Merasa Cukup & Keinginan Bertumbuh: Bagaimana Keduanya Disatukan? (2)

Bagaimana caranya seseorang dapat “merasa cukup” dan pada saat yang sama juga memiliki “keinginan bertumbuh”?

Bagaimana caranya seseorang dapat mengucap syukur atas segala hal yang dimilikinya, dia merasa cukup akan semua hal yang dia miliki… Namun, pada detik berikutnya, keinginan untuk bertumbuh begitu berapi-api dalam dirinya. Bagaimana mungkin?

Hanya “KASIH” yang dapat menjadi penghubungnya.

Apabila “KASIH” yang menjadi motivasi kita untuk bertumbuh, bertumbuhlah sebesar-besarnya. Pada waktu yang sama, teruslah bersyukur dan merasa cukup akan semua hal yang kita miliki.

Masih ingat cerita nelayan dan pedagang yang saya bagikan minggu lalu?

Apakah hal yang dilakukan sang nelayan yang merasa cukup itu baik? Ya, itu memang baik. Namun, bukankah lebih baik jika dia bisa bertumbuh, memberi makan lebih banyak orang dibanding hanya untuk keluarganya, dan memberi lapangan pekerjaan bagi nelayan-nelayan yang lain?

Bagaimana dengan sang pedagang? Baikkah keinginannya untuk bertumbuh? Ya, bertumbuh memang baik. Namun, tujuan sang pedagang yang hanya untuk “memperkaya dirinya sendiri” sangatlah dangkal. Saya percaya, Tuhan menciptakan kita untuk tujuan yang lebih besar daripada hanya untuk diri kita sendiri. Tuhan ingin kita mengasihiNya dan mengasihi sesama kita. Itulah sebabnya Yesus berkata hukum yang terutama adalah Hukum Kasih:

“Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?” Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”

Matius 22:36-39

Itulah kelemahan sang nelayan dan sang pedagang dalam cerita tersebut. Mereka hanya memikirkan diri dan keluarga mereka sendiri. Mereka menutup kemungkinan untuk mengasihi lebih banyak orang.

Saya percaya, pertanyaan terbesar dalam hidup bukanlah “Seberapa bahagia hidupmu?”

Pertanyaan terbesar dalam hidup adalah “Seberapa banyak kasih yang telah kamu berikan?”

Cukuplah dengan apa yang kamu miliki. Bersyukurlah akan semua itu. Itu sangat baik… Namun, jika kasih mengharuskan kita untuk bertumbuh, bertumbuhlah. Mintalah dan berusahalah untuk mendapatkan lebih dari cukup. Mengapa? Karena kita ingin berbagi dengan orang lain. Karena kita ingin mengasihi lebih dan lebih lagi. Karena hidup ini bukanlah hanya tentang diri kita sendiri. Karena kita adalah seorang yang penuh kasih dan tidak egois.

Marilah kita menjadi pribadi yang lebih mengasihi.

Tuhan memberkati kita semua,

Charles Christian

“Be content with what you have, but never be content with who you are.  When you go about earning money, it isn’t money that you really seek, but the growth of character that you build in you, that you want to love even more.” – Bo Sanchez

P.S. Many do the opposite: They’re content with who they are but very discontented with what they have.  Be different!

Tag:, , , , ,

About Charles

Seorang alumni Fakultas Ilmu Komputer UI. Suka mengoleksi buku-buku dan membagikan inspirasi-inspirasi yang didapatkannya. Mencintai matematika dan logika sederhana. Hobinya adalah mencari inspirasi dan membagikannya. Seorang biasa yang percaya bahwa dia memiliki Tuhan yang luar biasa.

5 responses to “Merasa Cukup & Keinginan Bertumbuh: Bagaimana Keduanya Disatukan? (2)”

  1. Felicia Gunadi says :

    nice reflection, I couldn’t agree more..:)

    it’s also remind me of a famous quote : “God, grant me the serenity to accept the things I cannot change, the courage to change the things I can, and the wisdom to know the difference.”

    and another quote by Shirley Hufsteddler:
    “If you play it safe in life, you’ve decided that you don’t want to grow anymore.”

  2. GRATIDYA says :

    Setuju…
    Be content with what we have, not what we are…

  3. vany says :

    semogakita dpt menjadi pribadi yg selalu bersyukur ya…🙂

    *slm knl jg dan mksih sdh mampir di blogkuw*

  4. Yohan Wibisono says :

    Nice Article, inspiring. Aku juga suka nulis artikel bidang bisnis di blogku : http://www.yohanwibisono.com, silahkan kunjungi, mudah-mudahan bermanfaat. thx

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: