Plagiarisme

Akhir-akhir ini di kuliah yang saya ambil banyak dibahas isu-isu mengenai plagiarisme. Baik plagiarisme dalam laporan kerja praktik, plagiarisme dalam hal mencontek saat ujian, plagiarisme dalam melakukan penelitian, dan lain-lain. Isu ini sebenarnya bukan isu yang baru muncul, dan seharusnya semua orang sudah tahu bahwa plagiarisme adalah sesuatu hal yang tidak baik. Namun hingga sekarang, masih banyak kasus plagiarisme yang terjadi, baik dari mencontek saat ujian (contoh: UAN), mencontek tugas-tugas sekolah atau kuliah, mencantumkan suatu content tanpa menyebutkan sumbernya, dan lain sebagainya.

Kadang saya berpikir, batas “plagiarisme” masih belum terlalu jelas. Memang ada tindakan-tindakan tertentu yang jelas adalah plagiarisme. Contohnya adalah mencontek. Dalam hal mencontek pun kadang masih ada kerancuan. Apakah jika pihak yang dicontek memperbolehkan dirinya dicontek, hal tersebut juga termasuk plagiarisme? Well, dalam kasus ini, plagiarisme atau bukan, yang mencontek tetap salah, dan pihak yang dengan rela hati dicontek juga turut salah dengan “membodohi” temannya.

Kembali ke batas plagiarisme. Wikipedia menuliskan definisi plagiarisme seperti berikut.

Plagiarisme adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri.

Yang digolongkan sebagai plagiarisme:

  • menggunakan tulisan orang lain secara mentah, tanpa memberikan tanda jelas (misalnya dengan menggunakan tanda kutip atau blok alinea yang berbeda) bahwa teks tersebut diambil persis dari tulisan lain
  • mengambil gagasan orang lain tanpa memberikan anotasi yang cukup tentang sumbernya

Hal-hal yang tidak tergolong plagiarisme:

  • menggunakan informasi yang berupa fakta umum.
  • menuliskan kembali (dengan mengubah kalimat atau parafrase) opini orang lain dengan memberikan sumber jelas.
  • mengutip secukupnya tulisan orang lain dengan memberikan tanda batas jelas bagian kutipan dan menuliskan sumbernya.

Hal pertama, apakah yang baru saja saya lakukan ini adalah plagiarisme? Saya memang telah mencantumkan sumber tulisan di atas, yaitu dari situs Wikipedia. Namun, mungkin saja orang yang menuliskannya di Wikipedia juga mengutipnya dari tempat lain. Haruskah saya mencantumkan rujukan yang ada di Wikipedia pula? Di sana ada 29 buah rujukan, tetapi tidak diketahui dengan jelas rujukan mana yang memuatan tulisan mengenai “penggolongan plagiarisme” di atas. Haruskah saya mencantumkan semuanya?

Hmm, kalau saya memaparkan semua yang saya pikirkan di sini, tulisan ini akan menjadi sangat panjang (atau emang udah panjang?), dan bisa membuat orang malas membacanya (bener ga? hehe). Kesimpulannya sih hindari plagiarisme. Apakah batasan plagiarisme itu? Tanyakanlah dengan jujur ke dalam hatimu, apakah itu adalah plagiarisme atau bukan. Kalau ingin mencontek, coba tanyakan pada hati nuranimu, “Salahkah ini?”.

Banyak orang tahu mana yang salah dan mana yang benar, namun sedikit yang mau melakukan yang benar. Mungkin ini bisa dimulai dari kita, termasuk juga saya, untuk melakukan yang benar dan menjadi lebih baik… 😀

Iklan

Tag:, , , , , , ,

About Charles

Seorang alumni Fakultas Ilmu Komputer UI. Suka mengoleksi buku-buku dan membagikan inspirasi-inspirasi yang didapatkannya. Mencintai matematika dan logika sederhana. Hobinya adalah mencari inspirasi dan membagikannya. Seorang biasa yang percaya bahwa dia memiliki Tuhan yang luar biasa.

One response to “Plagiarisme”

  1. waterbomm says :

    orang cuma mau ambil gampangnya ya plagiarisme-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: