Fokus kepada Tuhan dan Mengubah Dunia

Kira-kira dua bulan yang lalu, saya mendapatkan sebuah ilustrasi yang membuat saya merenungkan tentang “fokus kepada Tuhan”. Saat ini, saya ingin membagikan ilustrasi tersebut di sini, dan hasil perenungan saya.

Ilustrasi tersebut mengisahkan tentang seorang ayah dan seorang anak. Sang ayah digambarkan sebagai seorang ayah yang sibuk yang sedang bekerja di depan komputernya. Sang anak adalah seorang anak yang mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi yang sedang berkutat dengan peta dunianya.

Tiba-tiba sang anak menghampiri sang ayah. Dia bertanya kepada sang ayah, “Pa, ini kota apa?” sambil menunjuk satu kota di peta dunianya. Sang ayah yang merasa terganggu menjawab dengan acuh tak acuh, “Itu kota London, Nak…”

Sang anak kembali berkutat dengan peta dunianya. Namun, tak lama dia kembali dan bertanya lagi kepada papanya, “Pa, kalau yang ini kota apa?” sambil menunjuk kota yang lain. Papanya melihat peta tersebut dan menjawab, “Itu kota Paris, Nak!”.

“Kalau yang ini, pa?” sang anak menunjuk kota yang lain. Sang ayah pun mulai tak sabar dan merasa terganggu oleh anaknya. Tiba-tiba, dia terpikir sebuah ide. Dia mengambil peta dunia anaknya dan menyobeknya menjadi beberapa bagian. Dia berkata, “Nak, kamu susunlah dulu peta dunia ini kembali menjadi utuh, baru kamu tanya papa lagi yah…”. Sang ayah berpikir dia telah berhasil membuat anaknya sibuk dengan “puzzle-puzzle” tersebut dan dia takkan terganggu lagi dalam waktu yang lama.

Namun, di luar dugaan sang ayah, tiga menit kemudian sang anak kembali dan bertanya, “Pa…”. Sang ayah terkejut ketika melihat sang anak membawa peta dunia yang sudah tersusun rapi secara baik dan benar. Dia bertanya-tanya, bagaimana mungkin anaknya dapat menyusun peta dunia yang rumit itu secepat itu. Bahkan, dia sendiri pun belum tentu bisa menyusunnya dalam waktu tiga menit.

Sang ayah lalu bertanya kepada anaknya, “Nak, bagaimana kamu dapat menyusun peta dunia yang rumit itu secepat ini?”

Sang anak menjawab, “Gampang pa…”. Lalu, sang anak membalik gambar peta dunia tersebut. Ternyata, di balik gambar peta dunia tersebut terdapat gambar Tuhan Yesus. Sang anak berkata, “Saya kan sudah sangat mengenal Tuhan Yesus. Jadi, saya balikkan semua potongan gambar tersebut, dan saya menyusun gambar Tuhan Yesus sesuai dengan yang saya kenal. Ketika saya menyelesaikan susunan gambar Tuhan Yesus tersebut, gambar peta dunia di baliknya juga otomatis tersusun dengan baik.”

Apa yang saya dapatkan dari ilustrasi di atas? Seringkali kita sebagai pekerja Kristus terlalu sibuk melihat dunia ini. Banyak dari kita bermimpi untuk dapat mengubah dunia ini, untuk memenangkan sebanyak mungkin jiwa, untuk menjangkau sebanyak mungkin orang-orang. Namun, ketika itu pula, kita melihat dunia yang besar. Seperti halnya peta dunia yang rumit, banyak tantangan yang ada di dalamnya, dan kita pun semakin merasa tak mampu, dan seringkali dikecewakan ketika hasil yang kita dapatkan tidak sesuai dengan hasil yang kita harapkan.

Kita mudah sekali terjebak pada ide mengubah dunia untuk kemuliaan diri kita sendiri, bukan kemuliaan Tuhan.

Kita seringkali mengandalkan kekuatan kita sendiri untuk dapat menjangkau banyak jiwa, bukan mengandalkan Tuhan.

Kita seringkali menjadikan Tuhan sebagai alat kita untuk memenuhi target kita. Padahal seharusnya, kitalah alat Tuhan untuk memenuhi target Tuhan.

Kita seringkali fokus pada dunia, bukan pada Tuhan.

Melalui ilustrasi di atas, kita diajak untuk fokus kepada Tuhan. Ketika kita sungguh-sungguh mengenal Tuhan, dan kita hanya fokus kepada-Nya, pada akhirnya “dunia yang diubahkan” menjadi suatu konsekuensi logisnya.

Kenapa bisa begitu? Ketika kita fokus kepada Tuhan, kita akan memandang segalanya dari sudut pandang Tuhan. Ketika kita melihat orang-orang yang terhilang, kita akan memiliki belas kasihan seperti Yesus yang memiliki belas kasihan ketika memandang orang-orang berdosa. Kita memiliki kekuatan yang asalnya dari Tuhan untuk menjangkau mereka. Kita akan senantiasa mengandalkan Tuhan. Kita akan siap dipakai menjadi alat Tuhan untuk mencapai tujuan yang sudah Tuhan tetapkan. Fokus kita adalah Tuhan, bukan dunia, bukan diri kita sendiri…

Dan pada akhirnya, ketika kita kembali ke rumah Bapa di Surga, kita dapat melihat Bapa tersenyum kepada kita. Dia akan membalik gambar tersebut dan berkata kepada kita, “Lihatlah anak-Ku, dunia yang telah diubahkan ini… Tujuan-Ku telah tercapai, dan kamu sebagai alat-Ku telah mengambil bagian di dalamnya, dan kamu telah melakukannya dengan sangat baik, wahai anak-Ku yang baik dan setia. Turutlah dalam kebahagiaan Bapa.”

Sungguh sangat indah hari itu. Teruslah fokus kepada Tuhan, dan sadarilah jika Tuhan memakai kita, itu tiada lebih dari anugerah-Nya. Seharusnya kita sangat bangga menjadi alat Tuhan untuk melakukan tugas mulia ini, untuk mencapai tujuan yang sudah Tuhan tetapkan, mengambil bagian dalam misi dan pekerjaan Tuhan. Selamat melayani.

Rangkuman:

Fokuslah kepada Tuhan. Ketika kita fokus kepada Tuhan, tanpa kita sadari, dunia pun ikut diubahkan menjadi lebih baik.

Tag:, , ,

About Charles

Seorang alumni Fakultas Ilmu Komputer UI. Suka mengoleksi buku-buku dan membagikan inspirasi-inspirasi yang didapatkannya. Mencintai matematika dan logika sederhana. Hobinya adalah mencari inspirasi dan membagikannya. Seorang biasa yang percaya bahwa dia memiliki Tuhan yang luar biasa.

4 responses to “Fokus kepada Tuhan dan Mengubah Dunia”

  1. jony says :

    kok renungannya tdk ada??

  2. heri sumantri says :

    trima kasih karna saya diberkati melalui renungan bacaan diatas….Tuhan Yesus memberkati amin

  3. rudi purwanto says :

    kepada siapa manusia harus memohon berkat? tuhan yesus kah? atau tuhan bapa?

  4. rudi purwanto says :

    ada gundah di hati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: