James Caviezel – pemeran Jesus Christ

Apakah Anda mengenal James Caviezel? Dia adalah pemeran Yesus Kristus (Jesus Christ) di dalam film Passion of the Christ. Ada beberapa hal yang saya kagumi dari seorang James Caviezel…

Pertama, dia memiliki integritas di dalam hidupnya. Dia berani menolak sesuatu yang tidak sesuai dengan imannya, meskipun itu berarti menolak uang puluhan juta dollar. Dia adalah seorang bintang Holywood yang langka, satu dari sedikit bintang Holywood yang menolak untuk melakukan love scene (baca: sex scene) di dalam film yang dia perankan. Dia menolak untuk melakukan adegan pornografi, seperti pernyataan yang dia keluarkan pada tahun 2002 berikut ini.

Staunchly Catholic Hollywood actor Jim Caviezel refused to strip off for a sex scene with beautiful actress Ashley Judd. The 33-year-old star threatened to walk out unless director Carl Franklin shot the scene for thriller High Crimes with both parties wearing clothes. He says, “I told Carl, ‘It’s no problem, I don’t have to do this movie. Go ahead and find someone else.’ I see our culture as not respecting people too much, treating people like objects. There are times where sex is appropriate, but I’ve yet to see butts and breasts act themselves out of a scene!” It’s not the first time Caviezel has refused to get naked for scenes with beautiful co-stars. He refused to film a love scene with sexy Jennifer Lopez in Angel Eyes because she was topless and asked rising star Dagmara Domincyzk to cover her nipples while shooting The Count Of Monte Cristo. The married star says, “My acting stems from inside, from God. And that’s the only way I can act. If I violate that, then I don’t think I’d be around this business much longer.

Hal ini yang saya kagumi. Dia punya kesempatan untuk melakukan itu, tetapi dia menolaknya, karena integritas pada imannya. Dia rela jika dia harus disingkirkan karena tidak melakukan “perintah” director film tersebut. Seandainya semua bintang film seperti ini, tentunya pornografi akan dapat berkurang, bahkan bukan tidak mungkin dapat hilang!

Selain itu, dia juga tidak gila harta. Dia bahkan menolak tawaran sebesar US$ 75 juta karena tidak sesuai dengan imannya.

Hal ini membawa James Caviezel menerima tawaran yang sangat sulit dari Mel Gibson, yaitu memerankan tokoh utama di dalam filmnya “Passion of The Christ”, yaitu sebagai Yesus Kristus. Satu hal yang unik adalah inisial nama James Caviezel (JC) sama dengan inisial nama Jesus Christ.

Bagaimana beratnya James Caviezel menjalani peran ini dapat dibayangkan melalui kesaksian Caviezel berikut.

Dulunya aku pikir belajar bahasa-bahasa kuno akan menjadi tantangan terberat. Tetapi, ternyata penderitaan fisik jauh lebih berat.

Sejak dari awal, pembuatan film ini merupakan siksaan bagiku dalam segala bentuk. Aku diludahi dan dipukuli. Aku memanggul salibku selama berhari-hari, lagi dan lagi menyusuri jalan-jalan yang sama; tulang bahuku sempat terlepas karena beban salib yang berat.

Aku tidur empat jam sehari. Pukul 2 pagi aku harus mulai di makeup; aku tak dapat duduk, karena makeup akan lengket di tubuhku. Delapan jam diperlukan untuk mengenakan makeup padaku dan kemudian dua jam diperlukan untuk melepaskan semua makeup itu plus aku harus duduk di bawah pancuran air selama setengah jam agar makeup benar-benar lepas. Juga, karena makeup yang hebat, aku tidak dapat melihat dengan mata kananku, sehingga aku mengalami hyper-focus pada mata kiri. Dengan segala makeup yang menempel di tubuhku, kadang, aku merasa gatal-gatal seperti terbakar di sekujur tubuhku. Mel akan menghampiriku dan bercanda, “Jim, kamu adalah pizza terbesar di seluruh dunia.”

Pengambilan gambar dilakukan di Italia pada mudim dingin. Aku tergantung di atas salib, hanya dengan selembar kain penutup pinggang, di tengah udara yang dingin membeku. Aku memandang ke bawah melihat ratusan krew dengan jaket tebal dan syal serta sarung tangan, sementara aku sendiri tak dapat berbuat apa-apa karena tangan-tanganku terikat pada kayu salib. Angin bertiup mengiris-iris tubuhku. Karena dingin yang menggigit, aku menderita hypothermia, yang rasanya seperti menjepitkan seluruh tubuhmu dalam balok es. Sungguh menderita. Aku sulit bernapas, tidak dapat mencerna makanan dengan baik, berat badanku turun drastis dan aku menderita sakit kepala berkepanjangan. Mesin pemanas memang ada, tetapi tidak mungkin didekatkan padaku karena segala makeup itu akan meleleh.

Aku ingat suatu ketika, di atas salib, aku mengeluh kepada Tuhan, “Jadi, apakah Engkau tidak menginginkan film ini dibuat?” Pada akhirnya, aku harus pergi ke tempat yang lebih dalam dari kepalaku, aku harus pergi ke dalam hatiku. Dan satu-satunya cara untuk sampai ke sana adalah dengan doa. Sungguh menyakitkan.

Adegan yang cukup lama di mana Yesus didera dengan cambuk-cambuk besi sungguh mengerikan. Untuk adegan ini Mel telah mengatur supaya ditempatkan suatu papan di punggungku, kira-kira setengah inci tebalnya, agar para prajurit Romawi tidak mengenai punggungku. Tetapi, pukulan salah seorang dari mereka luput, menghantam tepat di punggungku dan merobek kulitku. Aku tidak dapat berteriak, aku tidak dapat bernapas. Pukulan itu begitu menyakitkan hingga seluruh sistem tubuhku tergoncang. Aku jatuh tersungkur dan Mel mengatakan, “Jim, ayo bangun.” Ia tidak tahu bahwa aku sungguh terkena. Cambukan itu meninggalkan luka sepanjang 14 inchi (± 36 cm) di punggungku yang kemudian menjadi contoh untuk ‘membuat’ luka-luka penderaan lainnya. Aku tidak terkena pukulan lagi sesudahnya, tetapi insiden itu menyadarkanku akan bagaimana kira-kira rasanya dicambuk.

Aku menganggap semua penderitaan itu layak untuk memainkan peran Yesus. Peran ini sungguh berarti bagiku. Dengan memerankannya, aku jauh lebih menghayati Jalan Salib. Jalan Salib adalah sengsara Kristus demi umat manusia, demi menebus dosa-dosa kita, demi membawa kita kembali kepada Allah; dan Kasih yang melakukan semuanya.

Ketekunan Caviezel dalam menjalani peran ini sungguh membuat saya kagum. Bagi yang ingin melihat aksi Caviezel dalam film tersebut, dapat melihat foto-foto yang ada di tulisan saya: “Cinta Sejati”.

Apa yang dapat saya teladani dari seorang James Caviezel? Yang dapat saya pelajari adalah integritasnya. Bagaimana dia tidak hanya “sok suci” saat memerankan tokoh yang suci (Jesus Christ), tetapi dia adalah seorang yang beriman teguh dan berintegritas di dalam kehidupannya. 😀

~Wawancara James Caviezel mengenai pembuatan film Passion of The Christ saya ambil dari http://www.indocell.net/yesaya/pustaka/id410.htm.

Iklan

Tag:, , , , , , , ,

About Charles

Seorang alumni Fakultas Ilmu Komputer UI. Suka mengoleksi buku-buku dan membagikan inspirasi-inspirasi yang didapatkannya. Mencintai matematika dan logika sederhana. Hobinya adalah mencari inspirasi dan membagikannya. Seorang biasa yang percaya bahwa dia memiliki Tuhan yang luar biasa.

49 responses to “James Caviezel – pemeran Jesus Christ”

  1. chic says :

    …salut… 🙂

  2. fiksirealita says :

    Keep spirit…..
    Salam Kenal….GBU

  3. Charles says :

    @chic:
    Saya juga salut… 😀

    @fiksirealita:
    Salam kenal juga… GBU 2… 😀

  4. Johan says :

    wahh… hebat ya. Saya baru tau

  5. Okta Sihotang says :

    deskripsi yang mantap bro..
    salam kenal 🙂

  6. Lestari says :

    Syallom…. jawaban.com will be held 1st Christian Indonesian Blogger Festival on 8 August 2008 (8-8-8)…Cek ‘Pengumuman Event’ forum JC tuk join CIBfest 2008 disini : http://www.jawaban.com/forum/viewtopic.php?p=161332#161332. Atau langsung join aja disini : http://www.jawaban.com/news/entertain/show.menu.php?cat_id=175. Dan ikuti instruksi di sidebar sebelah kanan. We’re waiting for you all of Christian bloggers to join !

  7. hanggadamai says :

    wah keren2… 🙂

  8. detnot says :

    memerankan sosok Tuhan spt itu apa tidak membawa beban psikologis ya?

  9. Edi Psw says :

    Saya dulu nonton waktu diputar film itu. Hebat!

  10. Hanna says :

    Emang….pengorbanan Yesus tu keren banget!!!!!Kereeeeennnn!!!!!!!

  11. Charles says :

    @Johan, hanggadamai, Edi Psw, Hanna:
    Iya, memang hebat dan keren… Angkat topi dan jempol deh saya… 😀

    @Hanna:
    Memang pengorbanan Yesus itu tidak bisa dibandingkan dengan apapun juga. Terlalu agung dan berharga… 😀

  12. Charles says :

    @Okta Sihotang

    Makasi ya…

    Salam kenal juga… 😀

  13. Charles says :

    @Lestari:

    Thx ya buat informasi dan undangannya… 😀

  14. Charles says :

    @detnot:

    Wah, menurut saya, beban psikologisnya pasti besar banget tuh… Seorang manusia biasa harus berperan menjadi manusia sempurna tanpa cela… Wah, sesuatu yang sangat sulit… Dan James Caviezel sudah memerankannya dengan cukup baik… Salut.

  15. nonie says :

    salam kenal, thanks sdh berkunjung ke blog saya…

  16. Charles says :

    @nonie:

    Sama2… Thx juga sudah berkunjung ke blog saya. Salam kenal juga… 😀

  17. fahd says :

    Orang Yahudi mengambil keuntungan dari dibunuhnya Yesus agar agama nenek moyang mereka yang menyimpang dari Musa dapat bertahan, sedangkan kaum Kristen mengambil keuntungan dari dibunuhnya Yesus agar dosa mereka terampuni. Seandainya Yesus turun lagi ke dunia, mungkin kaum Kristen menginginkan agar Yesus disalib untuk mati kembali agar dosa mereka tertebus lagi. Sungguh malang dikau Yesus, dirimu dijadikan obyek dan keuntungan dari para manusia yang tidak mengenal ajaranmu dengan semestinya.

    Kemarin tanggal 21 Maret 2008 jam 21.00 malam diputar film “Passion of the Christ” yang disutradarai oleh “Mel Gibson” di Trans TV. Setelah menontonnya dapat saya simpulkan bahwa Tuhan hanyalah Allah semata dan Yesus (dalam film dipanggil Yeshua) adalah utusan Allah.

    Tampak di film itu sesaat sebelum Yesus ditangkap beliau berdoa meminta keselamatan kepada Allah.

    MATIUS 26 : 39
    “Ya Bapaku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini berlalu dari padaku (maksudnya hilangkanlah kesulitan ini dari diriku), tetapi janganlah seperti yang ku kehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki”.

    Yesus kemudian sujud kepada Allah, seperti halnya para nabi yang sujud

    Genesis (Kejadian) 17 : 3
    Dikatakan : Ibrahim (Abraham) menjatuhkan dirinya saat beribadah

    Number (Bilangan) 20 : 6
    Dikatakan : Musa menjatukan wajah saat beribadah

    Yoshua 5 : 14
    Dikatakan : Yoshua menjatuhkan wajahnya saat beribadah.

    Matius 26 : 39
    Dikatakan : Yesus maju beberapa langkah & menjatuhkan wajahnya & berdoa kepada Tuhan

    Sesuai yang seharusnya saat beribadah, yaitu menjatuhkan wajah (Sujud) kepada Allah. Sedangkan tidak pernah Yesus mengajarkan duduk saat beribadah.

    Saat Yesus mau diadili, maka pengikut Yesus seperti Petrus tidak mau menolong Yesus.
    Dalam Injil Markus 14 : 46-50
    Dikatakan bahwa para murid Yesus adalah orang-orang yang tidak setia menolong Yesus (Isa) dalam membela agama Allah. Ketika Yesus diciduk aparat untuk dijatuhi hukuman mati di atas kayu salib, semua muridnya lari tunggang langgang meninggalkan Yesus, tak satu pun mau membela dan menjaga keselamatan Yesus.
    Dalam Injil Markus 14 : 68-71 “ Tidak lama kemudian orang-orang yang ada disitu berkata juga kepada Petrus, “Engkau ini pasti salah seorang dari mereka, apalagi engkau seorang Galilea!. Maka mulailah Petrus mengutuk dan bersumpah, “Aku tidak kenal orang yang kamu sebut-sebut ini!”. Dalam ayat ini dikatakan bahwa saat Yesus dihadapkan di pengadilan, dia sangat membutuhkan pembelaan para muridnya. Tetapi Petrus yang merupakan murid kesayangan Yesus malah menyangkal dan menolak tuduhan sebagai murid Yesus.

    Kemudian Yesus disiksa, sungguh suatu penghinaan bagaimana mungkin seorang Tuhan yang agung bisa disiksa seperti itu, sungguh pemandangan yang miris. Tidak mungkin itu adalah Tuhan yang asli, nabi Allah sekalipun tidak ada yang pernah mengalami kejadian mengenaskan seperti itu. Allah mengirimkan semua utusannya(nabi) sebagai kekasih, dan ia menyelamatkan mereka. Sesungguhnya Yesus hanyalah utusan Allah, yang mereka tangkap bukan Yesus yang asli, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Yesus. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Yesus, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah (Yesus).

    Ketika Yesus disidang, tampak para wanita Yahudi memakai pakaian yang menutup tubuh mereka (Jilbab), berbeda dengan pakaian istri pembesar Romawi yang berpakaian ala barat.

    Dalam film itu ada 3 hal yang perlu diperhatikan oleh kita bahwa para pengikut Yesus dan orang-orang memanggilnya dalam berbagai sebutan yaitu “manusia, nabi dan anak Tuhan”. Sebutan anak Tuhan adalah hal yang biasa bagi bangsa Yahudi. Anak Tuhan berati orang suci yang dekat dengan Tuhan. Semua nabi dan orang suci dalam literatur orang Yahudi dipanggil sebagai anak Tuhan.

    Ketika Yesus disiksa dan disalib dalam film itu tampak Yesus sedang membayangkan masa lalunya bersama murid2nya. Yesus mengatakan bahwa beliau adalah jalan kebenaran dan hidup tak ada yang sampai ke Bapa melainkan lewat Yesus. Hal itu adalah tugas para nabi. Semua nabi mengajarkan seperti itu. Ketika di jaman nabi Ibrahim , maka nabi Ibrahim adalah jalan kebenaran dan hidup dan tidak ada yang sampai ke Bapa(Allah) melainkan lewat Ibrahim. Ketika dijaman Musa, maka Musa adalah jalan kebenaran dan hidup, tak ada yang sampai kepada Bapa (Allah) tanpa melalui Musa. Dijaman Muhammad, Muhammad juga jalan kebenaran dan hidup, tak ada yang bisa sampai kepada Allah tanpa melalui Muhammad.

    Jadi Jalan kebenaran dan Hidup bukan berati Ibrahim adalah Tuhan, Musa adalah Tuhan, Yesus adalah Tuhan dan Muhammad adalah Tuhan. Ketika Yesus disalbib, dia mengucapkan Allahku…Allahku…Allahku…Bapaku….Bapaku…..!. Jelas bahwa dalam film itu Yesus ber-Tuhan pada Allah. Yesus berkata : Allahku…Allahku…mengapa Engkau meninggalkan aku. Lalu Yesus menyerakan nyawanya pada Allah semata. Jelas Tuhan adalah Allah dan Yesus adalah utusan Allah

    Dalam film itu setelah disalib maka Yesus hidup ketika Kuburnya dibuka. Menurut Injil sebenarnya ketika kuburnya dibuka Yesus tidak ada, dia sudah keluar dan menyamar sebagai tukang kebun. Yesus berusaha menyamar agar tidak dikenali oleh orang2 Yahudi. Jika Yesus Tuhan dan dia mati disalib untuk menebus dosa manusia untuk apa dia takut pada Yahudi sampai harus menyamar sebagai tukang kebun?

    Kita diberikan akal fikiran untuk mencari Allah, pergunakanlah…

    Peace on Earth

  18. Charles says :

    @fahd:

    Salam sejahtera

    Saya akan mencoba menjawab komentar saudara Fahd dari sudut pandang kristiani secara umum, dan dari sudut pandang saya secara khusus.

    Seandainya Yesus turun lagi ke dunia, mungkin kaum Kristen menginginkan agar Yesus disalib untuk mati kembali agar dosa mereka tertebus lagi.

    Umat Kristen percaya bahwa penebusan Yesus hanya dilakukan sekali, saat Dia mati di atas kayu salib 2000 tahun silam. Di sana Yesus telah menebus dosa-dosa mereka yang percaya kepada-Nya, dan bertobat dengan sungguh-sungguh.

    Tampak di film itu sesaat sebelum Yesus ditangkap beliau berdoa meminta keselamatan kepada Allah.

    MATIUS 26 : 39
    “Ya Bapaku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini berlalu dari padaku (maksudnya hilangkanlah kesulitan ini dari diriku), tetapi janganlah seperti yang ku kehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki”.

    Umat Kristen percaya bahwa Yesus adalah 100% Allah dan 100% manusia. Dia adalah Allah yang berinkarnasi menjadi manusia, turun ke dalam dunia, untuk menyelamatkan manusia yang dikasihi-Nya. Dalam sisi kemanusian-Nya, Yesus mungkin saja mengalami rasa capek, sedih, lapar, sakit, dan takut. Wajar kalau Yesus takut, karena dilihat dari sisi manusia, penderitaan yang akan dialami-Nya sungguh tidak terbayangkan dan benar-benar berat. Bahkan, Yesus sampai mengeluarkan keringat darah. Tapi, di atas semuanya itu, Yesus tetap taat kepada perintah Bapa-Nya.

    Di dalam karya keselamatan, Allah Bapa adalah yang merencanakan keselamatan, Allah Anak (Yesus) yang menggenapi rencana Allah Bapa, dan Allah Roh Kudus yang menjaga ketekunan orang-orang yang diselamatkan.

    Yesus kemudian sujud kepada Allah, seperti halnya para nabi yang sujud

    Genesis (Kejadian) 17 : 3
    Dikatakan : Ibrahim (Abraham) menjatuhkan dirinya saat beribadah

    Number (Bilangan) 20 : 6
    Dikatakan : Musa menjatukan wajah saat beribadah

    Yoshua 5 : 14
    Dikatakan : Yoshua menjatuhkan wajahnya saat beribadah.

    Matius 26 : 39
    Dikatakan : Yesus maju beberapa langkah & menjatuhkan wajahnya & berdoa kepada Tuhan

    Sesuai yang seharusnya saat beribadah, yaitu menjatuhkan wajah (Sujud) kepada Allah. Sedangkan tidak pernah Yesus mengajarkan duduk saat beribadah.

    Menurut saya, penekanan dari bagian ini adalah kita harus memiliki rasa hormat dan takut akan Tuhan. Apakah dengan bersujud kita pasti takut akan Tuhan? Apakah dengan duduk kita pasti tidak takut akan Tuhan? Inti dari ajaran Yesus adalah agar kita takut akan Tuhan dan hormat kepada-Nya. Hati, diri kita, dan Tuhanlah yang paling mengetahui apakah kita sungguh-sungguh hormat dan takut akan Tuhan.

    Saat Yesus mau diadili, maka pengikut Yesus seperti Petrus tidak mau menolong Yesus.
    Dalam Injil Markus 14 : 46-50
    Dikatakan bahwa para murid Yesus adalah orang-orang yang tidak setia menolong Yesus (Isa) dalam membela agama Allah. Ketika Yesus diciduk aparat untuk dijatuhi hukuman mati di atas kayu salib, semua muridnya lari tunggang langgang meninggalkan Yesus, tak satu pun mau membela dan menjaga keselamatan Yesus.
    Dalam Injil Markus 14 : 68-71 “ Tidak lama kemudian orang-orang yang ada disitu berkata juga kepada Petrus, “Engkau ini pasti salah seorang dari mereka, apalagi engkau seorang Galilea!. Maka mulailah Petrus mengutuk dan bersumpah, “Aku tidak kenal orang yang kamu sebut-sebut ini!”. Dalam ayat ini dikatakan bahwa saat Yesus dihadapkan di pengadilan, dia sangat membutuhkan pembelaan para muridnya. Tetapi Petrus yang merupakan murid kesayangan Yesus malah menyangkal dan menolak tuduhan sebagai murid Yesus.

    Murid-murid Yesus adalah manusia biasa, yang dapat jatuh juga… Pastinya saat itu mereka sangat ketakutan. Apa yang mereka lakukan adalah sangat manusiawi, namun tidak dapat dibenarkan pula.

    Kemudian Yesus disiksa, sungguh suatu penghinaan bagaimana mungkin seorang Tuhan yang agung bisa disiksa seperti itu, sungguh pemandangan yang miris. Tidak mungkin itu adalah Tuhan yang asli, nabi Allah sekalipun tidak ada yang pernah mengalami kejadian mengenaskan seperti itu. Allah mengirimkan semua utusannya(nabi) sebagai kekasih, dan ia menyelamatkan mereka. Sesungguhnya Yesus hanyalah utusan Allah, yang mereka tangkap bukan Yesus yang asli, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Yesus. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Yesus, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah (Yesus).

    Benar! Ini adalah sebuah penghinaan yang sangat besar (jangankan untuk Allah, untuk manusia saja sudah jadi penghinaan besar). Tapi, di sini kita ditunjukkan pada kasih Allah yang begitu besar kepada manusia. Dia rela mengorbankan diri-Nya untuk manusia (yang sebenarnya tidak ada apa-apanya, hanya ciptaan!).

    Ketika Yesus disidang, tampak para wanita Yahudi memakai pakaian yang menutup tubuh mereka (Jilbab), berbeda dengan pakaian istri pembesar Romawi yang berpakaian ala barat.

    Untuk ini, menurut saya, kita tidak bisa mengeneralisasi semua wanita yang tidak memakai jilbab (seperti istri pembesar Romawi) adalah wanita yang tidak baik dan tidak taat pada Allah. Sekali lagi, yang kita permasalahkan adalah hati dari setiap wanita tersebut. Untuk pakaian, menurut saya, yang terpenting adalah pakaian yang sopan dan tidak menjadi batu sandungan untuk orang lain. Apakah harus memakai jilbab atau tidak? Menurut saya, itu bukanlah hal utamanya. Itu adalah hal teknis, dan bukan merupakan sebuah prinsip. Prinsipnya kembali ke hati kita masing-masing, apakah kita sungguh-sungguh mengasihi Allah atau tidak.

    Dalam film itu ada 3 hal yang perlu diperhatikan oleh kita bahwa para pengikut Yesus dan orang-orang memanggilnya dalam berbagai sebutan yaitu “manusia, nabi dan anak Tuhan”. Sebutan anak Tuhan adalah hal yang biasa bagi bangsa Yahudi. Anak Tuhan berati orang suci yang dekat dengan Tuhan. Semua nabi dan orang suci dalam literatur orang Yahudi dipanggil sebagai anak Tuhan.

    Yesus adalah 100% Allah dan 100% manusia. Untuk orang-orang di luar Kristen, hal ini sulit diterima, tapi itulah iman Kristen. Bagaimana dengan sebutan-sebutan Yesus pada film tersebut? Itu semua adalah gelar-gelar Yesus. Lebih lengkapnya dapat dilihat di sini.

    Ketika Yesus disiksa dan disalib dalam film itu tampak Yesus sedang membayangkan masa lalunya bersama murid2nya. Yesus mengatakan bahwa beliau adalah jalan kebenaran dan hidup tak ada yang sampai ke Bapa melainkan lewat Yesus. Hal itu adalah tugas para nabi. Semua nabi mengajarkan seperti itu. Ketika di jaman nabi Ibrahim , maka nabi Ibrahim adalah jalan kebenaran dan hidup dan tidak ada yang sampai ke Bapa(Allah) melainkan lewat Ibrahim. Ketika dijaman Musa, maka Musa adalah jalan kebenaran dan hidup, tak ada yang sampai kepada Bapa (Allah) tanpa melalui Musa. Dijaman Muhammad, Muhammad juga jalan kebenaran dan hidup, tak ada yang bisa sampai kepada Allah tanpa melalui Muhammad.

    Jadi Jalan kebenaran dan Hidup bukan berati Ibrahim adalah Tuhan, Musa adalah Tuhan, Yesus adalah Tuhan dan Muhammad adalah Tuhan. Ketika Yesus disalbib, dia mengucapkan Allahku…Allahku…Allahku…Bapaku….Bapaku…..!. Jelas bahwa dalam film itu Yesus ber-Tuhan pada Allah. Yesus berkata : Allahku…Allahku…mengapa Engkau meninggalkan aku. Lalu Yesus menyerakan nyawanya pada Allah semata. Jelas Tuhan adalah Allah dan Yesus adalah utusan Allah

    Yang dimaksud dengan “sampai kepada Bapa” di sini adalah beroleh keselamatan dan didamaikan dengan Allah. Hanya Yesuslah yang berani mengatakan bahwa Dia adalah satu-satunya jalan kepada Bapa. Dan hal itu dimungkinkan karena kematian-Nya di atas kayu salib dan kebangkitan-Nya atas maut yang telah mendamaikan manusia yang percaya kepada-Nya dengan Allah.

    Dalam film itu setelah disalib maka Yesus hidup ketika Kuburnya dibuka. Menurut Injil sebenarnya ketika kuburnya dibuka Yesus tidak ada, dia sudah keluar dan menyamar sebagai tukang kebun. Yesus berusaha menyamar agar tidak dikenali oleh orang2 Yahudi. Jika Yesus Tuhan dan dia mati disalib untuk menebus dosa manusia untuk apa dia takut pada Yahudi sampai harus menyamar sebagai tukang kebun?

    Hah? Menyamar sebagai tukang kebun? Bagian mana dari Injil yang mengatakan hal tersebut?

    Kita diberikan akal fikiran untuk mencari Allah, pergunakanlah…

    Benar, kita diberikan akal fikiran untuk mencari Allah dan kita harus mempergunakannya. Tapi, ada beberapa hal yang harus kita pahami. Pertama, akal manusia itu terbatas dan takkan dapat memahami Allah yang tidak terbatas secara utuh. Kedua, apa yang manusia dapat ketahui tentang Allah hanyalah apa yang Allah beritahukan kepada manusia, melalui Firman-Nya.

    Sebagai penutup, saya mengutip dari sebuah ayat Alkitab tentang pemberitaan kematian Yesus ini:

    1 Korintus 1:18
    Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.

    Untuk jawaban atas tuduhan-tuduhan tentang iman Kristen, dapat saudara lihat di sini.

    Peace on Earth

    Setuju. Peace on earth… 😀

    Tuhan memberkati saudara

  19. CY says :

    Film itu dan make upnya memang luar biasa, saya bahkan bisa merasakan bagaimana sakitnya cambukan besi itu… Kalo dibilang Yesus itu 100% Allah dan 100% manusia saya bisa memahami.

    @fahd

    Kita diberikan akal fikiran untuk mencari Allah, pergunakanlah…

    Maka coba kita berpikir, ada ga manusia normal yang masih bisa hidup bertahan setelah 700-an kali cambukan dgn cambuk besi ??? bahkan harus memikul salib lagi sampe ke bukit tengkorak. Kalo anda mungkin setelah 100 cambukan seperti itu sudah koma entah kemana. 😆

    Sedangkan murid2 yg lari meninggalkanNya itu utk menggenapi perkataan2 Yesus sebelumnya, yg salah satunya bahwa Petrus akan menyangkalNya 3 kali sebelum ayam berkokok. 🙂

    Peace on earth too… 🙂

  20. fahd says :

    @CY
    Maka coba kita berpikir, ada ga manusia normal yang masih bisa hidup bertahan setelah 700-an kali cambukan dgn cambuk besi ??? bahkan harus memikul salib lagi sampe ke bukit tengkorak.

    mas CY, kemarin pasti ga sempet nonton berita di Global TV tg 21 mar 2008, isi beritanya tentang umat kristen di filipina memperingati kematian Yesus secara sebenar2nya. (mungkin kecanggihan search engine akan membawa anda ke berita tersebut). Diberitakan ada -/+20 orang yang melalkuakn adegan Penyaliban dari awal sampai akhir, dan semuanya benar2 nyata (cambukan, darah, pemakuan, dan semuanya seperti pertanyaan anda. Dan Tidak ada satupun dari pengikut Yesus itu yang meninggal dunia. Coba renungkan.

  21. fahd says :

    @Charles

    Link yang anda tujukan tidak berguna mas bagi seseorang yang kebingungan mencari Tuhannya. Karena didalam link tersebut hanyalah pembenaran sepihak saja.
    KALAU MAU DIARTIKAN DENGAN KATA LAIN, LINK YANG ANDA BERIKAN ADALAH DOKTRIN.

    Trims anyway

  22. Charles says :

    @fahd:

    Loh mas, saya sepertinya tidak mengatakan itu adalah link untuk seseorang yang kebingungan mencari Tuhannya. Yang saya katakan, di dalam link itu ada jawaban dari pihak Kristen mengenai tuduhan-tuduhan pihak luar atas iman Kristen. Dan, tentu saja isinya mengenai doktrin Kristen.

  23. Charles says :

    @CY:

    Ya, saya setuju… Penderitaan Kristus benar-benar tidak terbayangkan, dan teramat sangat sulit diterima oleh manusia:

    – dikhianati murid-Nya sendiri
    – dihina dan diludahi
    – dicambuk ratusan kali dengan cambuk yang memiliki banyak kail yang siap mencongkel daging… (tak terbayangkan…, James Caviezel yang pernah terkena sekali secara tidak sengaja mungkin lebih mengerti).
    – memikul salib (kayu kasar) dengan badan penuh luka di jalan yang berbatu-batu
    – jatuh di tengah memikul salib, dengan muka yang menyentuh tanah terlebih dahulu
    – Tangan dan kaki-Nya dipaku
    – Tergantung di atas kayu salib dengan tangan dan kaki-Nya sebagai penyangganya
    – Meminum anggur asam di tengah dehidrasi yang luar biasa

    Jika hal-hal di atas saja sudah tidak terbayangkan, ada beberapa fakta yang membuatnya lebih tak terbayangkan lagi:

    – Yesus sama sekali tidak bersalah dan tidak berdosa
    – Yesus tidak melawan sama sekali (meskipun Dia punya kekuatan untuk melawan, bahkan bisa dan sangat berhak membalas orang yang membuat-Nya menderita).
    – Yesus mengampuni orang yang membuat-Nya menderita…

    ~kalau dibandingkan dengan apa yang dilakukan orang Filipina yang ada pada global TV itu, tentunya masih jauh dari gambaran apa yang Yesus alami. Bahkan, penggambaran di film Passion of The Christ pun tidak cukup untuk menggambarkan penderitaan Yesus… untuk kita…

  24. fahd says :

    @chales
    Yang saya maksud (mencari Tuhan) adalah diri saya sendiri mas, lagipula siapalah saya yang bisa menjelaskan Tuhan, tetapi saya hanya mencoba mendekatkan diri kepadaNya di jalan yang paling benar, yaiitu dengan menyembahnya, lagipula kalau yesus adalah Tuhan,
    ketika disalib dia merengek-rengek dengan teriakan “Eli, Eli lama sabakhtani” (Matius 27:46-52 dan Markus 15:34-38)
    APA ITU TUHAN ?
    TUHAN KOQ BERDO’A?
    maka daripada menyembah yesus, mendingan menyembah tuhannya yesus.
    Yaitu Allah

  25. fahd says :

    Renungkan ini deh:

    DOKTRIN TRINITAS :
    KEBINGUNGAN ini tersebar luas. The Encyclopedia Americana mengatakan bahwa Tritunggal dianggap “di luar jangkauan akal manusia.”
    Banyak orang yang menerima Tritunggal menganggapnya demikian. Monsignor Eugene Clark berkata: “Allah itu satu, dan Allah itu tiga. Karena tidak ada ciptaan yang seperti ini, kita tidak dapat mengertinya, tetapi menerimanya saja.”

    Kardinal John O’Connor berkata: “Kami tahu ini suatu misteri yang sangat dalam, yang sama sekali tidak kita mengerti.”
    Dan Paus Yohanes Paulus II berkata mengenai “misteri yang tidak dapat dimengerti tentang Allah Tritunggal.”
    Jadi, A Dictionary of Religious Knowledge berkata: “Tepatnya apa doktrin itu, atau bagaimana hal itu harus dijelaskan, para penganut Tritunggal pun tidak mencapai kata sepakat di antara mereka sendiri.”

    Maka, kita dapat mengerti mengapa New Catholic Encyclopedia berkata: “Hanya sedikit diantara guru-guru teologi Tritunggal di seminari-seminari Katolik Roma yang pada suatu waktu tidak dipojokkan oleh pertanyaan, ‘Tetapi bagaimana kita akan berkhotbah tentang Tritunggal?’ Dan jika pertanyaan itu merupakan gejala kebingungan di pihak para siswa, kemungkinan hal itu juga merupakan gejala kebingungan yang serupa di pihak guru-guru mereka.”

    Kebenaran dari pernyataan di atas dapat dibuktikan dengan mengunjungi suatu perpustakaan dan memeriksa buku-buku yang mendukung Tritunggal. Tak terhitung banyaknya halaman yang ditulis dalam upaya untuk menjelaskannya. Namun, setelah bersusah payah memeriksa istilah-istilah teologi yang membingungkan dan penjelasannya, para peneliti masih tetap tidak puas.

    Mengenai ini, imam Yesuit Joseph Bracken mengatakan dalam bukunya What Are They Saying About the Trinity?: “Para imam yang dengan cukup banyak upaya telah mempelajari…
    Tritunggal selama tahun-tahun mereka di seminari tentu saja ragu-ragu untuk menyampaikannya kepada jemaah mereka dari mimbar, bahkan pada hari Minggu. Tritunggal… Untuk apa seseorang akan membuat umatnya bosan dengan sesuatu yang pada akhirnya pun tidak akan mereka mengerti dengan benar?”
    Ia juga berkata: “Tritunggal adalah soal kepercayaan formal, namun hal itu hanya sedikit atau tidak [berpengaruh] dalam kehidupan dan ibadat Kristen sehari-hari.” Meskipun demikian, ini adalah “doktrin utama” dari gereja-gereja!
    Teolog Katolik Hans Kung menyatakan dalam bukunya Christianity and the World Religions bahwa Tritunggal merupakan satu alasan mengapa gereja-gereja tidak berhasil membuat kemajuan yang berarti di kalangan orang bukan Kristen. Ia berkata: “Bahkan orang Muslim yang terpelajar,
    sama sekali tidak dapat mengerti, sebagaimana juga orang-orang Yahudi sebegitu jauh tidak dapat memahami, gagasan mengenai Tritunggal… Perbedaan yang dibuat oleh doktrin Tritunggal antara satu Allah dan tiga hypostase [zat] tidak memuaskan orang Muslim, yang bukannya merasa mendapat penjelasan, tetapi justru merasa bingung, oleh istilah-istilah teologi yang berasal dari bahasa Syria, Yunani, dan Latin.

    Mengapa seseorang ingin menambahkan sesuatu kepada gagasan mengenai keesaan dan keunikan Allah yang hanya dapat mengencerkan atau meniadakan keesaan dan keunikan itu?”

    kenapa bingung? karena jelas ajaran trinitas tidak ada baik dalam kitab ibrani maupun yunani

    “Tritunggal” apakah ada dalam Alkitab?
    SEBUAH publikasi Protestan berkata: “Kata Tritunggal tidak terdapat dalam Alkitab… Ia baru mendapat tempat secara resmi dalam teologi gereja pada abad ke-4.” (The Illustrated Bible Dictionary) Dan seorang yang berwewenang dalam agama Katolik mengatakan bahwa Tritunggal “bukanlah… secara langsung firman dari Allah.” -New Catholic Encyclopedia.
    The Catholic Encyclopedia juga mengomentari: “Dalam Alkitab belum terdapat satu istilah pun untuk menyatakan ke-Tiga Pribadi Ilahi tersebut secara bersama. Kata triaz [tri’as] (asal kata dari trinitas bahasa Latin) mula-mula ditemukan dalam [tulisan] Teofilus dari Antiokhia kira-kira tahun 180 M…. Tidak lama kemudian itu muncul dalam bentuk Latinnya trinitas dalam [tulisan] Tertullian.”
    Namun, hal ini sendiri tidak membuktikan bahwa Tertullian mengajarkan Tritunggal. Karya tulis Katolik Trinitas – A Theological Encyclopedia of the Holy Trinity misalnya, menyatakan bahwa beberapa dari kata-kata Tertullian belakangan digunakan oleh orang-orang lain untuk menjelaskan Tritunggal. Kemudian ia memperingatkan: “Tetapi kesimpulan yang tergesa-gesa tidak dapat diambil hanya berdasarkan pemakaian, karena ia tidak menerapkan kata-kata tersebut untuk teologi Tritunggal.”
    Bukti dari Kitab-Kitab Ibrani
    MESKIPUN kata “Tritunggal” tidak dapat ditemukan dalam Alkitab, apakah setidak-tidaknya gagasan tentang Tritunggal dengan jelas diajarkan di dalamnya? Sebagai contoh, apa yang ditunjukkan oleh Kitab-Kitab Ibrani (“Perjanjian Lama”)?
    The Encyclopedia of Religion mengakui: “Para teolog dewasa ini setuju bahwa Alkitab Ibrani tidak memuat doktrin tentang Tritunggal.” Dan New Catholic Encyclopedia juga mengatakan:
    “Doktrin Tritunggal Kudus tidak diajarkan dalam P[erjanjian] L[ama].”
    Demikian pula, dalam bukunya The Triune God, imam Yesuit Edmund Fortman mengakui: “Perjanjian Lama… tidak secara tegas ataupun samar-samar memberi tahu kepada kita mengenai Allah Tiga Serangkai yang adalah Allah, Anak dan Roh Kudus… Tidak ada bukti bahwa penulis tulisan suci manapun bahkan menduga adanya suatu [Tritunggal] di dalam Keilahian… Bahkan mencari di dalam [”Perjanjian Lama”] kesan-kesan atau gambaran di muka atau ‘tanda-tanda terselubung’ mengenai trinitas dari pribadi-pribadi, berarti melampaui kata-kata dan tujuan dari para penulis tulisan-tulisan suci.”-Cetak miring red.
    Penyelidikan dalam Kitab-Kitab Ibrani itu sendiri akan membuktikan komentar-komentar ini. Jadi, tidak ada ajaran yang jelas mengenai Tritunggal dalam 39 buku pertama dari Alkitab yang membentuk kanon yang asli dari Kitab-Kitab Ibrani yang terilham.
    Bukti dari Kitab-Kitab Yunani
    MAKA, apakah Kitab-Kitab Yunani Kristen (“Perjanjian Baru”) dengan jelas berbicara tentang suatu Tritunggal?
    The Encydopedia of Religion mengatakan: “Para teolog setuju bahwa Perjanjian Baru juga tidak memuat doktrin yang jelas mengenai Tritunggal.”
    Imam Yesuit Fortman mengatakan: “Para penulis Perjanjian Baru… tidak memberi kita doktrin Tritunggal yang resmi atau dirumuskan, juga tidak ajaran yang jelas bahwa dalam satu Allah terdapat tiga pribadi ilahi yang setara… Di mana pun kita tidak menemukan doktrin tritunggal dari tiga subyek kehidupan dan kegiatan ilahi yang berbeda dalam Keilahian yang sama.”
    The New Encyclopaedia Britannica menyatakan: “Kata Tritunggal atau doktrinnya yang jelas tidak terdapat dalam Perjanjian Baru.”
    Bernhard Lohse mengatakan dalam A Short History of Christian Doctrine: “Sejauh itu menyangkut Perjanjian Baru, seseorang tidak menemukan di dalamnya doktrin Tritunggal yang aktual.”
    The New International Dictionary of New Testament Theology juga mengatakan: “P[erjanjian] B[aru] tidak memuat doktrin Tritunggal yang diperkembangkan. ‘Alkitab tidak memuat deklarasi yang terus terang bahwa Bapa, Anak dan Roh Kudus adalah dari zat yang sama’ [kata teolog Protestan Karl Barth].”
    Profesor E. Washburn Hopkins dari Universitas Yale meneguhkan: “Bagi Yesus dan Paulus doktrin tritunggal jelas tidak dikenal;… mereka tidak mengatakan apa-apa mengenai itu.”-Origin and Evolution of Religion.
    Sejarawan Arthur Weigall menyatakan: “Yesus Kristus tidak pernah menyebutkan perwujudan demikian, dan di manapun dalam Perjanjian Baru tidak terdapat kata ‘Tritunggal.’ Gagasannya baru diterima oleh Gereja tiga ratus tahun setelah kematian Tuhan kita.”-The Paganism in Our Christianity.

    Kesimpulan:
    Jadi, ke-39 buku dari Kitab-Kitab Ibrani ataupun kanon dari ke-27 buku yang terilham dari Kitab-Kitab Yunani Kristen tidak ada yang memuat ajaran yang jelas mengenai Tritunggal.

  26. Charles says :

    @fahd:

    Yah, saya pun tidak akan dapat menjelaskan Tuhan kecuali Dia yang memberitahukan melalui Firman-Nya. Untuk masalah “Eli-Eli, lama sabhaktani”, yang saya yakini, itu adalah sebuah kutipan pemazmur yang memiliki suatu makna khusus (di saat mengalami penderitaan yang sebegitu hebatnya), dan Yesus dapat mengatakan itu karena Dia adalah 100% Allah dan 100% manusia. Di atas kayu salib, murka (sekaligus kasih) Allah menjadi nyata. Jadi, yang saya yakini, sisi kemanusiaan Kristus yang memungkinkan Dia berkata itu.

    Kalau ditanya, lah mana mungkin dong 100% Allah dan 100% manusia? Itulah iman Kristen yang ada pada doktrin Kristologi. Ga masuk logika? Yah, tidak semuanya dapat dilogikakan oleh pikiran manusia yang terbatas ini.

    Allah yang mana yang saya sembah? Allah Tritunggal. Satu Allah, dalam tiga Pribadi, yaitu Allah Bapa, Allah Anak (Yesus), dan Allah Roh Kudus. Satu dalam tiga dan tiga dalam satu. Untuk diskusi mengenai Allah Tritunggal, bisa didiskusikan di sini. Untuk diskusi mengenai Yesus Kristus, bisa didiskusikan di sini.

    Tuhan memberkati… 😀

  27. CY says :

    @fahd
    yg di pilipina itu berapa kali dulu cambukannya, trus dagingnya tercongkel keluar ga? Dalam hal ini kita harus bandingkan datanya dgn akurat dulu. Kalo org2 di pilipina itu setau saya dari dulu cuman pake cambuk standard, kalo Yesus dulu pake besi dgn cakar kecil. Belum lagi pendarahan akibat dari itu, dan teror mental oleh prajurit2 romawi dan bangsanya sendiri.

  28. CY says :

    Utk diketahui saya bukan Kristiani, tapi saya cukup kagum akan roh Yesus yg menyanggupi turun utk mengalami skenario seperti itu. Luar biasa…

  29. sabaruli.pardede says :

    Perintah yang terutama dari Tuhan kita Yesus , tertuang dalam kitab Injil Markus 12 : 30. Disitu jelas tertulis kita harus mengasihi Tuhan Allah dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa ,baru dengan segenap akal budi dan dengan segenap kekuatan kita.( walaupun itu merupakan satu kesatuan tak terpisah dalam mengasisi Tuhan Allah kita ) Pendapat saya kalau kita mencoba mengerti konsep Iman Tritunggal,begitu juga dengan nats2 ALKITAB yang kita kurang mengerti secar harfiah, terlebih dahulu kita membuka mata hati kita dan menyiapkan jiwa kita untuk menerima pimpinan Roh Kudus agar memimpin akal budi dan kekuatan kita supaya memperoleh pengertian yang hakiki, minimal kita dapat terima secara pribadi yang seutuhnya untuk kita amini. Yesus dikandung anak dara Maria berasal dari Roh Kudus artinya Allah mewujudkan diri dalam Manusia yang kita kenal sebagai Yesus. Ingat Tuhan itu Maha Kuasa dan Dia tidak terbatas oleh ruang dan waktu sehingga kalau ada yang bertanya siapa dong yang memerintah di Surga dan mengatur segala sesuatunya, berarti dia tidak percaya bahwa Tuhan itu Maha Kuasa..Jadi Allah datang kedunia ini dalam wujud Yesus untuk mengabarkan berita sukacita yakni suatu misi Perdamaian dengan Allah dan mengajarkan kepada kita semua Hukum Kasih itu dan pengajaran2 lain yang dapat kita temui di Kitab Perjanjian Baru. Kenapa..? Karena Allah Maha Pengasih, Dia terlebih dahulu mengasihi kita, dan setelah itu menuntut kita untuk mengasihiNya untuk mentaati PerintahNya. Kenapa harus melalui Yesus yang menderita dikayu salib ? Karena walaupun manusia telah jatuh sangat dalam kedalam dosa, Dia tidak akan menghukum manusia seperti kisah air bah pada zaman nabi Nuh karena Allah sendiri telah berjanji ( baca Kitab Kejadian 8 : 21 ).Untuk itulah Dia mengorbankan AnakNya yang Tunggal yang adalah Ia sendiri dalam wujud Yesus untuk menebus dosa manusia dan mengadakan Perjaniian yang baru melalui hukum Kasih. Taurat telah digenapi dan manusia diperintahkan untuk mengasihi Dia dan sesama manusia didalam kehidupan ini. Mudah,simple dan sangat dalam, segala sesuatu harus berlandaskan kasih. Ah, alangkan indahnya bila semua itu dilaksanakan oleh semua manusia yang ada dikolong langit ini, karena upahnya jelas :besar di Sorga. Dan setelah Yesus mati dikayu salib, dikuburkan, pada hari ketiga bangkit pula dari antara orang mati, naik kesurga, duduk disebelah kanan Allah Bapa dan akan datang dari sana untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati pada akhir zaman. Sebelum mati Yesus menjanjikan Roh Penghibur yaitu Roh Kudus bagi kita yang mengasihi Dia, Roh yang akan memimpin kita dan berdiam dalam diri kita untuk melaksanakan Perintah Hukum Kasih itu disepanjang hidup kita ( Yohanes 14 : 15,16,17 ) Otoritas manusia dibumi akan dipimpin oleh Roh Kudus sebagai wujud Allah yang ketiga setelah Yesus naik ke surga hanya kalau kita mengasihi Dia. Itulah konsep Tritunggal yang saya pahami dan saya Imani. YBU all…

  30. Ws says :

    700 pukulan?

    5840 pukulan

  31. fahd says :

    Aspek Medis Penyaliban Yesus

    7 Maret 2006 – Oleh: Dr. H.U. Rehman – Chelmsford, UK

    Banyak sudah ditulis dan berbagai teori telah dilontarkan orang mengenai penyebab kematian Yesus atau Nabi Isa a.s. di atas kayu salib. Namun tidak ada dari teori-teori itu yang menjelaskan rincian sejarah, injili maupun medikal dari kejadian tersebut.

    Pontius Pilatus sebagai Gubernur Roma yang mengadili Nabi Isa a.s. meyakini ketidakbersalahan beliau namun terpaksa menyerahkannya kepada para musuh beliau saat mereka mengancam akan mengadukan dirinya kepada Kaisar Roma jika ia sampai membebaskan Yesus (1). Hanya saja secara rahasia ia melakukan segala upaya guna menyelamatkan Yesus dari kematian. Ia memperpanjang masa persidangan sampai sore di hari Jumat karena mengetahui bahwa adalah bertentangan dengan hukum Taurat bagi umat Yahudi untuk meninggalkan seseorang tergantung di salib setelah senja masuk Sabbath. Waktu yang tersisa untuk penyaliban demikian singkatnya sehingga tidak mungkin kalau Yesus bisa mati di atas salib. Kedua pencuri yang bersama disalib selama jangka waktu yang sama dengan beliau, nyatanya masih tetap hidup saat itu sehingga untuk membunuh mereka maka kaki-kaki mereka diremukkan, sedangkan Yesus diselamatkan dari petaka demikian (2). Yusuf dari Arimathea, seorang murid rahasia dari Yesus, telah memohon kepada Pilatus agar dirinya diizinkan membawa pulang jasad Yesus, dimana hal ini bertentangan dengan kebiasaan saat itu, tetapi ternyata Pilatus mengizinkannya melakukan hal tersebut. Kemudian Yusuf beserta Nikodemus, yang adalah seorang tabib, mengangkut jasad Yesus tetapi tidak menguburkannya di pemakaman umum. Mereka meletakkan beliau dalam sebuah makam berongga. Yesus hanya pingsan di atas kayu salib, dianggap orang banyak telah mati, tetapi kemudian pulih kembali dari keadaan koma. Ketika diberitahukan keadaan Yesus, nyatanya Pilatus merasa heran bagaimana mungkin Yesus bisa mati dalam jangka waktu yang demikian singkat (3).

    Sebelum disalib, Yesus dilecut terlebih dahulu. Lecutan demikian menggunakan cambuk dengan duabelas tali kulit yang bermula pada sebuah genggaman. Di ujung masing-masing tali kulit terdapat bola besi kecil atau serpihan tulang domba yang tajam. Beberapa lecutan yang pertama akan menimbulkan memar dan lebam, tetapi lecutan berikutnya akan mengakibatkan serpihan tulang domba itu menyayat lapisan kulit subkutan dan jaringan otot. Rasa sakit dan kehilangan darah akan menimbulkan renjatan (shock) pada sirkulasi darah yang tergantung pula pada banyaknya darah yang terbuang.

    Yesus harus memikul patibulum (salib kayu yang bobotnya sekitar 40-60 kg) di atas bahunya dan berjalan menelusuri jalan berbatu karang di kota Yerusalem menuju Golgotha, tempat dilakukannya penyaliban. Beliau terjatuh berulang kali. Seorang kepala prajurit (centurion) Roma menyuruh Simon untuk membantu memikulkan salib sampai ke Golgotha yang terletak sekitar 600 meter dari tempat itu. Kenyataan bahwa Yesus masih sanggup memikul salib walau sebagian jarak ke Golgotha meski dengan susah payah, menunjukkan kalau status sirkulasi darah di tubuh beliau setelah pencambukan itu masih cukup baik karena orang yang mengalami shock sirkulasi darah tidak akan mampu membawa beban tubuhnya di atas kakinya sendiri. Penyaliban terjadi sekitar tengah hari dan penampakan kematian Yesus terjadi seketika sekitar jam 15:00. Yesus berada di atas salib hanya sekitar 3-6 jam saja sedangkan tujuan hukuman dengan salib adalah untuk menimbulkan kematian yang lambat yang biasanya berlangsung sampai tiga atau empat hari lamanya.

    Masa bertahan menderita di atas kayu salib bervariasi menurut kondisi nutrisi hari-hari si korban, jumlah darah yang telah tumpah dan banyaknya cairan tubuh yang hilang, kondisi cuaca serta usia si korban. Menurut Barbet, durasi tersebut biasanya antara 24 sampai 36 jam (4). Seorang yang berusia 33 tahun dan memiliki phisik yang kuat, tidak mungkin mati dalam jangka waktu demikian singkat. Yang pasti beliau kehilangan kesadaran, diturunkan dari kayu salib, kemudian mendapat pengobatan atas luka-lukanya dengan ramuan (yang kemudian dikenal sebagai balsam Isa).

    Menurut salah satu teori, Nabi Isa a.s. wafat karena tercekik atau sesak nafas (asphyxia = kehabisan udara). Teori asfiksiasi ini menyatakan bahwa bobot tubuh yang menarik ke bawah lengan-lengan yang terentang akan menimbulkan jaringan otot intercostal (jaringan otot di antara tulang-tulang rusuk) menjadi tertarik sampai ke limitnya sehingga menghalangi ekshalasi udara dari paru-paru. Untuk bisa melakukan ekshalasi udara secara sempurna, Yesus harus mendorong tubuhnya ke atas bertumpu pada paku yang terhunjam di kaki beliau, agar jaringan otot dinding rongga dada bisa mengendur. Kebiasaan yang berlaku untuk meremukkan tulang kaki (femur) dengan batang besi berat akan mencegah si korban bisa mengangkat dirinya ke atas, dengan akibat cepat munculnya asfiksiasi. Ritual meremukkan kaki ini biasanya dilakukan saat si korban sudah sangat kelelahan atau telah dekat kematiannya.

    Hanya saja Zugibe telah membuktikan secara konklusif bahwa teori asfiksiasi bisa dibenarkan kalau saja tangantangan si korban terikat di atas kepalanya, dan tidak akan terjadi jika lengannya itu terentang dengan sudut derajat 65-70 terhadap palangan salib sebagaimana halnya yang terjadi pada Yesus. Ia ini telah melakukan uji coba tentang telaah eksperimental penyaliban dengan menggunakan tenaga sukarelawan (5). Ia mensuspensi beberapa orang muda yang sehat berumur antara 20 sampai 35 tahun di atas sebuah salib dengan menggunakan belenggu kulit untuk pergelangan tangan dan bilah kulit untuk penahan kaki. Periode suspensi itu berlangsung antara lima sampai empatpuluh lima menit. Timbul cara pernafasan dengan menggunakan rongga perut dan setelah empat menit, tingkat respiratori meningkat empat kali. Ia mencatat beberapa gejala lain seperti berkeringat deras, tachycardia (jantung yang memburu), kedutan dan kejang otot serta perasaan panik. Namun yang menarik ialah tidak ada dari tenaga sukarela itu yang melaporkan kesulitan bernafas, baik menghirup (inhalasi) atau pun menghembus (ekshalasi). Saturasi oksigen dan pH arteri tetap tidak berubah sedangkan enzim jaringan meningkat. Lagi pula, rekonstruksi mengenai posisi di atas salib memastikan bahwa kaki-kaki beliau tidak diremukkan untuk mencegah yang bersangkutan mengangkat tubuhnya guna bernafas, mengingat juga tubuh itu sudah dalam posisi terangkat (6).

    Analisis atas Kain Kafan dari Turin memastikan bahwa ada sebuah tubuh dari seorang yang disalib pernah terbaring dalam kafan tersebut dan orang itu mengalami penderitaan persis sama seperti yang dialami oleh Yesus. Temuan itu juga memastikan bahwa orang tersebut tidak mati di atas salib dan yang bersangkutan diturunkan dari salib untuk dimakamkan dalam keadaan masih hidup. Adanya duapuluh delapan bercak darah di Kain Kafan itu mendukung teori di atas. Para peneliti menyatakan bahwa mustahil sebuah tubuh yang telah mati untuk mengucurkan darah sebagaimana yang terjadi pada tubuh yang diselimuti Kafan tersebut. Analisis atas luka yang diakibatkan oleh tombak tentara Roma menunjukkan adanya dua lubang luka, satu di sisi kanan dada saat tombak mempenetrasi rongga dada dan luka satunya lagi di sisi kiri dada yang diakibatkan oleh ujung tombak yang keluar dari tubuh. Bila ditarik garis datar dari lubang masuk sampai ke lubang keluar maka terlihat kalau sudut derajat tombak saat menembus rongga dada adalah 29 derajat. Karena tombak itu menembus di antara rusuk ke lima dan ke enam maka garis lintas tombak itu lewat di atas jantung. Dengan demikian salah jika menyimpulkan bahwa darah dan air yang keluar dari luka diakibatkan oleh penetrasi bilik jantung. Lebih mungkin disebut sebagai efusi pleuri (pleura = membran pembungkus paru-paru) sekunder atau emboli kecil pulmonari yang menimbulkan koleksi hemorhegik. Aliran darah kedua dari luka sisi tersebut terjadi ketika tubuh diletakkan di suatu tempat yang horisontal dan ini mendukung pandangan bahwa yang terjadi adalah efusi pleuri karena keadaannya akan lain jika yang tertembus adalah jantung itu sendiri (7).

    Beberapa faktor harus ada sebagai penyebab kematian pada korban karena penyaliban. Antara lain adalah kegagalan renal (ginjal) yang akut yang merupakan ikutan dari shock trauma, hipovolemia (berkurangnya plasma darah yang beredar) dan rhabdomyolysis, asidosis metabolisme (kehilangan alkali dan bertambahnya karbon dioksida) dan kemudian akibat dari penyaliban itu sendiri adalah asidosis respiratori (karena penimbunan karbon dioksida). Trauma luka dada akan menimbulkan atelektasis (paru-paru yang mengempis). Hanya saja keadaan hypercoagulable akibat dari dehidrasi dan rhabdomyolysis akan menimbulkan emboli pulmonari yang berulang. Keadaan ini beserta sejenis kegagalan jantung akibat asidosis akan menyebabkan efusi pleura. Berjuta-juta orang meyakini kalau Kain Kafan dari Turin sebagai kafan yang membalut tubuh Yesus setelah diturunkan dari salib. Ada juga orang-orang yang menganggapnya sebagai barang palsu dan meragukan keasliannya. Namun mereka yang meragukan kain kafan ini sebagai suatu yang palsu dan mengatakan bahwa bercak yang terdapat pada Kafan itu sebagai hasil karya seorang seniman, tetap saja tidak mampu menjelaskan mengapa Kafan itu bisa menerakan imaji negatif di permukaannya. Tanda-tanda yang ditinggalkan oleh mahkota duri, darah semi koagulasi di tengah dada, banyaknya luka karena lecutan cemeti, lubang akibat paku di tangan dan di kaki serta gambaran masih utuhnya kaki sang korban disamping terdapatnya fosil serbuk sari dari sebelas jenis tumbuhan dimana enam di antaranya diidentifikasikan telah punah saat kini tetapi diketahui pernah tumbuh di Palestina 2000 tahun yang lalu, semua itu menjadikan ragu kalau imaji di Kafan tersebut buatan manusia dan bahwa sosok yang dibungkusnya adalah lain dari Nabi Isa a.s. Adalah suatu hal yang menarik bahwa jasad Yesus dibawa ke sebuah makam milik Yusuf dari Arimathea dan bahwa sejalan dengan kebiasaan bangsa Yahudi di masa itu, makam demikian tidak berisi tanah. Ada sebuah batu besar yang menjadi penutupnya. Pada hari Minggu, umat Yahudi bebas bisa mengunjungi tempat dimana Yesus diistirahatkan. Tetapi pagi hari sekali ketika masih gelap, Yesus sudah tidak berada di sana. Tak lama kemudian, beliau terlihat oleh Maryam yang tadinya mengira kalau beliau adalah tukang kebun(8). Kemudian setelah itu Nabi Isa a.s. berbicara kepada para murid, bepergian ke Galilea, makan roti dan ikan, menunjukkan jejas luka di tubuhnya kepada para pengikut beliau dan meloloskan diri secara rahasia dari daerah yurisdiksi Pilatus (9). Kepada para murid yang mengira beliau adalah hantu, beliau mengatakan:
    ‘Lihatlah tanganku dan kakiku, aku sendirilah ini, rabalah aku dan lihatlah karena hantu tidak ada daging dan tulangnya seperti yang kamu lihat padaku.’ (10)

    Setelah selamat dari hukuman salib, Nabi Isa a.s. merupakan orang hukuman atau buronan sehingga beliau harus menghilang dari Palestina. Beliau setelah peristiwa itu ada beberapa kali bertemu dengan para murid untuk menjelaskan tentang bagaimana menyebarkan ajarannya, setelah mana beliau kemudian berjalan ke arah Timur. Jika benar Yesus wafat di atas salib maka beliau telah gagal dalam melaksanakan tugas yang telah diembankan kepadanya untuk menyelamatkan suku bangsa Israil yang hilang.

    Rujukan:
    (1) Yohanes 19:12
    (2) Yohanes 19:32
    (3) Markus 15:44
    (4) Barbet P., A Doctor at Calvary, diterjemahkan oleh Earl of Wicklow, P.J.Kennedy and Sons, New York, 1953, h. 41174
    (5) Zugibe F. T., Death by Crucifixion, Can. Soc. Forens. Sci. J. 1984, 17:113
    (6) Hans N., Anthropological Observations on the Skeletal Remains from Giv’ at HaMivtar, dalam Discoveries and Studies of Jerusalem, Israel Exploration J. 1970; 20 (12): 3859
    (7) Johnson C. D., Medical and Cardiological Aspects of the Passion and Crucifixion of Jesus the Christ, Bol. Assoc. Med. P. Rico, 1978, 70:97102.
    (8) Yohanes 20:15
    (9) Matius 28:7
    (10) Lukas 24:39

  32. anthonysteven says :

    @fahd

    Kita harus memahami Firman Tuhan berdasarkan apa yang tertulis di dalamnya, bukan berdasarkan apa yang tidak tertulis di dalamnya.

    Dalam alkitab misalnya, tidak pernah ditulis: “Jangan buang sampah sembarangan” tapi bukan berarti hal tersebut boleh dilakukan, karena alkitab menyatakan kepatuhan kepada pemerintah.

    Meskipun kata trinitas gak disebut dalam Alkitab, doktrin trinitas sangat diimply oleh Alkitab, pembahasannya panjang, dan link dari saudara Charles diatas bisa dijadikan rujukan untuk pembahasan dan diskusi lebih lanjut 🙂

    Mengenai argumen yang saudara presentasikan diatas, sangat menarik juga disaksikan kalau itu baru sebatas dugaan-dugaan semata 😉 , dan sangat menarik juga disaksikan kalau peristiwa kematian, kebangkitan, dan kenaikan Kristus ditulis di Alkitab disaksikan oleh banyak sekali saksi mata.

    hint: Dalam alkitab, kematian Kristus disebabkan karena Ia menyerahkan nyawanya.

    Luk. 23:46 Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya.

    Semoga membantu 🙂

  33. Charles says :

    @Ws:

    Jumlah persis dan pastinya ga tau sih… Angka 726 pukulan itu didapat dari penelitian bekas darah yang ada di kain kafan Turin, yang dipercaya sebagai kain kafan Yesus.

  34. fahd says :

    @Charles and @Ws
    masih wajar kalu penelitian susah untuk dijawab yang mana yg pasti (726 atau 5840 pukulan and cambukan), tetapi apakah Alkitab sebagai firman (perkataan) Tuhan boleh bertentangan satu sama lain??

    Kontradiksi Perjanjian Lama

    1. Siapakah anak Daud yang kedua ?
    a. Kileab (II Samuel 3: 2-3).
    b. Daniel (I Tawarikh 3: 1)

    2. Di Yerusalem, Daud mengambil beberapa gundik atau tidak ?
    a. Ya! Daud mengambil beberapa gundik dan istrei (11 Samuel 5: 13-16).
    b. Tidak! Daud hanya mengambil beberapa isteri saja (I Tawarikh 14: 3-7).

    3. Berapa anak-anak Daud dari gundik di Yerusalem ?
    a. 11 orang (Samuel 5: 13-16).
    b. 13 orang (I Tawarikh 14 3-7).

    4. Di Kota mana Daud mengambil tembaga ?
    a. Betah dan Berotai (II Samuel 8: 8).
    b. Tibhat dan dari Kun (I Tawarikh 18:

    5. Siapa anak Tou yang diutus untuk mengucapkan selamatkepada Daud ?
    a. Yoram (II Samuel 8: 10).
    b. Hadoram (1 Tawarikh 18: 9- 1 0)

    6. Dari orang bangsa saja Daud mengambil perak dan emas untuk Tuhan ?
    a. Aram (II Samuel 8: 11-12).
    b. Edom (I Tawarikh 18: 14-16).

    7. Siapakah panitera (sekretaris) Daud ?
    a. Seraya (II Samuel 8: 15-17).
    b. Sausa (I Tawarikh 18: 14-16).

    8. Berapakah tentara berkuda tawanan Daud ?
    a. 1.700 orang (II Samuel 8: 4).
    b. 7.000 orang (I Tawarikh 18: 4).

    9. Berapa ekor kuda kereta yang dibunuh Daud ?
    a. 700 ekor (II Samuel 10: 18).
    b. 7.000 ekor (I Tawarikh 19:18).

    10. Yang dibunuh Daud, pasukan berkuda atau pasukan jalan kaki ?
    a. 40.000 pasukan berkuda (II Samuel 10:8).
    b. 40.000 pasukan berjalan kaki (I Tawarikh 19: 18).

    11. Siapakah panglima musuh yang tewas di tangan Daud?
    a. Sobakh (II Samuel 10: 18).
    b. Sofakh (I Tawarikh 19: 18).

    12. Daud memerangi Israel atas hasutan Tuhan atau atas bujukan iblis ?
    a. Tuhan murka Ialu menghasut Daud (II Samuel 24: 1).
    b. Setan bangkit Ialu membujuk Daud (I Tawarikh 21:1)

    13. Siapakah kepala Triwira pengiring Yahudi ?
    a. Isyabaal, orang Hakhmoni (II Samuel 23: 8).
    b. Yasobam bin Hakhmoni (I Tawarikh 11:11).

    14. Kepala Triwira Daud membunuh berapa orang ?
    a. 800 orang (II Samuel 23:8).
    b. 300 orang (I Tawarikh 11:11).

    15. Berapakah angkatan perang Daud dari orang Israel ?
    a. 800 orang (II Samuel 24: 9).
    b. 1.100.000 orang (I Tawarikh 21:5).

    16. Berapakah angkatan perang Daud dari orang Yehuda ?
    a. 500.000 orang (11 Samuel 24:9).
    b. 470.000 orang (I Tawarikh 21:5).

    17. Berapakah kandang kuda milik Salomo (Sulaiman ?
    a. 40.000 kandang (I Raja-raja 4:26).
    b. 4.000 kandang (II Tawarikh 2:2).

    18. Berapa mandor pengawas kerajaan Salomo (Sulaiman)?
    a. 3.300 mandor (1 Raja-raja 5:16).
    b. 3.600 mandor (II Tawarikh 2:2).

    19. Berapa bat air di Bait Suci buatan Salomo ?
    a. 2.000 bat air (I Raja-raja 7:26).
    b. 3.000 bat air (II Tawarikh 4:5).

    20. Berapakah jumlah keturunan Yakub seluruhnya ?
    a. 66 jiwa (Kejadian 46:26).
    b. jiwa (Keluaran 1:5).

    21. Yang diharamkan, kelinci ataukah kelinci hutan ?
    a. Kelinci (Imamat ll: 6).
    b. Kelinci hutan (Ulangan 14: 6).

    22. Yang haramkan, babi ataukah babi hutan ?
    a. Babi hutan (Ulangan 14: 8, Imamat ll: 7).
    b. Babi (Yesaya 66: 17).

    23. Berapa lama Yoyakhim menjadi raja di Yerusalem ?
    a. 3 bulan (11 Raja-raja 24: 8).
    b. 3 bulan 10 hari (11 Tawarikh 36: 9).

    24. Berapa lama Yesua dan Yoab yang pulang kembali ke Yerusalem dan Yehuda dari pembuangan Nebukadnezar ?
    a. 2.812 orang (Ezra 2:6).
    b. 2.818 orang (Nehemia 7:11).

    25. Berapa anak-anak Benyamin ?
    a. 10 orang (Kejadian 46:21).
    b. 5 orang (Bilangan 26:38-39).
    c. 3 orang (I Tawarikh 7:6).
    d. 5 orang (1 Tawarikh 8:1-5).
    Komentar Silsilah anak Benyamin itu, semuanya tidak sama baik nama maupun jumlahnya.

    26. Berapa cucu Benyamin (anak-anak Bela) ?
    a. 5 orang (I Tawarikh 7:7).
    b. 9 orang (I Tawarikh 8:3-5).
    c. 2 orang (Bilangan 26:40).
    Buka dan bacalah ayat yang dimaksud. Terlihat jelas bahwa semua nama dan jumlah cucu Benyamin tidak ada yang sama.

  35. Charles says :

    @fahd:

    Maaf, bung fahd… Apakah Anda sudah melihat link yang saya berikan di comment-comment sebelumnya? Jika sudah, harusnya jawaban pertanyaan Anda di atas sudah ada di dalamnya.

    OK, saya berikan lagi link jawaban pertanyaan Anda di atas dengan lebih jelas:

    http://www.sarapanpagi.org/kontradiksi-perjanjian-lama-vt549.html

    Semoga membantu… 😀

  36. fahd says :

    Jadi inikah kesimpulannya???

    Ternyata ada kesalahan penyalinan naskah dalam bahasa Ibrani jika dibandingkan dengan terjemahan Alkitab Ibrani ke dalam bahasa Yunani yang juga telah tua usianya.

    Baiklah, salam damai

  37. fahd says :

    Tidak ada yang bisa menjamin bahwa para pengarang Alkitab itu dibimbing oleh Roh Kudus dan tak pernah salah. Tidak ada yang bisa menjamin bahwa para penerjemah Alkitab itu tidak akan melakukan kesalahan dalam menerjemahkan Alkitab dari satu bahasa ke bahasa lainnya. Terjemah Alkitab di Indonesia saja sudah mengalami 3 kali penerjemahan untuk Perjanjian Baru, yaitu Terjemahan Lama, Terjemahan Baru dan Terjemahan Baru Kedua. Mengapa? Karena ada kata-kata yang dirasa kurang cocok dengan teks yang mereka anggap asli, atau ada sumber teks yang dianggap lebih asli dari sumber teks sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa Roh Kudus tidak membimbing mereka. Jika Roh Kudus memang membimbing mereka, tentu Roh Kudus akan membimbing mereka kepada teks asli sejak awalnya dan membimbing mereka untuk menterjemahkan ayat-ayat itu secara tepat sehingga tidak ada ummat yang membaca Alkitab palsu selama 30 tahun. Intinya, Anda tidak bisa mengatakan bahwa Alkitab dalam bahasa Indonesia itu suci dari kesalahan. Alkitab dalam bahasa Indonesia itu bukanlah kitab suci. Begitu juga KJV, dan Alkitab-Alkitab dalam terjemahan lain. Lalu bagaimana dengan Alkitab dalam bahasa Yunani?

    Kami ingatkan, seasli apa pun Alkitab, Alkitab tetaplah bukan Firman Tuhan. Karena dia bukanlah wahyu yang Allah sampaikan kepada para nabi-Nya, melainkan karya tulis manusia biasa dengan gaya bahasa manusia biasa. Dan dalam menulis suatu karya tulis, baik fiksi mau pun non-fiksi, setiap penulis memerlukan inspirasi. Menyebut para pengarang Alkitab sebagai orang-orang yang mendapat inspirasi, tidak membuatnya menjadi suci. Ditambah lagi, tidak ada terjemahan yang benar-benar tepat. Jika Anda benar-benar membaca sejarah Alkitab, tentu Anda akan mengerti bahwa Alkitab jelas bukan Firman Tuhan.

  38. RedZz de Lady says :

    aduh, panjang amet sih ni komen.. :))
    tapi cukup menarik..

    nah sodara fahd,
    katanya sodara Lagi mencari Tuhan toh?
    saiia punya saran yang Lebih baik daripada menjeLajahi sudut2 aLkitab untuk mencari kesaLahan..

    gimana kaLo sodara berdoa aja sana??
    saiia akan bantu sodara daLam doa..

    semoga saiia bisa ketemu sodara di tempat yang dijanjikan Tuhan bagi orang yang mengenaL-Nya..

  39. sabaruli.pardede says :

    He…he..geblek nih orang !!

  40. sry says :

    keselamatan yang kita peroleh dari Tuhan itu semata-mata karena anugrah…Ef 2:8,semua karena kasihNya..Yoh 3:16, jadi sekarang bila masih merasa belum menemukan Tuhan..carilah Dia dengan ketulusan hati..karena hanya orang yg tulus hatinya yg akan menemui Dia..Maz 11:7..Dia juga berjanji akan memberi dirinya ditemukan oleh orang yang mencari Dia..Yer 29:11-14.
    Temukanlah pengalaman pribadi bersamaNya..
    Dan bila kita sudah mengalami keselamatan dari Dia ingatlah..Maz 37:5-7a,2 Petrus 3

    Kuatkan dan teguhkanlah hatimu,hai semua orang yang berharap kepada Tuhan..Maz 31:25
    God Bless Us

    The passion of Christ is my favourite film 🙂

  41. ipo says :

    setiap agama punya ajaran masing2, untuk mas fahd alangkah baiknya kalau qita lebih mendekatkan diri qita pada YME.pada ALLAH SWT yang telah menciptakan, memberikan rahmat, dan hidayah kepada kita . qita tidak harus mengurusi urusan kepercayaan orang lain , karena yang kita percaya hanya ALLAH SWT yang MAHA tau segala sesuatunya . dan kebenaran itu hanya milik ALLAH SWT yang MAHA ESA dan MAHA SEGALA2 NYA…………………..

  42. wEn^^wEn says :

    saLut dech bwt James CaviezeL….

    emank hya.. Yesus thu buuuaaeekk banget…
    mau-maunya menderita kayak gt bwt para manusia…
    padahaL qt para manusia oLweeiz nyakitin Dia…
    emank ya.. Yesus thu kereeeeeeeeeeeeeeen banget…
    aq nangis gk karuan wkt liat nie film….!!
    T.T

    sejak liat nie fiLm…
    aq jadi ngerasa bersalah n berdosa banget sama Yesus…
    gimana gk ngerasa berdosa, coba??
    rasanya thu, aq kayak gak tau terimakasih gt…
    udah ditebus dosanya sama Yesus (sampe-sampe Yesus menderita kayak gitu), eeh…
    aq-nya maLah bikin dosa…
    serius deh, Yesus emank The Best…
    I Love You, Jesus….!!
    😀

  43. Zheta says :

    Nenurut saudara fahd:
    “Tidak ada yang bisa menjamin bahwa para pengarang Alkitab itu dibimbing oleh Roh Kudus dan tak pernah salah. Tidak ada yang bisa menjamin bahwa para penerjemah Alkitab itu tidak akan melakukan kesalahan dalam menerjemahkan Alkitab dari satu bahasa ke bahasa lainnya. Terjemah Alkitab di Indonesia saja sudah mengalami 3 kali penerjemahan untuk Perjanjian Baru, yaitu Terjemahan Lama, Terjemahan Baru dan Terjemahan Baru Kedua. Mengapa? Karena ada kata-kata yang dirasa kurang cocok dengan teks yang mereka anggap asli, atau ada sumber teks yang dianggap lebih asli dari sumber teks sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa Roh Kudus tidak membimbing mereka. Jika Roh Kudus memang membimbing mereka, tentu Roh Kudus akan membimbing mereka kepada teks asli sejak awalnya dan membimbing mereka untuk menterjemahkan ayat-ayat itu secara tepat sehingga tidak ada ummat yang membaca Alkitab palsu selama 30 tahun. Intinya, Anda tidak bisa mengatakan bahwa Alkitab dalam bahasa Indonesia itu suci dari kesalahan. Alkitab dalam bahasa Indonesia itu bukanlah kitab suci. Begitu juga KJV, dan Alkitab-Alkitab dalam terjemahan lain. Lalu bagaimana dengan Alkitab dalam bahasa Yunani?”

    Menurut saya:
    kesaksian banyak orang lebih dapat dipercaya daripada satu orang. Alkitab terdiri dari 66 kitab yang ditulis dengan style yang berbeda oleh lebih dari 40 orang dengan latar belakang yang berbeda dan pada masa dan tempat yang berbeda, NAMUN secara menakjubkan merupakan suatu kesatuan yang mengungkap tema yang sama mengenai rencana Allah untuk menyelamatkan ciptaanNya melaui Yesus Kristus yang adalah sentral dari kesaksian iman Kristen. Ini adalah kerja Roh Allah yang luar biasa memakai banyak orang untuk menyampaikan kehendak dan rencana-Nya dalam harmonisasi tulisan yang terangkum dalam Alkitab.
    Di lain pihak, Quran diklaim sebagai wahyu Allah padahal hanya berdasarkan kesaksian Mohamad atas anjuran istrinya. Pada awalnya Mohamad ragu2 karena mengira dia dirasuki iblis sehingga ia kejang-kejang dan tak sadarkan diri dalam proses pewahyuan itu. Jadi perlu saudara Fahd pertanyakan juga apakah kesaksian Mohamad (tentang wahyu dari Allah) atas anjuran istrinya itu bisa dipercaya sehingga klaim bahwa alquran itu dari Allah adalah benar? Dari semua nabi yang ada cuma mohamad yang mengaku mendapat wahyu dari Allah ketika dia sedang kejang2 dan tak sadarkan diri serupa dengan keadaan orang yang sedang kerasukan roh jahat di zaman sekarang ini. setelah mohamad meninggal barulah perkataan2 yang didikte kepada sahabat2nya yang sempat ditulis dikumpulkan menjadi quran. namun menurut sejarah islam ada beberapa versi quran yang beredar sehingga membuat calip uthman (salah satu pengikut mohamad) marah dan memerintahkan pemusnahan versi lain yang berbeda dengan versi yang diyakininya (Sahih Bukhari Vol. 6p.479). mengapa demikian? bahkan versi yang diakui oleh uthman-pun mengalami koreksi karena ada ayat2 yang hilang/dianggap kurang.

    Surah 10:94: Jika kamu (mohamad) meragukan keabsahan Quran, kamu harus bertanya kepada mereka yang membaca Injil, yang telah disampaikan sebelum kamu ada. Semua nabi yang ada sebelum Mohamad adalah hanya manusia seperti halnya Mohamad. Jika ada yang ragu-ragu mengenai hal tersebut, tanyakanlah kepada orang-orang yang mebaca Injil (Surah 21:7, 16:43). Kenapa musti nanya ke orang2 yang membaca Injil ya?

    Quran menyatakan bahwa Injil dan Torah adalah firman Allah. bahkan dalam surah 2:4 dikatakan: orang2 beriman adalah mereka yang percaya pada Quran dan Injil (Alkitab). Quran juga menyatakan bahwa Firman Allah tidak bisa diubah oleh siapapun (6:115). Anda berani melawan apa kata Quran?

    Peace 🙂

  44. chery says :

    @ Fahd

    Menarik banget baca keterangan-keterangan dan kesimpulan yang Bpk Fahd katakan mengenai Allah Tritunggal.
    Berikut penguraian saya:

    -ALLAH BAPA
    Di Perjanjian Lama, disebutkan Tuhan dengan sebutan Allah Bapa. Dalam menyampaikan perintah nya, Tuhan muncul berupa suara dan atau cahya. Misalnya Nabi Musa mendapat perintah Allah hanya melalui suara dan sinar terang. Tuhan juga menetapkan 10 perintah Allah untuk manusia laksanakan. Saat itu yang diberlakukan adalah hukum Taurat, di mana apabila orang tsb melakukan kesalahan, maka dia akan lgsg mendpt hukuman. Bahkan bisa dibilang, mata ganti mata, nyawa ganti nyawa. (Bisa dilihat dari perjalanan umat Israel menuju Tanah Kanaan, di mana mereka berbuat kesalahan misalnya menyembah illah lain, maka Allah langsung murka)

    Begitu juga dalam hubungan antar manusia, dalam perkembangan kehidupan, Tuhan melihat bahwa manusia begitu banyak kelemahan. Rasanya sangat sulit bagi manusia memperoleh surga kalau hukum Taurat diberlakukan. Hukuman dari perbuatan salah yang dilakukan antar manusia (hubungan horizontal), tidak menutup kemungkinan menimbulkan dendam dan pembalasan oleh pihak yang menerima hukuman.

    -YESUS KRISTUS
    Maka itulah, Allah Bapa turun ke dunia dalam wujud manusia untuk bisa secara langsung meyakinkan manusia akan jalan keselamatan. Tujuannya satu, untuk menebus semua dosa masa lalu manusia sehingga umat manusia memiliki kesempatan kembali untuk beroleh keselamatan.
    Yesus Kristus membawa hukum yang terutama yaitu hukum KASIH.
    Kehadirannya memang dibenci oleh orang-orang yang tidak percaya, karena sesungguhnya “DIALAH JALAN, KEBENARAN & HIDUP. TIDAK ADA SATUPUN SAMPAI KEPADA BAPA DI SORGA KALAU TIDAK MELALUI DIA”
    Jadi kami sebagai umat kristiani MENGIMANI, bahwa lewat pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib, maka jalan keselamatan akan diperolah.
    Mengenai definisi iman sendiri, bisa di baca di Ibrani 11:1 bahwa “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.”

    -ROH KUDUS
    Setelah Yesus Kristus mati, dibangkitkan dan naik ke sorga, YESUS menjanjikan penolong bagi umat manusia supaya bisa bertahan dalam iman. Penolong itulah Roh Kudus, yang manifestasinya ada di dalam hati kita, sekitar kita. (Yesaya 57:15 “Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus tetapi juga bersama-sama orang yang remuk dan rendah hati, untuk menghidupkan semangat orang-orang yang rendah hati dan untuk menghidupkan hati orang-orang yang remuk.”)

    Itu lah penjelasan saya mengenai Allah Tritunggal yang dipercaya umat kristiani.

  45. heriani says :

    wahhh…………… kren bnget tu ,……………!!!!!

    aqoo salut banget tu liat perjuangan_a……..!!

  46. Anggayudha says :

    Salut !!!!!!

    Jesus is always present in our lives all

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: