah Cara Terbaik Untuk Menginvestasikan Uang Kita

Dua orang teman saya tertabrak bus Transjakarta kemarin malam, dan kini sedang terbaring tak berdaya di dalam ruang ICU sebuah rumah sakit.

Seorang dari dua teman saya tersebut mengalami luka yang serius di bagian kepalanya. Tim dokter pagi ini telah melakukan sebuah operasi yang menghabiskan biaya Rp 60 juta.

Wow! Itu kata pertama yang terlintas di kepala saya ketika mendengar angka tersebut.

Dan biaya itu tidak berhenti sampai di sana. Biaya di ICU sekitar Rp 10 juta/hari akan membuat angka itu bertambah sedikitnya menjadi Rp 100 juta di akhir minggu ini.

Sebuah pikiran tiba-tiba melintas di kepala saya: Alangkah sia-sianya orang yang bekerja sepanjang hidupnya hanya untuk mendapatkan uang.

Uang yang dikumpulkan bertahun-tahun itu dapat lenyap dalam sepersekian detik.

Ya, kecelakaan itu terjadi dengan sangat cepat. Dan secepat itu pula uang itu, yang telah kita susah payah kumpulkan, menghilang.

Jangan salah mengerti, saya tidak sedang membujuk Anda untuk berhenti mencari uang, karena segala biaya di atas juga pada akhirnya harus dibayarkan dengan uang.

Namun, ada dua pesan yang saya dapatkan dari kejadian ini.

Pertama, jangan jadikan uang sebagai motivasi utama Anda bekerja.

Ketika Anda bekerja, pastikan Anda mengejar sesuatu yang lebih berharga daripada uang.

Apakah itu? Itu dapat berupa kepuasan dalam bekerja karena Anda mengerjakan hal yang Anda sukai. Oleh karena itu, Anda akan semangat dalam bekerja dan diri Anda pun akan berkembang.

Lebih daripada itu, itu dapat berupa kesempatan untuk melayani orang lain. Ketika Anda tahu bahwa apa yang Anda kerjakan memberikan dampak positif bagi sesama, itu akan menjadi sebuah hal yang lebih membahagiakan.

Dan di atas semuanya, itu dapat berupa kesempatan untuk memuliakan Tuhan. Karena itu adalah sesuatu yang bernilai kekal, yang menjadi tujuan kita hidup dalam dunia ini.

Pada akhirnya nanti, kita takkan pernah menyesal jika kita bekerja untuk memuliakan Tuhan.

“Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.” (1 Korintus 15:58)

Kedua, investasikanlah uang Anda dalam sesuatu yang bersifat kekal.

Saat ini, topik investasi menjadi topik yang amat digemari. Dunia menawarkan berbagai macam jenis investasi yang menjanjikan pertumbuhan jumlah uang yang kita miliki.

Mulai dari yang paling sederhana seperti menabung, reksa dana, emas, properti, dan sampai yang berbelit-belit seperti saham.

Apakah salah menginvestasikan uang kita dalam pundi-pundi di atas?

Tidak! Namun kita perlu ingat, bahwa uang yang kita hasilkan bukanlah untuk kepentingan kita sendiri saja. Kita mau menghasilkan uang yang lebih banyak karena kita mau lebih banyak mengasihi.

Oleh karena itu, kita tidak akan menginvestasikan uang kita hanya dengan cara-cara di atas.

Kita akan menginvestasikan uang kita untuk sesuatu yang lebih bernilai kekal. Itulah investasi yang sejati.

Ketika kita punya uang Rp 100.000, sebelum digunakan itu tidaklah lebih dari selembar kertas biasa.

Ketika kita gunakan uang itu untuk membeli barang yang kita inginkan, kita baru melihat nilai sesungguhnya dari uang itu. Ternyata uang itu dapat membuat kita makan enak dan kenyang. Dan rasa kenyang tentu lebih berharga daripada selembar kertas.

Namun, jika kita hanya menggunakan uang kita untuk diri kita sendiri, nilainya masih sangat jauh dari kekal.

Ketika kita meninggal, semua nilai itu akan menjadi tidak bernilai lagi. Kehadiran kita dalam dunia tidak memberi perbedaan positif bagi lingkungan kita.

Sesuatu yang lebih kekal adalah ketika kita menginvestasikan uang kita untuk membuat hidup orang lain menjadi lebih baik.

Ketika kita membantu sesama kita yang membutuhkan, Anda telah menukarkan selembar kertas biasa dengan sukacita dalam hati karena melihat senyum yang terkembang di wajah sesama kita.

Karena hidup ini bukanlah tentang berapa banyak uang yang kamu dapatkan, tapi berapa banyak kasih yang kamu berikan.

Dan benar, ini memanglah tidak mudah dan seringkali butuh pengorbanan.

Namun ini semua sungguh tidak sia-sia. Kita telah menginvestasikan uang kita di dalam hati sesama-sesama kita.

Setidaknya, ketika kita meninggal, harta kita tetap ada di dalam hati orang-orang yang kita kasihi. Perbedaan positif yang tampak di dalam lingkungan kita menjadi bukti nyata dari buah kekayaan kita.

Namun, meskipun perubahan positif dalam lingkungan kita akan bertahan lebih lama daripada perubahan positif yang hanya pada diri kita sendiri, hal itu tidaklah kekal.

Untuk menjadikannya sesuatu yang kekal, kita harus menginvestasikan uang kita untuk memuliakan Allah.

“Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.” (Matius 6:19-21).

Lalu bagaimana caranya mengumpulkan harta di sorga?

“Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” (Matius 6:17-18)

Pertama, lakukanlah sesuatu dengan tulus untuk Allah dan bukan untuk mencari pujian manusia.

Lalu, bagaimana kita bisa melakukan sesuatu untuk Allah?

“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.” (Matius 25:40)

Ah, ternyata mengasihi Allah harus diwujudkan dengan mengasihi sesama.

Dan ketika kita melakukan sesuatu yang didorong oleh rasa kasih kita kepada Allah dan sesama, itulah investasi kekal kita.

Wujud kasih kita akan menjadi nyata ketika kita memberi dan ketika kita berkorban untuk sesama kita dengan tulus. Bukan untuk mengharapkan imbalan, tapi kita lakukan karena kita begitu mengasihi Allah dan sesama.

Allah yang telah lebih dahulu mengasihi kita. Kasih itu begitu meluap dalam diri kita sehingga kita tidak mungkin tidak membagikannya kepada sesama-sesama kita.

Maka, ketika kita mengerti konsep investasi kekal ini, kita akan mulai berinvestasi dengan memberikan kasih kita kepada sesama kita yang membutuhkan.

Dan ketika kita menginvestasikan uang kita agar bertambah banyak dalam tabungan dan investasi lainnya, itu karena kita ingin mengasihi sesama kita lebih lagi, dan tentunya harus kita tunjukkan dalam perbuatan kita.

Kita takkan memboroskan uang kita, karena kita ingin terus memberi.

Kita akan senantiasa bersyukur, karena Tuhan telah memberi anugerah yang tak terkira pada Anda.

Jika Anda dapat membaca tulisan ini dengan nyaman di kursi Anda, sadarilah Anda telah memiliki sesuatu yang sangat berharga, yaitu kesehatan Anda, setidaknya kesehatan otak Anda sehingga Anda masih dapat membaca tulisan ini.

Ingatlah, teman saya harus mengeluarkan biaya Rp 60 juta untuk membuat otaknya menjadi normal kembali, itu pun tidak ada jaminan pasti berhasil.

Dengan kata lain, kita yang memiliki otak yang sehat, sesungguhnya telah mendapatkan hadiah yang tak terkira banyaknya… Bagaimana mungkin kita tidak bersyukur akan semuanya itu?

Marilah kita biasakan diri kita untuk bersyukur kepada Tuhan, karena kasih dan sukacita datang dari dalam hati yang melimpah dengan syukur.

Bersyukurlah jika Anda masih dapat bersyukur hari ini.

Karena kemampuan untuk bersyukur juga adalah anugerah Tuhan.

Tuhan memberkati kita semua,

Charles Christian

P.S. Ketika Allah mengizinkan penderitaan, Dia juga memberikan penghiburan. Tuhan, aku berdoa agar seandainya Tuhan berkehendak, Tuhan memulihkan keadaan sahabatku Haris Gunawan dan Lauren Siana yang saat ini sedang terbaring di RS karena kecelakaan. Juga kiranya Tuhan yang memberikan penghiburan, kekuatan, hikmat, dan kecukupan untuk keluarga yang merawatnya. Amin.

Tag:, , , , ,

About Charles

Seorang alumni Fakultas Ilmu Komputer UI. Suka mengoleksi buku-buku dan membagikan inspirasi-inspirasi yang didapatkannya. Mencintai matematika dan logika sederhana. Hobinya adalah mencari inspirasi dan membagikannya. Seorang biasa yang percaya bahwa dia memiliki Tuhan yang luar biasa.

One response to “Inilah Cara Terbaik Untuk Menginvestasikan Uang Kita”

  1. nuraeni says :

    semoga sukses Menginvestasikan Uang nya…:)

    tapi ingat uang tidak terlalu penting saat kita di akherat nanti ..

    he”..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: