Termotivasi Karena Fokus pada Tujuan

Di tengah kelelahan dan kaki yang sudah pegal-pegal, saya berjalan menyusuri jalan Bandengan menuju rumah saya di daerah Pluit. Sebelumnya, saya sudah menyusuri jalan Angke dan berputar-putar di Sawah Lio. Bagi beberapa orang berjalan beberapa kilometer sudah menjadi hal biasa. Sebenarnya saya juga cukup biasa jalan kaki, tetapi jarak yang saya tempuh saat ini lebih jauh dari yang biasa saya jalani.

Jam saya menunjukkan pukul sepuluh malam. Ingin rasanya saat itu saya memanggil bajaj dan pulang dengan bajaj, namun sayangnya sudah tidak ada lagi bajaj yang lewat. Daripada saya berdiam diri dan menunggu bajaj lewat, saya memutuskan untuk berjalan kaki. Selangkah kaki saya dapat mendekatkan diri saya pada tujuan saya, yaitu rumah saya.

Tidak terasa, saya sudah sampai pada perempatan Jembatan Tiga. Kaki saya sudah sangat pegal, tetapi langkah konstan yang saya lakukan membuatnya terus bertahan. Ternyata hukum Newton benar juga, benda yang bergerak akan cenderung untuk terus bergerak. Kaki saya yang sudah bergerak cenderung untuk terus bergerak. Awalnya memang sulit, tetapi ketika sudah mencapai tengah, langkah kaki semakin enteng.

Langkah kaki yang enteng tidak mengurangi rasa pegal pada kaki saya. Rasanya, ingin sekali saya beristirahat. Ingin sekali saya naik kendaraan umum. Namun, motivasi saya kian menguat ketika saya melihat dari kejauhan sebuah jembatan penyeberangan yang tidak jauh dari rumah saya. Ya, saya sudah melihat jembatan penyeberangan itu, dan setiap langkah yang saya lakukan akan mendekatkan diri saya pada jembatan itu. Itu artinya, sebentar lagi saya sampai! Semangat saya kembali berkobar, sampai akhirnya saya mencapai jembatan penyeberangan tersebut.

Dari jembatan penyeberangan tersebut, saya melihat di kejauhan, kompleks rumah saya. Ya, sedikit lagi saya akan sampai di kompleks rumah. Saya pun semakin semangat, melihat kompleks rumah saya yang semakin lama semakin besar, menandakan jarak saya yang semakin dekat dengannya.

Akhirnya saya mencapai gerbang kompleks rumah saya. Dan di kejauhan, saya melihat rumah saya. Inilah tujuan akhir saya. Akhirnya sebentar lagi saya sampai di rumah. Dan benar saja, saya akhirnya sampai di rumah. Sungguh betapa leganya saya ketika saya sampai di rumah. Tidak saya sangka, saya dapat mengatasi rasa pegal yang saya alami, dan dapat berjalan kaki dari Bandengan sampai ke rumah saya di Jembatan Tiga, setelah perjalanan panjang yang saya lalui sebelumnya dengan berjalan kaki juga.

Saya berpikir, terkadang hidup ini pun seperti itu. Kadang kita kehilangan semangat kita menjalani hidup ini. Namun, yang mungkin tidak kita sadari, ketika kita melihat diri kita semakin dekat dengan tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang kita, kita memiliki semangat ekstra. Kita memiliki motivasi lebih untuk mencapai tujuan kita. Itulah pentingnya kita memiliki tujuan dalam hidup ini. Tujuan yang dapat diukur, dan kita harus senantiasa mengevaluasinya. Ketika kita menyadari, bahwa langkah-langkah hidup kita membawa kita semakin dekat dengan tujuan, masalah-masalah yang kita alami dalam melangkah di dalam hidup ini menjadi tidak berarti lagi. Yang ada hanyalah semangat untuk mencapai tujuan hidup yang telah kita tetapkan.😀

Rangkuman:

Hal itu dapat menjadi motivasi dan semangat bagi kita, ketika kita melihat diri kita semakin dekat dengan tujuan.

Tag:, , , , ,

About Charles

Seorang alumni Fakultas Ilmu Komputer UI. Suka mengoleksi buku-buku dan membagikan inspirasi-inspirasi yang didapatkannya. Mencintai matematika dan logika sederhana. Hobinya adalah mencari inspirasi dan membagikannya. Seorang biasa yang percaya bahwa dia memiliki Tuhan yang luar biasa.

3 responses to “Termotivasi Karena Fokus pada Tujuan”

  1. ella says :

    memang fokus itu penting bangeeet. supaya tujuan kita bisa terarah dengan baik.
    Thx ya buat infonya.

  2. Rido Sandi Atmanto says :

    Focus on our destination

    Mantabs !

  3. adisan says :

    Fokus juga mengarahkan tujuan kita pada satu titik tertentu yang telah kita tetapkan, dan menjaga arah kita hingga tidak menyimpang kekiri maupun kekanan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: