Buku Best Seller – Bikin Bingung!

Beberapa waktu lalu saya pergi ke sebuah toko buku. Di toko buku itu, saya melihat banyak sekali buku dengan tulisan “best seller” di bagian depannya. Harusnya, “best seller” adalah “semacam penghargaan” untuk satu buku yang paling laris dibeli konsumen. Kenyataannya, “best seller” nongol di banyak buku. Menurut saya, hal ini membuat “penghargaan” itu kini berkurang nilainya karena begitu banyaknya buku yang menjadi “best seller”. Ini membuat saya bingung, sebenarnya mana buku yang benar-benar “best seller” dan benar-benar bagus sehingga banyak dibeli…

Sebenarnya apa yang salah dengan mencantumkan “best seller” di sampul sebuah buku? Menurut saya, kesalahannya terletak pada ketiadaan informasi mengenai “best seller” tersebut. Contohnya, bagaimana sebuah buku dikategorikan menjadi “best seller”? Apakah sudah ada standarisasi tertentu? Ataukah setiap orang bisa membuat bukunya menjadi best seller dengan standarnya sendiri-sendiri yang subjektif? Selama tidak ada standarisasi mengenai aturan pencantuman “best seller” di sampul sebuah buku, “penghargaan” best seller ini hanya akan membuat orang bingung, karena akan semakin banyak buku (baik yang bagus maupun tidak bagus) yang memiliki logo “best seller” di sampulnya.

Jadi, gimana dong solusinya? Menurut saya, yang pertama, lakukanlah standarisasi untuk “penghargaan best seller” ini. Jadi, semua buku-buku best seller adalah “national best selller” yang memenuhi kriteria-kriteria yang ditentukan melalui standarisasi tersebut.

Ada beberapa tips dari saya untuk memperjelas makna “best seller” ini:

  1. Perjelas siapa yang memberikan penghargaan ini. Apakah ini adalah national best seller, atau diberikan oleh toko buku tertentu, atau siapa…?
  2. Perjelas jangka waktu kapan buku itu menjadi buku terlaris. Misal: paling laris di tanggal 27 Maret 2008, atau bulan Februari 2008, atau tahun 2007…
  3. Perjelas buku tersebut “best seller” dibandingkan dengan buku apa saja… Misal: terlaris dari semua buku, atau terlaris dari semua novel, atau terlaris dari semua buku-buku bisnis…

Saya rasa, tiga hal di atas bisa mengurangi kebingungan dari para konsumen (setidaknya saya lah…) saat melihat logo “best seller” di sampul sebuah buku…

Iklan

Tag:, , , , ,

About Charles

Seorang alumni Fakultas Ilmu Komputer UI. Suka mengoleksi buku-buku dan membagikan inspirasi-inspirasi yang didapatkannya. Mencintai matematika dan logika sederhana. Hobinya adalah mencari inspirasi dan membagikannya. Seorang biasa yang percaya bahwa dia memiliki Tuhan yang luar biasa.

26 responses to “Buku Best Seller – Bikin Bingung!”

  1. djunaedird says :

    Yang jelas yang bikin toko buku atau penerbitnya. 😛

  2. Charles says :

    @djunaedird:

    Iya ya, kan mereka yang punya data penjualan, hehe…

  3. Okta Sihotang says :

    best seller..berarti penjualan yang terbaik… 🙂

  4. gagahput3ra says :

    bener banget 😦 kalo best sellernya sebanyak itu dan uang di dompet cuma 50rb gimana cara milihnya coba 😥

    Mustinya ada best seller by price 😛

  5. ayaelectro says :

    best seller, pastinya dari hasil penjualan. isi buku jga pengaruh lah…

  6. wyd says :

    bisa jadi best seller di negara A, B, dst jadi jenis bukunya banyak deh…
    atau best seller untuk kalangan tua, muda, ABG, dst…
    atau best seller di antara para ekonom pasti beda dg pekerja seni, beda dg usahawan atau sekadar karyawan…

  7. Febra says :

    hehehe..saya juga ga ngerti bro 😀

  8. jimmy says :

    saya setuju sekali.. penulisan best seller di buku-buku sekarang ini sepertinya sudah jadi standar.. apalagi kalo pengarangnya sudah punya nama, hampir pasti ditulis bahwa buku ini adalah buku best seller. kadang saya kecewa setelah membeli buku dengan label best seller yang ternyata isinya biasa saja (menurut saya) 😦

  9. andyf says :

    hihihi.., iya juga ya mas Charles, saya juga sering bingung milih buku. Tapi yang jelas, seharusnya kita lebih selektif dan merencanakan jika ingin membeli sebuah buku, biar nggak kecewa kalo udah dibeli 😉

  10. Hanna says :

    hahaha….
    mungkin buku best seller sekarang hanya sekedar promosi untuk itu buku, hehe. mungkin, lho, ya. namanya juga trik bisnis. bila demikian sangat mengecewakan karena kita kehilangan buku yang benar2 bermutu. lagipula, buku best seller bukan jaminan bahwa buku itu pasti bagus, kok. bisa saja buku itu menjadi best seller karena promosi atau lain-lain.

    banyak kok buku bagus tapi tidak best seller. hehehe. tiga tips yang diberikan di sini sangat bagus.

  11. anthonysteven says :

    Status Best Seller itu sebenernya sering kali menyesatkan. Kenapa? Karena status best seller itu didapat dari jumlah penjualan buku tersebut. Pertanyaan pentingnya, siapa sih yang banyak baca buku tersebut? Laymen (orang awam)? atau Experts (para ahli)?

    Nyata-nyatanya buku best seller banyak dibeli oleh para Laymen, yang artinya buku tersebut bukan bagus tapi populer. Untuk menjadi populer ketepatan dan kebenaran dari kontent acapkali bisa dinomorsekiankan, gaya penulisan, janji-janji muluk, ataupun cover yang bagus dari buku tersebut bisa jadi faktor yang sangat berpengaruh.

    Hal ini mirip dengan fenomena AFI atau Indonesian Idol, dimana ada para penyanyi yang suaranya pas-pasan tapi sanggup menembus 3 besar dan bahkan menjadi juara, hanya karena populer di kalangan Laymen.

    Wajar saja bila para penyanyi jebolan Asia Bagus (yang menggunakan sistem juri) jauh lebih bersinar nantinya daripada jebolan AFI (yang menggunakan sistem polling popularitas).

    BTW, ini komen apa posting sih gue? heheheh.

    GBU!

  12. Edi Psw says :

    Mungkin banyak buku yang diberi tulisan “best seller” untuk menarik minat pengunjung agar dibeli. Kalau semua diberi tulisan “best seller” berarti semua harus dibeli. Hahaha…

  13. supono says :

    Beli buku kan tergantung keerluan kita (*iya ga sih), best seler adalah salah satu pertimbangannya. Tips dari saya sih cari yang paling murah he… Logo best seller kan bisa ditempel he he…

  14. Charles says :

    @Okta Sihotang:
    Yup, yang paling banyak terjual… 😀

    @gagahput3ra:
    haha, boleh juga tuh best seller by price… Lebih gampang milihnya, bisa disesuaikan dengan kantong… 😛

    @ayaelectro:
    Iya, isi buku pastinya pengaruh juga… Tapi, menurut saya, awalnya yang mempengaruhi pastinya sampul buku tersebut (desainnya, pengarangnya, sinopsisnya)… Karena biasanya kan bukunya diplastikin, jadi yang beli awalnya tertarik pada sampulnya… So, sebenernya buku best seller itu ga harus bagus isinya… :mrgreen:

    @wyd:
    Iya, kan lebih bagus kalau best sellernya berdasarkan kategori ya… Jadi, lebih gampang melihat buku-buku best seller di bidang yang diminati pembeli (contoh: ekonom bisa lihat buku-buku ekonomi yang best seller).

  15. Charles says :

    @jimmy:
    Inilah yang saya bilang kenapa sampul buku mempengaruhi status “best seller” sebuah buku. Iya, saya juga pernah kecewa begitu… Makanya kita jangan tertipu dengan logo “best seller” saja. Alangkah baiknya kalau sudah ada orang yang pernah membaca buku itu dan merekomendasikannya buat kita…

    @andyf:
    Betul sekali, mas… Rekomendasi orang-orang kayaknya lebih bagus deh daripada status “best seller”.

    @Hanna:
    Makasi… Semoga tips-tips tersebut bisa dilihat dan diterapkan oleh penerbit/toko buku nantinya… Mengenai promosi, bisa juga logo “best seller” itu dijadiin promosi. Saya membayangkan, mungkin ga ya logo “best seller” nantinya jadi bagian dari desain sampul buku untuk mengecoh konsumen!?

  16. Charles says :

    @anthonysteven:

    “Status Best Seller itu sebenernya sering kali menyesatkan.” –> Setuju. Status best seller tidak bisa digunakan untuk menentukan bagus atau tidaknya isi sebuah buku, tapi hanyalah sebagai indikator popularitas dari buku tersebut.

    Lagi “posting komen”, to… hehe

    GBU too… 😀

  17. Charles says :

    @Edi Psw:
    Kalo semua buku ada “best seller”-nya, status itu uda ga berarti apa-apa lagi jadinya. Uda kayak bagian dari desain sampul aja… hehe.

    @supono:
    Betul… Belilah sesuai dengan kebutuhan kita (jangan tergoda hanya karena status best seller). Banyak kok buku yang bagus, mendidik, murah, dan bukan best seller… 😀

  18. symbian says :

    kalo aku sih nunggu testimoni dari teman2 dulu, lebih aman dan terpercaya. Soalnya pernah beli buku, dari luarnya(bukunya disampul), bagus tapi pas di beli ternyata mengecewakan. sperti beli musang dalam karung aja.

    http://diskmal.blogspot.com

  19. Charles says :

    @symbian:

    Bener tuh… rekomendasi temen biasanya ampuh juga…

  20. doom bloog says :

    Wah emang tuh toko buku yang berkaliber selalu memajang kata “best seller”, bikin ngiler.

    btw, kagak ada hari big sale di toko buku yak

  21. Abdul Jabbar says :

    Salam Kenal dari Penulis Pemula yang sederhana dan biasa-biasa saja.

  22. Charles says :

    @Abdul Jabbar:

    Salam kenal juga… Saya juga masih penulis pemula yang sederhana kok 😀

  23. sudarwan danim,prof says :

    Kadang-kadang kehilangan semangat menulis buku, karena sebagian penerbit klo tidaj ditagih gak bayar. Gak apa2, bagi saya menulis buku untuk warisan sejarah pada ilmu pengetahuan. Setahu saya, banyak profesor doktor yang mentereng itu tida menulis buku. Gawat juga klo begitu kan?

  24. sudarwan danim,prof says :

    Siapa di antara kawan2 yang mau join menulis buku ya?

  25. Galinggung says :

    Setau gue, buku bestseller ya emang best theme, best content dan emang tema yg dibahas lagi nge-trend. Temanya dulu yg populer, kemudian baru lahir bukunya. Tapi klo semua toko melabel bukunya dengan bestseller ya emang bingung coy. Tentukan dulu aja dari rumah mau beli buku apa.

  26. CG says :

    Apakah ada dafter Best-selling buku di Indonesia seperti kaya di Amerika yg ada NY Times Best-Selling book or National Best Selling? atau best-selling books itu masing2 penerbit punya daftar? misalnya setiap penerbit ada daftar top best selling dan beda2 antara satu penerbit dengan penerbit yang lain?

    Maaf saya tidak tinggal di Indonesia jadi kurang tahu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: