Archive | 24 Februari 2010

Public Commitment

Pernahkah Anda membuat komitmen dengan begitu berapi-api, namun akhirnya Anda melanggar komitmen tersebut? Pernahkah Anda menunda sesuatu yang sudah Anda komitmenkan? Pernahkah Anda mengatakan “sekali ini saja saya akan melanggar komitmen saya”, namun ternyata Anda melanggar komitmen tersebut selama-lamanya? Jika Anda pernah mengalaminya, kemungkinan besar itu karena tidak adanya (atau sangat kecilnya) rasa sakit yang Anda alami ketika Anda melanggar komitmen Anda tersebut.

Contoh: Jika Anda adalah seorang perokok, dan Anda berkomitmen kepada diri Anda untuk tidak merokok lagi. Suatu saat, ketika Anda ingin merokok, Anda mungkin ingat dengan komitmen Anda. Namun, Anda juga berpikir “Tidak ada yang tahu juga kalau aku membuat komitmen itu… Tidak masalah jika aku melanggarnya.” Akhirnya, Anda kembali merokok, dan komitmen itu akhirnya hanya menjadi keinginan yang tak terwujud.

Untuk melakukan suatu komitmen, buatlah keadaan di mana Anda akan menjadi sangat sakit kalau kamu tidak melakukan komitmen tersebut.

Baca Selengkapnya..

%d blogger menyukai ini: