Bingung-Bingung Definisi Pornografi

Tulisan ini saya buat sehubungan dengan rencana pemerintah Indonesia untuk mem-block situs-situs porno di negeri tercinta ini.

Pemerintah Indonesia akan mem-block situs-situs pornografi. Berita ini begitu maraknya akhir-akhir ini sehingga saya yakin Anda dapat menemukan beritanya tanpa harus saya berikan link-nya. Rencana ini banyak menuai pro dan kontra. Pro dari orang yang telah jera melihat Indonesia yang seakan menyuburkan pornografi, kontra dari orang yang masih menyukai (dari mengakses hingga menyediakan) material asusila tersebut. Begitu banyaknya pro dan kontra yang ada sehingga saya rasa tidak perlu menambahkannya lagi di tulisan ini. Silakan googling saja bagi yang berminat… ๐Ÿ˜‰

Masih berhubungan dengan rencana blocking situs-situs porno tersebut, pemerintah kebingungan bagaimana cara mengetahui sebuah situs itu adalah situs porno atau tidak… Pernyataan terakhir yang dikeluarkan oleh M. Nuh tentang definisi situs porno adalah situs yang mensyaratkan pengunjungnya berusia 17 tahun atau 18 tahun. Tapi, apakah semua situs yang seperti itu pasti situs porno? Jadi apa dong definisi pornografi (terutama situs porno)!? Banyak yang mengatakan kalau definisinya sangat subjektif, dan ini salah satu yang bikin bingung!

OK, saya langsung saja ke inti dari tulisan saya ini. Kalau Anda menyadari, ada sebuah kata yang saya bold pada tulisan di atas. Kata apakah itu? Itu adalah kata rencana. Mengapa kata tersebut saya tekankan? Karena, sudah sejak lama dan setelah banyak biaya dikeluarkan pemerintah untuk masalah pornografi ini, hingga saat ini semuanya masih ada dalam tahap rencana. Maksudnya, belum ada situs porno yang benar-benar di-block oleh pemerintah (CMIIW)…

Kalau ditanya, apa sih kesulitan pemerintah? Menurut saya, pemerintah menemui banyak kesulitan tentang pembuatan undang-undang, penentuan definisi pornografi yang bikin bingung subjektif itu, membuat software-software yang dapat menangkap gambar porno secara otomatis, menciptakan algoritma untuk menetapkan suatu situs adalah situs porno atau bukan, dan lain sebagainya…

Apakah hal-hal yang dilakukan pemerintah di atas salah? Tidak salah sih, cuma, hal-hal di atas secara tidak langsung dapat dikatakan menjadi penyebab semuanya ini hanyalah baru dalam tahap rencana. Pemerintah sudah kesulitan dengan hal-hal yang jauh ke depan, padahal yang benar-benar di depan mata seolah tidak terlihat… Apa contohnya? Contohnya adalah, di saat banyaknya situs yang sudah jelas-jelas adalah situs porno, pemerintah malah lebih memilih berbingung-bingung dengan situs yang sifatnya abu-abu (antara porno dan tidak).

Definisi pornografi itu subjektif? Ya, saya setuju… Tapi, pasti ada content pornografi yang sudah jelas-jelas pornografi (semua orang setuju kalau itu adalah pornografi). Dan, tidak sulit untuk menemukan situs-situs yang saya katakan sebagai pornografi absolut seperti ini. Kalau memang situs-situs porno absolut (yang benar-benar porno) masih banyak, kenapa tidak yang itu dulu di-block? Iya toh? Kok malah bingung sama yang abu-abu? Kalau blocking otomatis masih sulit, yah sementara blocking manual dulu bisa kan? Memang dengan cara manual tidak akan semua situs terjangkau, tapi setidaknya situs-situs top-nya kan bisa di-block dulu…

So, daripada hanya rencana saja, kan lebih baik ada action dulu (meskipun tindakannya kecil tapi berpengaruh besar, loh…)… Setuju, pemerintah? Let’s take action…ย ๐Ÿ˜€

Iklan

Tag:, , , , , , , , , ,

About Charles

Seorang alumni Fakultas Ilmu Komputer UI. Suka mengoleksi buku-buku dan membagikan inspirasi-inspirasi yang didapatkannya. Mencintai matematika dan logika sederhana. Hobinya adalah mencari inspirasi dan membagikannya. Seorang biasa yang percaya bahwa dia memiliki Tuhan yang luar biasa.

4 responses to “Bingung-Bingung Definisi Pornografi”

  1. Ivan Wangsa C.L. says :

    Yah, saya sih ga setuju…
    Saya lebih suka lokalisasi TLD…

  2. suckz_guy says :

    saya sich setuju bgt… tp katana ada software bwt block porn sites dr DepKom y?

    ada linknya gak bang??? kl ada, tlng email ye.. suckz_guy@yahoo.com

  3. willy says :

    aku binun banget lae dengan defenisi pornografi ini
    sebenarnya sih aku setuju saja dengan uu ite tp ada beberapa hal yang aku ga setuju
    contohnya spt yang pernah kudengar dan kubaca
    setiap pengguna dan pemilik situs porno akan ditangkap
    wahh yang pengguna ini aku rada2 binun karena tidak semua orang indonesia pinter internet contohnya di tulisan urlnya tulisan yahoo.com tau2nya ehh worldsex.com nahh si pengguna ga tau khan bedanya karena url tsb di redirect trus dia ketangkap dan di penjara itu khan namanya sadis banget
    (kalo masih binun ntar gw kasih contohnya)
    itu yang gw binun dan ada beberapa hal lain yang gw binun dengan defenisi pornografi di negeri ini

  4. sugeng pangestu says :

    Saat ini UU Pornografi sudah disahkan, jadi menurut hemat aku mari kita jalani dengan semangat “berAGAMA”, sebab tidak satupun agama yang benar didunia ini yang mengajarkan kepada umatnya untuk tidak berpakaian sopan. Lihat Suster-suster yang berpakaian tertutup, Ustadzah2 berjilbab, Pendeta, Biksu dll semua mengajarkan kita bahwa Tuhan suka kepada yang sopan dan tidak suka kepada yang seronok. Coba buka kitab suci kita masing masing. Janganlah kita mendeskriditkan salah satu umat tentang hadirnya UU Pronografi. Bali …. biarkan turis itu telanjang, tapi jika anak-anak merasa terganggu fikirannya maka UU ini yang bertindak. Papua…. biarkan mereka asyik dengan kotekanya, toh yang sudah berbaju juga lebih banyak. Jangan sampai karena alasan bisnis pariwisata, alasan seni lah, kemudian kita membiarkan manusia indonesia berpakaian seenaknya sendiri, tanpa peduli bahwa pakaiannya dilihat oleh banyak mata. Jangan biarkan anak-anak indonesia tertutup minat belajarnya karena terganggu oleh bayangan -pria wanita berbuat mesum di tempat umum… Ok…. Bravo u semua yang peduli terhadap bangsa ini. Ga usah risih kalau jiwa kita bersih. UU kan hanya sebuah instrumen tergantung kita bagaimana memainkannya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: