Cara Pandang Positif

Saya pernah mendengar cerita tentang seorang pemain golf profesional. Pada suatu hari, ia baru saja meninggalkan klub golfnya setelah memenangkan sebuah turnamen. Di tempat parkir, ia bertemu dengan seorang wanita yang mengatakan kepadanya bahwa bayinya sedang dirawat di Rumah Sakit. Karena tidak punya uang, ia meminta bantuan pemain golf tersebut agar mau menyumbangkan sebagian uang hadiah kemenangannya. Alasannya, anaknya sedang sakit keras. Orang tersebut sangat tersentuh dan ingin menolong. Ia pun lalu memberikan seluruh uang hadiahnya untuk membayar biaya operasi guna menyelamatkan sang bayi.

Satu atau dua hari kemudian, pemain golf itu kembali ke lapangan gold. Ia menceritakan hal tersebut kepada teman-temannya di sana. Beberapa orang berkomentar, “Wah! Kamu tertipu. Ini bukan pertama kalinya perempuan itu berbuat begitu. Kasihan kamu jadi korbannya lagi. Mata pencahariannya memang dari menipu!”

Pemain golf itu berkata, “Jadi, tidak ada bayi yang sakit keras?”

Mereka menjawab, “Jelas tidak!”

Lalu pemain golf itu berkata lagi, “Bagus! Saya lega karena ternyata tidak ada yang sakit.

Waktu pertama kali saya mendengar cerita ini saya sempat merenung sejenak. Saya mencoba mencerna pesan yang terkandung dalam kata-katanya itu. Saya bertanya pada diri sendiri, apa reaksi saya kalau ada yang bilang saya baru saja memberikan uang saya kepada penipu. Apakah saya akan merasa lega karena ternyata kekhawatiran saya pada bayi yang sakit itu tidak beralasan? Ataukah saya akan lebih memikirkan uang saya yang hilang?

Pemain golf ini memiliki cara pandang yang luar biasa. Ini merupakan ujian kemampuan untuk melihat hal positif di balik sesuatu. Ketika pemain golf itu memandang dengan cara pandang positif, hatinya menjadi lebih damai dan itu membuatnya tidak diliputi kemarahan atau penyesalan yang merugikan dirinya. Ketika kita bisa memandang segala hal dari sisi yang lebih positif, tiba-tiba segala hal menjadi lebih baik. Mari kita ubah cara pandang kita seperti cara pandang positif pemain golf tersebut.😀

Sumber inspirasi: Jim Dornan, “Piano di Tepi Pantai”

Rangkuman:

Ketika kita bisa memandang segala hal dari sisi yang lebih positif, tiba-tiba segala hal menjadi lebih baik.

Tag:, , ,

About Charles

Seorang alumni Fakultas Ilmu Komputer UI. Suka mengoleksi buku-buku dan membagikan inspirasi-inspirasi yang didapatkannya. Mencintai matematika dan logika sederhana. Hobinya adalah mencari inspirasi dan membagikannya. Seorang biasa yang percaya bahwa dia memiliki Tuhan yang luar biasa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: