Mau Bunuh Diri ?

Siapapun Anda yang membaca tulisan ini, saya percaya ini bukanlah sebuah kebetulan, tapi ini adalah sebuah rencana Tuhan bagi hidup Anda, yang mungkin saja dapat mengubah hidup Anda.

Saya akan memulai tulisan ini dengan sebuah cerita tentang film yang berjudul “Diving Bell and The Butterfly”. Film ini diangkat dari sebuah kisah nyata. Judul film ini diambil dari judul sebuah buku karangan Jean-Dominique Bauby. Pria yang lahir tahun 1952 ini adalah seorang editor terkenal dari majalah fashion Perancis ELLE. Hidup Bauby yang penuh dengan kesenangan dan kejayaan berubah secara drastis ketika pada akhir Desember 1995 dia terserang stroke dan tidak sadarkan diri selama 20 hari. Ketika dia sadar 20 hari kemudian, dia tidak dapat menggerakkan seluruh tubuhnya, kecuali satu bagian — yaitu mengedipkan mata kirinya. Bauby menderita suatu penyakit yang dikenal dengan locked-in syndrome.

Bauby sama sekali tidak bisa menggerakkan tubuhnya, meskipun dia masih bisa bernafas dan berpikir selayaknya orang normal. Satu-satunya hal yang bisa dia lakukan hanyalah mengedipkan mata kirinya. Bahkan, seandainya ada seekor lalat yang hinggap di hidungnya, dia tidak dapat mengusirnya. Di tengah keadaannya yang begitu parah, dia ternyata masih dapat berkomunikasi dengan terapisnya, Henriette Durand. Bagaimana cara komunikasinya? Gampangnya, Henriette akan menyebutkan alfabet yang ada dari A hingga Z beserta dengan tanda-tanda baca dengan jeda tertentu. Jika dia menyebutkan huruf yang ingin Bauby sampaikan, Bauby akan mengedipkan mata kirinya. Kemudian, Henriette mencatatnya dan mengulang menyebutkan alfabet dari awal untuk mengetahui huruf berikutnya yang ingin Bauby sampaikan. Dengan cara itulah buku “Diving Bell and The Butterfly” ditulis, dengan mengeja setiap huruf demi huruf dan memperhatikan respon Bauby yang mengedipkan mata kirinya. Bauby wafat beberapa hari setelah bukunya diterbitkan karena penyakitnya.

Pernahkah Anda merasa bosan karena tidak ada yang dapat dilakukan? Yah, setidaknya Anda masih bisa menggerakkan tubuh Anda. Bayangkanlah Anda menjadi seorang Bauby, masih dapat berpikir dengan jernih tapi tidak dapat bergerak, kira-kira sebosan apa rasanya? Di tengah keterbatasannya, Bauby masih dapat menulis sebuah buku. Anda yang lebih beruntung dari Bauby, harusnya dapat berkarya lebih bukan?

Bauby bukanlah satu-satunya orang yang terus berjuang untuk hidup di tengah kesulitannya. Ada banyak orang-orang lain yang terus berjuang untuk hidup di saat sepertinya “tidak ada lagi alasan untuk hidup di dunia ini”.

Anda pernah menonton film 1 Litre of Tears? Film ini juga diangkat dari sebuah kisah nyata seorang bernama Aya Kito. Pada usia 15 tahun, dia divonis menderita penyakit yang dinamakan Spinocerebellar ataxia. Penyakit itu menyebabkan penderitanya mengalami penurunan kontrol terhadap gerakan dirinya secara bertahap, yang diakhiri dengan kelumpuhan total. Tidak ada obat (setidaknya sampai saat itu) untuk penyakit ini. Di dalam film ini digambarkan perjuangan seorang Aya untuk tetap hidup di tengah penyakit mengerikannya itu. Dia pun membuat diary kehidupannya, dimulai sejak dia masih dapat menulis dengan mudah, hingga pada tubuhnya tidak mengizinkannya untuk menulis, bahkan membuat sebuah guratan garis… Dan buku itu diberi judul “1 Litre no Namida” atau “1 Litre of Tears”.

Masih banyak contoh perjuangan hidup di tengah kesulitan dan keputusasaan, seperti yang ada di sini.

OK, sekarang saya akan membahas inti dari tulisan ini. Apakah Anda termasuk orang yang membenci diri Anda sendiri? Apakah Anda merasa kehadiran Anda tidak diinginkan oleh lingkungan Anda? Apakah Anda sedang ada masalah yang begitu besarnya (kesulitan ekonomi? putus cinta? beban mental?) sehingga Anda merasa lebih baik mati daripada hidup? Apakah Anda merasa sia-sia hidup di dunia ini?

Jika Anda menjawab “tidak” untuk semua pertanyaan di atas, saya sungguh bersyukur. Tetapi jika Anda menemukan jawaban “ya” dari pertanyaan di atas, bahkan Anda mulai berpikir untuk bunuh diri, izinkan saya untuk memberitahu sesuatu kepada Anda saat ini.

Jika Anda merasa diri Anda tidak berharga, ingatlah bahwa Anda berharga di mata Allah dan Allah mengasihi Anda.

Yesaya 43:4a

Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau

Mungkin Anda mengalami kesulitan yang sangat besar saat ini. Namun ingatlah, sebesar-besarnya kesulitan itu, kesulitan itu hanyalah kesulitan yang sementara. Adalah kesalahan yang sangat fatal, kalau Anda berpikir kematian dengan bunuh diri akan mengakhiri kesulitan Anda. Yang terjadi adalah, bunuh diri akan mengubah kesulitan sementara yang Anda alami menjadi kesulitan kekal!

Seringkali orang ingin bunuh diri karena dia mengira dengan mengakhiri hidupnya, permasalahannya dapat selesai. Namun, tidak banyak dari mereka yang berpikir lebih lanjut, apa yang ada di balik kematian tersebut. Jelas sekali Allah tidak menghendaki kita bunuh diri. Allah memberikan kita hidup untuk kita pertanggungjawabkan nantinya. Bunuh diri dapat menyelesaikan Anda dari permasalahan dunia? Benar, namun itu dapat membawa Anda ke dalam kematian kekal, penderitaan yang tiada batas. Bukan 100 tahun atau 1000 tahun, tapi selamanya… Jika tangan kita terbakar api sebentar saja sudah menyakitkan, apa jadinya kalau itu terjadi selamanya? Sungguh mengerikan. Yang lebih mengerikan, kematian itu adalah sebuah point of no return. Seandainya sesaat setelah sampai di alam baka Anda menyesal telah bunuh diri, Anda tidak dapat memperbaikinya…

Saya pernah membaca sebuah kisah tentang seorang yang mengalami masalah dan memutuskan untuk bunuh diri dengan membakar dirinya. Dia memang berhasil membakar dirinya, tetapi ternyata dia ditemukan oleh seseorang dan nyawanya berhasil diselamatkan. Apa yang terjadi setelah itu? Dia menjalani perawatan pemulihan luka bakarnya dan kembali berjuang untuk hidup setelah menyesali keputusannya untuk bunuh diri. Apa yang dapat disimpulkan? Seringkali keputusan untuk bunuh diri adalah emosi sesaat yang timbul. Dan jika Anda sudah berpikir untuk bunuh diri, Anda telah mengalami gangguan jiwa. Di dalam kehidupan seringkali kita menyesali akibat dari emosi sesaat yang kita lakukan. Emosi sesaat itu timbul tanpa pikiran yang jernih, dan seringkali berakhir dengan penyesalan. Jika Anda menyesal selama Anda masih hidup, Anda masih memiliki kesempatan untuk memperbaikinya. Tapi jika Anda sudah mati? Tidak ada lagi kesempatan bagi Anda.

Jika orang-orang “tidak berdaya” yang saya ceritakan di awal tulisan ini dapat membuat hal yang sedemikian besar, apalagi Anda yang dapat membaca tulisan ini saat ini bukan? Hargailah hidup yang Anda miliki. Jangan sampai Anda baru menyadari hidup Anda berharga setelah Anda kehilangan hidup Anda…

Baca juga: Saat bunuh diri keliatan ngetrend

Iklan

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , ,

About Charles

Seorang alumni Fakultas Ilmu Komputer UI. Suka mengoleksi buku-buku dan membagikan inspirasi-inspirasi yang didapatkannya. Mencintai matematika dan logika sederhana. Hobinya adalah mencari inspirasi dan membagikannya. Seorang biasa yang percaya bahwa dia memiliki Tuhan yang luar biasa.

17 responses to “Mau Bunuh Diri ?”

  1. RedZz says :

    pertama!!!! hehehehehe..

    nice2 Cha..
    sayang gw dah dapet spoiLer na sebeLonnya πŸ˜€

    gw se7puLuh sama kata2 u yg ini:

    “Seringkali orang ingin bunuh diri karena dia mengira dengan mengakhiri hidupnya, permasalahannya dapat selesai”

    mirip sama orang2 yg mengira nge-shut down komputer bisa bikin virus2 iLang.
    padahaL sebenarnya semua masaLah itu gk berakhir, tapi maLah ‘diteruskan’ ke orang Lain..

    bunuh diri = point of no return, that’s rite.
    sekaLi u bunuh diri, gk ada Lagi yg namanya ‘rehabiLitation from suicides’
    keputusan sekaLi seumur hidup.

    apa hanya dengan emosi sesaat, kita mo ninggaLin dunia ini,
    dengan begitu banyak keindahannya,
    dan gak mau Lagi berjuang?

    hmm..hmmm..
    you have the baLL to answer~

    Nb. akh iya, thx Link na πŸ˜€ hari ini ada yg nyasar ke gw Lewat situ..
    Views kemarin maLah cuma beda 1 dari best view πŸ˜€
    seneng nih gw πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€

  2. kucingpemalu says :

    kedua!!!….**sambil nendang RedZz ke pinggir** kekekeke
    emang tuh, Cha, keinginan bunuh diri itu adalah emosi sesaat.
    gue pernah ngerumusin begini nih, Cha:
    -bunuh diri itu penyebabnya cuma satu: salah cara berpikirnya
    -obatnya juga satu: ngelurusin cara berpikirnya.
    nah, gitu aja, deh.
    terus, ada lagi kisah jepang yang boleh diambil semangatnya.
    judulnya midnight sun (taiyou no uta), ada di sini infonya :
    http://www.imdb.com/title/tt0844347/

  3. valent says :

    ketiga…(dapaT apa nieh..)

    huh.. gw sering dapat banyak masalah..
    tapi, gw gag pernah berpikir tuk bunuh diri..
    coz gw juga berpikir sama kya u crist…
    bunuh diri gag bisa menyelesaikan masalah…

    saluut buat Jean-Dominique Bauby..
    saluut juga buat Crist…

    GBU

  4. quelopi says :

    lalu pernahkah anda membaca atau mendengarkan kisah tentang hagel miner?

    hm… referensi juga nih

  5. Charles says :

    @RedZz:

    seLamat seLamat buat pertamanya… :mrgreen:

    Ceritanya gw terinspirasi dari tuLisan u di bLog juga nih (makanya gw Link), hehe. Abis gw bikin tuLisan ini, gw kaget pas Liat TV bahas tentang bunuh diri juga, dan di Indo taon lalu ada 50000 orang yang mati bunuh diri. Menyedihkan sekali yah…

    btw, kemaren pecah rekor kan? hehe… SeLamat, seLamat… tetep semangat ya Bun… πŸ˜€

    *ditendang si kucing tuh… Ga tendang baLik? wkwkwk…

  6. Charles says :

    @kucingpemalu:

    eh ada puss2, hehe… iya gw setuju juga dengan u puss, penyebab bunuh diri itu karena salah cara pikir, atau pikiran yang terlalu picik atau tidak dipikirkan mateng2 (emang telor, bisa mateng, hehe). Biasanya cara pikir itu terbentuk karena mereka tidak memiliki konsep diri yang baik. Jadi, cara ngelurusinnya adalah dengan membantu mereka memiliki konsep diri yang baik dengan diri mereka sendiri…

    makasi buat infonya… Sepertinya bagus tuh… πŸ˜€

    *ati2 ditendang balik ama RedZz, hehe…

  7. Charles says :

    @valent:
    dapet tepokan tangan dari pemilik blog ini… *keprok keprok* hehehe…
    yup, bunuh diri itu gag menyelesaikan masalah… setuju gw ama valent… πŸ˜€
    makasi ya. GBU 2…

    @quelopi:
    makasi referensinya… πŸ˜€ *menuju tempat praktek mbah Google…*

  8. Refly Hadiwijaya says :

    Gw pikir lu mau bunuh diri les…. :mrgreen:
    Untung bukan. Huff….
    Bunuh diri dosa loh…

    Keluaran 20:13 – Jangan membunuh.

  9. Charles says :

    @Refly Hadiwijaya:

    Hahaha, ya ngga lah Ref, masa gw mau bunuh diri….

  10. Rina says :

    Tapi gmana kalo qt dhadapkan pada pilihan yg serba sulit,satu2ny cara kan cm BD. Trz apa slh mrka yg bnuh diri buat kbhagiaan orang lain?piye coba?? Tp BD it emg dlarang Tuhan kok,so hadapi dngan snyum yow bro..

  11. Charles says :

    @Rina:

    Memang kadang kita dihadapkan pada pilihan yang serba sulit… Tapi percayalah, tidak mungkin bunuh diri adalah satu-satunya pilihan. Anda pasti memiliki pilihan lain yang lebih baik dari bunuh diri, sesulit-sulitnya keadaan Anda. Yang biasanya terjadi adalah, pada keadaan sulit jalan yang terlihat “seolah hanya bunuh diri”. Cobalah untuk tenang sejenak… Apapun yang terjadi, JANGAN BUNUH DIRI. Di saat Anda bisa berpikir lebih jernih, saya yakin Anda akan bersyukur Anda tidak bunuh diri…

    Seburuk-buruknya dan semenyedihkannya keadaan seseorang, masih lebih buruk dan menyedihkan orang yang bunuh diri. Mereka yang menyangka masalah mereka telah selesai, tetapi diperhadapkan pada Tuhan yang meminta pertanggungjawaban mereka atas perbuatan mereka.

    Yup setuju… hadapi semua dengan senyum, dan hargailah hidup pemberian Tuhan ini… πŸ˜€

  12. Ws says :

    Untuk yg Spinocerebellar ataxia -> memang tidak ada obatnya bro..

    Seburuk-buruknya dan semenyedihkannya keadaan seseorang, masih lebih buruk dan menyedihkan orang yang bunuh diri. -> Yup memang buruk dan menyedihkan sehingga dia mau bunuh diri.. kalo tidak buruk dan menyedihkan mana mungkin bunuh diri?

  13. Charles says :

    @Ws:

    Tapi seburuk-buruknya keadaan seseorang sebelum bunuh diri, masih lebih buruk keadaan mereka setelah bunuh diri…

    ~makasi buat infonya tentang Spinocerebellar ataxia πŸ™‚

  14. hhhmmmmmm.... says :

    KaLian smua bs ngomong gt krn blm mengalami keputusasa’an yg bener2 membuat kalian terpuruk…Perasaan seseorang yg akn bnuh diri lbh putus asa lg…y, memang bener smua kata2 kalian.. tapi klian blm rasakan perasaan itu.. perasaan yg bs bwt kalian bener2 menyerah..perasaan yg terpuruk….

  15. hhhmmmmmm.... says :

    secara teori hampir semua org blng bunuh diri itu adlh jalan yg pling bodoh…..kata2 itu bs d katakan oleh org yg blm putus asa..dlam arti bener2 putus asa….
    dan 1 lg, perasaan ingin bunuh diri bkn hanya emosi sesaat…..da banyak org d luar sna yg pernah ingn melakukan hal tu, tp dia cb lupakan…beberapa waktu kmudian perasaan itu muncul lg…secara otomatis org itu akan berfikir lebh matang drpd dl ketika dia puny perasaan itu pertama kali……….

  16. made hendra says :

    Saya ga habis pikir bagi orang2 yg mau bunuh diri, selain hukum agama menyalahkan juga. Pikirlah teman teman, ga bunuh diripun suatu saat kita semua akan mati juga, apa alasannya coba mo bunuh diri. Nikmati aja hidup ini, berkaryalah, jika ada masalah pecahkan. Makanya jangan banyak buat masalah, hidup santai aja lah … relax.

  17. Jabon says :

    terimakash atas sharing nya dari film Diving Bell and The Butterfly, karena kebetulan saya memang belum pernah menontonnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: