Menyulap uang seribu menjadi puluhan ribu

Menyulap uang seribu menjadi puluhan ribu… Wah, bagaimana caranya? Nanti akan saya ceritakan. Sekarang saya mau ceritakan dulu “penyulapan uang” lainnya. Sang “pesulap” itu adalah teman kampus saya sendiri. Kejadian ini terjadi sekitar setahun yang lalu. Jadi ceritanya saya dan teman saya sedang mencari dana retret dengan menjual risol. Pagi-pagi risol dibeli, dan kami menjualnya dengan harga seribu (atau dua ribu yah?) Rupiah per risol. Kami membawa tempat kue yang terbuat dari plastik yang kami jadikan nampan dalam menjajakan risol tersebut. Tempat kue itu kami dapatkan saat membeli kue-kue yang lain. Kami pun berjalan mengitari rektorat dan menjajakan risol.

Singkat cerita, di depan rektorat keluarlah ibu-ibu (denger-denger sih salah satunya istrinya rektor). Kami bertemu ibu-ibu itu. Teman saya dengan sigap langsung menawarkan risolnya, dan terjadilah percakapan ini.

Teman saya (T): Risol, bu… Enak buat di jalan…
Ibu (I): Oo, apa ini? Risol ya? Boleh juga nih…
T: Silakan, bu… Mau berapa?
I: Wah kita ada berapa orang ya? 10an ya? (ngitung2 jumlah ibu-ibu yang bersamanya)… Saya beli semuanya deh…
T: (kesenengan) oo, boleh bu, boleh…
I: Tapi bawanya gimana ya?
T: Kami ada tissue bu…
I: Wah, tissue nanti repot… Oh ya, tempatnya (nampan plastiknya) boleh buat saya ga?
T: *memikirkan perjalanan karir sang nampan yang masih panjang* wah, kalau nampannya… harganya mahal bu…..
I: Emang berapa harganya?
T: *melihat nampan plastik yang didapatkan dengan gratis* SEPULUH RIBU bu… (dalam hati: nah, nih ibu ga akan beli deh…)
I: Saya BELI juga ya nampannya… Jadi semuanya berapa?
T: *bengong* hooo….
I: Berapa semuanya?
T: hmm… semuanya jadi 30 ribu bu…

Sang ibu pun membayar, mengambil risol beserta nampan yang sekarang telah jadi miliknya dan membawanya ke dalam mobil. Teman saya pun sukses menciptakan uang 10 ribu dari barang gratisan.

Cara “sulap” di atas saya kategorikan ke dalam “membeli karena kebutuhan mendesak dan kelangkaan barang”. Seandainya saja ada abang-abang lain lewat menjual nampan yang sama dengan harga 5000, si ibu pasti akan membeli dari si abang-abang itu. Tapi karena hanya ada satu pilihan, dan si ibu juga sangat butuh dan mendesak, dia rela mengeluarkan uang untuk nampan tersebut. Kasus yang mirip adalah penjualan minuman di bioskop, yang relatif lebih mahal.

OK, sekarang saya akan menceritakan pengalaman saya melihat uang seribu disulap menjadi puluhan ribu… Kejadiannya terjadi minggu kemarin. Saya sedang pergi ke Megamal dan melihat toko sulap di sana. Sang pesulap sedang memamerkan barang dagangannya ke orang-orang yang lewat di sana. Salah satunya, dia memainkan trik sulap berikut:

Ada sebuah kotak kubus transparan kecil. Kotak ini mempunyai sebuah tutup di bagian atasnya yang juga transparan. Selain kotak, terdapat juga sebuah bola (yang dapat masuk ke dalam kotak tersebut) disertai dengan dua buah karet gelang biasa. Sang pesulap menunjukkan kepada penonton kotak tersebut. Penonton boleh memeriksa kotaknya. Tidak ada yang aneh. Lalu pesulap mulai bercerita bahwa kotak tersebut adalah kotak ajaib. Kenapa? Pesulap itu menutup kotak tersebut dan mengikatnya dengan karet secara horizontal dan vertikal. Dengan diikat karet, dia ingin menunjukkan kotak tersebut benar-benar tertutup rapat. Lalu tibalah bagian inti… Di depan penonton, sang pesulap memukulkan kotak itu pada bola, dan secara ajaib, bola itu langsung masuk ke dalam kotak. Pesulap membuka karet dan tutup kotak, lalu menunjukkan bahwa bola benar-benar ada di dalam kotak. Penonton pun terkagum-kagum. Penonton yang tidak percaya mulai memeriksa kotak, bola, dan karet dengan teliti, tapi tidak menemukan apa-apa.

Lalu pesulap itu menjual kotak, bola, dan karet itu dengan harga puluhan ribu. Ternyata, ada yang mau membelinya! Saya cukup beruntung dapat melihat pesulap tersebut membeberkan triknya kepada si pembeli. Setelah saya melihat triknya, ternyata… kotak itu memang kotak biasa!!! Bukan kotaknya yang hebat, tapi triknya… Rasanya harga kotak, bola, dan karet itu seharusnya tidak sampai seribu Rupiah, tetapi si pesulap berhasil membuat harganya menjadi puluhan ribu Rupiah.

Kalau dalam cerita pertama, si ibu membeli untuk kebutuhannya yang mendesak, dalam cerita kedua sang pembeli membeli kotak tersebut untuk memuaskan rasa ingin tahu dan penasarannya.

See? Uang seribu disulap menjadi puluhan ribu…

Iklan

Tag:, , , , , , , ,

About Charles

Seorang alumni Fakultas Ilmu Komputer UI. Suka mengoleksi buku-buku dan membagikan inspirasi-inspirasi yang didapatkannya. Mencintai matematika dan logika sederhana. Hobinya adalah mencari inspirasi dan membagikannya. Seorang biasa yang percaya bahwa dia memiliki Tuhan yang luar biasa.

22 responses to “Menyulap uang seribu menjadi puluhan ribu”

  1. Andra says :

    itu sih namanya bukan sulap.
    tapi pertambahan nilai terhadap suatu barang.

    😀

  2. Charles says :

    @Andra:

    Kan pertambahan nilainya karena sulap… :mrgreen:

  3. Istanto says :

    ini teh bukan sulap bukan sihir tapi dagang murni 😀

  4. Refly Hadiwijaya says :

    haha…
    nampan plastik dijual 10rb….
    pj danus rpi taon lalu memang hebat… :mrgreen:

  5. Lompis says :

    Gimana rumus sulap joe shandy

  6. Zakiah fitri says :

    Ada2 saja zaman ckrang nich

  7. greyta says :

    wah charles itu cerita sulap yang bagus sekali !!!!! charles would you become my friends

  8. maria says :

    hahahah ada2 ajha

  9. angel says :

    itu namanya bukan sulap tapi berdagang………
    hahahahahahaha………..

  10. erika says :

    . klo kaya gitu si saya jga bisa
    .CELESSSSSSS 😛 🙂

  11. renaldo says :

    Saya menghargai cara pemikiran anda semua… Good job meeenn..!!

  12. andi r says :

    Sulap yang d mksd penulis dsini adlh utk perumpamaan.

  13. Teddy Afrian says :

    Pantek Bongak kali lo kasih Sulap

  14. Intan Kumala Dewi says :

    KALO BEGINI MA BUKAN TRIK SULAP,TAPI TRIK CARA MENIPU ORANG

  15. Risyad says :

    Saya 1 hari 100.000 udah karena sulap

  16. Cecilia Agatha Silaban says :

    Bagosssss😂😂😂

  17. Ery says :

    Sulap ngapusi 🤔

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: