Archive | Januari 2010

Ingatlah Ini Dalam Memilih Pelayan Tuhan

Akhir-akhir ini, saya merasakan, mencari pelayan Tuhan sepertinya semakin sulit saja. Semakin sedikit orang-orang yang bisa dipilih, semakin banyak orang yang menolak untuk melayani. Sampai suatu ketika, ketika sedang membaca sebuah buku, saya menemukan sebuah ayat Alkitab yang menegur saya.

“Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.”

– Matius 9:37-38

Saya tertegun ketika membaca ayat tersebut. Ya, saya menyadari sekarang kesalahan yang seringkali dilakukan di saat memilih pelayan Tuhan. Apakah itu? Itu adalah mengandalkan kekuatan dan hikmat kita sendiri dalam memilih, dan bukan mencari kehendak Allah.

Baca Selengkapnya..

Iklan yang Membuatmu Berpikir

clip_image002

World wide, almost 5 million die prematurely each year as a result of smoking.

Issued in The Public Intrust By Cancer Society of India

clip_image004

Helmet vs Hell Met

Issued in public interest by Dubai Traffic Police

Humor: Cara Tes Orang Gila

Beberapa hari yang lalu, saya berkunjung untuk menjenguk kerabat di RSJ. Seorang dokter menghampiri saya untuk mengajak saya ngobrol-ngobrol tentang segala hal, mulai dari bagaimana penanganan pasien sampai ke masalah-masalah umum dalam hidup saya. Sampai tiba saatnya ketika saya bertanya kepada dokter itu,

“Dok, gimana sih caranya dokter ngetest pasien-pasien dokter itu masih gila atau sudah waras?”

“Oh mudah saja, kami mengisi bathtub sampai penuh, lalu kami memberikan ke orang itu:

  • Sendok Teh
  • Gelas
  • Gayung

Lalu kita minta dia untuk mengosongkan Bathtub,” jawab si Dokter.

“Ooooh… kalo gitu saya pasti milih gayung, soalnya itu paling gede…”

Terjadi keheningan sejenak… Baca Selengkapnya..

Ulang Tahun Setiap Hari untuk Bayi Berumur 99 Hari

Kisah perjuangan hidup bayi Eliot Mooney yang terkena trisomi 18 begitu mengharukan. Eliot hanya mampu bertahan 99 hari karena sejak dalam kandungan ibunya, Eliot sudah terdeteksi penyakit kelainan genetik.

Kedua orangtuanya Matt dan Ginny Mooney yang berasal dari Arkansas AS, bertekad akan membuat hari-hari si kecil Eliot penuh arti hingga ajal menjemputnya pada Oktober 2006. Di hari pemakamannya Matt dan Ginny melepas 99 balon warna-warni di atas kuburan Eliot sebagai bentuk penghormatannya.

Matt dan Ginny merekam hari demi hari kondisi Eliot tanpa rasa sedih tapi penuh kegembiraan. Mereka berjanji tidak akan sedih selama mendampingi Eliot dan menganggap Eliot anugerah paling indah dan tidak pernah menyesali kelahirannya. Mereka bahkan merayakan ulang-tahun Eliot setiap hari, menyadari bahwa setiap hari bersama Eliot adalah anugerah.

Mungkin banyak orang tua yang tidak tahu mengenai penyakit trisomi 18. Penyakit ini menyebabkan bayi yang baru lahir tidak bisa bertahan hidup lebih dari beberapa hari dan hanya menunggu vonis mati.

Penyakit trisomi 18 biasa disebut dengan Edwards syndrome, yaitu kondisi kelainan pada kromoson 18 yang menyebabkan kemampuan intelektual anak berkurang dan ketidaknormalan beberapa bagian tubuh.

Perjalanan hidup Eliot dapat dilihat di blog http://mattandginny.blogspot.com dan videonya bisa dilihat di http://www.youtube.com/watch?v=th6Njr-qkq0.

Terakhir, saya akan membagikan kata-kata orang tua Eliot di hari pemakamannya yang selalu menjadi inspirasi buat saya. Saya menebalkan kata-kata yang menjadi favorit saya. Semoga kata-kata tersebut juga dapat menginspirasi Anda. Baca Selengkapnya..

Memotong Gambar dengan Microsoft PowerPoint

Setiap kali ada yang bertanya kepada saya tools yang bagus dan mudah untuk meng-edit foto (seperti cropping/memotong gambar, mengatur brightness, menambahkan tulisan di dalam foto, menghias foto, dll), saya selalu merekomendasikan Microsoft PowerPoint 2007.

Pada beberapa kesempatan lalu, saya sudah membagikan beberapa tips powerful dari Microsoft PowerPoint. Sekarang, saya akan membagikan tips untuk memotong gambar.

Sebagai contoh, saya ingin memotong gambar berikut.

Pertama, masukkan gambar tersebut ke dalam slide PowerPoint Anda dengan menggunakan “insert picture”, atau copy gambar tersebut dan paste di dalam slide PowerPoint Anda.

Lalu, klik gambar yang ingin dipotong tersebut. Selanjutnya, klik tab “Format” pada bagian “Picture Tools” seperti yang ada pada gambar berikut. Kemudian, pilih “Crop” (icon yang dilingkari merah pada gambar berikut). Baca Selengkapnya..

Lambang Burung Garuda Dimodifikasi dan Dijadikan Model Kaos Giorgio Armani

Jakarta – Kaos buatan Giorgio Armani yang menampilkan desain gambar mirip lambang negara Republik Indonesia, Burung Garuda, bikin heboh situs jaring sosial, Twitter. Gambar yang diposting @jokoanwar ini kontan menuai komentar beragam dari para pengguna Twitter dalam negeri.

Dalam gambar yang diposting, Senin (25/1/2010) ini, kaos yang berwarna dasar ungu itu dipakai oleh seorang model pria yang tak tampak jelas wajahnya.

Di tengah kaos terdapat gambar yang memang mirip sekali dengan lambang negara Burung Garuda. Hanya gambar banteng dan beringin diganti huruf A dan X, kode dari Armani Exchange (A|X). Setelah ditelusuri, layanan penjualan online milik Giorgio Armani ini memang terang-terangan memajang kaos tersebut di situsnya.

Beragam komentar baik yang positif maupun negatif mulai terus bermunculan. Misalnya saja @nicxanders yang mengatakan, “Mestinya bangsa ini terhina, Garuda Pancasila adalah lambang negara permanen yang disepakati pendiri-pendiri negara ini, bukan suatu model atau tren yang bisa diubah-ubah.”

Namun ada juga yang menganggap gambar garuda tersebut tak jadi masalah, seperti yang dikomentari @soniy_sons. “Kerenlah, seenggak-enggaknya ada sedikit kebanggan ngeliat garuda Jadi inspirasi.” (lrn/amd)

Sumber: Detik.com

Apakah ini adalah salah satu pelanggaran hak cipta karena menggunakan lambang negara Indonesia tidak dengan “sifatnya yang asli”? Berhubungan dengan itu, UU No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta, Pasal 14 a berbunyi:

Tidak dianggap sebagai pelanggaran Hak Cipta: Pengumuman dan/atau Perbanyakan lambang Negara dan lagu kebangsaan menurut sifatnya yang asli;

Apakah ini adalah sebuah bentuk “penghinaan” atau “pengakuan” atas lambang negara Indonesia, Garuda Pancasila?

Baca Selengkapnya..

Kegagalan Adalah Tanda Kita Harus Belajar, Bukan Tanda Kita Harus Menyerah

Pagi itu, untuk pertama kalinya saya mengeluarkan mobil yang setiap harinya ditaruh di dalam garasi rumah. Saya sudah cukup lancar dalam mengemudikan mobil. Saya sudah belajar mobil selama setengah tahun. Garasi rumah saya adalah sebuah garasi yang sempit, yang hanya mampu memuat satu mobil, dan itu pun sangat pas. Saya sudah terbiasa memasukkan mobil ke dalam garasi, namun saya belum pernah mengeluarkannya sekali pun. Hari ini adalah kesempatan pertama saya.

Karena sudah terbiasa memasukkan mobil ke dalam garasi, saya berpikir mengeluarkan mobil tentu tidak jauh berbeda. Saya cukup yakin saya dapat melakukannya dengan mudah. Saya masuk ke dalam mobil, menyalakannya, dan mulai memundurkan mobil. Namun, perkiraan saya meleset. Mengeluarkan mobil dari garasi rumah saya ternyata tidak semudah itu. Hal itu terlihat dari teriakan ayah saya yang melihat badan mobil yang hampir membentur pintu rumah, serta kaca spion mobil saya yang tersangkut di pintu rumah, membuat saya harus memaju-mundurkan mobil beberapa kali. Ternyata, terbiasa memasukkan mobil tidak menjamin kelancaran dalam mengeluarkan mobil.

Pada akhirnya, dengan bantuan arahan dari ayah dan adik saya, dan setelah beberapa kali memaju-mundurkan mobil, saya berhasil mengeluarkan mobil dari garasi rumah. Meskipun sempat gagal, pada akhirnya saya berhasil. Ada beberapa pelajaran yang saya ambil dari peristiwa ini. Baca Selengkapnya..

Jangan Jadi Batu Sandungan dan Jangan Pula Tersandung Batu

Perbuatlah apa yang kita katakan, dan orang lain akan mempercayainya. Itulah yang disebut dengan integritas.

Jika kita ditegur oleh orang yang tidak berintegritas, lihatlah isi tegurannya. Jika isi tegurannya adalah suatu hal yang baik dan benar, ikutilah. Jangan sampai kita tidak melakukan hal yang baik dan benar hanya karena orang lain tidak melakukannya.

Tuhan berkata jika kita tahu bagaimana kita harus berbuat baik, dan kita tidak melakukannya, maka kita berdosa.

Saya percaya, di saat orang yang tidak berintegritas menegur kita, kita mempunyai kuasa yang lebih besar untuk mengingatkan orang tersebut. Contoh, ketika orang yang tidak memakai helm meminta kita untuk memakai helm, daripada berkata “Ah, ga usah sok ngatur deh, lo sendiri ga pake helm…”, lebih baik kita berkata, “Yoi bro. Thx banget yah uda ingetin. Yuk kita sama-sama pakai helm.”

Apa bedanya respon yang pertama dan respon yang kedua? Pada respon pertama, kecenderungannya adalah pada akhirnya keduanya tidak akan memakai helm. Dan pada respon kedua, keduanya cenderung untuk memakai helm pada akhirnya.

Mungkin banyak orang lain yang tidak memberikan teladan yang baik yang menjadi batu sandungan, namun kita dapat memilih apakah akhirnya kita akan tersandung batu itu dan jatuh, atau kita akan mengambil batu itu sehingga tidak lagi menjadi batu sandungan bagi orang lain. Jangan salahkan mengapa batu itu menyandung kaki kita, tetapi mengapa kita kurang berhati-hati dalam berjalan sampai tersandung batu itu.

Baca Selengkapnya..

Kemarahan dan Penyesalan

Aku baru saja memarkir mobil yang baru saja kubeli di dalam garasi rumahku. Saat itulah aku melihat anak laki-lakiku yang berusia empat tahun, datang dan membaret mobil baruku dengan batu yang dibawanya. Aku sangat marah melihat mobil yang kubeli dengan susah payah, hasil jerih payahku bekerja bertahun-tahun dirusak oleh anakku.

Tanpa pikir panjang, aku mengambil batu yang digunakan anakku untuk membaret mobil baruku. Anakku harus dihukum! Aku memukulkan batu-batu itu ke tangan anakku sekuat tenaga. Aku tidak sadar apa yang sedang kulakukan, aku sangat marah, aku seolah tidak mendengar teriakan kesakitan anakku. Ketika aku sadar, tangan anakku sudah hancur. Aku segera membawanya ke rumah sakit dengan perasaan menyesal.

Sang dokter memutuskan untuk mengamputasi jari-jari anakku, karena jari-jari itu sudah sedemikian hancur terhantam batu yang kupukulkan padanya.

Aku tidak akan pernah bisa melupakan kata-kata anakku saat itu, “Papa, kapan jari-jariku ini akan tumbuh kembali?”

Aku begitu terluka mendengarnya. Aku begitu menyesal. Namun, ini semua sudah terlambat. Tentu saja jari-jari anakku takkan pernah tumbuh kembali.

Penyesalanku bertambah dalam berpuluh kali lipat ketika aku melihat baretan-baretan yang dibuat anakku di mobil baruku, yang membentuk sebuah tulisan “AKU SAYANG AYAH”.

Sumber: sebuah ilustrasi yang didapatkan dari milis, diceritakan kembali oleh Charles Christian. Baca Selengkapnya..

Humor: Masalah Pendengaran

Jeri pergi ke dokter mengeluh tentang istrinya yang sudah hilang pendengaran.

“Seberapa burukkah pendengarannya?” tanya dokter.

“Entahlah, Dok. Yang jelas saya mesti harus berteriak kalau bicara dengannya.”

“Oke, cobalah anjuran saya. Berdiri sekitar 6 meter darinya, lalu katakan sesuatu. Kalau dia tak bisa mendengarmu, berdirilah lebih dekat darinya, lalu katakan yang Anda katakan tadi. Kalau dia belum juga mendengar, teruslah mendekat. Dengan begitu saya akan tahu berapa jarak maksimal
pendengarannya.”

Maka, Jeri pulang ke rumah dan mendapati istrinya sedang memasak di dapur.

Dari jarak 6 meter ia berteriak, “Makan apa kita malam ini?” Tak ada jawaban. Lalu ia mendekat lagi, berhenti di jarak 5 meter dan menanyakan hal yang sama. Juga tak terdengar jawaban. Begitu juga pada jarak 3 meter.

Akhirnya, ia berdiri di samping istrinya. “Makan apa kita malam ini?” katanya setengah berteriak.

Baca Selengkapnya..

%d blogger menyukai ini: