Luna Maya: Korban UU ITE?

Jakarta – Sejak awal disahkan, pasal 27 ayat 3 di dalam Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) memang sudah mendapat tentangan dari berbagai pihak.

Sebab, bagian tersebut dianggap sebagai “pasal karet” yang bisa dimanfaatkan untuk menyerang seseorang. Nah, pasal ini yang kemudian menyerang Luna Maya, sehingga menjadikannya artis pertama Indonesia yang terjerat “pasal karet” tersebut.

Kekasih Ariel “Peterpan” ini dilaporkan wartawan infotainment yang bernaung di PWI Jaya, ke pihak berwajib lantaran dianggap telah melakukan pencemaran nama baik di internet.

“Kita akan menjadi lawyer teman-teman infotainment. Kita adukan Luna Maya ke polisi dengan delik aduan pasal 27 ayat 3 UU ITE,” ujar Ketua PWI Jaya Kamsal Hasan saat ditemui di Gedung Prasada Sasana Karya Lt 4, Jl. Suryopranoto No. 8, Jakarta Pusat, Kamis (17/12/2009).

Pelampiasan emosi Luna memang bisa dibilang kelewat batas, meski dicurahkan di akun Twitternya. Bagaimana tidak, bintang film ‘Cinta Silver’ itu menyebut infotainment derajatnya tidak lebih rendah dari pekerja seks komersil dan pembunuh.

Tentu saja, makian Luna tersebut bisa dimanfaatkan para wartawan hiburan untuk menuntutnya dengan berlandaskan pasal 27 ayat 3 UU ITE. Pasal tersebut kurang lebih  berbunyi:

“Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Eletronik dan/atau
Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik”

Sekarang nasi sudah menjadi bubur bagi Luna. Sementara UU ITE, khususnya Pasal 27 ayat 3 sendiri, untuk kesekian kalinya telah membuktikan bahwa aturannya begitu berbahaya bagi pengguna internet dalam mencurahkan perasaannya yang tidak terkontrol.

Sumber: http://www.detikinet.com/read/2009/12/17/172140/1262183/455/luna-maya-artis-pertama-yang-terjerat-pasal-karet-uu-ite

Membaca berita di atas, satu kata yang terlintas di benak saya: “kekanak-kanakan”. Mengapa urusan yang sebenarnya bisa diselesaikan secara personal harus dibawa-bawa ke meja hijau, yang artinya menambah beban negara? Menurut saya, penuntutan ini lebih disebabkan karena ego dibandingkan kerugian yang disebabkan.

Namun, bagaimanapun juga, ada beberapa hal yang bisa dipelajari dari kasus ini.

  1. Berhati-hatilah di dalam berpendapat. Jagalah jangan sampai ada sumpah serapah di dalam pendapat itu, yang mungkin dikarenakan emosi sesaat, tetapi dapat berakibat panjang.
  2. Untuk perkara yang bisa diselesaikan secara pribadi, selesaikanlah dengan baik secara pribadi. Jangan membebani negara dengan kasus-kasus yang sebenarnya tidak perlu ditangani negara. Jangan memanfaatkan celah-celah yang ada pada pasal perundang-undangan untuk memuaskan ego semata. Ayolah, kita sudah dewasa bukan?
  3. Cobalah introspeksi diri sebelum melihat kesalahan orang lain. Kalau Luna Maya bersalah karena menghina wartawan infotainment, tidakkah wartawan infotainment juga bersalah karena melanggar privasi dari Luna Maya?

Semoga kita semua bisa belajar dari kasus ini.

Rangkuman:

Saya tidak mendukung keduanya. Luna Maya bersalah karena tidak dapat mengontrol emosinya dan melakukan penghinaan. Pihak infotainment bersalah karena melanggar privasi Luna Maya. Yang saya sayangkan, haruskah kasus ini dibawa ke pengadilan?

Tag:, ,

About Charles

Seorang alumni Fakultas Ilmu Komputer UI. Suka mengoleksi buku-buku dan membagikan inspirasi-inspirasi yang didapatkannya. Mencintai matematika dan logika sederhana. Hobinya adalah mencari inspirasi dan membagikannya. Seorang biasa yang percaya bahwa dia memiliki Tuhan yang luar biasa.

6 responses to “Luna Maya: Korban UU ITE?”

  1. fitri says :

    saya tidak membela luna maya, namun dlm kasus ini saya menyayangkan sekali kpd pihak infotainment karena maslh yang sepele aja langsung dilaporin ke polisi, aturan luna maya dipanggil terlebih dahulu kmudian di bicarakan dengan baik-baik.
    nah maslh mungkin pda saat itu sudah terselesaikan dengan baik. kalo dah beginikan apa malah gag rugi para wartawannya?? gag bisa mutualisme dengan luna maya yang dia adalah artis TERNAMA DI INDONESIA yang selalu di tunggu oleh masyarakt seluruh indonesia. penggemarnya aja mencapai puluhan ribu lebih.

  2. Fitri says :

    Kak luna dan para pekerja Infotainment,
    aq tggu berita perdamaiannya?
    Ayolah saling mema’afkan,
    leat reating dunx,!
    Setlh mslh ini,yg n0nt0n infotainment retingna mkin naex ato bekurang?
    Ay0 lah!slma qt msh dberi khdupan,sblm ajal menjempuT qita,,
    gunakanlh sbæk”na!
    Saling intropeksi aj lah!!
    Manusia it tdk ad yg benar,karna manusia it tempatna buat salh dan dosa,,
    jgnlah anggap diri qita yg paling bnr,krna kbnran diri qita it jg belum sepenuhna mensucikan diri qt dr sgala doza yg udah qt perbuat,,
    Allah mencintai perdamaian,begitu jg umatna!sbg umat qt hrz menjalankan sgla PerintaNYA.

  3. Fitri says :

    BERDAMAI ITU INDAH!!!

  4. Dita Liana says :

    Kata seorang wartawan senior mengambil gambar anak anak itu ada aturan tersendiri harus ada izin dari orang tuanya.. kalau main jepret saja wajar kalau Luna maya memaki… lagian nara sumber juga berhak untuk menolak di wawancarai,, jadi kalau mau saling tuntut ya gak bakalan ada selesainya… UU ITE tentang pencemaran nama baik itu membingungkan…

Trackbacks / Pingbacks

  1. 6 Hal Paling Mengganggu dari Facebook « Charles' Notes… - 16 Februari 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: