Pembodohan Masyarakat dengan SMS Premium

Saat ini, handphone bukanlah barang mewah lagi. Hampir di setiap kalangan masyarakat memiliki alat komunikasi ini. Hal ini juga didukung dengan harga handphone yang semakin lama semakin terjangkau (dan promosi yang semakin menggiurkan).

Fakta ini kini telah dimanfaatkan oleh beberapa (bahkan banyak) oknum untuk mengeruk keuntungan. Mencari untung memang tidak salah, yang menjadi salah adalah ketika cara mencari untung itu telah sampai pada tahap “pembodohan masyarakat”. Pembodohan masyarakat yang seperti apa? Saya akan coba uraikan dalam tulisan ini.

Pernah dengar yang namanya SMS premium? Itu adalah SMS dengan tarif “luar biasa” (biasanya Rp 2000/SMS). Ada dua jenis SMS premium ini, yaitu SMS premium satu arah dan SMS premium dua arah.

SMS premium satu arah maksudnya adalah hanya konsumen yang mengirimkan SMS ke vendor penyedia SMS premium tersebut. Contohnya biasanya berupa voting (contoh: AFI, Indonesian Idol), pengiriman jawaban kuis (contoh: kuis bolam Lativi), atau pesan yang dikirim (untuk ditampilkan di televisi, contoh: pesan berjalan saat penyiaran piala FA di AnTV) yang dikirimkan melalui SMS.

SMS premium dua arah maksudnya adalah konsumen meminta vendor mengirimkan SMS (yang berisi informasi) kepada mereka, dan setiap SMS yang dikirimkan oleh vendor, konsumen akan dikenakan biaya SMS premium.

Dari sisi vendor, SMS premium ini adalah sarana pengerukan keuntungan yang sangat efektif dan cepat. Dari sisi konsumen, SMS premium ini adalah sarana untuk mendapatkan apa yang diiming-iming oleh vendor (baik itu berupa kemenangan idol yang didukung, pesan yang termuat di televisi, mendapatkan hadiah kuis, sampai kepada mendapatkan pesan-pesan yang memikat, yang biasanya seputar cinta, selebritis, dll.).

Menurut saya, SMS premium ini adalah pembodohan masyarakat. Mengapa demikian? Berikut adalah alasan-alasan saya.

Pembodohan 1: Masyarakat diajar untuk menjadi konsumtif

Dengan adanya SMS premium ini, masyarakat diajar untuk menjadi konsumtif (menghambur-hamburkan uang). Masyarakat diajak untuk mendukung idolanya (di idol contest seperti Indonesian Idol) dengan mengirimkan sebanyak-banyaknya SMS. Bahkan ada yang seolah terhipnotis akan hal ini, sampai mereka jatuh miskin dan terlilit hutang, hanya untuk mendukung idola mereka. Saya akan membahas lebih jauh tentang hal ini pada tulisan saya berikutnya.

Pembodohan 2: Masyarakat diajar untuk berjudi (secara halus)

Teman saya pernah membahas mengenai hal ini. Sekarang ada kuis yang memberikan pertanyaan yang sangat mudah (kalau tidak bisa dibilang konyol) dan meminta peserta kuis mengirimkan jawaban mereka melalui SMS premium. Contohnya: saya pernah melihat kuis yang memberikan pertanyaan “Sedia … sebelum hujan”, susunlah jawabannya dari huruf-huruf berikut: N-Y-U-P-A-G. Siapa yang tidak bisa menjawab pertanyaan ini? Kita semua pasti bisa menjawabnya. Nah, itulah yang diinginkan vendor. Semua tahu jawabannya dan tertarik untuk mengirimkan jawaban mereka via SMS premium. Bahkan, vendor mengiming-iming peluang menang yang lebih besar jika mereka mengirimkan jawaban mereka sebanyak-banyaknya (lebih dari sekali). Nanti peserta yang menjawab benar akan diundi dan mendapatkan hadiah (yang jumlahnya pasti jauh lebih kecil daripada yang didapatkan oleh vendor). Apa bedanya ini dengan judi dan taruhan? Pada dasarnya itu semua adalah sama. Mereka mempertaruhkan uang mereka (yang dikeluarkan untuk SMS premium) untuk mendapatkan sesuatu yang diiming-iming oleh vendor (yang menurut konsumen jumlahnya cukup besar).

Pembodohan 3: Masyarakat diberikan content yang tidak mendidik (bahkan merusak)

Banyak sekali iklan-iklan di televisi dan media massa yang saya lihat, yang menawarkan informasi tentang kehidupan selebritis, tips-tips percintaan, horoskop, gosip-gosip terbaru, bahkan sampai content pornografi dengan mendaftarkan diri mereka ke vendor (biasanya dengan mengirimkan SMS: REG <…> ke vendor). Setiap SMS yang masuk ke handphone mereka akan dikenakan biaya SMS premium. Hal ini akan sangat menguntungkan vendor. Sadar atau tidak sadar, mereka telah menyerahkan pulsanya kepada vendor untuk diambil kapan saja (saat vendor mengirimkan SMS). Lalu, apa yang dikirimkan oleh vendor? Agar laku, biasanya vendor menawarkan content-content yang memenuhi nafsu masyarakat, yang kebanyakan dari hal itu adalah tidak mendidik (kalau tidak bisa dikatakan merusak). Termasuk di dalamnya adalah content pornografi yang dapat merusak moral bangsa.

Pembodohan 4: Masyarakat dibuat tidak sadar akan pembodohan-pembodohan ini

Vendor akan berusaha keras untuk menyembunyikan fakta bahwa semua ini adalah pembodohan. Mereka akan menutupinya dengan iklan-iklan yang menarik dan kata-kata yang memikat, yang membuat masyarakat tidak sadar kalau ini semua adalah pembodohan.

Pada intinya, semuanya ini dilakukan untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya untuk vendor. Bahkan, ada vendor yang berusaha menambah keuntungan mereka dengan cara-cara yang licik (contoh: membuat tidak jelas bagaimana pelanggan membatalkan pendaftaran mereka/UNREG).

Masyarakat harus lebih jeli dalam menyikapi SMS premium ini. Kita bukan saja memperkaya vendor yang memang sudah kaya, tapi kita juga sedang mem-peloroti diri kita sendiri dengan SMS premium itu.

P.S.:
Saya tidak men-generalisasi bahwa semua SMS premium itu buruk (contoh SMS premium yang baik: penggalangan dana bantuan bencana alam dengan SMS premium), namun sebagian besar SMS premium yang saya ketahui itu buruk dan bagi saya adalah pembodohan masyarakat.

Tautan:
http://sekedarblog.blogspot.com/2006/09/sms-premium.html

~Rencananya saya akan membahas lebih dalam mengenai SMS premium ini, berkenaan dengan sistem voting contest idol seperti AFI, Indonesian Idol, dll, pada tulisan saya berikutnya. 😀

Iklan

Tag:, , , , , , , , , , , ,

About Charles

Seorang alumni Fakultas Ilmu Komputer UI. Suka mengoleksi buku-buku dan membagikan inspirasi-inspirasi yang didapatkannya. Mencintai matematika dan logika sederhana. Hobinya adalah mencari inspirasi dan membagikannya. Seorang biasa yang percaya bahwa dia memiliki Tuhan yang luar biasa.

4 responses to “Pembodohan Masyarakat dengan SMS Premium”

  1. _on says :

    ada tuh yang parah.. udah dikirimin unreg,, eh masi dikirim aj dikirimin sms yg isinya ga guna itu..

    klo yg masalah kuis berhadiah,, haduuu,, itu kemungkinan menangnya sangat amat teramat kecil banget..
    anggep aj yg ikut kuis itu 1juta orang.. berarti probabilitas menang klo misalnya ada yg yg ngirim 1x sms,, 1/1juta.. gila,, kecil bgt.. misalpun dy ngirim 10x,, palingan jadi 10/1jt,, ato 1/100rb.. iya sih kmungkinannya jadi lebih gede klo ngirim lebih dari 1x,, tapi kan tetep aj,, 1/100rb tuh kecil bgt..

    ~halah,, probternya keluar XD jadi inget tugas T_T

  2. Charles says :

    @_on:

    Iya… Yang unreg itu masalah di sistemnya, atau emang dicurangin ya?

    Betul, kemungkinannya tetep aja kecil, dan malah parahnya, ada kuis yang menangnya juga ga jelas siapa (mungkinkah pemenang fiktif atau orang dalam? kalo gitu mah, sebanyak apapun SMS-nya ga bakal dapet2). Pinter banget ya taktik stasiun TV ngerampok uang rakyat…

    ~semoga tugas probternya terselesaikan dengan baik ya… 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: