Warning Sign: Do Not Smoke

Kemarin saya sedang berjalan-jalan (baca: surfing) di sebuah forum. Di bagian jokes, saya menemukan gambar berikut, (yang katanya ada di dekat sebuah pipa gas di Citos). Warning sign-nya seperti ini:

Warning Sign

Artinya kira-kira seperti ini:

“Jangan merokok dekat pipa gas kami. Nyawa Anda mungkin tidak terlalu berharga, tetapi pipa gas kami berharga”

Pas pertama saya lihat warning sign di atas, saya merasakan kalau itu cukup lucu. Kenapa? Karena sebuah pipa gas dianggap lebih berharga daripada nyawa seseorang. Sesuatu yang aneh kedengarannya kan?

Hal itu membawa saya pada sebuah pemikiran (yang sebenarnya agak OOT sih, :P). Apakah orang yang merokok menghargai badan mereka, hidup mereka, nyawa mereka? Kalau ditanya seperti itu, pasti jawabannya adalah ya, bukan? Orang normal pasti akan menghargai nyawa mereka.

Bagaimana kalau pertanyaannya diubah sedikit, jadi: Apakah dengan merokok, orang yang merokok menghargai badan mereka, hidup mereka, nyawa mereka? Kalau seseorang ditanyakan pertanyaan seperti ini, menurut saya, jika orang itu masih normal, dia pasti akan mengakui kalau rokok akan merusak kesehatan mereka, badan mereka, bahkan mengancam kelangsungan hidup dan nyawa mereka kelak.

Apakah Anda menemukan keanehan dari jawaban 2 pertanyaan di atas? Keanehannya adalah: kalau sudah tahu bahwa merokok merusak kesehatan dan mereka menghargai nyawa mereka, seharusnya mereka tidak merokok. Namun kenyataannya, masih banyak kok orang yang merokok tapi mengakui kalau mereka menghargai nyawa mereka? Gimana tuh? Salahnya di mana?

Menurut saya, masalahnya ada pada pengendalian diri. Mereka tidak dapat mengendalikan diri mereka untuk tidak merokok, meskipun (mungkin) sebenarnya mereka ingin. Kalau ini keadaannya, para perokok perlu menjawab pertanyaan berikut ini di dalam hati mereka:

Mana yang lebih berharga, nyawa mereka (kesempatan untuk hidup lebih sehat dan menghargai tubuh yang diberikan Tuhan kepada mereka) atau kesenangan yang mereka dapatkan dari rokok (yang sudah jelas merusak tubuh mereka)? Satu hal yang pasti, mereka tidak dapat memilih keduanya.

Di mana ada kemauan, di sana ada jalan. Seseorang tidak dapat berhenti merokok (menurut saya) karena mereka tidak ada kemauan yang cukup kuat untuk menghargai nyawa mereka lebih daripada kesenangan yang mereka dapatkan dari rokok.

Orang yang mengasihi Tuhan akan menghargai tubuhnya, yang adalah anugerah dari Tuhan. Orang yang menghargai tubuhnya, takkan merusaknya dengan rokok.

Jadi, sebenarnya warning sign itu ada benarnya juga dong ya? 😛

Iklan

Tag:, , , , , , , , ,

About Charles

Seorang alumni Fakultas Ilmu Komputer UI. Suka mengoleksi buku-buku dan membagikan inspirasi-inspirasi yang didapatkannya. Mencintai matematika dan logika sederhana. Hobinya adalah mencari inspirasi dan membagikannya. Seorang biasa yang percaya bahwa dia memiliki Tuhan yang luar biasa.

7 responses to “Warning Sign: Do Not Smoke”

  1. David Seragih says :

    Quak…. Kha….. Ha…..:)
    Untung aja aku nggak merokok and harga diriku tidak lebih rendah dari pipa gas….. Keep going, man….
    Anak Medan sini. MyBlogLog bawa aku kemari…..:)
    God bless you!

  2. irvan says :

    keren tuh warningnya….

    orang ngerokok sih bodo amat, tapi kalo udah ngerokok di tempat umum, gw sumpahin terus2an tuh…kan sama aja nyebar racun…

  3. Charles says :

    @David Seragih:
    Yup, jaga paru-paru tetap sehat dengan tidak merokok… GBU 2. 😀

    @irvan:
    Iya setuju, orang yang ngerokok bukan cuma ngeracunin diri sendiri aja, tapi juga orang-orang di sekitarnya. Apalagi kalo di dalam ruangan…

  4. kamal87 says :

    tanda “no smoking” soalnya udah gak ngaruh sih ya

  5. Charles says :

    @kamal87:
    Iya, di beberapa tempat uda gak ngaruh. Tapi sebenarnya, ngaruh atau nggak itu tergantung dari petugas yang menjaganya. Terlebih dari itu, kembali lagi ke kesadaran setiap perokok.

    Tapi susah juga sih, kalo mereka diminta menghargai orang lain. Wong tubuhnya sendiri aja ga dihargai, kan?

  6. zao says :

    ahahaha,, lucu jg XD keren..keren..
    hmm,, paling kesel klo udah ada orang yg ngrokok d kereta padahal itu kereta padet bgt.. mw mati cepet koq ngajak” orang? XD

  7. Charles says :

    @zao:

    mw mati cepet koq ngajak” orang?

    Setuju! Inilah masalahnya, karena tubuh mereka aja ga mereka hargai, apalagi peduli akan orang lain… Kalo mau ngerokok ya wong jangan ngajak2 orang lain ngisap asap rokok juga dong ya. Kalo ada yang bilang merokok adalah hak perokok, ya harusnya kan ditambahin: udara bersih tanpa asap rokok adalah hak nonperokok.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: