Setengah Isi, Setengah Kosong, Mana yang Lebih Baik?

Adalah sebuah gelas. Gelas itu setengahnya terisi dengan air. Atau, dengan kata lain, setengah dari gelas itu kosong. Gelas itu setengah isi, dan juga setengah kosong. Konon, ada yang mengatakan bahwa orang optimis melihat gelas itu setengah isi, dan orang pesimis melihat gelas itu setengah kosong. Pernah mendengar cerita ini sebelumnya? Jadi, mana yang lebih baik, melihat gelas itu sebagai gelas setengah isi atau melihat gelas itu sebagai gelas setengah kosong? Untuk menjawabnya, mari kita renungkan pertanyaan berikut.

Mana yang lebih baik, orang yang melihat gelas setengah isi dan merasa puas (dan tidak mencoba untuk memenuhi gelas itu), atau orang yang melihat gelas setengah kosong dan ingin mengisi kekosongan tersebut hingga gelas tersebut menjadi penuh?

Mana yang lebih baik, orang yang melihat gelas setengah isi dan bersyukur gelas tersebut masih dapat terisi setengahnya, atau orang yang melihat gelas setengah kosong dan mengeluh selalu karena terdapat kekosongan di gelas itu?

Jadi, mana yang lebih baik? Melihat gelas itu setengah isi atau setengah kosong?

Menurut saya, yang lebih baik adalah orang yang melihat gelas setengah isi dan bersyukur gelas tersebut masih dapat terisi setengahnya, dan orang yang melihat gelas setengah kosong dan ingin mengisi kekosongan tersebut hingga gelas tersebut menjadi penuh.

Ternyata, bukan cara melihat gelasnya yang lebih penting, melainkan respon kita setelah melihat gelas tersebut…

Iklan

Tag:, , , , , ,

About Charles

Seorang alumni Fakultas Ilmu Komputer UI. Suka mengoleksi buku-buku dan membagikan inspirasi-inspirasi yang didapatkannya. Mencintai matematika dan logika sederhana. Hobinya adalah mencari inspirasi dan membagikannya. Seorang biasa yang percaya bahwa dia memiliki Tuhan yang luar biasa.

2 responses to “Setengah Isi, Setengah Kosong, Mana yang Lebih Baik?”

  1. agungfirmansyah says :

    Kalau kata orang teknik:
    “ukuran gelas dua kali lipat dari ukuran air”.

    Kata orang ekonomi:
    “Gelasnya 2x terlalu besar dari volume yang dibutuhkan.”

    Kata anak SD:
    “Minum aja airnya. Udah deh, ga usah mikirin yg bener yang mana.”

  2. Vha NTtu shyivha says :

    buku ini mengingatkan saya pada saat saya mengikuti acara di sekolah yang sedang membahasa tentang buku ini…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: