Archive | 23 Februari 2009

Setengah Isi, Setengah Kosong, Mana yang Lebih Baik?

Adalah sebuah gelas. Gelas itu setengahnya terisi dengan air. Atau, dengan kata lain, setengah dari gelas itu kosong. Gelas itu setengah isi, dan juga setengah kosong. Konon, ada yang mengatakan bahwa orang optimis melihat gelas itu setengah isi, dan orang pesimis melihat gelas itu setengah kosong. Pernah mendengar cerita ini sebelumnya? Jadi, mana yang lebih baik, melihat gelas itu sebagai gelas setengah isi atau melihat gelas itu sebagai gelas setengah kosong? Untuk menjawabnya, mari kita renungkan pertanyaan berikut.

Mana yang lebih baik, orang yang melihat gelas setengah isi dan merasa puas (dan tidak mencoba untuk memenuhi gelas itu), atau orang yang melihat gelas setengah kosong dan ingin mengisi kekosongan tersebut hingga gelas tersebut menjadi penuh?

Mana yang lebih baik, orang yang melihat gelas setengah isi dan bersyukur gelas tersebut masih dapat terisi setengahnya, atau orang yang melihat gelas setengah kosong dan mengeluh selalu karena terdapat kekosongan di gelas itu?

Baca Selengkapnya..

%d blogger menyukai ini: