Sisi Positif dari Kekalahan Arsenal 2-8 Manchester United

Manchester United 8 – 2 Arsenal

Itulah score akhir dari pertandingan di pekan ketiga Premier League musim ini. Sebuah pertandingan yang awalnya disebut-sebut sebagai pertandingan "big match". Dan hari ini saya, seorang fans klub Arsenal, menonton langsung pertandingannya di TV.

Jika hasil ini diperhadapkan pada saya enam tahun yang lalu, saya pasti akan bad mood seminggu. Saya takkan bisa tidur malam itu. Saya akan mulai memukul ranjang. Semua orang yang ada di dekat saya pasti akan mendengar gerutu saya. Saya akan mencari-cari aib klub MU sebagai tameng saya. Dan saya akan menghindar sebisa-bisanya dari teman-teman saya yang merupakan fans MU.

Jika hasil ini diperhadapkan pada saya tiga tahun yang lalu, saya akan tersenyum sinis, dan berkata, "Ah… Rasain!" Berbeda dari respon saya sebelumnya, saya malah akan mencaci Arsenal. Saya akan berkata bahwa mereka memang lemah, calon degradasi, dan mereka memang pantas menerima kekalahan itu. Setidaknya, itu membuat saya merasa lebih baik. Tapi, itu berarti saat itu saya tidak ada di pihak Arsenal, yang notabene adalah klub favorit saya.

Ada persamaan di antara kedua respon di atas. Persamaannya adalah, hati saya sama-sama panasnya…

Hari ini, hal itu benar-benar terjadi. Bisa dikatakan terparah dari yang pernah ada. Lalu bagaimana respon saya kali ini? Puji Tuhan, kali ini saya bersyukur karena saya dapat menemui beberapa hal positif yang hanya akan muncul karena score ini terjadi. Apa saja itu?


Saya dapat menyalami fans MU sebagai tanda sportivitas

Ya, saya sungguh kagum bagaimana MU bermain dan dapat mencetak sedemikian banyak gol ke gawang Arsenal. Dari lubuk hati saya yang paling dalam, saya ucapkan selamat kepada para fans MU, yang tentunya saat ini sedang berbahagia, atas pencapaian positif dari klub kesayangan mereka. Thumbs up!🙂

Saya dapat memberi dukungan pada tim kesayangan saya di saat sulit mereka

Kesetiaan adalah sebuah kata yang mudah diucapkan namun sulit untuk dilakukan. Di saat suka, tentu mudah saja untuk setia. Sangat mudah untuk memberi dukungan kepada tim yang selalu menang, dan tentu kita akan memberikannya dengan senang hati.

Namun, bagaimana jika tim kesayangan kita bukannya selalu menang tapi malah tidak pernah menang? Bahkan, malah dipermalukan rival bebuyutannya dengan score 2-8? Ini adalah saat di mana Arsenal paling butuh dukungan dari para fans-nya! Ironisnya, ini adalah saat di mana para fans mulai meninggalkan Arsenal. Mungkin saya adalah satu di antara mereka tiga tahun yang lalu. Saya hanya menjadi fans Arsenal di saat mereka menang. Di saat mereka kalah, saya akan berbalik menyerang mereka…

Tidak saat ini. Saya memutuskan untuk terus mendukung Arsenal dan tidak akan pindah ke lain hati. Klub lain boleh saja jauh lebih menjanjikan gelar juara, tapi Arsenal sudah ada di hati saya sejak delapan tahun yang lalu. Saya tidak akan meninggalkan mereka, apalagi di saat sulit mereka, di saat ketika mereka benar-benar butuh dukungan.

Mungkin banyak orang yang sudah mencoret Arsenal dari tim elite Premier League. Tidak masalah! Karena Arsenal tetap menjadi sebuah tim elite di hati saya, dan saya yakin masih banyak potensi yang dapat tergali di dalamnya. Saya yakin, Arsenal masih ada harapan. Saya yakin, Arsenal masih bisa juara! Namun, seandainya pun tidak, satu hal yang pasti, saya akan tetap menjadi fans Arsenal.

Arsenal masih dapat merasakan rasa sakit

Loh, kok merasakan sakit malah bersyukur? Oh, tentu! Karena ketika kita merasa sakit, saat itulah kita akan mulai mencari obatnya. Saat itulah kita mulai mencari pertolongan untuk kesembuhan kita. Setidaknya, rasa sakit takkan bisa membuat kita untuk tetap diam.

Pagi ini, saya baru saja menonton sebuah video tentang seorang dokter penyakit kusta. Seperti yang kita tahu, penderita kusta identik dengan bagian-bagian tubuh yang hilang, seperti jari tangan yang hilang satu-dua ruas, atau jari kaki, atau anggota tubuh lainnya. Menarik sekali sang dokter meneliti dan menyimpulkan bahwa bukan bakteri kustalah yang menyebabkan mereka kehilangan anggota tubuh itu. Namun, bakteri kusta merusak saraf mereka sehingga mereka tidak bisa lagi merasakan sakit. Dan karena itu, mereka tidak sadar ketika bagian tubuh mereka terluka, dan akhirnya sampai putus. Kenapa? Karena mereka tidak merasakan sakit!

Jadi, ketika Arsenal merasakan sakitnya setelah kalah dari pertandingan ini, saya yakin mereka tidak akan tinggal diam. Mereka akan mulai memperbaiki banyak hal yang mungkin jadi kelemahan mereka. Mereka jadi mengetahui apa yang menjadi kelemahan mereka. Kalau saja mereka hanya kalah 0-2, mungkin mereka dapat mengabaikannya dan mengatakan, "Ah… Itu hanya karena kita kurang beruntung…" Tapi lain ceritanya ketika mereka kalah 2-8, mereka tentu akan bekerja keras meningkatkan kinerja mereka.

Humiliation will make you humble

Atau kalau diterjemahkan: "Ketika kamu dipermalukan, kamu sedang dibentuk untuk menjadi rendah hati".

Kerendahan hati adalah suatu hal yang langka di sepak bola, setidaknya menurut pengamatan saya. Kesombongan "sang pemenang" dan iri hati serta kebencian "sang pecundang" masih lebih mendominasi.

Dahulu, Arsenal adalah sebuah tim yang sangat digdaya, dan sempat mencatatkan rekor 49 kali tidak terkalahkan. Arsenal seperti berada di atas awan, begitu pula fans-fansnya, termasuk saya saat itu. Kini, Arsenal tidak lagi berada di atas awan. Kekalahan ini menyebabkan Arsenal turun dan terkubur jauh di dalam bumi. Dan ini adalah saatnya Arsenal untuk mulai maju dengan sebuah kerendahan hati.

Kekalahan ini membuat saya tidak bisa sombong lagi, karena memang tak ada yang bisa disombongkan. Maka, ini adalah kesempatan yang paling baik untuk belajar menerima dengan kerendahan hati. Kerendahan hati yang akan mengikis segala kesombongan yang mematikan.

Dan akhirnya saya bersyukur…

Saya bersyukur karena saya baru saja menikmati pertandingan yang begitu seru yang membuahkan 10 gol.

Saya bersyukur karena ini bukanlah akhir pertandingan. Arsenal baru menginjak pekan ketiga. Masih ada 35 pekan tersisa yang menentukan…

Saya bersyukur karena Tuhan membukakan begitu banyak pelajaran berharga melalui sebuah pertandingan ini.

Dan terutama saya bersyukur karena hidup-mati saya tidak ditentukan oleh pertandingan ini. Saya bersyukur saya memiliki jaminan kehidupan kekal yang lebih pasti di dalam Tuhan Yesus, yaitu ketika saya percaya kepada-Nya. Sesuatu yang jauh lebih pasti daripada sebuah hasil pertandingan sepak bola.

Ingatlah kawan, ketika kita tiba pada sebuah titik di mana kita tergoda untuk menjadi iri hati, segeralah cari penawar ini…

Penawarnya adalah rasa syukur atas anugerah Allah.

Karena iri hati datang dari kegagalan kita untuk mensyukuri hal-hal luar biasa yang sebenarnya telah kita dapatkan, hanya kita tidak sadari.

Maka, di tengah pergumulanmu saat ini, di tengah ketidakadilan yang mungkin engkau rasakan, di tengah sulitnya engkau melihat kebahagiaan orang lain… Carilah hal positif, anugerah Allah yang ada di dalamnya, dan syukurilah hal tersebut. Cobalah berdoa dan minta kekuatan daripada Tuhan agar kita dapat melihat kebaikan di tengah penderitaan yang kita alami. Dan percayalah, di detik pertama engkau mulai bersyukur, di detik itu pula iri hati itu akan mulai sirna.

Semua yang Tuhan izinkan terjadi takkan terjadi tanpa alasan yang mulia, yaitu agar kita dapat terus bertumbuh, seperti yang dikehendaki Tuhan dalam Kolose 2:7 berikut.

Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.

Dan akhirnya, saya percaya, Arsenal masih punya harapan. Marilah kita maju bersama dengan sebuah kerendahan hati.🙂

Tuhan memberkati kita semua,

Charles Christian

29 Agustus 2011

Tag:, , , ,

About Charles

Seorang alumni Fakultas Ilmu Komputer UI. Suka mengoleksi buku-buku dan membagikan inspirasi-inspirasi yang didapatkannya. Mencintai matematika dan logika sederhana. Hobinya adalah mencari inspirasi dan membagikannya. Seorang biasa yang percaya bahwa dia memiliki Tuhan yang luar biasa.

6 responses to “Sisi Positif dari Kekalahan Arsenal 2-8 Manchester United”

  1. theo says :

    Great Charles buat artikelnya……biar jadi pencerahan buat kita semua dlm menjalani hidup ini, bahwa menang atau kalah bukanlah akhir dari pertandingan semata, tetapi awal bagi kita utk mulai mengoreksi hati/sikap & perbuatan. Kekalahan yg dihadapi sampai akhir pertandingan dgn perjuangan tanpa kenal menyerah lebih terhormat dibanding kemenangan karena dilandasi oleh sikap tinggi hati/kesombongan. “Soli Deo Gloria”

    thank you…….theo

    • Charles says :

      @theo:

      Hai Theo, terima kasih ya. Betul, yang terpenting adalah bagaimana diri kita bisa dikoreksi menjadi lebih baik dan bagaimana Tuhan bisa dipermuliakan. Dan untuk itu, kita harus menjadi pribadi yang rendah hati.😀

  2. aa says :

    setuju banget dengan isi artikelnya. joshh !

  3. nuraeni says :

    isi artikel yang bagus,,,

    terus semangat MU..!!!

  4. Ahsan says :

    Setelah sekian lama tidak berkunjung ke blog ini.
    Baru tahu saya kalau ternyata kita sama-sama gooner:mrgreen:

    You’ll never walk alone, Arsenal. *loh*😀

  5. Muhammad Ichsan Novelyansah says :

    Mantap bang, ayo terus dukung Arsenal, baik saat menang ataupun saat mengalami kekalahan. Karena dari situlah dapat dibedakan, siapa yang hanya menjadi FANS Arsenal dan siapa yang akan selalu menjadi SUPPORTER Arsenal.
    VCC-COYG🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: