Mencapai Target, Tapi Tidak Bahagia

Pada dasarnya, sifat manusia memanglah tidak pernah merasa puas. Contohnya, suatu hari, satu orang menetapkan dia akan senang kalau dia mendapatkan uang satu juta rupiah. Nyatanya, sebulan kemudian, ada orang yang memberinya satu juta rupiah kepadanya, tetapi ternyata dia tidak menjadi bahagia. Kenapa? Karena orang itu memberi tetangganya dua juta rupiah. Ternyata, sebulan yang lalu, tetangganya juga ditanya sebuah angka yang dapat membuatnya bahagia, dan tetangganya memberikan angka dua juta rupiah.

Kenyataan bahwa dia mendapatkan uang satu juta rupiah adalah sebuah anugerah. Dan, angka itu pun sudah sesuai dengan harapannya. Namun, mengapa dia tidak juga bahagia? Karena dia membandingkan apa yang dia dapatkan dengan apa yang didapat orang lain. Atau, dia membayangkan sebenarnya dia bisa mendapatkan lebih besar dari itu, seandainya dia mengatakan angka yang lebih besar di masa lalu.

Pelajaran yang dapat diambil: Syukuri apa yang kita dapatkan sekarang, dan perbuatlah apa yang terbaik yang dapat kita lakukan sekarang, dan jangan pernah menyesalinya di kemudian hari. Jangan pernah menyesali keputusan yang salah yang pernah kita lakukan di masa lalu, tapi jadikanlah hal itu sebagai pelajaran bagi kita, agar kita tidak mengulanginya. Lupakan rasa sakitnya, tapi jangan lupakan pelajarannya.

Rangkuman:

Jangan menyesali pencapaian target yang terlalu rendah. Syukurilah itu dan belajarlah dari pengalaman itu.

Tag:, , ,

About Charles

Seorang alumni Fakultas Ilmu Komputer UI. Suka mengoleksi buku-buku dan membagikan inspirasi-inspirasi yang didapatkannya. Mencintai matematika dan logika sederhana. Hobinya adalah mencari inspirasi dan membagikannya. Seorang biasa yang percaya bahwa dia memiliki Tuhan yang luar biasa.

One response to “Mencapai Target, Tapi Tidak Bahagia”

  1. Cahya says :

    Jika orang bisa puas dengan sederhana, maka itu sudah menjadi nilai yang banyak tak terhitung….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: