Pengamen Aniaya Anak Di Kereta

Kisah berawal ketika saya naik kereta ekonomi tujuan Jakarta sore ini. Ketika kereta berhenti dan saya mau masuk ke dalam gerbong delapan, tiba-tiba terdengar suara-suara ribut dari gerbong sebelah. Awalnya saya berpikir ada pencopetan atau semacamnya. Saya pun menambah kewaspadaan dan masuk ke dalam gerbong.

Saya dikagetkan dengan datangnya seorang ibu dari gerbong sebelah yang menangis sambil menggendong seorang anak laki-laki berusia sekitar 5 tahun yang hidungnya berlumuran darah. Saya kembali bertanya-tanya, apakah yang terjadi… Apakah terjadi kecelakaan dengan anak tersebut. Ibu itu membersihkan luka yang ada di wajah sang anak dan berkata, “Ini bukan anak saya… Tapi saya kasihan dengan anak ini.” Beberapa detik kemudian, saya baru tahu apa yang terjadi sebenarnya.

Dari gerbong sebelah muncul lagi seorang pengamen remaja cewek dengan membawa sebuah mini compo. Penumpang sekitar terlihat sangat emosi dengan pengamen tersebut. Ternyata, dari yang saya dengar dari penumpang-penumpang lain, anak kecil yang digendong ibu itu adalah anak yang dibawa sang pengamen untuk mengamen di kereta. Dan di gerbong sebelah tadi, pengamen itu baru saja menganiaya anak kecil itu dengan menamparinya lima kali sampai hidungnya berdarah-darah. Alasannya? Menurut yang saya dengar, karena sang anak sedang mengantuk sehingga menolak mengamen. Sungguh sebuah tindakan yang memprihatinkan.

Penumpang pun banyak yang emosi. Makian-makian pun terdengar. Ada pula penumpang yang berusaha menasihati. “Dik, apa yang kamu lakukan? Kamu cari uang untuk siapa??? Untuk dia kan??”, “Di mana hatimu?”, “Anak itu lagi ngantuk… Kamu ga boleh begitu.”. Tapi si pengamen bukannya menyesal malah memasang tampang nyolot dan memaki balik orang-orang yang memberikan nasihat dengan kata-kata yang tak pantas seperti t*i.

“Kalian ga tau apa-apa, mony*t! Anak ini punya gua, kalian jangan ikut campur! Kalau kalian ada di posisi gua, kalian akan mengerti…”

Mendengar itu, penumpang pun semakin emosi. Ditambah lagi ketika si pengamen merebut anak itu dari si ibu dan memaki anak itu, “Mony*t!!! Ini semua salah lu…” Si anak hanya bisa menangis…

“Sudah!!! Lapor polisi saja… Tangkap saja dia.” Penumpang yang semakin emosi pun memanggil petugas kereta. Ada juga yang menelepon polisi. “Turun!! Obati anaknya…”, “Bawa anaknya ke panti saja, daripada dia dianiaya terus”.

Petugas pun datang. Hening sejenak. Kemudian pengamen itu diturunkan dengan si anak beserta dengan beberapa penumpang yang mau “menjaga anak tersebut”.

Sungguh, kejadian yang sangat memilukan… Apapun alasannya, menganiaya anak untuk bekerja tidak dapat dibenarkan. Didikan orang tua sangat mempengaruhi tingkah laku anak, dan tampaknya si pengamen “berwajah bengis” itu telah salah (atau malah tidak) dididik. Semoga tidak ada lagi kejadian seperti ini…

Iklan

Tag:, , , , , ,

About Charles

Seorang alumni Fakultas Ilmu Komputer UI. Suka mengoleksi buku-buku dan membagikan inspirasi-inspirasi yang didapatkannya. Mencintai matematika dan logika sederhana. Hobinya adalah mencari inspirasi dan membagikannya. Seorang biasa yang percaya bahwa dia memiliki Tuhan yang luar biasa.

14 responses to “Pengamen Aniaya Anak Di Kereta”

  1. Andra says :

    prihatin.

  2. irvan says :

    kehidupan memang selalu lebih keras dan kejam dari yang kita duga…

  3. harjo says :

    Inilah realitas kehidupan … 😦

  4. RedZz says :

    weLL.. Cha..
    bukan saLah si pengamen cewek sepenuhnya sih..
    tapi memang namanya keadaan sekitar tuh bisa mempengaruhi tingkah Laku kita..
    coba aja bayangin apa yg bisa u Lakukan kLo jadi orang itu..
    seorang yg gk kenaL Tuhan (obviousLy),
    dan gk punya uang untuk makan dy dan anak itu.
    mereka hidup secara terpaksa, dan gk tau rasanya bahagia.
    cuma penuh dengan dendam, kekesaLan,
    iri hati, kekecewaan, dan semua dinding daLam hati mereka..

    hidup bisa jadi terLaLu berat untuk sebagian orang..

    but that’s Life, right?
    what eLse can we do..

  5. waterbomm says :

    selamat hari anak nasional!!

  6. Refly Hadiwijaya says :

    hahh…
    realita memang tidak seindah angan-angan (halah bahasa gw)
    karena itu banyak yang memilih hidup dalam angan-angan (lirik2 blog PKK, bner ga To..? :mrgreen: )

  7. Saleh Iskandar says :

    Charles bantuin gue..dong..

    tolong tambahin link ke blog gue ..please…

    http://www.rsaleh.iskandar.co.cc

  8. Robert Manurung says :

    OOT nih, tapi aku memang sedang mencari second opinion mengenai skandal incest ibu dan anak di jambi.

    Benarkah dekadensi moral separah itu tidak ada hubungannya dengan cara dan kualitas keberagamaan kita ? Ini kutanyakan karena di negara pancasila ini semua orang wajib beragama. Dan karena aktivitas keagamaan di negeri ini begitu gegap gempita.

    bagi yang ingin tahu berita sumbang itu selengkapnya, klik link ini :

    http://ayomerdeka.wordpress.com/2008/07/26/kasus-incest-di-jambi-anak-hamili-ibunya/

    terima kasih

  9. hanggadamai says :

    ya itulah indonesiaku..
    kan sesuai dg UUD
    fakir miskin dan anak2 terlantar dipelihara negara..
    dipelihara terus makanya tetp ada bahkan beranak cucu 😦

  10. Roy Thaniago says :

    Banyak hal di bawah sana yg tidak bisa kita mengerti dari atas sini. Perlu ‘turun’ ke sana agar mengerti…

  11. sarahtidaksendiri says :

    sangat memiriskan hati. kalau sudah begini, sp yang bs Qta salahkan paling utama…keluarga -kah yg notabene juga nggak punya kehidupan yang baik, kebiasaan/pergaulan, pemerintah? Hmmmpphh..

  12. stefani says :

    baru tau dikereta ekonomi depok byk kejadian serem kyk gitu …
    dibekasi ga gitu2 bgt d …

  13. Charles says :

    sangat prihatin dengan kejadian ini… Juga untuk kasus ibu dan anak di Jambi itu… Seharusnya ini tidak perlu terjadi di bangsa yang beragama…

  14. produk perlebahan says :

    mungkin ga sebetulnya itu bukan anak dia? atau ga ada hubungan sama sekali? semoga yang terbaik buat anak itu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: