Pahlawan Gempa Sichuan

Gempa skala 8.0 ritcher, terjadi di Sichuan, China, 12 Mei 2008, 2:28 PM. Pusat Gempa, Wenchuan, 90 mil dari Chengdu. Kekuatannya sekitar 500 kali bom atom, 30 kali lebih kuat dari gempa Kobe di Jepang, 1995. Tanggal 19 Mei, 32.000 orang meninggal, 20.000 hilang , dan 4,7 juta orang kehilangan rumah.

clip_image002

Jutaan orang kehilangan keluarga, teman, tempat tinggal, dan harta.

clip_image004

Dalam hitungan jam, masyarakat langsung bergerak. Antrian donor darah mencapai panjang 100 meter. Dalam sekejap, bank darah segera kehabisan tempat penyimpanan darah. Tim Medis bekerja dalam situasi ekstrim, bahkan membantu persalinan anak dalam gedung parkir. Jalanan penghubung kota Dujian (20 mil dari Chengdu) yang segera penuh dan macet, dipenuhi bukan oleh pengungsi, tapi bala bantuan dari luar. Dimulai dari 1.000 supir taksi dari Chengdu.

clip_image006

Wen Jiabao (66), perdana menteri RRC, berangkat naik pesawat setengah jam setelah kejadian, tiba 2 jam setelah gempa, dan menjadi pemimpin operasi penyelamatan sejak awal, bekerja di antara para penyelamat yang bekerja dalam kejaran waktu.

clip_image008

1.100 penerjun payung segera berangkat 2 jam setelah gempa. Dalam hujan dan badai serta awal tebal, mereka tetap terjun dari ketinggian 20.000 kaki, menuju gunung pedalaman, walaupun belum pasti di mana mereka bisa mendarat. Penerjun pertama adalah Colonel Li Zhenbo (51).

clip_image010

Karena kondisi jalan tertutup longsor, 600 prajurit dan tim medis, dipimpin Mayor Jendral Xia Guofu (57), Commander in Chief of Sichuan Military District, melewati gunung tanpa istirahat selama 21 jam, membawa peralatan dan bantuan makanan, menghadapi resiko longsor batu. Mereka adalah tim pertama yang tiba di pusat gempa.

clip_image012

Militer dan pekerja sipil, bekerja dalam kejaran waktu menyelamatkan orang-orang yang terkubur. Tidak bisa masuknya peralatan berat ke daerah pedalaman membuat mereka harus memindahkan batu dan beton dengan tangan.

clip_image014

Masyarakat berlomba-lomba menyumbang. Banyak konglomerat menyumbang jutaan yuan, namun sumbangan Xu Chao (60), tidak bisa disaingi. Dia seorang tuna wisma dari Nanjing, 1.000 mil dari lokasi gempa. Dia melihat berita dan menyumbang 5 yuan pada paginya. Dia beralasan bahwa orang-orang di sana lebih membutuhkan bantuan daripada dia karena mereka kehilangan segalanya dan terancam nyawanya. Sorenya, dia kembali dengan uang 100 yuan ($14 – Rp 1.200.000). Dia mengganti semua koin dan recehnya dengan selembar yuan di bank sebab tidak mau membuat sukarelawan kerepotan menghitung uangnya. Sumbangan dari seorang yang bahkan kesulitan untuk membeli makanan dalam satu hari.

clip_image016

Song Xinying (3), dikeluarkan dari reruntuhan bata setelah terkubur 2 hari, dalam kondisi kritis dan kehilangan sebelah kaki, namun selamat. Kedua orang tuanya saling memeluk dan berpegangan dan melindungi anak ini dengan badan mereka dari reruntuhan bata beton. Kedua orangtuanya meninggal.

clip_image018

Seorang anak laki-laki berumur 5 tahun diselamatkan dari reruntuhan setelah terkubur 24 jam. Tangan kirinya patah, namun dia tersenyum dan memberi hormat pada para penolongnya. Semangatnya menyentuh para saksi dan penyelamatnya.

clip_image020

Zhang Jiwang (11), membawa saudaranya, Zhang Han (3), berjalan 12 jam tanpa berhenti, keluar dari pusat rawan gempa.

clip_image022

Yuan Wentin (26), guru SD kelas 1. Ketika gempa terjadi, dia bergerak cepat menyelamatkan anak-anak didiknya keluar gedung. Bolak-balik beberapa kali, akhirnya guru ini kehabisan waktu dan bangunan roboh. Dalam usaha terakhirnya, dia melindungi beberapa anak-anak dari reruntuhan gedung. Banyak guru-guru yang melakukan hal yang sama.

clip_image024

Seorang anak SMP diselamatkan dari reruntuhan. Dia kehilangan kedua kaki dan kedua tangannya patah. Ketika anak ini melihat para penolongnya menangis, dia tersenyum dan berkata, “Tetap semangat! (be brave)”.

clip_image026

Bayi ini terkubur 24 jam, dan berhasil selamat tanpa luka. berumur sekitar 3-4 bulan. Ibunya berlutut telungkup dan melindungi anaknya di tanah dari jatuhan beton, sambil menyusui anaknya. Ibunya tidak berhasil selamat. Para penyelamat menemukan HP sang ibu dalam bungkus bayinya dan di situ tertulis SMS yang ditinggalkan ibunya: “Anakku, kalau kamu selamat, ingatlah bahwa ibu selalu mencintaimu selamanya…”

Tag:, , , ,

About Charles

Seorang alumni Fakultas Ilmu Komputer UI. Suka mengoleksi buku-buku dan membagikan inspirasi-inspirasi yang didapatkannya. Mencintai matematika dan logika sederhana. Hobinya adalah mencari inspirasi dan membagikannya. Seorang biasa yang percaya bahwa dia memiliki Tuhan yang luar biasa.

3 responses to “Pahlawan Gempa Sichuan”

  1. ilovewira says :

    hei charles, ini membuaku menangis !!!
    Tuhan mamberi segalanya… doaku semoga Tuhan selalu melindungi masa depan dunia ini

    • Charles says :

      @ilovewira:

      Amin… Sungguh menggetarkan hati yah ketika melihat umat manusia bersatu padu untuk saling menolong sesamanya. Di tengah bencana alam yang dahsyat ini, ternyata banyak hikmah yang bisa diambil…

  2. sibotak says :

    charles….
    terima kasih atas catatannya…
    semoga dari artikel ini semua pembaca dapat tergugah hatinya untuk saling menolong sesama dan mau menyisihkan harta serta tenaganya untuk kesejahteraan bersama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: