Archive | 25 Februari 2009

SMS Kutukan

Kemarin malam ada sebuah SMS yang masuk ke inbox handphone saya dengan bunyi seperti ini:

BND MARIA NANGIS AIR MT DRH D PLBHN LEWOLEBA BYK YG NYKSIKN KAJAIBN TU.KRM K 10 TMN KM DPT 10 KAJAIBN BSK. KM ABAIKN KM DPT KSLTN 10 TH.JGN PTS D KM.BNR2 NYT. AMN

Jika SMS itu ditulis kembali dengan bahasa yang lebih manusiawi (baca: tidak disingkat-singkat), bunyinya akan menjadi seperti ini:

Bunda Maria nangis air mata darah di Pelabuhan Lewoleba. Banyak yang menyaksikan keajaiban itu. (Kalau kamu) kirim ke 10 teman, kamu dapat 10 keajaiban besok. (Kalau) kamu abaikan, kamu dapat kesulitan 10 tahun. Jangan putus di kamu. Benar-benar nyata. Amin.

Pernah mendapat SMS seperti di atas? Atau bahkan, SMS yang sama? Saya menyebut SMS seperti itu dengan sebutan SMS kutukan. Ciri-cirinya adalah ada kutukan atau hal buruk yang dikatakan SMS itu akan terjadi seandainya kamu tidak mem-forward SMS itu. Sebagai contoh, dalam SMS kutukan di atas, kutukannya adalah kesulitan 10 tahun.

Buat siapa saja yang pernah membuat atau menyebarkan SMS kutukan seperti di atas, bertobatlah! Saya tidak akan membahas orang yang membuat SMS itu. Biarlah dia menanggung dosanya sendiri. Saat ini saya ingin membahas orang-orang yang menyebarkan SMS kutukan itu.

Wahai kamu yang pernah atau sering menyebarkan SMS kutukan itu, kenapa kamu melakukannya? Mungkin ada di antara kamu yang senang karena merasa akan mendapatkan janji manis dari SMS itu (mendapat 10 keajaiban) dengan hanya mem-forward SMS itu. Tapi, saya yakin, lebih banyak orang yang ketakutan ketika menerima SMS itu, ketakutan akan kutukan yang mereka pikir akan terjadi jika mereka tidak mem-forward SMS itu. Mereka akhirnya mem-forward SMS kutukan itu, dan sukses mengutuk teman-temannya. Ya, kamu tidak salah baca! Dengan mem-forward SMS itu, berarti kamu secara tidak langsung telah mengutuk mereka, teman-temanmu.

Saya tidak akan membahas orang yang senang mem-forward SMS itu, karena mengharapkan janji manisnya. Buat mereka, saya hanya melemparkan sebuah pertanyaan, seberapa sering kamu mendapatkan janji manis itu setelah kamu menunaikan tugas yang diberikan dengan mem-forward SMS kutukan itu? Yang akan saya bahas saat ini adalah untuk mereka yang merasa ketakutan ketika menerima SMS itu, takut akan kutukannya, takut jika kutukan itu benar-benar terjadi. Untuk kamu yang merasa seperti itu, saya akan memberikan dua buah pilihan yang dapat kamu lakukan jika kamu menerima SMS kutukan. Here it goes…

  1. Baca Selengkapnya..
%d blogger menyukai ini: