Apa Gunanya Penyakit ?

Sepanjang hidup saya, sudah begitu banyak penyakit yang pernah saya derita… Mulai dari bentol karena digigit nyamuk, atau penyakit flu yang begitu banyak merebak di musim hujan, sampai penyakit yang mengharuskan saya dirawat di rumah sakit, seperti demam berdarah yang membuat saya tidak masuk sekolah selama sebulan saat saya masih SMP.

Yang paling baru saya alami adalah sakit mata. Ini terjadi minggu lalu. Ketika saya bangun tidur, saya merasa mata saya begitu perih dan gatal, dan membuat saya tidak tahan untuk tidak menguceknya. Tindakan yang membuat mata saya menjadi merah dan semakin merah. Akhirnya, saya membatalkan rencana-rencana saya hari itu, dan memutuskan untuk beristirahat di rumah.

Saya pikir saya hanya terlalu capek, karena memang sudah beberapa hari terakhir saya kurang tidur. Maka hari itu saya tidur siang, berharap ketika saya bangun, mata saya telah pulih. Tidak berhasil. Setelah saya bangun 3 jam kemudian, bukannya pulih, mata saya malah bertambah sakit.

Anehnya, ketika saya keluar dari kamar saya, mata saya membaik… Maka tersangka utama jatuh kepada kamar saya yang memang sudah lebih mirip dengan kapal pecah. Akhirnya, malam itu, seluruh keluarga saya kerja bakti membersihkan kamar saya. Sprei-sprei diganti, lantai dipel, buku-buku dibereskan, dan meja dilap. Dalam 3 jam, kapal pecah telah berubah menjadi sebuah kamar.

Benar saja, keesokan paginya, mata saya sudah sembuh.

Pelajaran dari Penyakit

Saya rasa hampir semua orang akan setuju kalau saya mengatakan “sakit itu tidak enak”, kecuali mereka yang sedang mencari alasan untuk menghindari tugas-tugasnya😛.

Namun, meskipun saya setuju di satu sisi sakit itu merugikan, saya juga harus mengakui, di sisi lain sakit itu banyak gunanya.

Saya bersyukur saya diberikan kesempatan untuk merasakan penyakit yang pernah (atau sedang) saya derita, dan juga bersyukur untuk anugerah Tuhan yang memulihkan saya.

Karena kita akan sangat sulit untuk mensyukuri sesuatu yang penting namun terlalu biasa, sampai kita kehilangan sesuatu itu.

Bayangkan, betapa bersyukurnya saya bisa menulis tulisan ini dengan mata yang sehat, tanpa gatal-gatal. Saya tidak akan pernah berpikir untuk mensyukuri mata yang tidak gatal-gatal, jika saja saya tidak pernah merasakan betapa menderitanya sakit mata gatal-gatal.

Kita akan sulit mensyukuri kulit kita yang biasa-biasa saja, sampai seekor nyamuk menggigit kita dan menyebabkan bentol yang sangat gatal.

Kita akan sulit mensyukuri gusi kita yang biasa-biasa saja, sampai gusi itu tergigit dan menyebabkan sariawan berminggu-minggu.

Kita akan sulit mensyukuri pernafasan kita yang biasa-biasa saja, sampai kita mengalami sesak nafas.

Kita akan sulit mensyukuri kaki kita yang biasa-biasa saja, sampai kaki kita patah dan kita tidak dapat berjalan normal beberapa bulan.

Tidaklah terlalu sulit bagi kita untuk mensyukuri hal-hal yang luar biasa. Kita mendapat hadiah yang sudah lama kita impikan. Kita mendapat mukjizat yang tidak pernah kita duga. Kita diselamatkan dari sebuah kecelakaan. Bukan hal yang sulit untuk mensyukuri semua hal itu.

Tantangan bagi kita adalah mensyukuri hal-hal yang biasa. Kita masih bisa bernafas. Kita masih bisa bekerja. Kita masih bisa melihat. Kita masih memiliki keluarga. Kita masih bisa berdoa. Semua hal-hal yang terlihat biasa, namun sesungguhnya, tanpa itu semua, kita akan sangat menderita, bahkan takkan dapat hidup.

Tuhan mengizinkan kita menderita sakit, agar kita bisa mensyukuri hal-hal yang biasa dalam hidup kita. Karena kita hanya bisa bahagia ketika kita bersyukur. Tuhan ingin kita bahagia melalui rasa syukur kita atas semua anugerah luar biasa yang telah Tuhan berikan kepada kita, entah itu terlihat luar biasa, atau sangat biasa…

Pelajaran yang Lain…

Saya mendengar beberapa dari Anda mulai berkata, “Ya, kalau sakit saya bisa sembuh sih, saya bisa bersyukur. Lalu gimana kalau sakit saya ini ga sembuh-sembuh? Mana ada untungnya…”

Tidak sobat. Saya percaya, Tuhan menginginkan kita bergantung kepada-Nya ketika kita menderita sakit. Dan melalui penyakit itu, Tuhan bisa mendekatkan diri kita kepada-Nya.

Ketika semua berjalan begitu lancar dan tanpa hambatan, kita akan sangat tergoda untuk hanya mengandalkan kekuatan kita sendiri, dan melupakan Tuhan. Kita merasa kita mampu menghadapi semuanya seorang diri saja, tanpa bantuan Tuhan.

Akan beda ceritanya ketika kita sakit. Kita benar-benar dibuat frustrasi, dan kita akan menyadari diri kita begitu lemah dan kita tidak bisa hanya mengandalkan kekuatan kita sendiri. Saat itulah kita menyadari kita perlu pertolongan Tuhan.

Dan ketika kita menyadari kita butuh pertolongan Tuhan, di sanalah sebenarnya kita mulai dipulihkan.

Pemulihan tidak selalu berupa pemulihan jasmani. Karena tubuh kita adalah tubuh yang sementara. Kita tidak akan hidup selamanya di bumi ini. Suatu saat nanti, kita akan mati…

Namun, yang jauh lebih penting adalah pemulihan rohani kita. Karena jiwa kita bersifat kekal. Ketika kita mati nanti, hanya ada dua tempat bagi jiwa kita untuk mengisi masa kekekalannya. Entah selamanya berada dalam neraka, atau selamanya berada dalam surga.

Ketika kita sadar bahwa kita adalah manusia berdosa yang begitu lemah, dan kita datang kepada Tuhan menyerahkan hidup kita kepada-Nya, di sanalah pemulihan rohani dimulai. Pemulihan tubuh mungkin tidak terjadi, tetapi tubuh toh hanya sementara saja. Pemulihan rohani akan menjamin keselamatan jiwa kita.

Saya yakin, jika Tuhan mengizinkan penyakit menghampiri saya saat ini, pastilah karena Tuhan memiliki rencana yang indah di balik penyakit itu. Mungkin tidak semua penyakit akan disembuhkan-Nya, tetapi penyakit itu haruslah mendekatkan hubungan saya dengan Tuhan. Dan itulah hal yang lebih berarti.

Pastinya tidak mudah menghadapi semua itu, tetapi dengan pertolongan Tuhan, Tuhan akan memampukan kita semua untuk menghadapi semua itu bersama dengan-Nya.

Sebagai penutup, saya mau mengutip kata-kata rasul Paulus ketika Tuhan menolak menyingkirkan ‘duri dalam daging’-nya: “Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.” (2 Korintus 12:10)

Saat ini, jika ada di antara Anda yang sakit, marilah katakan “Jika aku lemah, maka aku kuat, karena Tuhan yang menguatkan aku.”

Tuhan memberkati kita semua,

Charles Christian

Tag:, , , ,

About Charles

Seorang alumni Fakultas Ilmu Komputer UI. Suka mengoleksi buku-buku dan membagikan inspirasi-inspirasi yang didapatkannya. Mencintai matematika dan logika sederhana. Hobinya adalah mencari inspirasi dan membagikannya. Seorang biasa yang percaya bahwa dia memiliki Tuhan yang luar biasa.

3 responses to “Apa Gunanya Penyakit ?”

  1. vierhi says :

    ko, itu 1korintus 12:10?

  2. nuraeni says :

    karena setiap kita sedang sakit suka ingat
    kepada siapa yang menciptakan & memberikan kita sakit/sembuh..

    maka dari itu kita harus selalu mendekat diri pada ALLAH..:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: