Tata Cara Membalas Comment di Blog

Beberapa hari yang lalu, ada seorang yang memberikan saran kepada saya seperti ini:

Saran :
Kalau mau bahas komen, lebih baik dengan cara mengedit komennya, memisahkan dengan sebuah garis, lalu tulislah bahasan anda.
Jadi, jumlah komen di tempat anda lebih realistis πŸ˜€

Tidak lama kemudian, ada sebuah saran lagi yang sampai kepada saya:

Saya pernah bertanya pada Lorelle, apakah baik untuk membalas komentar dengan mengeditnya. Inilah jawabannya:

β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”-
Are you asking if it is a good idea to insert the reply inside the comment instead of just replying in their own separate comment within the comment queue? NO. That is totally inappropriate, ugly, and not how it works.

Each comment needs it’s own platform, so to speak, it’s stage. To reply to a comment, you can just reply as part of the conversation, or include the person’s name, in bold or even their name wrapped in a link to the comment you are replying to, as I’m doing here.

Comment threading is available for WordPress blogs via WordPress Plugin, and there is always talk of adding that feature to the core of WordPress, but do not reply within the commenter’s comment box (editing the comment). It throws things off and it’s hard to tell who said what in that box.
β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”-

Lorelle adalah ahli blogging yang sangat terkenal di WordPress. Bahkan FAQ WordPress sendiri menyarankan untuk membuka blog ini. Jadi silakan pertimbangkan sendiri.

Source: http://lorelle.wordpress.com/2006/09/18/editing-your-blog-comments/#comment-894375

Sebelumnya, saya mau mengucapkan terima kasih kepada orang yang telah memberi kedua saran di atas, yang membuat saya dapat mengkritisi kembali mengenai tata cara memberikan balasan komentar di blog ini.

Berdasarkan dua komentar di atas, terdapat dua buah pendekatan/tata cara dalam membalas comment di blog (khususnya di wordpress). Saya akan membahas kedua tata cara tersebut, beserta analisis saya mengenai kelebihannya dan kekurangannya.

Pendekatan 1: Balas di tempat yang sama dengan melakukan editing comment

Cara pertama (atau yang cara yang diberikan oleh saran pertama yang masuk ke blog saya) untuk membalas comment adalah dengan memberikan balasan komentar pada comment yang ingin dibalas dengan melakukan editing pada comment tersebut. Jadi, teknisnya adalah dengan meng-edit comment yang akan dibalas, dan menambahkan komentar kita dengan memberikan pemisah (entah dengan garis, quote, atau simbol tertentu).

Kelebihan pendekatan ini adalah:

  • Memudahkan pembaca dalam melihat balasan komentar yang ada. Jadi, pembaca tidak perlu mencari jauh-jauh, tetapi balasan komentar sudah ada di dalam comment yang dibalas. Selain itu, pendekatan ini juga memudahkan pembaca untuk membandingkan komentar dan balasannya (karena jaraknya tidak jauh, masih dalam 1 layar komputer).
  • Membuat jumlah komentar lebih realistis. Realistis yang dimaksud di sini adalah jumlah komentar yang ada adalah jumlah komentar dari pengunjung blog saja, dan tidak termasuk komentar balasan. Sebagai contoh, jika ada 10 comments dari pengunjung dan 10 comments balasan untuk setiap comments yang ada, maka akan terlihat terdapat 20 comments.
  • tambahan: jika ada yang memberikan lebih dari 1 komentar dalam 1 topik (misal si A memberikan 3 komentar, yaitu komentar a, b, dan c), akan memudahkan pembaca balasan yang dikirim adalah balasan untuk komentar yang mana (komentar a, b, atau c).

Kekurangan pendekatan ini adalah:

  • Sulit jika ingin membalas lebih dari satu comment dengan balasan yang sama. Misalnya: ingin membalas “thanks” untuk semua komentar yang ada… Kalau menggunakan pendekatan kedua, cukup dengan menuliskan “@all: thanks”.
  • Untuk yang membalas comment, pendekatan ini lebih menyulitkan, karena harus meng-edit setiap comment yang ingin dibalas.
  • Kalau pemisahan tidak dilakukan dengan baik, dapat terjadi kerancuan antara komentar dan balasannya.
  • Dapat terjadi pemberi komentar memberikan “komentar balasan palsu” di komentar mereka. (Kekhawatiran yang berlebihan, hehe).
  • Pemberi komentar tidak dapat men-tracking balasan komentar dari fitur “Komentar Saya” di dasbor wordpress.

Pendekatan 2: Balas di tempat yang berbeda dengan rujukan ke komentar yang dibalas

Cara kedua (yang biasanya saya lakukan) adalah memberikan comment di tempat yang berbeda (membuat satu comment baru) dengan rujukan ke comment yang dibalas (biasanya menggunakan simbol “@”).

Kelebihan pendekatan ini adalah:

  • Lebih mudah dalam memberikan comment balasan, terutama jika ingin membalas banyak comment sekaligus. Contoh: jika ingin membalas 10 comment, bisa menuliskannya pada satu comment saja, dan tidak perlu meng-edit 10 comment tersebut (pendekatan pertama).
  • Memungkinkan membalas lebih dari satu comment dengan comment yang sama. Pada kasus-kasus tertentu, hal ini dibutuhkan. Contoh: saya ingin membalas komentar A, B, dan C dengan isi yang sama. Saya cukup menuliskan “@A, B, C: …”
  • Comment balasan dapat dilihat pada halaman “Komentar Saya” di dasbor wordpress.
  • Comment balasan terbaru dapat terlihat di bagian “komentar terbaru”.
  • tambahan: membiarkan comment yang ada apa adanya, tidak menambahkan atau menguranginya (kecuali jika perlu dilakukan).

Kekurangan pendekatan ini adalah:

  • Pembaca komentar akan lebih sulit menemukan comment balasan (yang belum tentu ada).
  • Jumlah comment akan menjadi lebih banyak (karena comment balasan) dan jumlah comment tersebut tidak mencerminkan jumlah comment sesungguhnya. (Bagi sebagian orang, hal ini bisa jadi positif… :mrgreen:)
  • tambahan: jika ada yang memberikan lebih dari 1 komentar dalam 1 topik (misal si A memberikan 3 komentar, yaitu komentar a, b, dan c), sulit membalas ke suatu komentar tertentu (misal: komentar a saja).

Jadi setelah menimbang-nimbang dengan timbangan kelebihan dan kekurangan yang ada, saya memutuskan untuk menganut pendekatan yang kedua, yang dari awal saya lakukan. Sebelumnya, saya sempat terpikir untuk menggunakan pendekatan pertama, tapi setelah saya lihat-lihat lagi, saya lebih menyukai pendekatan yang kedua…

Pendekatan manakah yang Anda gunakan? Apakah ada sisi positif dan negatif lain selain yang saya tuliskan di atas menurut Anda? Silakan tinggalkan komentar Anda di bagian komentar. Terima kasih. πŸ˜€

Iklan

Tag:, , , , , ,

About Charles

Seorang alumni Fakultas Ilmu Komputer UI. Suka mengoleksi buku-buku dan membagikan inspirasi-inspirasi yang didapatkannya. Mencintai matematika dan logika sederhana. Hobinya adalah mencari inspirasi dan membagikannya. Seorang biasa yang percaya bahwa dia memiliki Tuhan yang luar biasa.

39 responses to “Tata Cara Membalas Comment di Blog”

  1. eskaku says :

    kadang pake pertama dan kadang kedua

  2. kaitokid724 says :

    Tulisan artikel di blog Anda bagus-bagus. Agar lebih bermanfaat lagi, Anda bisa lebih mempromosikan dan mempopulerkan artikel Anda di infoGue.com ke semua pembaca di seluruh Indonesia. Salam Blogger!
    http://www.infogue.com/
    http://www.infogue.com/software/tata_cara_membalas_comment_di_blog/

  3. yud1 says :

    hmm… saya sih lebih condong ke yang pertama, soalnya lebih spesifik untuk komentar tertentu. kadang-kadang reply secara terpisah, tapi nggak pakai ‘@’… kira-kira kayak ngobrol di forum sih, tapi ini jarang sekali.

    saya sendiri lebih suka menjawab komentar yang memang perlu dijawab. kalau nggak perlu, ya didiamkan saja. :mrgreen:

    masalahnya dengan format kedua adalah kalau menggunakan komentar untuk menjawab a (penting) b (penting) c (nyampah, misalnya one liner “makan-makan!” :mrgreen: ) d (pantas ditanggapi).

    @ a: (blablabla…)

    @ b: (blablabla…)

    @ d: (blablabla…)

    (lho, buat c mana? :mrgreen: )

    rasanya kok agak kurang enak, ya. akhirnya mungkin malah ‘terpaksa’ dijawab dengan sesuatu yang sebenarnya tidak perlu…. yah, tapi mungkin ini saya saja, sih. πŸ˜‰

    saat ini saya lebih suka menjawab komentar dengan editing, karena IMO lebih concise dan to the point. kalau nggak penting, ya nggak perlu dijawab, kan? lagipula dengan demikian pembaca tahu ke mana harus mencari tanggapan untuk komentar mereka, kalau ada. kalau jumlah comment-nya banyak, bakal perlu scrolling… apalagi kalau jauh.

    Each comment needs it’s own platform, so to speak, it’s stage. To reply to a comment, you can just reply as part of the conversation, or include the person’s name, […]

    IMO, ini lebih ke masalah filosofis daripada fungsional. walaupun memang, kalau di dashboard WordPress akan jauh lebih nyaman dengan cara seperti itu. tapi ingat juga, bahwa tidak semua blog berada di WordPress. banyak juga blogserver lain, belum lagi self-hosted domain. πŸ˜‰

    mungkin ini terkait juga perspektif layanan comment-reply; personalized atau common service? tapi ini filosofis juga, sih. saya sendiri menganut ‘paham’ bahwa setiap comment bisa ditanggapi dalam satu reply, sesuai kebutuhan masing-masing.

    ~just my 2 cents
    ~dulu sempat mau nulis soal ini, tapi nggak jadi :mrgreen:

  4. Edi Psw says :

    Masing-masing punya kekurangan dan kelebihan. Jika balasan ditaruh di bawahnya memang bisa praktis karena jawaban bisa langsung dilihat di bawahnya. Hanya saja kadang memakan banyak waktu.

  5. kamal87 says :

    klo gw langsung aja dah babad jawabain komentar satu satu lewat komentar lagi. Gw sih emang sengaja, biar blognya kliatan rame :mrgreen:

  6. romy says :

    dua-duanya bisa dipake kok,
    1. buat yang pertama, bisa dipake plugin WP-Thread Comment ( Udah nyobain, tapi blom pake ). Emang sih, jumlah komen tetep nambah. Tapi, pembaca bakal lebih mudah membaca komen balasan.
    2. trus buat komen ke banyak orang sekaligus, bisa pake cara kedua seperti tulisan diatas…

  7. anginbiru says :

    pake cara pertama..!! tampilannya juga jadi tambah keren kok.. kikiki…

  8. joesatch yang legendaris says :

    saya sih lebih suka memisahkan antara komen saya yang berupa balasan dan komen orang2 yang nanggapin artikel saya. biar nggak rancu aja, soale πŸ˜€

  9. tony says :

    wah.. saya jarang-jarang jawab komen, tapi sumpah tak baca semua sampai habis

  10. waterbomm says :

    waktu baru bikin.. saya pake cara kedua (new comment lagi), lama kelamaan.. pake yang pertama.. nah sekarang pake yang kedua lagi πŸ˜€ hihi.. maklum komennya cuma dikit.. jadinya di new comment aja ;))

  11. sigid says :

    Kalau saya suka pendekatan yang kedua mas.
    Saya lebih suka membiarkan komentar pengunjung seperti apa adanya.
    Statistik kayaknya ndak begitu penting deh :mrgreen:

  12. Rosyidi says :

    Aku lebih setuju dengan pendekatan 1. Kalo masalah susah ngeditnya gak juga. Justru gampang kalo pake ajax edit comments.
    Ya emang ini sesuai dengan selera dan kebutuhan. Kalo komentarku ada yg sampe 700, andaikata dijawab dengan metode 2 ntar bisa berlipat ganda jumlahnya. Dan komentar terlalu banyak ternyata sangat memberatkan bagi server dan pembaca.
    Kalo kekhawatiran kekurangan pendekatan 1, sepertinya sih blom pernah aku rasakan selama ini di blogku. Udah jalan setahun lebih dengan metode seperti itu πŸ™‚

  13. sluman slumun slamet says :

    saya pilih no 1
    hidup nomer 1

  14. macfred says :

    saya selalu pake pendekatan 1
    namun jika terlalu banya yg harus dibalas pendekatan 2 lebih
    liat situasi kek nya ya hajar aja 22 nya

  15. isdiyanto says :

    enakan yang nomor 1 ah…
    hidup nomor 1…

  16. Charles says :

    @all:

    Terima kasih untuk pendapat-pendapatnya… Kalau boleh saya simpulkan, semuanya memiliki kelebihan dan kekurangan, jadi kembali lagi ke selera pemilik blog, hehe… :mrgreen:

    ~kalau bisa upgrade, comment pemilik blog bisa dibedakan warna dan desainnya, jadi lebih gampang dicari… hehe

    ~untuk situasi seperti ini, pendekatan kedua lebih enak… :mrgreen: Tapi, saya setuju juga kalau pendekatan pertama juga keren. Cuma, dengan template blog saya sekarang, tingkat kekerenannya sepertinya berkurang… πŸ˜›

  17. mbah gendeng says :

    y nih bisa d coba juga cara tsb

  18. Chicago says :

    A good man would prefer to be defeated than to defeat injustice by evil means.

  19. fickry says :

    mo nanya nih..
    kalo di multiply, pas kita bales komen itu, balesan komen dari kita itu langsung masuk ke email si pengomentar sebelumnya. (jadi tanpa harus liat blog kita, dia bisa baca balesan komen dari kita di emailnya dia).

    gimana dg wordpress? bisa kyk gitu kak? settingannya?

    tengkyu yak
    lam kenal.

  20. Charles says :

    @fickry:

    Sejauh yang saya tahu, WordPress hanya bisa mengirimkan komentar yang masuk ke e-mail pemilik blog (hal ini bisa diatur dari http://defickry.wordpress.com/wp-admin/options-discussion.php.

    Kalau untuk pengomentar lain, kalau saat memberikan komen dalam keadaan login di WordPress, dia juga bisa melakukan tracking (mengetahui jika ada balasan) terhadap komentar yang telah dia berikan di blog lain di WordPress dengan fitur Komentar Saya (fitur ini ada di dashboard WordPress). Alamatnya:

    http://defickry.wordpress.com/wp-admin/index.php?page=my-comments

    Lihat penjelasan lebih lanjut mengenai fitur ini di sini

    Semoga membantu… Salam kenal juga. Makasih uda mampir πŸ˜€

  21. ariefbenua says :

    tank…..infonya sangat bermanfaat, buat gue yang masih pemula, nanti gue coba, klo masih ksulitan gue nanya balik lagi.

  22. Charles says :

    @ariefbenua:

    sama2… baguslah bisa bermanfaat infonya… πŸ˜€ kalau mau nanya-nanya, bisa ninggalin komen di sini atau e-mail saya di charles_ch36@yahoo.com.

    ~semangat ngebLog yah… hidup blogger Indonesia πŸ˜€

  23. R says :

    bagi yang isenk isenk ke fs orang buka blog gue
    aris74.blogspot.com
    thx infonya…

  24. sonic says :

    tukeran link yuk mas

  25. ryan says :

    sy lebih memilih yg kedua, soalnya tema sy ada feature highlighted commentnya, jd comment sy dpt terlihat lebih mudah dgn warna yg berbeda

  26. hieda says :

    wah ini ni yang dari kmrn2 aku cari infonya. abiz ga paham gmn carany balaz komentar di wordpress.
    salam kenal

  27. Artha says :

    saya masih mencari cara terbaik, model yang saya pake awal nge blog cara ke dua, namun berhubung komennya jadi bertambah banyak gara gara komen nya saya maka beralih ke cara 1. Dan sekarang sedang coba pake sebuah Plugin Hasilnya seperti cara I namun jumlah komen berlipat 😦
    jadinya ragu pake plugin ini

  28. Miracle Ary says :

    semalam ini ary memakai cara kedua untuk membalas comment,,
    sempat coba cara pertama,,tapi dipikir – pikir jadi merubah original nya pesan sang pengirim comment,,
    tapi belum tau juga deh untuk ke depan,,masih perlu banyak belajar dri para senior blogger..
    thank’s infonya,,salam kenal dan salam sukses untuk semua

  29. ki semar says :

    kalau aku lagi pakai cara 1 komentar selalu aku awali dengan kalimat: “menjawab komentar diatas” sebagai pemisah antara komentar dan balsan komentar.

  30. aliaz says :

    Hehe, aq belum pernah balaz comment. Duh, jadi merasa berdosa nech. Bukannya sombong, males, ato apalah. Ssst…jangan bilang siapa2 ya!!! jujur aq belon tau cr balaz comment.

  31. Yakobus says :

    ok dech.. thx atas infonya.. ne info bagus banget.. buat temen2 yg mau kenalan, kunjungi blog gue ya.. http://www.duniakaca.wordpress.com

  32. adiandri says :

    kalau yang lebih mudahnya gimana?

  33. masibuy says :

    mantapz,,, khususnya buat orang seperti saya yg masih newbie ddibidang bloger.
    Thanks atas infonya…

  34. TDVTeam says :

    nice infonya πŸ™‚ thanks yah..

  35. master says :

    infonya menarik banget….

  36. special event liability insurance says :

    Ridiculous quest there. What happened after?
    Thanks!

Trackbacks / Pingbacks

  1. Cara Terbaik Membalas Komentar - 12 Oktober 2008
  2. Cara Terbaik Membalas Komentar « Blog Ryan - 31 Oktober 2008
  3. Cara Terbaik Membalas Komentar « Go Blogger! - 23 November 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: