Fokus Pada Hal Kecil Untuk Mencapai Hal yang Lebih Besar

Michael Jordan memiliki sebuah catatan prestasi yang menarik. Dia rata-rata menghasilkan 32 poin untuk timnya dalam satu pertandingan basket. Ketika ditanya, bagaimana dia dapat melakukannya, dia menjawab, “Fokus saya adalah menciptakan 8 poin dalam setiap quarter. Karena ada 4 quarter dalam sebuah pertandingan, maka saya menghasilkan 32 poin dalam satu pertandingan.”

Memiliki mimpi yang besar itu sangat bagus. Tapi, terkadang mimpi yang besar membuat orang-orang yang mempunyai mimpi itu menjadi bingung bagaimana mereka dapat mencapainya. Seolah-olah, mimpi itu adalah suatu hal yang tak dapat dicapai oleh mereka. Kenapa? Karena mereka merasa mimpi itu terlalu besar untuk mereka.

Jadi, apa yang seharusnya mereka lakukan? Mereka harus membagi mimpi mereka ke dalam pekerjaan-pekerjaan yang lebih kecil yang mendukung mimpi mereka. Selanjutnya, mereka harus fokus melakukan pekerjaan yang lebih kecil tersebut, dengan harapan atau dengan sebuah visi untuk mencapai mimpi mereka yang lebih besar.

Anggaplah mimpi Michael Jordan adalah menghasilkan 36 poin dalam satu pertandingan. Untuk mencapainya, Michael membagi mimpinya ke hal yang lebih kecil, yaitu menghasilkan 9 poin dalam satu pertandingan.

Fokus untuk menciptakan 32 poin dalam satu pertandingan akan lebih sulit dibandingkan fokus untuk menciptakan 8 poin dalam satu quarter. Padahal, keduanya menghasilkan hasil akhir yang sama. Mengapa tidak kita memilih yang lebih mudah untuk kita lakukan?

Dalam relasi kita dengan Tuhan, memiliki hubungan yang baik dengan Tuhan adalah sebuah mimpi yang besar.

Kita dapat membagi hal besar itu kepada beberapa hal yang lebih kecil. Mungkin hal yang lebih kecil itu adalah membina hubungan dengan Tuhan dalam saat teduh dan doa pribadi. Mungkin hal kecil yang lain adalah dengan mengasihi sesama. Dan lain-lain.

Bahkan, kita bisa membagi hal kecil tersebut ke dalam hal yang lebih kecil lagi. Kita dapat membagi “mengasihi sesama” menjadi hal-hal yang lebih kecil, seperti “mengasihi keluarga”, “mengasihi teman”, “mengasihi musuh”, dan lain-lain.

Mengasihi keluarga dapat di-break-down lagi menjadi menghormati orang tua, mengasihi saudara, dan lain-lain.

Kembali menghormati orang tua juga dapat di-break-down menjadi membantu orang tua, mendengarkan nasihat orang tua, menasihati orang tua dengan penuh kasih jika beliau salah, mengampuni kesalahan orang tua, dan lain-lain.

Terakhir, kita bisa membagi “membantu orang tua” ke dalam hal yang benar-benar kecil. Mungkin itu adalah menyapu lantai di rumah, membantu mengangkat barang belanjaan ketika orang tua pulang berbelanja, atau melakukan hal-hal yang menyenangkan hati mereka dengan penuh kasih.

Ketika kita menyapu lantai di rumah, membereskan tempat tidur kita, menyenangkan hati orang tua kita… Kita memang sedang melakukan hal-hal kecil. Tapi dengan hal-hal kecil itu, kita dapat mewujudkan mimpi kita yang terbesar, yaitu memiliki hubungan yang baik dengan Tuhan.

Find God in the ordinary. Dalam melakukan semua hal kecil itu, temukan Tuhan di dalamnya. Rasakan hadirat Tuhan nyata dalam setiap perbuatan-perbuatan kecil yang kamu lakukan.

Apa mimpi besarmu saat ini?

Bagilah mimpi itu menjadi pekerjaan-pekerjaan yang lebih kecil. Lakukanlah pekerjaan itu dengan setia dan dengan visi untuk mencapai mimpi besarmu. Jangan lupa pula untuk senantiasa bersandar kepada Tuhan.

Semoga mimpimu dapat tercapai.

Charles Christian.

Tag:, , , , , ,

About Charles

Seorang alumni Fakultas Ilmu Komputer UI. Suka mengoleksi buku-buku dan membagikan inspirasi-inspirasi yang didapatkannya. Mencintai matematika dan logika sederhana. Hobinya adalah mencari inspirasi dan membagikannya. Seorang biasa yang percaya bahwa dia memiliki Tuhan yang luar biasa.

3 responses to “Fokus Pada Hal Kecil Untuk Mencapai Hal yang Lebih Besar”

  1. jabon says :

    yakin dengan mimpi kita, kadang mimpi itu sering jadi kenyataan

  2. TuSuda says :

    Betul, segalanya harus dimulai dari hal-hal yang kecil, namun sangat berarti dalam meraih tujuan kita.

  3. Nuraeni says :

    judul yang mengesankan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: