Pekerjaan Linear dan Pekerjaan Eksponensial

Waktu menunjukkan pukul setengah satu siang ketika ayah saya sibuk mencari sebuah brosur di ruang kerjanya. Dia harus segera pergi untuk bertemu klien jam 2 siang itu. Ruang kerja itu sebenarnya tidak terlalu besar, tetapi penuh dengan tumpukan-tumpukan kertas yang tidak tertata rapi. Setelah menghabiskan waktu selama kurang lebih 15 menit dan mencari di tiga sudut berbeda, ayah saya masih belum dapat menemukan brosur yang dicari tersebut. Saya mulai mencoba membantu, tetapi nampaknya tidak banyak berguna karena saya pun tidak tahu wujud dari brosur itu.

Ayah saya mulai mengingat-ingat kembali, membongkar lemari, membuka kardus-kardus, dan memeriksa map-map yang ada. Tapi, brosur itu masih belum terlihat, setidaknya sampai ayah saya mencari di tengah salah satu tumpukan kertas yang tingginya mencapai setengah badan saya di pojok ruangan. Wujud brosur itu terlihat sekilas di tengah-tengah tumpukan. Ayah saya menjadi lebih lega. Tumpukan itu dibongkar, dan brosur itu akhirnya ditemukan juga. Lebih dari setengah jam waktu telah dihabiskan untuk mencari sebuah brosur. Waktu yang sebenarnya dapat dikurangi hingga kurang dari satu menit jika brosur-brosur itu telah ditata dengan rapi.

Kejadian itu yang membuat saya berpikir mengenai sebuah konsep tentang pekerjaan yang saya namakan “pekerjaan linear” dan “pekerjaan eksponensial”. Saya tidak akan membahas definisi dari “pekerjaan linear” dan “pekerjaan eksponensial”. Saya yakin, Anda dapat memahami konsep ini dengan lebih sederhana melalui contoh-contoh. Jangan pula terlalu dipusingkan tentang namanya, karena penamaan itu saya buat hanya untuk memudahkan penyebutan saja.

Dalam kasus di atas, “pekerjaan linear”-nya adalah “mencari brosur”. Sedangkan, “pekerjaan eksponensial”-nya adalah “merapikan brosur-brosur yang ada sehingga menjadi mudah dicari”.

“Belajar” adalah pekerjaan linear. “Belajar cara belajar yang efektif dan efisien” adalah pekerjaan eksponensial.

“Membajak sawah” adalah pekerjaan linear. “Menciptakan/membeli traktor untuk membajak sawah” adalah pekerjaan eksponensial.

“Mengerjakan suatu pekerjaan” adalah pekerjaan linear. “Melatih banyak orang untuk melakukan pekerjaan itu untuk Anda” adalah pekerjaan eksponensial.

“Menyalin selembar artikel sebanyak 10 kali” adalah pekerjaan linear. “Mengetik artikel tersebut sekali, dan mencetaknya 10 kali” adalah pekerjaan eksponensial.

“Menceritakan isi pikiran Anda kepada banyak orang” adalah pekerjaan linear. “Menuliskan isi pikiran Anda di dalam blog di Internet yang dapat diakses banyak orang” adalah pekerjaan eksponensial.

“Menghitung” adalah pekerjaan linear. “Menciptakan/membeli kalkulator” adalah pekerjaan eksponensial.

“Mengangkat barang dari lantai 1 ke lantai 4” adalah pekerjaan linear. “Menciptakan/membeli, serta memasang katrol untuk mengangkat barang tersebut dari lantai 1 ke lantai 4” adalah pekerjaan eksponensial.

Daftar di atas dapat terus dikembangkan dengan contoh-contoh Anda sendiri…

Nah, sekarang apakah Anda sudah memahami apakah “pekerjaan linear” dan “pekerjaan eksponensial” yang saya maksudkan dari contoh-contoh di atas? Intinya, pekerjaan yang perlu Anda lakukan yang bersifat berulang biasanya adalah “pekerjaan linear”, seperti belajar, mencari uang, menghitung, dll. Sedangkan, “pekerjaan eksponensial” adalah suatu pekerjaan yang dapat membuat pekerjaan linear dapat dilakukan dengan jauh lebih mudah. Jika pekerjaan eksponensial ini telah dilakukan, setiap pekerjaan linear akan dapat dilakukan puluhan kali, ratusan kali, bahkan ribuan kali lebih mudah dan lebih cepat dibandingkan sebelumnya.

Sekarang Anda bayangkan, brosur yang sudah tersusun rapi di dalam lemari. Mencari sebuah brosur dapat dilakukan dalam waktu 1 menit. 30 kali lebih cepat dibandingkan sebelumnya (30 menit). Seandainya akan dicari 60 buah brosur, perbandingannya akan semakin jelas, yaitu 1 jam dan 30 jam!

Ada orang-orang yang menyebut “pekerjaan eksponensial” ini adalah “kerja cerdas”. Tipikal dari “pekerjaan eksponensial” adalah dibutuhkan otak/kecerdasan untuk memikirkan bagaimana “pekerjaan linear” dapat dilakukan dengan jauh lebih mudah, cepat, dan baik.

Biasanya, sebuah “pekerjaan eksponensial” jauh lebih sulit dan lama untuk dilakukan jika dibandingkan dengan sebuah “pekerjaan linear”. Contohnya saja, kasus mencari brosur tadi. Untuk merapikan brosur-brosur tersebut (pekerjaan eksponensial), mungkin dibutuhkan waktu seharian, atau bahkan berhari-hari. Sedangkan, untuk mencari satu brosur secara normal dibutuhkan waktu 30 menit. Pekerjaan ini barulah menguntungkan jika Anda sangat sering mencari brosur. Jika Anda hanya perlu sekali saja mencari brosur dalam setahun, maka pekerjaan eksponensial ini tidak menguntungkan. Jadi, penting juga untuk menilai apakah suatu “pekerjaan eksponensial” layak untuk dilakukan.

So, saat ini carilah apa “pekerjaan linear” yang banyak memakan waktu dan tenaga Anda. Apa pekerjaan yang Anda sering lakukan berulang-ulang? Carilah dan lakukanlah “pekerjaan eksponensial” yang dapat membuat “pekerjaan linear” Anda tersebut dapat dilakukan dengan jauh lebih mudah, cepat, dan efisien.

Terakhir, saya ingin mengutip sebuah quote yang menjadi salah satu prinsip saya dalam bekerja. Memang prinsip ini tidak dapat diterapkan ke semua pekerjaan, tetapi Anda dapat menerapkannya untuk beberapa pekerjaan, dan hasilnya akan menjadi luar biasa. Prinsip itu adalah…

Do it once, the rest is automatic.

Lakukan “pekerjaan eksponensial” sekali, dan biarkan “pekerjaan linear” Anda dilakukan secara otomatis oleh hasil dari pekerjaan eksponensial Anda.😀

Tag:, , , ,

About Charles

Seorang alumni Fakultas Ilmu Komputer UI. Suka mengoleksi buku-buku dan membagikan inspirasi-inspirasi yang didapatkannya. Mencintai matematika dan logika sederhana. Hobinya adalah mencari inspirasi dan membagikannya. Seorang biasa yang percaya bahwa dia memiliki Tuhan yang luar biasa.

2 responses to “Pekerjaan Linear dan Pekerjaan Eksponensial”

  1. Ben says :

    Mantaaaap nih, pasti banyak mejadi sumber inspirasi banyak orang.

  2. alat sulap says :

    saya mengerti konsepnya.. bener juga yah..
    ini hasil pemikiran sendiri gan?
    hebat gan🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: