Archive | Maret 2008

Naik Kereta Gratis

Kisah ini berawal dari kemarin malam, di tengah belajar untuk ujian anum (baca: analisis numerik), seorang teman memberikan informasi ini kepada saya:

March 28, 2008, 4:27 pm
31 Maret, KRL Jabotabek Tetap Jalan

KRLmania.com,
Beredarnya kabar akan adanya aksi mogok massal seluruh karyawan Divisi Jabotabek yang tergabung dalam Serikat Pekerja Divisi Jabotabek pada hari Senin, 31 Maret 2008 nanti, , membuat resah banyak pengguna KRL Jabotabek.

Mereka berharap, aksi mogok tersebut tidak mengganggu operasional KRL Jabotabek pada hari Senin nanti.

“Bener gak sih mau mogok ?. kalao mau mogok mbok ya di hari libur aja,” uajr sorang Roker.

Kabar mengenai aksi mogok ini dibantah oleh Kepala Humas Daops. I, PT KA, Ahmad Sujadi. Menurutnya Serikat Pekerja tidak akan melakukan aksi mogok. Kemungkinan memang akan ada aksi demo, tapi bukan mogok massal. Aksi demo ini akan dilakukan oleh karyawan Kowasjab, Koperasinya Karyawan PT KA Divisi Jabotabek yang selama ini mempekerjakan karyawan penjual tiket di stasiun-stasiun. “Mereka bukan karyawan PT KA, tapi tenaga outsourcing yang dipekerjakan oleh Koperasi untuk menjual tiket KRL Jabotabek,” ujarnya.

“KRL Jabotabek akan tetap beroperasi,” ujarnya.

(nc)

Berhubung pagi ini ada ujian di kampus saya di Depok jam 8 pagi, dan saya biasanya menggunakan jasa kereta api untuk mengantarkan saya dari Stasiun Kota jam 6 pagi setiap hari Senin, issue pemogokan membuat saya agak khawatir…

Seperti biasa, saya sampai di Stasiun Kota jam 6 pagi. Masuk ke dalam stasiun, dan cukup terkejut melihat loket tidak dibuka. Ada satu petugas yang meminta saya untuk menuju loket yang lain. Saya pergi ke loket yang lain… Sesampainya di sana, saya melihat banyak orang berkerumun, tetapi loketnya tidak dibuka juga… Dag dig dug… “Wah, jangan-jangan beneran mogok nih?” T.T

Setelah mengamati beberapa lama, saya melihat banyak petugas yang berkerumun di depan pintu tempat penjualan tiket… Ternyata, mereka tidak dapat membuka pintu tersebut (yang saya juga tidak tahu kenapa, mungkin karena yang membawa kuncinya tidak datang alias mogok!?). Wah, bagaimana ini, pas saya ada ujian jam 8 pula…

Baca Selengkapnya..

Jokes or Reality!?

Jokes or Reality!? #1: Nice Reply (buat yang belum lihat, lihat di sini).

Jokes or Reality!? #2:

Reality 2

Baca Selengkapnya..

Bingung-Bingung Definisi Pornografi

Tulisan ini saya buat sehubungan dengan rencana pemerintah Indonesia untuk mem-block situs-situs porno di negeri tercinta ini.

Pemerintah Indonesia akan mem-block situs-situs pornografi. Berita ini begitu maraknya akhir-akhir ini sehingga saya yakin Anda dapat menemukan beritanya tanpa harus saya berikan link-nya. Rencana ini banyak menuai pro dan kontra. Pro dari orang yang telah jera melihat Indonesia yang seakan menyuburkan pornografi, kontra dari orang yang masih menyukai (dari mengakses hingga menyediakan) material asusila tersebut. Begitu banyaknya pro dan kontra yang ada sehingga saya rasa tidak perlu menambahkannya lagi di tulisan ini. Silakan googling saja bagi yang berminat… 😉

Masih berhubungan dengan rencana blocking situs-situs porno tersebut, pemerintah kebingungan bagaimana cara mengetahui sebuah situs itu adalah situs porno atau tidak… Pernyataan terakhir yang dikeluarkan oleh M. Nuh tentang definisi situs porno adalah situs yang mensyaratkan pengunjungnya berusia 17 tahun atau 18 tahun. Tapi, apakah semua situs yang seperti itu pasti situs porno? Jadi apa dong definisi pornografi (terutama situs porno)!? Banyak yang mengatakan kalau definisinya sangat subjektif, dan ini salah satu yang bikin bingung!

Baca Selengkapnya..

Buku Best Seller – Bikin Bingung!

Beberapa waktu lalu saya pergi ke sebuah toko buku. Di toko buku itu, saya melihat banyak sekali buku dengan tulisan “best seller” di bagian depannya. Harusnya, “best seller” adalah “semacam penghargaan” untuk satu buku yang paling laris dibeli konsumen. Kenyataannya, “best seller” nongol di banyak buku. Menurut saya, hal ini membuat “penghargaan” itu kini berkurang nilainya karena begitu banyaknya buku yang menjadi “best seller”. Ini membuat saya bingung, sebenarnya mana buku yang benar-benar “best seller” dan benar-benar bagus sehingga banyak dibeli…

Baca Selengkapnya..

Selamat Ulang Tahun, Mama…

Hari ini adalah hari ulang tahun mama saya. Seorang yang telah melahirkan, membesarkan, menjaga, dan melindungi saya, sampai saya sudah sebesar ini. Saya sangat bersyukur mempunyai seorang mama yang baik.

Sedikit googling, saya mendapatkan sebuah artikel dari sini tentang kasih sayang seorang ibu…

Baca Selengkapnya..

Sariawan

Kemarin malam, saat sedang makan, saya secara tidak sengaja menggigit mulut saya sendiri. Meskipun sedikit, darah pun keluar. Satu hal yang terbayang di pikiran saya, luka ini akan menjadi sariawan yang tidak mengenakkan, dan akan saya alami cukup lama sebelum luka itu akhirnya pulih kembali.

Sariawan memang sesuatu yang tidak mengenakkan. Tapi, dari sana, saya dapat belajar sesuatu. Belajar apa? Seperti sariawan, satu gigitan dapat mengakibatkan sariawan berkepanjangan, begitu pula di kehidupan ini, satu kesalahan bisa mengakibatkan hal yang tidak mengenakkan yang berkepanjangan. Ambillah contoh, sebuah kata-kata kasar dapat mengakibatkan luka pada hati orang yang menerima perkataan tersebut. Hubungan pun dapat menjadi tidak baik karenanya. Contoh lain, satu kesalahan dalam perhitungan saat ujian dapat mengakibatkan jawaban akhir yang salah. Dan, jika soalnya adalah pilihan ganda, kesalahan tersebut bisa mengakibatkan kita mendapat nilai nol untuk soal tersebut.

So, apa yang harus kita lakukan? Kembali ke peristiwa saya mendapat sariawan, sariawan itu saya dapatkan karena saya mengunyah makanan dengan terburu-buru. Kesalahan akan lebih banyak timbul saat kita menyelesaikan sesuatu dengan terburu-buru dan tidak hati-hati. Maka, kita harus lebih berhati-hati dan teliti di dalam setiap pekerjaan yang kita lakukan. Ingatlah, ketidakhati-hatian dan ketidak-telitian kita bisa mengakibatkan kerugian yang besar (seperti halnya sariawan) yang harus kita tanggung. Berpikirlah sebelum bertindak. 😀

~semoga sariawan ini bisa cepat sembuh…

Pahami Tujuannya, dan Lakukanlah dengan Sepenuh Hati

Cukup banyak kegiatan yang saya rasakan hanyalah sebuah rutinitas saja. Ternyata, hal ini diakibatkan tidak pahamnya saya atas tujuan dari kegiatan-kegiatan tersebut. Saya mulai menyadarinya dari sebuah hal kecil yang menjadi renungan untuk saya.

Hal yang kecil itu adalah “sikat gigi”. Biasanya, sikat gigi hanyalah sebuah rutinitas untuk saya. Pas bangun pagi dan sebelum tidur ya harus sikat gigi… Sehingga, tidak jarang saya melakukannya tidak dengan sepenuh hati. Apakah itu berarti saya tidak mengetahui tujuan dari sikat gigi sebenarnya? Tidak, saya tahu kok, untuk membuat gigi sehat… Tapi, saya belum memahami dan meresapinya…

Baca Selengkapnya..

James Caviezel – pemeran Jesus Christ

Apakah Anda mengenal James Caviezel? Dia adalah pemeran Yesus Kristus (Jesus Christ) di dalam film Passion of the Christ. Ada beberapa hal yang saya kagumi dari seorang James Caviezel…

Pertama, dia memiliki integritas di dalam hidupnya. Dia berani menolak sesuatu yang tidak sesuai dengan imannya, meskipun itu berarti menolak uang puluhan juta dollar. Dia adalah seorang bintang Holywood yang langka, satu dari sedikit bintang Holywood yang menolak untuk melakukan love scene (baca: sex scene) di dalam film yang dia perankan. Dia menolak untuk melakukan adegan pornografi, seperti pernyataan yang dia keluarkan pada tahun 2002 berikut ini.

Staunchly Catholic Hollywood actor Jim Caviezel refused to strip off for a sex scene with beautiful actress Ashley Judd. The 33-year-old star threatened to walk out unless director Carl Franklin shot the scene for thriller High Crimes with both parties wearing clothes. He says, “I told Carl, ‘It’s no problem, I don’t have to do this movie. Go ahead and find someone else.’ I see our culture as not respecting people too much, treating people like objects. There are times where sex is appropriate, but I’ve yet to see butts and breasts act themselves out of a scene!” It’s not the first time Caviezel has refused to get naked for scenes with beautiful co-stars. He refused to film a love scene with sexy Jennifer Lopez in Angel Eyes because she was topless and asked rising star Dagmara Domincyzk to cover her nipples while shooting The Count Of Monte Cristo. The married star says, “My acting stems from inside, from God. And that’s the only way I can act. If I violate that, then I don’t think I’d be around this business much longer.

Hal ini yang saya kagumi. Dia punya kesempatan untuk melakukan itu, tetapi dia menolaknya, karena integritas pada imannya. Dia rela jika dia harus disingkirkan karena tidak melakukan “perintah” director film tersebut. Seandainya semua bintang film seperti ini, tentunya pornografi akan dapat berkurang, bahkan bukan tidak mungkin dapat hilang!

Selain itu, dia juga tidak gila harta. Dia bahkan menolak tawaran sebesar US$ 75 juta karena tidak sesuai dengan imannya.

Hal ini membawa James Caviezel menerima tawaran yang sangat sulit dari Mel Gibson, yaitu memerankan tokoh utama di dalam filmnya “Passion of The Christ”, yaitu sebagai Yesus Kristus. Satu hal yang unik adalah inisial nama James Caviezel (JC) sama dengan inisial nama Jesus Christ.

Bagaimana beratnya James Caviezel menjalani peran ini dapat dibayangkan melalui kesaksian Caviezel berikut.

Dulunya aku pikir belajar bahasa-bahasa kuno akan menjadi tantangan terberat. Tetapi, ternyata penderitaan fisik jauh lebih berat.

Sejak dari awal, pembuatan film ini merupakan siksaan bagiku dalam segala bentuk. Aku diludahi dan dipukuli. Aku memanggul salibku selama berhari-hari, lagi dan lagi menyusuri jalan-jalan yang sama; tulang bahuku sempat terlepas karena beban salib yang berat.

Aku tidur empat jam sehari. Pukul 2 pagi aku harus mulai di makeup; aku tak dapat duduk, karena makeup akan lengket di tubuhku. Delapan jam diperlukan untuk mengenakan makeup padaku dan kemudian dua jam diperlukan untuk melepaskan semua makeup itu plus aku harus duduk di bawah pancuran air selama setengah jam agar makeup benar-benar lepas. Juga, karena makeup yang hebat, aku tidak dapat melihat dengan mata kananku, sehingga aku mengalami hyper-focus pada mata kiri. Dengan segala makeup yang menempel di tubuhku, kadang, aku merasa gatal-gatal seperti terbakar di sekujur tubuhku. Mel akan menghampiriku dan bercanda, “Jim, kamu adalah pizza terbesar di seluruh dunia.”

Pengambilan gambar dilakukan di Italia pada mudim dingin. Aku tergantung di atas salib, hanya dengan selembar kain penutup pinggang, di tengah udara yang dingin membeku. Aku memandang ke bawah melihat ratusan krew dengan jaket tebal dan syal serta sarung tangan, sementara aku sendiri tak dapat berbuat apa-apa karena tangan-tanganku terikat pada kayu salib. Angin bertiup mengiris-iris tubuhku. Karena dingin yang menggigit, aku menderita hypothermia, yang rasanya seperti menjepitkan seluruh tubuhmu dalam balok es. Sungguh menderita. Aku sulit bernapas, tidak dapat mencerna makanan dengan baik, berat badanku turun drastis dan aku menderita sakit kepala berkepanjangan. Mesin pemanas memang ada, tetapi tidak mungkin didekatkan padaku karena segala makeup itu akan meleleh.

Aku ingat suatu ketika, di atas salib, aku mengeluh kepada Tuhan, “Jadi, apakah Engkau tidak menginginkan film ini dibuat?” Pada akhirnya, aku harus pergi ke tempat yang lebih dalam dari kepalaku, aku harus pergi ke dalam hatiku. Dan satu-satunya cara untuk sampai ke sana adalah dengan doa. Sungguh menyakitkan.

Adegan yang cukup lama di mana Yesus didera dengan cambuk-cambuk besi sungguh mengerikan. Untuk adegan ini Mel telah mengatur supaya ditempatkan suatu papan di punggungku, kira-kira setengah inci tebalnya, agar para prajurit Romawi tidak mengenai punggungku. Tetapi, pukulan salah seorang dari mereka luput, menghantam tepat di punggungku dan merobek kulitku. Aku tidak dapat berteriak, aku tidak dapat bernapas. Pukulan itu begitu menyakitkan hingga seluruh sistem tubuhku tergoncang. Aku jatuh tersungkur dan Mel mengatakan, “Jim, ayo bangun.” Ia tidak tahu bahwa aku sungguh terkena. Cambukan itu meninggalkan luka sepanjang 14 inchi (± 36 cm) di punggungku yang kemudian menjadi contoh untuk ‘membuat’ luka-luka penderaan lainnya. Aku tidak terkena pukulan lagi sesudahnya, tetapi insiden itu menyadarkanku akan bagaimana kira-kira rasanya dicambuk.

Aku menganggap semua penderitaan itu layak untuk memainkan peran Yesus. Peran ini sungguh berarti bagiku. Dengan memerankannya, aku jauh lebih menghayati Jalan Salib. Jalan Salib adalah sengsara Kristus demi umat manusia, demi menebus dosa-dosa kita, demi membawa kita kembali kepada Allah; dan Kasih yang melakukan semuanya.

Ketekunan Caviezel dalam menjalani peran ini sungguh membuat saya kagum. Bagi yang ingin melihat aksi Caviezel dalam film tersebut, dapat melihat foto-foto yang ada di tulisan saya: “Cinta Sejati”.

Apa yang dapat saya teladani dari seorang James Caviezel? Yang dapat saya pelajari adalah integritasnya. Bagaimana dia tidak hanya “sok suci” saat memerankan tokoh yang suci (Jesus Christ), tetapi dia adalah seorang yang beriman teguh dan berintegritas di dalam kehidupannya. 😀

~Wawancara James Caviezel mengenai pembuatan film Passion of The Christ saya ambil dari http://www.indocell.net/yesaya/pustaka/id410.htm.

Mencari Popularitas Melalui Pornografi

Akhir-akhir ini, di top post id.wordpress.com banyak beredar berita-berita miring (entah miring apa lurus!?) seputar artis yang ada di bangsa ini. Dan, yang lebih banyak dibahas adalah content-content yang menjurus pada pornografi. Cukup banyak orang yang menulis mengenai hal ini, baik dari orang yang benar-benar ingin cari sensasi, orang yang memang mau merusak moral bangsa (supaya rusak bersama-sama dia), sampai orang yang ingin mencari popularitas, membuat blog-nya ramai dikunjungi, dan menjadi populer… Yang akan saya soroti kali ini adalah hal yang terakhir.

Baca Selengkapnya..

Cinta Sejati

Cinta sejati? Pernahkah terbayang, cinta sejati itu seperti apa sih? Cobalah bayangkan Anda menerima cinta sejati itu… Apakah yang akan Anda lakukan? Tentunya Anda akan berusaha untuk membalas cinta itu bukan? Yah, yang saat ini akan saya bahas adalah mengenai cinta… Bukan cinta biasa, tapi cinta yang sangat luar biasa, kasih terbesar telah saya terima, yang telah didemonstrasikan 2000 tahun silam…

Hari ini adalah hari Jumat Agung, hari di mana umat Kristen memperingati kematian Yesus Kristus 2000 tahun silam. Sebuah kematian yang didapatkan dengan cara yang sangat hina dan tidak pantas, penyaliban! Hukuman salib adalah hukuman yang sangat menyakitkan. Kebanyakan hukuman mati membuat terhukum secepat mungkin mati (seperti hukuman tembak, kursi listrik, dll.). Tapi, hukuman salib ini tidaklah demikian. Terhukum akan merasakan penderitaan kesakitan yang sangat menyakitkan sebelum dia akhirnya mati. Bayangkan, dua paku pada tangan kiri dan kanan, serta sebuah paku pada kaki harus menyangga berat tubuh terhukum. Tak terbayangkan…

Yang lebih menyakitkan lagi, Yesus tidak hanya disalibkan. Dia juga dicemooh dan disesah sebelum penyaliban itu. Dan, dia harus memikul salib hingga ke bukit Golgota tempat Dia disalibkan. Penelitian “manusia kain kafan” menyebutkan terdapat 726 bekas luka cambuk pada tubuh Yesus. Luka yang disebabkan oleh cambuk berduri, yang sekali cambukannya dapat mengangkat daging orang yang dicambuk. Saya membayangkan, kalau hanya tertusuk jarum saja sudah sakit, apalagi dicambuk 726 kali dan dipaku? Tak terbayangkan…

Lalu, apa yang membuat Yesus harus disalibkan? Apakah karena dosa-dosa-Nya? Ternyata tidak demikian. Inilah cinta sejati yang diberikan Yesus pada kita. Marilah kita lihat, mengapa Yesus harus mengalami penderitaan ini. Penderitaan ini telah dinubuatkan jauh sebelum Dia disalibkan oleh Nabi Yesaya.

Yesaya 53

1Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan? 2Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknya pun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupa pun tidak, sehingga kita menginginkannya.


Baca Selengkapnya..

%d blogger menyukai ini: