Opini (Part 2: Film Fitna & Pemblokiran Youtube dkk)

OK, melanjutkan opini saya sekitar isu sekitar… Kali ini saya mau membahas mengenai film Fitna & tindakan pemerintah memblokir beberapa situs yang menyediakan film tersebut. Untuk yang belum tahu apa itu film Fitna, dapat melihat penjelasan di sini. (Lagi ga mau banyak nulis, hehe).

Fitna

Sebelumnya, saya mau mengatakan kalau saya termasuk orang yang kontra dengan film ini. Film ini adalah wujud dari kebebasan yang tidak beretika, yang menyerang sebuah agama. Dan sebagai informasi, saya bukan seorang Islam. Saya adalah seorang Kristen, jadi saya tidak akan membahas hal-hal yang saya tidak ketahui dari sudut pandang Islam.

Banyak yang mengatakan kalau film ini adalah film fitnah. Saya setuju karena film ini menonjolkan oknum-oknum di dalam Islam yang melakukan tindakan anarkis dan mengutip ayat-ayat Al Quran yang seolah mengeneralisasi bahwa semua umat Islam seperti mereka. Padahal kenyataannya, yang melakukan terorisme, tindakan anarkis, dll yang ada di film itu hanyalah oknum dari umat Islam, dan bukanlah umat Islam itu sendiri. Oleh karena itu, saya menantang umat Islam yang menentang film ini, agar menentangnya dengan baik-baik, dan tunjukkan kalau Islam identik dengan tindakan anarkis dan kekerasan itu adalah salah. Tunjukkan kalau film itu tidak benar! Melakukan tindak kekerasan untuk menentang film itu hanyalah membuktikan kalau film itu adalah benar dan bukan fitnah. So, marilah teman-teman Muslim menanggapi hal ini dengan baik dan bijak, tidak dengan emosi berlebihan, OK!? 😀

Blokir Situs

Film ini membuat pemerintah Indonesia kocar-kacir. Kenapa? Karena film ini telah menyebar di berbagai situs penyedia video seperti youtube, multiply, dll. Pemerintah didesak untuk melakukan tindakan atas hal ini, mengingat mayoritas penduduk Indonesia adalah Muslim, pihak yang disudutkan di film tersebut.

Dan, akhirnya pemerintah mengambil tindakan dengan memblokir situs-situs yang menyediakan film Fitna tersebut. Sekarang, situs-situs seperti youtube, rapidshare, myspace tidak dapat diakses oleh sebagian besar penduduk Indonesia karena pemblokiran pemerintah.

Nah, jika pada bagian sebelumnya saya menyatakan diri sebagai orang yang kontra atas film Fitna, kali ini saya mau menyatakan diri sebagai orang yang kontra juga dengan tindakan pemerintah memblok situs-situs tersebut. Kenapa? Inilah pendapat saya:

  1. Banyak content-content positif yang ada di dalam situs tersebut yang juga ikut menjadi korban dengan pemblokiran ini. Contohnya, dosen kuliah saya pernah mengambil video di youtube sebagai bahan pembelajaran, yang telah terbukti efektif. Pepatah membasmi hama dengan melenyapkan sawah adalah tepat dalam hal ini. Hama (film Fitna) mungkin terbasmi, tapi sebagai gantinya, padi dan sawah (content-content positif) juga ikut hancur.
  2. Banyak pihak yang tidak bersalah dirugikan karena tindakan pemerintah ini. Contohnya dapat dilihat di sini.
  3. Hama belum sepenuhnya dibasmi, karena ternyata banyak orang yang dapat menemukan film ini di tempat-tempat lain di dunia maya ini. Alih-alih, orang (mungkin) malah tertarik untuk melihat isi film ini. “Wah, pemerintah sampai heboh gini… Pasti film itu dahsyat…,” begitu (mungkin) pikir mereka. Youtube yang telah diblokir pun tetap dapat diakses dengan sedikit trik.
  4. Jika pemerintah melakukan pemblokiran ini karena menilai film Fitna itu adalah bentuk penghinaan (dan fitnah) atas umat beragama, saya rasa hal ini kurang tepat, atau lebih tepatnya pemerintah melakukan diskriminasi. Betapa banyaknya buku-buku yang (menurut saya) menghina Kristen (seperti Da Vinci Code) dengan bebasnya beredar di toko buku (juga toko buku Islam). Menurut saya, Da Vinci Code juga termasuk penghinaan dan pemfitnahan atas Kristen. Tapi, pemerintah hanya menganggapnya sebagai wujud kebebasan berpendapat saja. So, menurut saya, pemerintah melakukan hal ini atas nama umat Islam saja (yang merupakan mayoritas di negeri ini), dan bukan atas nama umat beragama.

OK, terakhir seperti biasa, moral of the story… 😉

  1. Kita memang bebas dalam berpendapat, tapi jangan lupakan etika. Kita bebas berpendapat selama pendapat kita masih sesuai dengan etika yang ada. Gunakan kebebasan kita dengan bertanggung jawab.
  2. Berpikirlah jernih sebelum bertindak. Jangan bertindak karena emosi sesaat, yang mungkin berdampak besar dan merugikan orang lain. Kita harus dapat mengendalikan emosi kita. (Sulit sih yang ini… Tapi kalau dilatih pasti bisa 🙂 )

Uda ah, segini aja, hehe… Sekali lagi, salam damai… 😀

Opini saya yang lain: Blogger Tukang Tipu

Iklan

Tag:, , , , , , , , , , ,

About Charles

Seorang alumni Fakultas Ilmu Komputer UI. Suka mengoleksi buku-buku dan membagikan inspirasi-inspirasi yang didapatkannya. Mencintai matematika dan logika sederhana. Hobinya adalah mencari inspirasi dan membagikannya. Seorang biasa yang percaya bahwa dia memiliki Tuhan yang luar biasa.

23 responses to “Opini (Part 2: Film Fitna & Pemblokiran Youtube dkk)”

  1. _on says :

    tadi pas lg ol messenger, status temen” kampus banyak yg ngeluh masalah rapidshare.. rapid juga d blok gara” masalah ini..
    btw, baca dari koran, film itu masuk juga d videonya google,, trus katanya (entah kata sapa, yg jelas ini gw baca dari koran) google juga mw d blok..
    google d blok,, bumi gonjang-ganjing dah 😄 dunia persilatan bakal kacau balau 😄

  2. anwarchandra says :

    Da Vinci Code di toko buku Islam juga ya?
    baru tahu ternyata..

  3. hanggadamai says :

    yups salam damai
    seperti namaku :mrgreen:

  4. anwarchandra says :

    Da Vinci Code di toko buku Islam juga ya?
    baru tahu ternyata..

    untung di Kuwait kagak ada pemblokiran.

  5. quelopi says :

    gara-gara pilem yutub di blokir, ah nggak etis

  6. dewa says :

    menurut gw, apa gunanya di blokir? lebih baik mereka minta contentnya ttg tu film dihapus
    apakah saking malesnya ngurus itu aja?
    sampe maen blokir2an segala
    yang rugi itu indonesianya
    bukan mereka
    jadinya ga ada manfaatnya kan?
    please think in cold head before making sumthin

  7. waterbomm says :

    okeh.. semua udah sukses diblog lalu apa lagi yang mau diblok? huff.. cape saya.. fitna fitna.. namanya aja udah fitna.. kenapa juga musti ditonton ya ngga?

  8. miftahul maayis says :

    jangan gitu…………

  9. kamal says :

    waaawww… mas charles tulisannya bagus sekali… gw setuju seratus persen sama lu char.

  10. Charles says :

    @_on:
    Ga kebayang gimana kalau mbah google diblok… Hehe…

    @anwarchandra:
    Iya, ada kok… yg paling deket di barel. Hm, kuwait aman sentosa ya, hehe…

    @quelopi:
    Pemerintah memang ga etis, merugikan banyak pihak yang bahkan tak ada hubungannya sama fitna…

    @dewa:
    Kalau untuk menghapus sih itu haknya youtube dkk yah… Yang bisa pemerintah lakukan paling block URL-URL (yang memuat fitna) saja, jangan seluruh domain… Mungkin kebanyakan jadi males kali ya?

    @waterbomm:
    Betul, buat apa juga ditonton… Ironisnya, karena tindakan pemerintah ini, banyak orang jadi penasaran pengen nonton tuh film…

    @miftahul maayis:
    jangan kenapa mas? diblok?

    @kamal:
    makasi mal… wah, ada pendukung nih, hehe… 😀

  11. Johan says :

    Anda sendiri udah nonton film itu blum? Saya baru nonton film itu kemarin. Menurut saya, sebenarnya memang film itu berlebihan. Ada beberapa bagian yang kurang pantas. Tapi, pembuat film juga menyertakan ayat-ayat yang mendukung dari Al-Quran. Saya juga merasa beberapa ayat kurang pantas. Pada bagian akhir, pembuat film menyarankan umat Muslim agar ayat-ayat itu dibuang. Saya sendiri setuju kalau sebagian ayat dalam Al-Quran dibuang saja. Pada dasarnya, penulis Al-Quran adalah manusia, bukan Tuhan, sehingga bisa saja ada yang salah.

    Mohon maaf kalau kata-kata saya kurang berkenan. Terima kasih.

  12. anwarchandra says :

    satu lagi film pendek yang ga penting: Schism.

    tanggapan atas film Fitna

    🙂

  13. Rowanto says :

    Sebenarnya saya agak bingung, memang yang saya tau Muslim yang mayoritas saya kenal tidak seperti itu. Malahan mereka mayoritas adalah orang yang baik dan menjunjung/menghormati pendapat orang beragama lain.

    Namun dalam film fitna tersebut, disertakan ayat Al-Quran yang jelas sekali.. ga lazim. Gw memang blm konfirmasi dgn teman2 muslim saya yg memang mendalami agama. Namun kata teman saya yang muslim (yang biasa2 saja meski dia menjalani kegiatan agamanya), nama ayat itu memang ada. Penafsirannya saja yang bingung enta bagaimana, apakah memang benar ditafsirkan seperti itu? Atau ada ayat2 lain yg berlaku shg yg itu jd ga berlaku??

  14. Charles says :

    @anwarchandra:
    Wah, kok jadi perang gini yah? 😦

    @Johan & Rowanto:
    Kalo soal penafsiran Al-Quran saya ga banyak ngomentarin deh. Kalau mau komentar, saya harus mempelajarinya dengan dalam dulu dari umat Islam. Saya juga ga suka kalau Alkitab umat Kristen dikutip lepas dari konteks dan ditafsirkan secara salah oleh orang yang tidak tahu (tapi sok tahu)…

    Saya sendiri percaya kalau umat Muslim tidaklah seperti yang ditunjukkan di dalam film Fitna itu. Jangan sia-siakan kepercayaan saya, yah… 😀

  15. Refly Hadiwijaya says :

    (se+7-h) sama charles… :mrgreen:

    Tindakan Geert Wilder dengan membuat film ini memang tidak pantas, dan gw juga termasuk yg kontra dengan film ini. Tapi, tindakan pemerintah dengan memblokir berbagai situs yg memuat film ini membuat orang bisa melihat bahwa pemerintah masih belum bisa berpikir jernih dan dengan kepala dingin. Gimana mau ngambil keputusan buat bangsa kita, kalo ngambil keputusannya seperti ini terus (tidak berpikir baik-baik).

    Saran buat pemerintah (klo sempat baca ini), lebih berpikir jernih untuk membuat keputusan. Jangan terburu-buru dalam membuat keputusan.

    ~UntungSkrgUdahGaDiblokirLagi…. 😀

  16. adan says :

    emang bener sih kata orang, tapi kita gak boleh gitu. disamping itu film ini emang buat manusia khususnya orang muslim menjadi tidak karuan, trus disisi lain kita jga harus menghargai hasil orang lain, tapi jangan yang merusak ctra nama baik orang lain. majasih

  17. Charles says :

    @Refly Hadiwijaya:
    Yup. Tindakan pemerintah malah menghasilkan Efek Streisand tuh…

    @adan:
    Setuju. Respect yourself, respect others… 😀

  18. miftachul maayis says :

    mas, tolong dong aku di beri thu aja ceritanya, kenapa film ini kok sampek di blog segala

  19. Charles says :

    @miftachul maayis:
    film ini berisi cuplikan-cuplikan peristiwa yang menunjukkan kekerasan dalam Islam (contoh: kisah WTC) disertai dengan potongan ayat-ayat alquran yang menurut film tersebut mendukung umat Islam untuk melakukan tindakan anarkis tersebut. Film ini dinilai pemerintah sebagai film yang memprovokasi umat Islam, sehingga pemerintah mengambil jalan blokir film tersebut. Ironisnya, justru banyak orang yang jadi penasaran karena tindakan sensasional pemerintah tersebut… Termasuk mas miftachul sepertinya, hehe.

    ~nb: saya sendiri tidak terlalu banyak tahu tentang film tersebut. Yang saya ceritakan hanya garis besarnya saja, menurut saya… 😀

  20. noorholic says :

    @ johan
    hanya sekedar meluruskan pendapat mas johan. Al Quran itu asli dari firman Allah, dibuat tanpa ada campur tangan manusia walaupun yg menulis manusia tapi selalu di jaga oleh Allah jadi gx ada kemungkinan salah. buktinya banyak kasus pencetakan Al Quran yg salah tapi tetap ketahuan walaupun kesalahan sekecil apapun.

    @ charles
    good opini !
    saya setuju dengan pendapat anda

Trackbacks / Pingbacks

  1. Opini (Part 1: Blogger Tukang Tipu) « Charles’ Notes… - 8 April 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: