Teguran

Seseorang cenderung menjadi tidak enak dalam melakukan perbuatan buruk (atau bahkan tidak jadi melakukan perbuatan buruk) jika ada orang yang mengingatkan bahwa dia sedang melakukan perbuatan buruk. Seseorang akan cenderung menerima perbuatan buruk yang dia lakukan seolah-olah perbuatan tersebut bukanlah perbuatan buruk (padahal dia tahu itu perbuatan buruk) jika tidak ada yang mengingatkannya. Benar tidak?

Contohnya, kalau ada seorang teman menyontek dan orang-orang di sekitarnya diam saja meskipun mereka semua tahu itu salah, orang itu akan berusaha membenarkan perbuatan menyonteknya. Meskipun mungkin ada perasaan tidak enak juga dalam dirinya, tapi dia cenderung untuk meneruskannya. Berbeda halnya jika ada yang mengingatkannya. Besar kemungkinan dia akan semakin tidak enak menyontek dan mungkin tidak jadi menyontek.

Memang ditegur itu tidak enak, dan menegur itu juga tidak nyaman. Tapi, sebuah teguran bisa memberikan dampak yang besar. Tentunya, teguran yang dimaksud di sini adalah teguran yang membangun untuk kebaikan dan disampaikan dengan cara yang benar.

Coba deh perhatikan, berapa banyak orang merokok di kawasan dilarang merokok, tetapi tidak ada tulisan larangan “dilarang merokok” di sana? Lalu, berapa banyak orang yang merokok tepat di depan tulisan larangan “dilarang merokok”? Saya perhatikan, jumlah orang yang merokok di Stasiun Kota berkurang ketika ada papan “Anda memasuki kawasan dilarang merokok (Perda No 2 Tahun 2005)” di depan pintu masuknya.

Saya pun masih harus banyak belajar. Menerima teguran dengan hati terbuka dan berusaha untuk berubah, dan menegur kawan yang berbuat tidak baik. Ini bukanlah sesuatu hal yang mudah (jadi ingat kuliah Komas :P), tapi harus mulai dilakukan… Yah, kita sama-sama belajar. 😀

Iklan

Tag:, ,

About Charles

Seorang alumni Fakultas Ilmu Komputer UI. Suka mengoleksi buku-buku dan membagikan inspirasi-inspirasi yang didapatkannya. Mencintai matematika dan logika sederhana. Hobinya adalah mencari inspirasi dan membagikannya. Seorang biasa yang percaya bahwa dia memiliki Tuhan yang luar biasa.

4 responses to “Teguran”

  1. kamal says :

    btul banget… salah satu cara untuk melatih keberanian menegur adalah…. menegur secara tidak langsung, misal lewat SMS ato email… saya udah seirng nyoba kayak gitu… lumayan berhasil 🙂

  2. hboy says :

    klo uda parah banget.. mending negor face to face

  3. Charles says :

    @kamal & hboy:

    Yup, tergantung sikon juga sih… 🙂

  4. demoffy says :

    Teguran….
    aku sering di tegur….
    karena jarang beLajar,…. 🙂

    Yup…
    MuLai dari yang kita bisa.. :-I

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: