Masa Lalu Anda Bukan Masa Depan Anda

Ikan yang Kelaparan

Beberapa tahun yang lalu sebuah penelitian ilmiah yang penting tengah dilakukan. Saya mengetahui hal ini dari sebuah film dokumenter tentang pendidikan. Di situ ditampilkan Dr. Eden Ryl seorang psikolog spesialis perilaku. Ia juga dikenal sebagai pembicara. Di dalam eksperimennya, seekor ikan Great northern Pike (jenis salmon besar bisa tumbuh sampai sepanjang 1,4 meter dan beratnya mencapai 21 kilogram), dimasukkan ke dalam sebuah akuarium. Dia diberi makan berupa ikan-ikan minnow, sejenis ikan sungai berukuran kecil (biasanya berukuran 6-10 cm). Selama beberapa hari, beberapa kamera digunakan untuk merekam tingkah laku kedua jenis ikan tersebut.

Beberapa waktu kemudian, para peneliti mengubah kondisi akuarium itu. Mereka meletakkan penyekat dari kaca, untuk memisahkan ikan besar dari ikan-ikan kecil. Setiap kali ikan besar berupaya memangsa ikan kecil, setiap kali pula ia membentur penyekat kaca. Karena kegagalan demi kegagalan yang dialaminya dalam memperoleh mangsanya dan merasakan sakit di seluruh tubuhnya akibat benturan-benturan pada sekat kaca itu, ia pun menghentikan upaya menangkap ikan kecil. Setelah diperkirakan ikan besar sangat kelaparan, para peneliti mengangkat sekat pembatas tersebut. Ikan-ikan kecil pun bisa berenang bebas dalam akuarium tersebut. Mereka siap menjadi santapan ikan besar yang sedang kelaparan.

Herannya, ikan besar itu tidak lagi berusaha memburu ikan-ikan kecil. Sebaliknya, ia hanya berenang-renang dikelilingi buruannya. Sebetulnya ia sudah sangat kelaparan, tetapi ia sudah putus asa. Karena merasa gagal mendapatkan mangsanya dan luka-luka di tubuhnya akibat benturan, akhirnya ikan besar pun mati dalam keadaan kelaparan dalam akuarium yang justru dipenuhi dengan makanannya sendiri!

Makanan itu gagal didapatkannya.

Ikan itu sudah begitu YAKIN bahwa makanan itu tidak bisa diraih.

Sekarang ini, banyak orang yang keadaannya mirip seperti itu. Mereka terus memikirkan jerih payah, penderitaan yang mereka alami dalam usahanya meraih sukses, terus terpaku pada kegagalan masa lalu, rasa malu akibat gagal mencapai sasaran, kekecewaan karena mendapat penolakan dan hal-hal lainnya yang membuat patah semangat. Lama kelamaan, terbentuklah keyakinan dalam diri mereka bahwa keberhasilan dan kehidupan yang bermakna TIDAK AKAN PERNAH BISA MEREKA RAIH.

Karena mereka terus meyakini bahwa mereka tidak bisa sukses, kehidupan mereka pun bisa terancam. Nasib mereka akan berakhir sama dengan nasib yang dialami oleh ikan dalam eksperimen tersebut di atas. Selain itu, keadaan ini bisa menghilangkan KUALITAS kehidupan yang kita inginkan.

Sumber: Piano di Tepi Pantai, Jim Dornan.

Iklan

Tag:, , , , , , , , , , ,

About Charles

Seorang alumni Fakultas Ilmu Komputer UI. Suka mengoleksi buku-buku dan membagikan inspirasi-inspirasi yang didapatkannya. Mencintai matematika dan logika sederhana. Hobinya adalah mencari inspirasi dan membagikannya. Seorang biasa yang percaya bahwa dia memiliki Tuhan yang luar biasa.

10 responses to “Masa Lalu Anda Bukan Masa Depan Anda”

  1. dani says :

    wah, sangat menginspirasi.. keren char.. keep on writing!..

  2. nur says :

    Selalu suka sama tulisannya charles 🙂
    Hehehe

    • Charles says :

      @nur:

      makasi Nur 😀

      tapi yang ini tulisannya boleh ngambil kok dari Jim Dornan, hehe… keren jadi gw taruh di sini… 😉

  3. kamal says :

    waaww… keren banget char tulisannya

  4. abahguru says :

    Setuju….

  5. huda says :

    wow…
    keren amat char…
    hebat ui.. moga juga bsa menginspirasi abang2 gw… hehehe

  6. Yusrin Dengo says :

    setujuuu… sangat menginspirasi,,, aku juga suka baca PIANO DI TEPI PANTAI.. Mas, tolong info dong buku2 dari Mr Jim Dornan! thax yaa…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: