Public Commitment

Pernahkah Anda membuat komitmen dengan begitu berapi-api, namun akhirnya Anda melanggar komitmen tersebut? Pernahkah Anda menunda sesuatu yang sudah Anda komitmenkan? Pernahkah Anda mengatakan “sekali ini saja saya akan melanggar komitmen saya”, namun ternyata Anda melanggar komitmen tersebut selama-lamanya? Jika Anda pernah mengalaminya, kemungkinan besar itu karena tidak adanya (atau sangat kecilnya) rasa sakit yang Anda alami ketika Anda melanggar komitmen Anda tersebut.

Contoh: Jika Anda adalah seorang perokok, dan Anda berkomitmen kepada diri Anda untuk tidak merokok lagi. Suatu saat, ketika Anda ingin merokok, Anda mungkin ingat dengan komitmen Anda. Namun, Anda juga berpikir “Tidak ada yang tahu juga kalau aku membuat komitmen itu… Tidak masalah jika aku melanggarnya.” Akhirnya, Anda kembali merokok, dan komitmen itu akhirnya hanya menjadi keinginan yang tak terwujud.

Untuk melakukan suatu komitmen, buatlah keadaan di mana Anda akan menjadi sangat sakit kalau kamu tidak melakukan komitmen tersebut.

Dari pengalaman saya, salah satu cara yang cukup ampuh untuk membuat kita setia pada komitmen kita adalah melakukan “public commitment”. Melakukan “public commitment” artinya kita mempublikasikan komitmen kita kepada orang lain, sehingga orang lain tahu komitmen kita tersebut, dan tahu manakala kita melanggarnya. “Public commitment” ini membuat kita menjadi sadar bahwa komitmen kita juga diawasi oleh orang lain, sehingga kita akan menjadi lebih segan untuk melanggarnya. Semakin buruk akibat yang ditimbulkan dari melanggar sebuah komitmen, semakin setia kita dalam menjalankan komitmen kita.

Contohnya, kembali ke kasus perokok tadi. Dia dapat melakukan public commitment dengan mengatakan pada teman-teman sekantornya: “Kalau kalian mendapati saya merokok satu batang saja, saya akan mentraktir kalian semua sepuasnya”. Nah, dengan begitu, si perokok itu tentu tidak akan merokok, atau setidaknya lebih segan merokok, apalagi jika ada teman-teman sekantornya di sekitarnya.

Saya sendiri mencoba melakukan public commitment. Salah satu komitmen saya yang saya buat di awal tahun ini adalah melakukan “update blog” setiap hari. Saya melakukan public commitment dengan menuliskan “Updated everyday! At 6:00 AM” di banner blog saya. Terbukti, public commitment ini, meskipun tidak terlalu fatal akibatnya jika saya melanggarnya, dapat membuat saya mengatasi rasa malas saya untuk membuat tulisan baru di blog ini. Saya pun dapat menjadi lebih produktif nge-blog.🙂

Dibutuhkan keberanian yang besar untuk melakukan public commitment ini, apalagi public commitment yang berakibat besar jika dilanggar. Namun, jika komitmen kita sudah sangat bulat dan kuat, dan kita benar-benar rindu untuk melakukan komitmen kita, kita pasti akan berani melakukan public commitment ini.

Jadi, untuk Anda yang ingin melakukan public commitment secara kecil-kecilan, jika ingin, Anda dapat memulainya dengan membagikan komitmen Anda di kolom komentar tulisan ini. Semoga komitmen tersebut dapat terwujud dengan konsisten.😀

Tag:, ,

About Charles

Seorang alumni Fakultas Ilmu Komputer UI. Suka mengoleksi buku-buku dan membagikan inspirasi-inspirasi yang didapatkannya. Mencintai matematika dan logika sederhana. Hobinya adalah mencari inspirasi dan membagikannya. Seorang biasa yang percaya bahwa dia memiliki Tuhan yang luar biasa.

6 responses to “Public Commitment”

  1. nick says :

    Hi charles…
    Sharusny sy membuat penelitian
    Tp sampai skrg blm sy sentuh
    Padahal maret dah harus jadi
    Bahan dah siap tp otak males mikir n tangan ga mow nulis
    Help me…!
    Thx b4

    • Charles says :

      @nick:

      Hai Nick,

      Thanks ya untuk komentarnya. Mungkin kamu dapat mencoba melakukan “public commitment” ke teman-teman kamu, misalnya mentraktir mereka kalau kamu tidak bisa menyelesaikan sekian halaman setiap harinya, atau cara-cara lainnya.

      Saya tunggu kisah sukses kamu ya saat penelitian kamu sudah jadi nanti. Sukses ya untuk penelitiannya.😀

  2. Cahya says :

    Kita tidak pernah membangun komitmen sebelum kita yakin bahwa kita tahu kita bisa, namun sebaliknya kita tidak akan pernah tahu kita bisa sebelum kita berkomitmen akan sesuatu itu.

    • Charles says :

      @Cahya:

      Biasa kita cari aman ya? Hehe. Makanya, kadang2 perlu di-push dengan “public commitment” supaya kita mau-ga-mau harus melakukan komitmen kita. Kadang-kadang, kalau lagi kepepet baru muncul tenaga ekstra ya…😛

  3. sugi says :

    Tepat sekali, komitmen yang kita buat sendiri yang hanya diketahui oleh diri sendiri mempunyai daya ikat yang lemah, ikatan akan menguat apabila kita umumkan dan efek positifnya adalah kita dapat mewujudkan komitmen kita dengan lebih baik yang pada akhirnya tecapai tujuan yang ingin kita raih.

Trackbacks / Pingbacks

  1. Kompromi | Charles' Notes... - 28 Februari 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: