Belajar Mengampuni dari Seorang Eduardo Da Silva

Mendengar kata “pemain sepak bola”, apa yang Anda bayangkan? Kalau pemain sepak bola dalam negeri mungkin bayangannya: kasar, ga sportif, ga tertib, emosian… Kalau pemain sepak bola luar negeri mungkin bayangannya: foya-foya, hedonis, dsb. Ya, mungkin citra pemain sepak bola saat ini di beberapa kalangan cukup buruk karena hal-hal itu. Tapi, tidak hanya hal buruk saja yang ada di sana. Ada juga hal baik yang dapat kita teladani dari seorang pemain sepak bola.

Adalah Eduardo Da Silva, striker klub Arsenal. Pada tanggal 23 Februari 2008, Arsenal bertanding melawan Birmingham City, di Birmingham, pada ajang Liga Inggris (English Premier League). Pertandingan baru berjalan 3 menit, ketika sebuah tackle keras dari Martin Taylor (pemain Birmingham) menghantam kaki Eduardo, yang menyebabkan salah satu cedera terparah yang pernah terjadi di kompetisi Liga Inggris. Apa yang terjadi? Kaki Eduardo patah dan terputar, pasti sungguh menyakitkan rasanya! Kejadian itu menyebabkan pertandingan dihentikan selama 8 menit untuk perawatan Eduardo, yang akhirnya dengan cepat dibawa ke rumah sakit.

Bagi yang belum mengetahui tentang Eduardo Da Silva, saya akan memberikan sedikit gambaran tentangnya. Dia adalah pemain andalan tim nasional Kroasia, mencetak 10 gol dari 15 pertandingan bersama timnas Kroasia. Di klub lamanya, Dinamo Zagreb, dia memecahkan rekor pencetak gol terbanyak dalam satu musim (mematahkan rekor yang sudah ada selama 13 tahun) dengan mencetak 34 gol dari 32 pertandingan! Ditambah lagi, gelar pemain Kroasia terbaik tahun 2004 dan 2006 berhasil dimenangkannya. Dan, usianya saat ini adalah usia produktif seorang pemain sepak bola, 24 tahun! Profil lengkapnya bisa dilihat di sini.

Apa yang saya ceritakan di atas adalah untuk menggambarkan betapa Eduardo Da Silva saat ini berada di masa keemasan karirnya, dan dia pun tidak sabar menunggu datangnya Euro 2008 yang akan diadakan bulan Juni nanti. (Oh ya, sekedar informasi, Kroasia adalah tim yang membuat Inggris tidak lolos Euro 2008, jadi Kroasia bukanlah tim sembarangan. Mereka mendapatkan tiket ke Euro 2008 dengan susah payah dan penuh perjuangan…).

OK, sekarang bayangkanlah Anda adalah Eduardo Da Silva, yang sedang berada di masa keemasan (pemain terbaik Kroasia, top skor Liga Kroasia, sekarang bermain di klub besar Inggris (baca: Arsenal :P), dan sudah tidak sabar lagi untuk bermain di Euro 2008). Di tengah semua itu, tiba-tiba terjadilah sebuah “kecelakaan”. Anda dicederai oleh seorang pemain sepak bola lain yang membuat Anda terancam tidak bisa main bola lagi! Hasil diagnosa terakhir menyatakan Eduardo harus absen selama 9 bulan dan itu artinya dia harus melewatkan Euro 2008, kompetisi bergengsi antarnegara Eropa yang hanya ada sekali dalam 4 tahun. Bagaimana perasaan Anda?

Fans Arsenal pun sudah mulai emosi dan bahkan ada yang mengancam Martin Taylor. Tapi apa yang dilakukan Eduardo? Dia mengampuni Martin Taylor! Menurut saya, hal ini sangat sulit untuk dilakukan. Eduardo mengakui bahwa cedera yang dialaminya sangatlah menyakitkan, dan dia juga mengakui kekecewaannya karena harus melewatkan ajang besar Euro 2008. Tapi, Eduardo hampir tidak perlu berpikir panjang untuk mengampuni orang yang mencelakakan dirinya. Saya sungguh kagum akan sikap itu. Pernyataan Eduardo tersebut dapat dilihat di sini.

Tidak ada kata-kata yang dapat saya katakan. Bahkan saya pun ikut merasa kesal kepada Martin Taylor karena telah mencederai pemain klub kesayangan saya. Padahal, saya tidak merasakan sakit itu sama sekali! Lain halnya dengan Eduardo yang mengalami sakit yang luar biasa, harus menjalani operasi, harus melewatkan Euro 2008, tidak dapat berlari selama 6 bulan, tidak bisa main bola selama 9 bulan, bahkan tidak ada jaminan dirinya bisa sembuh total. Di tengah itu semua, Eduardo tetap mengampuni Martin Taylor. What a great sportmanship from a great footballer!

~Seandainya semua pemain sepak bola mempunyai sikap seperti itu…
~Get well soon, Dudu… Thanks for a lesson you’ve given to me. God bless you. 😀

Iklan

Tag:, , , , , , , , ,

About Charles

Seorang alumni Fakultas Ilmu Komputer UI. Suka mengoleksi buku-buku dan membagikan inspirasi-inspirasi yang didapatkannya. Mencintai matematika dan logika sederhana. Hobinya adalah mencari inspirasi dan membagikannya. Seorang biasa yang percaya bahwa dia memiliki Tuhan yang luar biasa.

4 responses to “Belajar Mengampuni dari Seorang Eduardo Da Silva”

  1. Wudar says :

    Finally the beginning of English Premier League. Will be exciting and unpredictably. With SkySportsHD1 we can watch recaps and highlights from all games.

  2. apit says :

    gua ingin sekali jadi pemain sepak bola terkenal diluar negeri
    seperti c.ronaldo????????????

Trackbacks / Pingbacks

  1. Benarkah kamu sayang padanya? « Charles’ Notes… - 15 Agustus 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: